
" Kuharap dimasa depan nanti kau dapat mengendalikan amarah dan dendammu." Ucap Ling San lalu berjalan meninggalkan kota.
" Pedang naga hitam." Ucap Ling San lalu menyimpan pedang itu.
Wuuuussss
Sebelum pergi, Ling San memeasang formasi pelindung di wilayah tersebut.
" Mungkin akan lebih baik jika penyebutan wilayah diganti menjadi kota." Ucap Ling San lalu melesat meninggalkan wilayah yang sebelumnya merupakan wilayah kekuasaan klan Lian. Wilayah yang menjadi tujuan Limh San adalah wilayah klan Wang.
" Apa lebih baik aku langsung kewilayah Barat saja, ya?" Tanyanya.
" Lebih baik menjelajahi wilayah yang akan aku lewati saja." Ucapnya lalu mempercepat terbangnya.
Lima hari kemudian, Ling San sudah sampai di hutan yang menjadi batas antara klan Wang dan wilayah klan Lian. Hutan itu memiliki luas sekitar 2.100 Km.
" Aku penasaran apakah klan Wang memiliki jabatan khusus di istana." Ucap Ling San.
Wuuuuuussss
Wuuuuuussss
Wussssss
Ling San kemudian melesat menembus rimbunnya pepohonan dihutan perbatasan. Hutan itu nampak sangat sepi dan tidak ada tanda-tanda kehidupan yang dirasakan oleh Ling San.
" Jika yang menyerang Sekte Teratai waktu itu adalah Raja Siluman, lantas dimana Dewa Siluman berada?" Tanya Ling San kepada dirinya sendiri.
Memang semenjak dia menginjakkan kakinya di istana Langit atau istana Dewa, dia tidak pernah melihat Dewa para siluman.
" Satu-satunya tempat yang paling cocok menjadi tempat persembunyian adalah wilayah barat. Jika dia tidak bersembunyi, maka dia terluka sehingga memutuskan untuk bersembunyi dari dunia luar." Gumam Ling San.
Sudah satu hari Ling San berada di hutan itu, tapi dia tidak menemukan satu hewan pun disana. Bahkan hewan buas pun tidak dia ditemukan.
" Ini aneh. Tidak mungkin sebuah hutan tidak memiliki penghuni. Bahkan hutan yang memiliki luas kurang dari 100 km pun memiliki penghuni." Batin Ling San.
" Pasti terjadi sesuatu dengan hewan-hewan yang hidup dihutan ini." Ucap Ling San.
Wuussss
Tap
Tap
Tap
Ling San kemudian mendarat dimulut gua yang terbilang sangat kecil. Gua itu hanya memiliki ukuran 4x4 meter saja. Tanpa pikir panjang, Ling San lalu berjalan memasuki gua tersebut. Dan ukuran gua jika dilihat dari luar dan dalam itu sanagt berbeda. Bagian dalam gua tersebut sangatlah luas.
__ADS_1
" Seharusnya orang yang dapat memperluas ukuran gua adalah orang yang menguasai teknik ruang dan waktu." Ucap Ling San sambil terus berjalan memasuki gua.
Semakin kedalam, Ling San merasakan aura yang kehiduoan yang sangat pekat. dan dapat dipastikan jika didalam gua itu terdapat kehidupan. atau dengan kata lain, gua itu adalah sebuah dimensi yang memiliki aturan dan hukum sendiri.
" Apakah para hewan tinggal di dimensi ini?" Tanya Ling San lalu berjalan memasuki dimensi itu.
" Berhenti. Apa tujuan anda memasuki dimensi ini?" Tanya seorang penjaga. Dia merupakan siluman ular putih.
" Maaf, tuan. Saya kesini karena penasaran dengan energi kehidupan yang sangat pekat didalam gua ini." Jawab Ling San.
Pintu masuk dimensi tersebut dijaga oleh seekor siluman ular putih yang terlihat ganas. Siluman ular putih itu menatap Ling San dengan tatapan tajam.
Ilustrasi Siluman ular putih penjaga gerbang Dimensi.
" Ini aneh. Selama ini tidak ada yang dapat merasakan adanya kehidupan di gua ini. Tapi, kenapa kau dapat mengetahuinya?" Tanya siluman ular putih itu.
" Saya juga tidak tahu." Jawab Ling San.
" Lupakan. Lagi pula kau tidak memiliki niat yang buruk. Jadi, aku akan menceritakannya padamu." Ucap Siluman itu.
" Sebenarnya tempat ini diciptakan oleh Dewa Gue Tao, Dewa bangsa siluman. Tempat ini dibangun dengan tujuan agar para siluman tidak punah di alam Dewa akibat perburuan yang dilakukan oleh para Dewa kecil itu." Jelasnya.
" Lalu, kemana Dewa Siluman pergi? Bukankah seharusnya dia berada di istana dewa?" Tanya Ling San.
" Hm, pantas saja hutan ini sangat sepi." Ucap Ling San.
" Oh iya, bagaimana kondisi Dewa Siluman saat ini?" Tanya Ling San.
" Dia sedang memulihkan luka dalam yang diberikan oleh Dewa Cakram kembar. Luka itu membuat Dewa siluman kehilangan kekuatannya sehingga wujudnya kembali kewujud sebelumnya, yaitu Seekor seekor Harimau putih." Jelas siluman ular putih it
Ilustrasi Dewa siluman...
" Kalau diizinkan, aku ingin membantu Dewa siluman memulihkan kekuatannya." Ucap Ling San.
" Mamangnya tuan muda bisa melakukannya?" Tanya siluman ular putih itu.
" Akan aku usahakan." Jawab Ling San.
" Baiklah, sekarang ikutlah denganku." Ucap siluman ular putih itu lalu berjalan menuju kesuatu tempat.
" Dia adalah Dewa siluman. Dia sudah terluka selama bertahun-tahun, tapi tak kunjung pulih." Ucap siluman ular putih itu.
__ADS_1
Ling San lalu berjalan mendekati Dewa siluman yang sedang memulihkan kondisinya.
" Pantas saja dia tidak dapat sembuh, rupanya ini penyebabnya." Ucap Ling San lalu mengalirkan energi semesta kedalam tubuh Gue Tao.
" Hoeeeekk"
Sesaat kemudian, Dewa silumam memuntahkan darah berkali-kali. Hal itu membuat siluman ular putih marah.
" Apa yang kau lakukan?" Tanya siluman ular putih itu.
" Kau tenang dulu. Dia akan baik-baik saja. Energi Ashura yang ada didalam tubuh Dewa siluman membuatnya tidak dapat sembuh. Asap hitam itu merupakan kekuatan iblis yang diberikan oleh Dewa cakram kembar kepada Dewa Siluman' dengan tujuan agar dia mau mengikutinya." Ucap Ling San.
SYuuuuutttt
SYuuuuutttt
SYuuuuutttt
Ling San melemparkan delapan jarum akupuntur kedelapan titik Meridian utama dewa siluman. Dia menggunakan jarum akupuntur untuk mempercepat penyembuhan Dewa siluman.
Setengah hari kemudian, seluruh energi Ashura dan kekuatan iblis yang ada didalam tubuh Dewa siluman sudah habis. Kini, tinggal memulihkan energinya kembali.
Setelah memastikan seluruh kekuatan iblis dan energi Ashura keluar dari tubuh dewa siluman, Ling San lalu mengalirkan energi surgawi kedalam tubuh dewa siluman.
" Mulai sekarang kau bukan lagi siluman, tapi sekarang kau adalah Dewa harimau putih." Ucap Ling San.
Boooooommmm
Sesaat kemudian, sebuah ledakan terdengar dari dalam tubuh Gue Tao. Ledakan itu menandakan jika dia berhasil menjadi entitas yang lebih tinggi lagi, yaitu Dewa harimau putih.
" Terima kasih tuan." Ucap Gue Tao lalu berubah menjadi manusia dan berlutut kepada Ling San.
" Oh iya apakah kau mengenal Dewa naga Agung?" Tanya Ling San.
" Tentu saja. dia adalah penguasa alam surgawi yang menghilang ribuan tahun yang lalu." Jawabnya.
" Apakah paman adalah reinkarnasi dari Dewa harimau putih dari alam surgawi." Ucap Ling San.
" Itu memang benar tuan muda. Tapi, aku terpisah dari keempatnya. Sampai sekarang, aku masih mencari keberedaan.
" Oh, Mereka semua ada di alam langit." Ucap Ling San.
" Serius. Kalau begitu, aku ingin ke alam manusia saja." Ucap Gue Tao.
" Tapi, bagaimana dengan bangsa siluman di alam dewa ini?" Tanya Ling San.
" She We, panggil Leo Ran sekarang." Pintah Gue Tao.
__ADS_1
" Baik, yang mulia." Jawab She We, sang siluman ular putih.