
Pemuda itu lalu bangkit dan melesat dengan tinju yang dilapisi oleh elemen api. Tapi, saat pukulannya hampir mengenai Ling San, tiba-tiba Ling San menghilang entah kemana.
" Maaf, aku tidak punya banyak waktu untuk meladenimu." Ucap Ling San.
Wussss
Ling San kemudian muncul kembali di markas Aegis. Dia ingin memantau perkembangan Aegis yang baru dibentuknya kurang dari sehari.
" Tuan, kami sudah merekrut 200 anggota dan rata-rata dari mereka adalah manusia biasa. hanya 35 orang anak yang memiliki inti elemen." Jelas Yin Long.
" Elemen apa saja yang dimiliki oleh anak-anak itu?" Tanya Ling San.
" 10 orang memiliki elemen api, 5 orang memiliki elemen angin, dan 10 anak memiliki elemen air dan 10 lagi memiliki elemen tanah." Jelas Long Qing.
" Baiklah, paman Long Qing paman melatih anak yang memiliki elemen angin dan tanah, paman Bibi Niu melatih anak yang memiliki elemen api, paman Bai Long melatih paman Yin melatih 30 anak, sementara sisanya berlatih formasi." Ucap Ling San.
" Wussss"
Ling San kemudian menciptakan bayangannya untuk mengajarkan formasi kepada anak-anak yang tersisa.
" Baiklah, bayanganku akan melatih formasi. kepada anak-anak yang tersisa." Ucap Ling San.
Ling San kemudian berkeliling markas Aegis untuk memantau calon anggota Aegis yang sedang latihan.
" Hm, mereka benar-benar berlatih dengan keras." Ucap Ling San Lalu.
Wussss
Ling San kemudian memutar salah satu batu diatas sebuah balok kayu dan seketika dinding itu terbelah menjadi dua.
" Hm, tempat ini sangat cocok untuk menanam herbal dan buah abadi." Ucap Ling San.
Pertama-tama, Ling San memasang formasi percepat waktu di dalam ruangan itu. Lalu, dia membagi ruangan itu menjadi dua. Setengah untuk menanam herbal, sementara setengahnya lagi untuk menanam buah-buah abadi.
" Mungkin buah-buah ini dapat membantu para anggota Aegis untuk meningkatkan kultivasi mereka." Gumam Ling San lalu keluar dari ruangan itu dan menutupnya kembali.
" Hm, apa lagi yang akan kulakukan disini?" Tanyanya sambil terus berjalan seperti orang kebingungan.
Sesaat kemudian, Ling San tanpa sengaja melewati sebuah ruangan, dimana cahaya biru memancar dari ruangan itu, saking terangnya, cahaya itu membuat tubuh Ling San menjadi biru.
" Dari mana cahaya ini berasal?" Tanya Ling San sambil berjalan memasuki ruangan yang bercahaya biru itu.
" Mustika Dewa." Ucap Ling San.
__ADS_1
" Hm, seingatku, mustika ini sangat langka. Bahkan hanya ada dua mustika di dunia ini, satu milik Kaisar langit, dan satu milik Kaisar Elf." Ucapnya.
" Aku tidak menyangka jika aku menemukan mustika ini." Ucapnya lalu berjalan kearah mustika dewa itu. Ling San lalu menggigit ujung jarinya hingga terluka. Lalu, sesaat kemudian, mustika dewa yang ukurannya sebesar 2 meter, mengecil menjadi 2 cm dan masuk kedalam tubuh Ling San. Bersamaan dengan itu, kultivasinya langsung menerobos keranah Dewa suci bintang 9, bukan hanya itu, seluruh energi di dalam tubuhnya berubah menjadi energi dewa dan darahnya juga diubah menjadi darah emas, tingkatan darah tertinggi atau simpelnya, darah emas hanya dimiliki oleh Dewa penguasa saja.
Darah sendiri memiliki beberapa tingkatan, yaitu darah merah, darah perak, darah biru, darah ungu, darah putih, darah kuning, dan darah emas.
" Aku tidak percaya jika aku menemukan mustika dewa itu disini." Ucapnya.
" Saatnya ke gua bawah." Ucapnya lalu turun dari gua utama menuju ke gua bawah, markas Aegis air.
" Hormat, kami tuan muda." Ucap para anggota Aegis.
" Kembalilah berlatih. Aku hanya jalan-jalan saja." Ucap Ling San.
" Oh, iya tuan muda. Aku mendapat kabar bahwa di bagian barat kekaisaran Moon terdapat sebuah organisasi yang bernama Bintang kegelapan. Mereka juga merekrut anggota baru." Ucap Bai Long.
" Apakah kau merasakan aura iblis dari tubuh mereka?" Tanya Ling San.
" Tidak tuan muda." Jawabnya.
" Kalau begitu biarkan saja mereka merekrut anggota." Ucap Ling San.
" Oh iya paman. Bagaimana perkembangan latihan mereka?" Tanya Ling San.
" Oh iya paman. Jangan sampai dunia luar tahu tentang Aegis. Ini belum saatnya orang-orang mengetahui tentang Aegis." Ucap Ling San.
" Baik, tuan muda." Jawab Bai Long.
" Paman, kalau begitu aku permisi dulu." Ucap Ling San lalu menghilang.
Wussss
Ling San kemudian menghilang dari markas Aegis dan muncul di kota. Suasana kota pun semakin gaduh akibat ulah dari tuan muda dari sekte Bulan emas. Sesekali, mereka juga menyakiti anak-anak yang dianggap mengganggu.
" Hei kau. Sedang apa kau disini?" Tanya Tuan muda Bulan emas, Ain Gun.
" Tidak ada. Hanya lewat saja." Jawab Ling San acuh.
" Ciih. Apakah kau tidak melihat siapa yang bicara denganmu?" Tanya Ain Gun marah karena diacuhkan oleh Ling San.
" Memangnya, kau itu siapa sehingga harus dihormati?" Tanya Ling San.
" Aku adalah tuan muda sekte Bulan Emas, salah satu sekte terbesar dikekaisaran ini." Jawabnya dengan sombong.
__ADS_1
" Hanya tuan muda sampah berani sombong di hadapanku." Ucap Ling San.
" Apa kau bilang?" Tanyanya.
" Aku bilang kau tuan muda sombong, kultivasi hanya ranah Emperor bintang 3 berani sombong." Jawab Ling San.
" Kalau aku tidak salah tebak, kultivasimu yang paling rendah di sekte Bulan Emas." Lanjutnya.
Ain Run Seketika terdiam mendengar ucapan Ling San. Walaupun kultivasinya paling rendah diantara semua murid sekte,. tapi tidak ada yang berani dengannya. Pasalnya, jika ada yang mengata-ngatainya, maka orang itu akan langsung di hukum.
" Kenapa kau diam? Aku benar kan?" Tanya Ling San.
" Kau memang tuan muda sampah. Jika tidak mempunyai kekuatan yang besar, minimal jangan menindas orang lain menggunakan statusmu." Ucap Ling San.
" Sebelum aku marah, sebaiknya kau berlutut padaku. Mungkin aku bisa mengampunimu." Ucapnya.
" Sangat lucu, orang dengan kultivasi ranah Emperor menyuruhku berlutut, Bahkan jika kaisar yang memintanya pun tak akan kulakukan." Ucap Ling San.
" Arrrgghhh, tunggu apa lagi? Serang dan patahkan tulang bajingan kurang a*j*r itu." Perintah Ain Gun.
" Baik, tuan muda." Jawab dua orang pengawal Ain Gun.
Wussss
Booommm
Booommm
Tapi, baru berjalan dua langkah, kedua pengawal itu sudah terhempas hingga menghantam pohon hingga pohon itu hancur.
" Akkkhhh, dasar sampah. Seorang pemuda lemah saja tidak dapat kalian tangkap?" Tanyanya dengan amarah yang meledak-ledak.
" Dasar tidak tahu diri." Ucap Ling San lalu menghantamkan telapak tangannya di tubuh Ain Gun hingga membuatnya terseret sejauh 300 meter.
" Sebelum mengatai orang, sebaiknya lihat dirimu dulu. Dasar tuan muda sampah." Ucap Ling San Lalu berbalik meninggalkan tiga orang yang hampir pingsan itu. Melihat Ling San pergi, Ain Gun kemudian melepaskan sebuah serangan berbentuk jarum kearah Ling San.
Wussss
wussss
Booommm
Booommm
__ADS_1
Hanya dengan satu kibasan energi saja, semua jarum-jarum itu hancur di udara. Bahkan, kultivasi Ain Gun juga ikut dihancurkan.