Kaisar Dewa Kristal

Kaisar Dewa Kristal
Chapter 115 Klan Wang


__ADS_3

She We kemudian membungkuk memberi hormat kemudian pergi ke kediaman Leo Ran sang raja siluman. Tak lama kemudian, She We Dan Leo Ran kembali ke tempat Dewa Iblis.


" Hormatku, tuan." Ucap keduanya.


" Leo Ran, aku ingin kau menjadi Dewa bangsa siluman dialam dewa ini." Pintah Gue Tao.


" Maaf, tuan. Bukankah anda adalah dewa siluman, dan kenapa anda menunjukku untuk menjadi dewa siluman?" Tanya Leo Ran.


" Aku hanya ingin pergi ke alam langit untuk menemui teman lama. Aku tidak tahu kapan aku kembali ke alam dewa. Jadi, kau yang akan menjadi dewa siluman mulai hari ini." Jelas Gue Tao.


" Kalau itu yang anda minta, maka saya akan menerimanya." Ucap Leo Ran.


" Leo Ran. Aku ingin kau menjaga siluman dengan baik, terutama para siluman muda. Jangan sampai mereka semua mati karena diburu habis-habisan." Pintah Gue Tao.


" Baik. Saya akan mengumpulkan semua siluman ketempat ini." Jawab Leo Ran.


" Aku percayakan semuanya padamu." Ucap Gue Tao.


Wuuuussss


Ling San dan Gue Tao menghilang dari hadapan Gue Tao dan She We Dan muncul dimarkas Aegis, tepatnya di markas Aegis Bumi atau tanah. Kemunculannya yang tiba-tiba membuat Long Qing dan yang lainnya terkejut.


" Aku kira siapa." Ucap Long Qing.


" Bai Tian. Apakah itu benar kau?" Tanya Long Qing.


" Ya, saudara Long Jiang. Ini benar diriku." Jawab Gue Tao.


" Oh, iya. Ngomong-ngomong namaku bukan lagi Long Jiang, tapi sekarang namaku adalah Ling Qing." Ucap Long Qing.


" Namaku sekarang Gue Tao." Ucap Gue Tao.


" Awalnya aku kira kau sudah mati waktu itu, ternyata kau selamat." Ucap Long Qing.


" Suatu saat nanti, kita pasti akan kembali ke alam Rembulan." Ucap Gue Tao.


" Tapi, alam Rembulan tersegel. Jadi, kita tidak bisa kembali." Ucap Long Qing.


" Kalau begitu, mustahil kita bisa kembali" Ucap Gue Tao.


" Paman, aku pamit dulu." Ucap Ling San lalu menghilang.


Wuuusssss

__ADS_1


Ling San muncul kembali didepan gua tempat dimensi siluman berada.


" Sebaiknya aku memasang segel ini agar tidak ada orang yang bisa merasakan energi kehidupan mereka." Ucap Ling San lalu membuat segel tangan dengan cepat.


Wuuusssss


Benang-benang yang tak terhitung banyaknya mengikat gua itu. Benang-benang itu terus mengikat gua hingga membentuk sebuah kubah transparan.


" Nah, dengan begini mereka akan lebih aman." Ucap Ling San lalu pergi.


" Sekarang rasa penasaranku sudah hilang." Ucap Ling San lalu mempercepat terbangnya.


Lima hari kembali berlalu, dan kini Ling San sudah berada dibagian luar hutan.


" Apakah kau tahu, kemana perginya siluman-siluman yang ada dihutan?" Tanya penjaga gerbang klan kepada penjaga yang satunya.


" Memangnya kenapa dengan siluman-siluman di hutan?" Tanya Wang Fu balik.


" Semua siluman dihutan menghilang. Bahkan kabarnya, siluman yang ada di beberapa hutan di alam dewa juga menghilang entah kemana, dan menyisakan hewan buas saja." Jelas Wang Gu.


" Lalu masalahnya dimana?" Tanya Wang Fu.


" Jika para siluman menghilang, maka kekuatan kita tidak akan bisa ditingkatkan. kau tahu kan, diwilyah ini herbal tidak dapat tumbuh dan pil itu harganya sangat mahal." Ucap Wang Gu.


" Selamat datang, tuan muda." Sambut Wang Gu dan Wang Fu.


" Tolong tunjukkan lencana pengenal anda, tuan muda." Pintah Wang Fu.


" Sepertinya lencana pengenalku terjatuh dihutan tadi." Ucap Ling San.


" Kalau begitu tuan harus membayar biaya masuk sebesar 10 Batu Roh." Ucap Wang Fu.


" Ini batu rohnya." Ucap Ling San.


" Silahkan masuk." Ucap keduanya lalu mempersilahkan Ling San masuk ke wilayah klan Wang.


" Terima kasih." Ucap Ling San lalu berjalan memasuki wilayah klan Wang.


Sepanjang perjalanan, Ling San mendengar orang-orang membicarakan tentang hilangnya para siluman dihutan. Ling San hanya bisa menahan tawanya mendengar topik yang dibicarakan oleh orang-orang klan Wang.


" Hei kau. Apakah ada yang lucu?" Tanya seorang pemuda.


" Tidak ada." Jawab Ling San.

__ADS_1


" Lalu kenapa kau tertawa?" Tanya pemuda itu.


" Ya, menertawakan kebodohan orang yang selaku memburu para siluman secara berlebihan." Jawab Ling San dengan pelan.


" Memangnya apa yang kau tahu tentang para siluman itu?" Tanya pemuda itu lagi.


" Ya, para siluman itu pergi ke suatu tempat yang mana ditempat itu mereka dapat hidup dengan tenang tanpa takut diburu." Jawab Ling San.


" Mereka kan hanya siluaman. Jadi, mereka sudah jalan hidup mereka untuk diburu." Ucap pemuda itu.


" Hewan dan tumbuhan itu adalah sumber kehidupan. Jika salah satunya menghilang, maka alam akan kehilangan keseimbangan." Ucap Ling San.


" Hewan tetaplah hewan. Buat apa dikasihani." Ucap pemuda lainnya.


" Itu sih tidak masalah. Mungkin hari ini kalian belum merasakan dampaknya. Tapi suatu saat nanti, entah itu besok, lusa, bulan, depan atau bertahun-tahun kemudian, baru kalian merasakan dampaknya." Ucap Ling San lalu meninggalkan mereka.


Menurutnya, orang dengan pikiran dangkal dan tidak punya hati tidak boleh dibantu. Sebenarnya, mudah saja baginya jika ingin membantu klan Wang, tapi karena orang-orangnya tidak memiliki hati dan perasaan, maka dia membiarkan mereka mencari solusi dari masalah mereka sendiri.


" Tanah disini bukan tidak subur, melainkan dibawahnya ada tambang emas." Ucap Ling San sambil menempelkan telapak tangannya ditanah.


" Pantas saja setiap tanaman yang ditanam mati, ternyata disini ada tambang emas dan Mutiara bumi." Ucap Ling San.


Mutiara bumi sendiri adalah mutiara yang mengandung energi yang sangat besar yang terpendam ditempat-tempat yang memiliki energi yang bersih dan padat. Alasan mengapa tanah di klan Wang menjadi tidak subur, karena mutiara bumi akan menyerap energi kehidupan dari tanaman yang tumbuh diatasnya. Jadi, sebenarnya tamah di klan Wang itu bukan tidak subur, melainkan energi kehidupan dari tanaman yang tumbuh diserap oleh kristal Bumi.


" Energi disini masih murni dan belum terkontaminasi oleh polusi." Ucap Ling San.


" Jika saja mereka lebih cerdas, mungkin klan Wang ini akan menjadi klan terkaya di alam dewa." Ucap Ling San.


" Aku sangat yakin jika mutiara bumi ini terkumpul disuatu tempat." Ucap Ling San.


" Kurasa gunung itu mengandung banyak kristal bumi." Ucap Ling San sambil menatap sebuah gunung dimana pohon-pohon disana kering dan tanah menjadi sangat gersang.


Gunung itu berada di Utara klan Wang dan tidak pernah di pedulikan selama ini, karena klan Wang hanya memburu siluman terus menerus untuk meningkatkan kultivasi.


" Hari ini aku panen besar." Ucap Ling San berjalan menuju ke Utara klan.


Semakin ke utara, jumlah penduduk semakin sedikit. Hal ini dikarenakan tanah di sebelah Utara sangat gersang dan sudah berubah menjadi gurun pasir.


" Tempat dimana terdapat banyak mutiara bumi biasanya terdapat mata air spiritual Bumi." Ucap Ling San.


Wuuuussss


Wuuuussss

__ADS_1


Ling San kemudian melesat menuju ke gunung tersebut. Saking gersangnya, gunung itu sudah berubah menjadi gunung pasir dan sebagian puncaknya sudah ditiup oleh angin sehingga membentuk sebuah kawah kecil. kawah itu berisi air berwarna jingga. Tapi, itu bukanlah bukanlah air biasa, melainkan sebuah kolam dengan air berwarna jingga.


__ADS_2