
" Benar juga sih. Malah, petir itu megejekku dengan membentuk wajah yang sama denganku." Ucap Ling San.
" Baiklah, sepertinya aku harus berlatih mengendalikan elemen petir ini." Ucap Ling San lalu kembali berlatih.
Elemen petir milik Ling San adalah elemen petir yang sangat kuat, karena elemen petir Ling San adalah petir putih. Diantara Lima jenis petir, hanya petir ashura yang dapat melawan petir putih. Ketiga petir lainnya adalah petir langit, petir ilahi, dan petir alam.
Diantara kelima petir itu, petir ahura dan petir surgawi yang sangat jarang muncul. Karena sekali muncul maka petir itu melambangkan dua hal, yaitu hal baik dan buruk.
Zzzzzzz
Jedarrrr
Booommmm
Petir berwarna putih berkumpul di telapak tangan Ling San. Lalu petir putih itu diarahkan kesebuah batu. Dan batu itu hancur.
" Hm, ternyata petir surgawi ini sangat kuat." Ucap Ling San. Lalu, kembali berlatih.
Dua bulan kembali berlalu, dan kini Ling San sudah berhasil mengendalikan elemen petirnya dengan sangat sempurna. Bahkan, Dia dapat mengalirkan elemen petir kesluruh tubuhnya dan dapat bergerak secepat kilat.
" Hah, sangat melelahkan." Ucap Ling San.
" Hah, apalagi yang harus aku lakukan?" Ling San.
Swuusss
Bammm
Tiba-tiab, dari langit, sebuah benda seukuran kelereng mengenai kepala Ling San. Hal itu membuat kepala Ling San menjadi benjol.
" Aish, apalagi ini. Kenapa ada mutiara yang mengenai kepalaku?" Tanya Ling San.
" Tunggu dulu. Ini pasti kerjaan si petir sialan itu." Ucap Ling San lalu mengambil mutiara tersebut.
Sementara itu, dilangit, sebuah wajah kembali terbentuk dan terlihat sedang menertawakan Ling San.
" Ciih, sudah kuduga itu kerjaanmu petir sialan." Ucap Ling San.
" Hm, mutiara apa ini?" Tanya Ling San.
" Tuan. Itu adalah mutiara petir. mutiara itu dapat meningkatkan kultivasi tuan hingga empat bintang." Jelas Long Qing.
" Baiklah aku akan menyerapnya." Ucap Ling San lalu mulai berkultivasi lalu menyerap mutiara petir putih tersebut.
Sementara itu, ditempat yang jauh dari alam manusia....
" Aish, ada apa ini. Kenapa petir putih tiba-tiba muncul?" Tanya seorang pria parubaya.
" Aku tidak tahu. Tapi, sepertinya petir itu tertarik kepada bocah itu." Ucap pria yang lainnya.
" Hm, tidak biasanya petir itu bermain-main seperti itu." Ucap pria yang lainnya.
...****************...
Satu jam berlalu....
__ADS_1
Swuuussss
Boooommm
Booommmm
Booommmm
Booommmm
Terdengar ledakan teredam dari dalam tubuh Ling San sebanyak 4 kali. Kini, kultivasinya sudah menembus ranah dewa bumi bintang 1.
" Hah, sekarang aku akan kembali berlatih." Ucap Ling San. Kali ini dia berlatih teknik tombak. Dia mencoba menyalurkan elemen petir kedalam tombaknya tersebut. Awalnya, Ling San tidak dapat mengalirkan elemen petir kedalam tombaknya, tapi setelah satu bulan, Ling San akhirnya berhasil mengalirkan elemen petirnya ke tombak mata gandanya.
Swuusss
Ling San kemudian memainkan tombaknya menggunakan elemen petirnya. Terlihat kilatan petir putih keluar dari tombaknya saat dia mengayunkan tombaknya.
Jedarrrrrrr
Booommm
Sesaat kemudian, petir menyambar kemana saja, dan menghancurkan apa saja yang di kenainya.
" Mungkin aku harus mencoptakan bayangan tombak." Ucap Ling San lalu mengalirkan elemen petirnya ke tombak mata ganda miliknya.
Enam bulan kemudian....
Swuuusss
Boooommm
" HAH, Akhirnya aku berhasil." Ucap Ling San.
" Aish, kenapa aku lupa mempercepat waktu?" Tanya Ling San.
" Sekarang saatnya kembali berpetualang." Ucal Ling San lalu melesat menuju ke gerbang.
" Hm, kak Ling Wu, Ling Guang, dan kak Ling Fei kemana ya?" Tanya Ling San sambil terus berkeliling.
" San'er, apakah kau mencari ketiga kakakmu?" Tanya Ling Dan.
" Iya paman." Jawab Ling San.
" Oh, mereka sudah pergi 3 bulan yang lalu." Ucap Ling Dan.
" Kenapa kakak meninggalkanku?" Tanya Ling San.
" Sebenarnya mereka ingin mengajakmu, tapi mereka melihatmu sedang berlatih, jadi mereka meninggalkanmu." Jawab Ling Dan.
" Baiklah paman. Kalau begitu aku pamit dulu." Ucap Ling San lalu menghilang.
Wussss
Sesaat kemudian, Ling San muncul di tempat dimana sekte cahaya roh berdiri.
__ADS_1
" Hm, ternyata mereka semua sudah mati." Ucap Ling San.
Ling San kemudian menjelajahi tempat yang sudah menjadi reruntuhan itu. Dia berniat mencari gudang penyimpanan harta sekte cahaya roh. Ling San memasuki semua ruangan yang belum hancur tersebut. Setelah beberapa saat, Ling San akhirnya menemukan gudang penyimpanan harta sekte cahaya roh.
" Hm, mereka kaya juga." Ucap Ling San lalu memasukkan semua koin yang ada tempat tersebut lalu melesat meninggalkan sekte cahaya roh.
Jarak antara sekte cahaya roh dengan ibukota kekaisaran cukup jauh, yaitu sekitar 1 hari perjalanannya.
Ling San lalu melesat dengan kecepatan penuh. Setelah satu hari terbang, Ling San akhirnya sampai digerbang ibukota.
Seperti biasanya, Ling San mendarat di tanah 500 meter sebelum mencapai kota. Lalu berjalan menuju ke gerbang kota.
" Tanda pengenalnya." Pintah prajurit.
" Aku tidak memiliki tanda pengenal." Jawab Ling San.
" Kalau begitu, anda harus membayar sebanyak 500 koin emas." Ucap penjaga tersebut.
" Engga salah tuh. Jumlah itu melebihi jumlah yang seharusnya." Ucap Ling San.
" Bilang saja, kalau kau tidak memiliki uang, maka kau tidak boleh memasuki ibukota." Ucap prajurit kekaisaran.
" Aku bukannya tidak memiliki uang. Yang kupermasalahkan adalah jumlah yang sebanyak itu sama saja jika kalian mencoba memerasku." Ucap Ling San.
" Ciih, tampangnya saja yang anak bangsawan, ternyata hanya orang miskin." Ucap prajurit tersebut.
" Ciih, sepertinya bicara dengan kalian ini tidak ada gunanya." Ucap Ling San lalu memberikan satu kantong koin.
" Baik. Silahkan masuk." Ucap Prajurit itu berubah menjadi ramah.
" Ciih, dasar penjilat." Ucap Ling San lalu memasuki kota.
" Hm, ibukotanya terlihat sangat makmur, tapi, kota-kota lain sangat tertinggal." Ucap Ling San sambil terus berjalan berkeliling kota.
" Hm, sepertinya, aku akan mampir ke restoran untuk mengisi perut dulu." Ucap Ling San lalu memasuki restoran Mawar perak. Lalu, memilih meja yang paling pojok..
" Tuan, tuan ingin pesan apa?" Tanya pelayan.
" Aku pesan Mi dan daging panggang saja, serta air biasa." Jawab Ling San.
" Baik, tunggu sebentar tuan." Ucap pelayan tersebut.
Sesaat kemudian, pesanan Ling San sudah datang. Pelayan itu meletakkan makanan yang dipesan oleh Ling San di meja..
Ling San mulai memakan makanannya sambil mendengar obrolan para pelanggan restoran..
" Hei saudara. Apakah kau sudah mendengar berita tentang kehancuran sekte cahaya roh?" Tanya si A.
" Ya. Sekte itu sudah hancur dua tahun yang lalu." Jawab Si B.
" Tapi, anehnya tidak ada yang berhasil menemukan siapa yang menghancurkan sekte Cahaya Roh." Ucap Si B.
" Iya, ini sangat aneh." Ucap Si A.
" Satu lagi, kudengar, besok, Paviliun Persik emas akan mengadakan pelelangan." Ucap Si A
__ADS_1