Kaisar Dewa Kristal

Kaisar Dewa Kristal
CHAPTER 13 KOTA EMBUN III


__ADS_3

Selesai naik tingkat, Ling San kemudian menyebar kristal bumi dan kristal langit untuk memperkuat fondasi kultivasinya.


Setelah beberapa saat, Ling San kemudian membuka matanya.


" Tuan memang jenius. Baru berumur 11 tahun, tuan sudah menembus ranah immortal bintang 6." Ucap Long Qing.


" Ini semua juga berkat bantuanmu paman." Ucap Ling San.


" Tapi, tuan. Apakah tuan menggunakan teknik penyembunyi kultuvasi?" Tanya Long Qing.


" Tidak, aku tidak menggunakan teknik yang kau sebutkan itu." Jawab Ling San.


" Apa mungkin, karena tubuh tuan?" Tanya Ling San.


" Aku juga tidak tahu." Jawab Ling San.


" Baiklah paman. Aku akan berlatih kembali. paling tidak, aku harus menembus ranah immortal god." Ucap Ling San.


" Itu benar juga. Tuan tidak perlu terburu-buru meningkatkan kekuatan tuan. Lagi pula, umur tuan juga baru 11 tahun." Ucap Long Qing.


" Itu benar juga, tapi jika aku tidak meningkatkan kekuatanku, maka aku akan kesulitan melawan para dewa yang mengincarku." Ucap Ling San lalu kembali memakan apel bumi.


" Tuan mengambil keputusan yang tepat dengan memakan buah abadi berdasarkan urutannya." Batin Long Qing.


beberapa menit kemudian...


Booommm


Boommm


Boommm


Boommm


Boommm


Terdengar ledakan teredam sebanyak 5 kali yang menandakan jika kultivasi Ling San meningkat lagi ke ranah immortal god bintang 2


" Sepertinya sudah cukup. kalau di teruskan lagi, maka tubuhku akan meledak." Ucap Ling San.


" Selamat tuan, kultivasi tuan menerobos keranah immortal bintang 9." Ucap Long Qing.


" Terima kasih paman. Dan sepertinya aku akan menyudahi latihanku dulu, karena kalau di teruskan, tubuhku akan meledak." Ucap Ling San kemudian menghilang dari dimensi cincinnya, dan muncul kembali di kota embun.


" Hm, ternyata hari sudah pagi." Ucap Ling San.


Ling San kemudian menutup matanya dan mencoba mendeteksi semua anggota klan Qing. Sesaat kemudian, Ling San membuka matanya dengan senyum puas.


"Hm, bagus. Mereka sudah memakan buah abadi itu." Ucap Ling San dengan senyum puas.

__ADS_1


Ling San kemudian berjalan menuju ke sebuah restoran yang ada di kota tersebut. Restoran itu merupakan satu-satunya restoran yang ada di kota itu. Pemilik restoran itu tak lain dan tak bukan adalah klan Qin


Sesampainya di sana, Ling San kemudian memilih meja yang berada di pojok ruangan.


" Selamat datang di restoran Bunga kristal." Sambut pelayan restoran.


" Tuan ingin memesan apa?" Tanya pelayan restoran.


" Aku ingin memesan makanan terbaik yang ada di restoran ini." Jawab Ling San.


" Minumannya?" Tanya Pelayan lagi.


" Berikan aku air putih saja." Jawab Ling San.


" Baik, pesanan tuan akan segera datang." Ucap pelayan lalu berjalan menuju ke dapur.


Sekitar 10 menit kemudian, pesanan Ling San datang.


" Ini pesanan tuan." Ucap pelayan lalu meletakkan makanan yang di pesan oleh Ling San beserta satu teko air putih.


" Terima kasih." Ucap Ling San lalu memakan makanan yang sudah dia pesan.


" Semuanya minggir, tuan muda Qin Ren ingin makan di sini." Ucap pengawal klan Qin.


Mendengar itu, semua orang yang ada di restoran keluar. Baik yang sudah makan, maupun yang baru mau makan. Kecuali Ling San. Ling San terlihat tidak peduli dan masih terus menikmati makanannya dengan lahap.


" Maaf, tapi aku akan menghabiskan makananku terlebih dahulu baru keluar." Jawab Ling San sambil terus memakan makanannya.


" Ais, pemuda itu sangat berani. Tapi, sayangnya dia akan mendapatkan masalah karena telah membuat tuan muda Qin Ren marah." Ucap salah satu pelanggan.


" Itu benar. Tapi, jika dilihat dari ketenangan yang dimiliki oleh pemuda itu, sepertinya dia memiliki kekuatan." Ucap Yang lain.


" Hai kau, seharusnya kau menghentikan makanmu saat aku berbicara denganmu, bukannya mengacuhkanku." Ucap Qin Ren


" Kalau kau tak ingin merasa kesakitan sebaiknya jangan menganggu makanku." Ucap Ling San dengan dingin.


" Pengawal serang pemuda ba****ngan tu." Pintah Qin Ren.


Satu persatu para pengawal yang mengawal Qin Ren menyerang Ling San. Tapi hanya dengan satu serangan tunggal, mereka semua langsung terpental.


" Karena aku sudah selesai makan, maka aku akan mengurus kalian semua." Ucap Ling San.


" Wusss"


Booooommm


" Akkkhhhh"


Ling San menghilang dari tempatnya, dan melayangkan sebuah jarum kristal kearah salah satu pengawal.

__ADS_1


" Arrrggg"


Pengawal itu meringis kesakitan, saat jarum kristal itu terserap kedalam tubuh pengawa itu.


" Matilah kau sampah." Ucap Qin Ren yang sudah siap memukul Ling San dengan tinju yang di lapisi elemen api. Tapi, Ling San tidak mengabaikan Qin Ren. Dia hanya membuat sebuah gerakan untuk membuat serbuk kristal yang ada di tubuh Qin Ren beraksi.


" Arrrrrggghhhh"


Tiba-tiba, Qin Ren berteriak kesakitan sambil berguling-guling di lantai restoran.


" Arrrggh, sialan." Umpat Qin Ren.


" Aku sudah memperingatkanmu sebelumnya, tapi kau mengabaikannya." Ucap Ling San.


" Arrrgghhh, sialan. Hilangkan rasa sakit ini dariku." Ucap Qin Ren.


" Baiklah." Jawab Ling San.


" Arrrggghh sialan. Aku akan membalasmu sampah sialan." Ucap Qin Ren lalu pergi


" Pelayan, berapa harga pesananku tadi?" Tanya Ling San.


" Semuanya 200 koin emas tuan." Jawab pelayan restoran.


Ling San kemudian mengeluarkan satu kantong koin emas dari cincin ruangnya dan memberikannya kepada pelayan restoran.


" Ini kebanyakan, tuan." Ucap pelayan.


" Sisanya sebagai kompensasi karena telah membuat kekacauan di sini." Ucap Ling San lalu berbalik dan meninggalkan restoran Bunga kristal.


Sementara itu, semua anggota klan Qin merasa sangat gembira karena kultivasi mereka menerobos keranah dewa bumi dan dewa langit. Sementara para pemuda klan menerobos keranah suci dan ranah saint.


Mereka semua sangat gembira, terutama Qin Hui. Dia sangat senang karena berhasil menembus ranah dewa langit bintang 9. Yang mana ranah itu merupakan ranah tertinggi di benua awan suci. Dia sangat senang karena berhasil membohongi Ling San dengan berpura-pura menjadi seorang yang bijaksana. Tapi yang tidak dia sadari adalah, seluruh anggota klan Qin sekarang berada dibawah kendali Ling San.


Kembali ke Ling San...


" Mereka semua sangat bodoh. Serbuk itu sudah menyatu dengan darah dan daging mereka sehingga serbuk sangat sulit untuk di deteksi." Ucap Ling San.


" Tuan, sepertinya klan itu akan sangat berguna bagi tuan dimasa depan." Ucap Long Qing.


" Itu benar. Aku akan menjadikan mereka sebagai pasukanku untuk melawan kekaisaran Sui." Ucap Ling San.


" Itu ide yang bagus." Ucap Long Qing.


Di jalan, Ling San bertemu dengan seorang pengemis yang memakai pakaian kumuh, dan berjalan dengan tertatih-tatih.


" Paman, ini ambillah koin emas ini. Gunakan untuk membuat sebuah usaha agar paman tidak perlu mengemis lagi." Ucap Ling San sambil memberikan satu kantong koin emas yang berisi 5000 koin emas.


" Terima kasih tuan muda." Ucap Pengemis itu dengan senang.

__ADS_1


__ADS_2