Kaisar Dewa Kristal

Kaisar Dewa Kristal
Chapter 101


__ADS_3

" Bagaimana kau menemukan tempat ini?" Tanya Meng Qun.


" Kau tidak perlu tahu bagaimana caraku menemukan tempat ini, yang pasti aku membenci iblis dan sekutu-sekutunya." Jawab Ling San.


" Ha..ha..ha..ha..ha.. Bocah sepertimu tidak akan mampu untuk mengalahkanku." Ucapnya dengan sombong lalu berdiri.


Meng Qun kemudian mengeluarkan senjatanya yang berupa trisula. Ling San juga mengeluarkan tombaknya lalu melesat dan bertarung dengan Meng Qun.


Triiinnggg


Triiinnggg


Triiinnggg


Ruangan yang tadinya sunyi berubah menjadi arena pertarungan yang didominasi oleh suara dentingan senjata.


Triiiinngg


Dhuarrrrr


Ling San kemudian memutarkan tombaknya dan menciptakan ledakan sehingga ruangan yang tadinya tertutup berubah menjadi puing-puing bangunan.


Wuuussss


Wuussss


Dhuarrrrrr


Ling San kembali memutar tombaknya kebelakang dan seketika tombaknya berubah menjadi hijau keemasan. Lalu, dia kemudian menembakkan ratusan jarum kristal dari tombaknya sehingga menghancurkan ruang rahasia milik Meng Qun.


" Sialan, aku menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk membangun tempat in, dan kau malah menghancurkannya dalam sekejap." Ucap Meng Qun lalu ebuat gelombang tsunami.


Wuuussss


Boooommm


Gelombang tsunami itu kemudian menyapu seluruh istana kekaisaran sehingga membuat para Dewa yang ada di dalam istana terkejut.


" Pengendalian airmu sudah bagus, tapi sayangnya kau tidak dapat membatasi wilayah seranganmu." Ucap Ling San lalu menciptakan dinding kristal agar gelombang itu tidak menyapu wilayah lain.


Kraaakkkk


Kraaakkkk


Tiba-tiba saja, tanah disekitar istana kekaisaran retak, dan seluruh air yang menenggelamkan istana kekaisaran terserap kedalam tanah. Setelah itu, tanah kembali menutup seperti semula.


" Apa yang terjadi?" Tanya Dewa Giok.


" Sebaiknya kita lihat siapa yang sedang bertarung." Jawab Dewa pengetahuan.


Para Dewa pun melesat menuju kearah pertarungan, dan betapa terkejutnya saat mereka melihat Ling San sedang bertarung dengan Meng Qun dalam wujud setengah Iblis.


" Aku tidak menyangka jika pengkhianat sesungguhnya sangat dekat dengan kita." Ucap Dewa Panah.


" Kupikir Dewa Tombak pengkhianatnya, tapi ternyata Meng Qun adalah pengkhianat yang sesungguhnya." Ucap Dewa Panah.

__ADS_1


" Ada apa? apakah kau sudah kelelahan?" Tanya Meng Qun.


" Tidak. Aku hanya ingin mengakhiri hidupmu dengan cepat, dan menghancurkan jiwamu." Jawab Ling San lalu menyimpan tombaknya.


" Dasar bodoh. Apakag kau ingin melawanku menggunakan tangan kosong?" Tanyanya.


" Menurutmu?" Tanya Ling San balik. Tapi kini, dia sudah ada dibelakang Meng Qun.


" Wow, sangat cepat. aku bahkan tidak dapat memastikan dimana dia akan muncul." Ucap Dewa pedang.


Ling San lalu menempelkan telapak tangannya di punggung Meng Qun tapi, tidak membuat Meng Qun terpental. Setelah itu dia muncul kembali tepat dihadapan Meng Qun.


" Cahaya pemghancur jiwa." Ucap Ling San pelan.


" Ha..ha..ha.."


" Akkhhhh"


Kini, tawa Meng Qun berganti dengan teriakan kesakitan. Awalnya dia ingin mengejek Ling San karena serangannya tidak memiliki efek sama sekali. Tapi, dia tidak menyangka jika Ling San menyerangnya dari dalam.


" Kelemahan semua pengikut iblis adalah cahaya. Dan tentu saja, cahaya itu akan membunuhmu. Tapi, jiwamu juga tak akan kubiarkan selamat." Ucap Ling San lalu membuat segel tangan dengan cepat.


Wuussss


Tiba-tiba saja, sebuah rantai putih mengikat Meng Qun. Rantai itu bukan menahan tubuhnya, tapi jiwanya. Ling San kemudian melesat kearah Meng Qun. Lalu, Ling San kembali menempelkan telapak tangannya kedada Meng Qun. Sesaat kemudian, Tubuh Meng Qun perlahan-lahan berubah menjadi kristal. Lalu, dengan sekali pukulan, tubuh Meng Qun hancur menjadi kepingan-kepingan kristal yang berserakan ditanah.


" Kurasa aku harus membakar jiwamu itu agar tidak dapat bereinkarnasi." Ucap Ling San Lalu, membakar jiwa Meng Qun dengan api jiwa.


" Tidaaakakkk" Teriak seseorang lalu melesat kearah Ling San.


Wuusss


Wuusss


" Oh, ternyata saudara si Pengkhianat ini." Ucap Ling San.


" Kenapa kau membunuh kakakku?" Tanya Meng Fiun.


" Iblis tetaplah iblis. Dan iblis harus dihancurkan jika berada di tempat yang tidak seharusnya." Ucap Ling San.


" Walau sebenarnya akan lebih bagus jika semua iblis dimusnahkan, tapi itu tidak bisa dilakukan karena akan mempengaruhi keseimbangan alam." Ucap Ling San lalu berjalan mendekati pemuda itu.


Wuusss


Wuusss


Keempat jarum akupuntur yang tertancap ditubuh Meng Fiun kemudian melesat kearah Ling San.


Wuuss


Wuuss


Wuuss


" Tidak ada yang boleh menyentuh saudaraku selama aku masih ada." Ucap Meng Wun lalu disusul dengan Meng Yun.

__ADS_1


" Kurasa kau yang tertua diantara semua saudaramu. Jadi, kau pasti bisa membedakan mana pengkhianat dan mana yang bukan pengkhianat." Ucap Ling San.


" Aku tidak peduli apa yang kau katakan. Yang jelasnya dua saudaraku sudah mati itu semua karena ulahmu." Ucapnya.


" Baguslah kalau dia sudah mati. Itu artinya sampah sudah berkurang." Ucap Ling San.


" Sialan. Kami bukanlah sampah." Ucap Meng Yun.


" Kalau bukan sampah apa namanya, Iblis ataukah sekutu para Demon?" Tanya Ling San.


Wuuusss


Wuuusss


Ling San kemudian melemparkan bola energi berwarna emas kearah ketiga anak Meng Diao sehingga wujud mereka terungkap.


" Ternyata keputusanku untuk kesini sudah tepat." Ucap Ling San lalu delapan jarum akupuntur melayang diatas telapak tangannya.


" Kau mau apa?" Tanya Meng Fiun.


Wuuusss


Wuuusss


tiga jarum akupuntur kemudian melesat kearah Meng Fiun, Meng Yun, dan Meng Wun. Jarum akupuntur itu menerobos masuk kedantian ketiganya dan menghancurkan kultivasi mereka.


" Itu yang kulakukan." Ucap Ling San. Lalu jarum-jarum itu kembali padanya.


" Wuusss"


Wuusss


Wuuuss


Lalu, Ling San melemparkan tiga buah bola api jiwa kearah ketiganya. Bola api itu melahap tubuh dan jiwa mereka tanpa ada yang disisakan.


" Sekarang sudah tidak ada lagi pengkhianat disini." Ucap Ling San sambil terus memeriksa seluruh istana menggunakan Mata Dewanya.


Ling San kemudian berjalan kearah Dewa pengetahuan dan beberapa dewa yang ada disana. Dia berniat untuk berpamitan sebelum melanjutkan petualangan.


" Dewa Agung, dan para Dewa semuanya aku pamit dulu." Ucap Ling San.


" Jaga dirimu baik-baik." Ucap Dewa pengetahuan


" Jika kau membutuhkan bantuan, datanglah kesini. Kami selalu siap untuk membantumu memberantas kejahatan." Ucap Dewa Panah.


" Terima kasih, aku pergi dulu." Ucap Ling San lalu melesat meninggalkan istana kekaisaran Langit.


" Hm, Jika istana itu adalah tempat dimana istana kekaisaran yang dibangun oleh Guru, kenapa aku tidak menemukan jejak energi matahari atau simbol-simbol yang berkaitan dengan Dewa Matahari?" Tanya Ling San.


" Aku harus mencari tahu dimana istana itu berada." Ucap Ling San lalu melesat dengan kecepatan penuh.


" Hah, kekuatanku masih sangat lemah. Mungkin aku akan kalah jika aku melawan jenderal tertinggi para iblis." Ucap Ling San.


" Semoga saja, diwilayah Barat ada sumber daya yang dapat meningkatkan kekuatanku." Ucap Ling San

__ADS_1


__ADS_2