
" Ini adalah telur naga." Ucap Ling San.
" Tapi, masa iya telur naga tidak memiliki induk." Ucapnya kebingungan.
" Dan naga ini memiliki fisik dan darah yang berbeda dari Long Qing ataupun para naga air." Ucap Ling San makin kebingungan.
Tidak mau ambil pusing, Ling San lalu mengambil telur itu. Tapi, lagi-lagi dia dibuat terkejut. Pasalnya, telur naga atau lebih tepatnya mutiara naga itu sangatlah berat.
" Sangat berat." Ucap Ling San.
" Beratnya ini tidak normal. Aku harus melakukan sesuatu agar dia tidak menolak untuk ikut denganku lagi." Ucapnya.
Sesaat kemudian, dia mendapatkan sebuah cara, yaitu dengan melakukan kontrak darah. Dia lalu menggigit ujung jarinya hingga darahnya menetes. Setelah itu, Ling San meneteskan darahnya di atas telur berbentuk mutiara itu.
Swuuuuusss
Seberkas sinar berbentuk tiang menembak kelangit selama beberapa saat, lalu sinar itu menyelimuti telur itu. Beberapa menit kemudian, seekor naga berwarna hijau terbang kelangit.
" Hormatku, tuan." Ucapnya.
" Wow, baru lahir langsung sebesar ini." Ucap Ling San.
" Tuan, saya adalah manifestasi dari energi dewa yang ada disini." Ucap naga itu.
" Namamu adalah Shen Long." Ucap Ling San.
" Shen Long memberi hormat kepada tuan." Ucap Shen Long.
" Sudah berapa lama mutiara bumi ada disini?" Ling San.
" Kalau tidak salah, sudah 2 juta tahun, tuan." Jawabnya.
" Sangat lama." Ucap Ling San.
" Jadi, akulah yang menyerap semua energi kehidupan dari tumbuhan yang ada di gunung ini sebelumnya serta tumbuhan yang ada di seluruh wilayah ini." Jelasnya.
" Shen Long apakah bisa berubah menjadi manusia?" Tanya Ling San.
" Ya, tuan." Jawab Shen Long.
Wuuuusssssss
Tubuh Shen Long kembali memancarkan sinar yang menyilaukan mata. Sesaat kemudian, didepan Ling San bukan lagi seekor naga, melainkan seorang anak muda seumuran dengannya.
" Ayo kita pergi dari sini." Ucap Ling San.
Wussssss
Wuuuusss
Wuuusssss
Ling San dan Shen Long kemudian melesat meninggalkan tempat itu menuju ke pusat klan Wang.
" Kita mau kemana, tuan?" Tanya Shen Long.
" Aku ingin kewilayah Barat. Aku ingin kau menjadi teman perjalananku." Jawab Ling San.
__ADS_1
" Baiklah. saya akan menemani anda tuan." Ucapnya.
" Tuan. 6 km dari sini ada 4000 pasukan yang bergerak menuju ke wilayah ini." Ucap Shen Long.
" Biarkan saja Shen Long. Aku ingin lihat bagaimana mereka mengatasi masalah ini." Ucap Ling San.
" Apakah kita akan membantu mereka, tuan?" Tanya Shen Long.
" Kita akan membantunya, tapi setelah keserakahan dan kesombongan mereka hilang." Jawab Ling San.
" Shen Long, apakah kekuatanmu memang di ranah kaisar Dewa Alam?" Tanya Ling San.
" Kultivasiku akan mengikuti kultivasi tuanku." Jawab Shen Long.
" Apakah naga bumi hanya dirimu saja?" Tanya Ling San.
" Tergantung dari tempat yang memiliki energi dewa yang padat dan bersih serta keberadaan mutiara bumi." Jawab Ling San.
" Ayo kita menonton pertarungan mereka diatas." Ucap Ling San lalu duduk diatas atap rumah.
" Ha..ha..ha..ha... Hari ini juga, klan Wang akan kami hancurkan jika tidak mau menyerahkan wilayah tambang itu." Ucap salah seorang tetua.
" Benar sekali. Kita yang menemukan tambang itu terlebih dahulu, jadi kitalah pemilik tambang itu." Ucap tetua lainnya.
" Bsnar sekali. Klan Wang tidak pantas menjadi klan terkaya di alam dewa." Ucap yang lainnya.
" Benar-benar serakah." Ucap Shen Long.
" Benar sekali. Di pikiran mereka hanyalah harta dan tahta saja, tidak ada yang lain." Ucap Ling San.
" Di dunia ini, kekayaan tidak ada gunanya jika tidak memiliki kekuatan yang mumpuni." Ucap Ling San.
" Hei kalian keluarlah, dan serahkan tambang emas dan semua sumber daya di tempat ini." Teriak seorang pria parubaya yang berada di pasukan itu.
" Memangnya apa hak kalian?" Tanya tetua pertama klan Wang.
" Kami sudah menemukan tambang itu 7 bulan yang lalu, lebih dulu daripada kalian." Ucap tetua agung di pasukan tersebut.
" Klan Wilang, apa kalian belum puas setelah mengusir kami dari wilayah kami sebelumnya?" Tanya tetua agung Wang Pun
" Kalian hanyalah klan pelayan, tidak seharusnya kalian memiliki kekayaan lebih besar dari kami." Ucap tetua agung, Wilang Suyuan.
" Jangan kalian pikir, kami akan menyerahkan semua yang kami punya begitu saja." Ucap tetua pertama klan Wang.
" Kalau begitu, bersiaplah untuk ke neraka." Ucap tetua Wang Guan.
" Kalian semua, serang dan rebut paksa tambang itu." Pintah tetua Agung Wilang Suyuan.
" Baik." Jawab para pasukan klan Wilang lalu melesat dan menyerang klan Wang.
" Tuan, apa tidak sebaiknya kita bantu klan Wang?" Tanya Shen Long.
" Mungkin dengan membantu mereka, kesombongan mereka bisa hilang." Lanjut Shen Long.
" Benar, juga." Ucap Ling San lalu melesat lalu disusul oleh Shen Long.
Booooooommm
__ADS_1
Sebuah dinding kristal tiba-tiba muncul dari dalam tanah. Dinding itu membatasi pasukan klan Wang dan klan Wilang.
" Sungguh memalukan. Bisa-bisanya kalian semua mengambil hak yang seharusnya menjadi milik orang lain." Ucap Ling San sambil duduk di atas dinding yang sebelumnya dia buat.
" Jangan ikut campur bocah. Klan Wang adalah pelayan kami, dan sudah seharusnya dia mematuhi dan melaksanakan perintah kami." Ucap tetua Agung Wilang Suyuan.
" Itu dulu, sekarang tidak ada lagi yang namanya klan pelayan dan klan majikan." Ucap Ling San lalu jarum-jarum kristal menembak dari dinding kristal itu.
Syuuuutttt
Syuuuuutttt
Syuuuuutttt
Ribuan jarum kristal menembak kearah pasukan klan Wilang. Jarum-jarum kristal itu, melesat dengan sangat cepat sehingga para pasukan klan Wilang tidak dapat menghindar.
Dalam sekejap, ribuan pasukan klan Wilang mati tak bernyawa.
" Hei bocah, Apa hubunganmu dengan klan Wilang?" Tanya Wilang Suyuan.
" Tidak ada, hanya kebetulan lewat saja." Jawab Ling San dengan cuek.
" Semuanya, habisi pemuda sialan itu." Pintah Wilang Suyuan.
Syuuuuutttt
Syuuuuutttt
Syuuuuutttt
Sebelum mereka maju, ribuan jarum kristal menembak kearah pasukan klan Wilang, sehingga mereka semua langsung terkapar tanpa nyawa.
" Sialan. Anak ini terlalu kuat." Ucap Wilang Suyuan.
" Lalu, apa yang akan kita lakukan sekarang, tetua agung?" Tanya tetua ketiga klan Wilang.
" Lebih baik kita kembali sekarang daripada seluruh anggota klan kita mati." Ucap tetua agung Wilang Suyuan.
" Shen Long, sisanya, kuserahkan padamu." Ucap Ling San.
" Baik, tuan." Jawab Ling San lalu menembakkan ratusan meteor kearah pasukan klan Wilang. Meteor-meteor itu menghantam para pasukan klan Wilang.
Booooooommmmmmmm
Booooooommmmmmmm
Booooooommmmmmmm
Booooooommmmmmmm
Ledakan-ledakan besar pun terdengar saat meteor-meteor itu menghantam tanah. Ledakan itu disertai dengan teriakan kesakitan dari pasukan klan Wilang. Dalam sekejap, para pasukan klan Wilang mati tanpa sisa termasuk tetua agung klan Wilang.
" Sudah selesai, tuan." Ucap Shen Long.
" Kerja bagus Shen Long." Ucap Ling San.
Para anggota klan Wang hanya bisa terkejut dengan mulut ternganga membentuk huruf O, karena Shen Long menghancurkan pasukan klan Wilang dalam sekejap.
__ADS_1