Kaisar Dewa Kristal

Kaisar Dewa Kristal
Chapter 46 Kekalahan pemimpin pasukan iblis logam


__ADS_3

" Ha...ha...ha..ha..ha..ha..ha.. Dengan begini klan Iblis kulit logam akan menjadi raja para iblis." Ucapnya


Saking senangnya, dia sampai tidak menyadari jika dua orang pemuda sedang mengawasinya dari atas.


" Oh, ternyata kristal perak itu kelemahannya." Ucap Sui Chu.


" Mungkin saja." Ucap Ling San.


" Untung saja saat ledakan itu, kita langsung menggunakan teknik pembelah tubuh. Seandainya tidak, kita tidak mungkin tahu apa kelemahan iblis jelek itu." Ucap Sui Chu.


" Awalnya aku hanya ingin menggunakan bayangan untuk mengistirahatkan tubuhku, eh taunya dia langsung menggunakan kristalnya itu." Ucap Ling San.


FLASHBACK


" Bagaimana ini, kulitnya terlalu keras." Ucap Sui Chu.


" Begini saja. Kita akan membuat ledakan besar hingga debu beterbangan, lalu saat debu sudah menutupi pandangannnya. Kita akan membuat bayangan untuk mengecohnya." Ucap Ling San.


" Apa cara ini akan berhasil?" Tanya Sui Chu


" Kita coba saja dulu. Kita tidak akan tahu jika tidak mencobanya." Jawab Ling San.


" Benar. Juga. Semoga dia memiliki otak udang" Ucap Sui Chu.


Wussss


Mereka kemudian melompat keatas, lalu melepaskan sebuah serangan besar yang menciptakan sebuah ledakan besar yang membuat debu beterbangan menupi pandangan Pemimpin iblis itu. Lalu, mereka kemudian membuat sebuah klon, dan klon itulah yang kebawah dan ditangkap oleh Pemimpin iblis itu.


...****************...


" Sekarang, apa yang akan kita lakukan?" Tanya Sui Chu.


" Tentu saja membuat kejutan untuknya." Jawab Ling San.


" Kalau begitu, ayo kita kejutkan dia." Ucap Sui Chu.


" Eetth, tunggu dulu. Pulihkan dulu stamina kita, baru menyerangnya. Karena aku yakin kristal itu sama kerasnya dengan kulitnya." Ucap Ling San.


" Oh, benar juga sih. Aku juga merasa sedikit kelelahan." Ucap Sui Chu.


Mereka berdua terus melayang di balik awan dan membiarkan pemimpin iblis kulit logam itu senang sesaat.


" Hm, tawanya seram juga." Ucap Sui Chu.


" Walaupun begitu, dia tetap kesulitan untuk memasukkan kristal itu di dalam tubuhnya." Ucap Ling San.


Sementara di bawah....


" Hah, aku kira mereka akan merepotkan, ternyata mereka hanyalah semut." Ucapnya.


" Dengan begini, Raja akan merasa senang, padaku." Ucapnya lagi.


" Sebaiknya aku mencari tempat yang aman dulu baru aku menyerap kristal ini kembali." Ucapnya.


" Sepertinya kau sangat gembira." Ucap Ling San yang muncul tiba-tiba.


" Apa, bagaimana mungkin? Aku sudah menyerap energi milik kalian?" Tanyanya tak percaya.


" Ciih, otak udang. Pantas saja kau tidak dapat membedakan mana yang asli dan mana tiruan.


" Sialan. Bisa-bisanya aku di kelabui oleh mereka." IBatin pemimpin iblis kulit logam

__ADS_1


" Ah, sial. Aku tidak bisa memasukkan kristal ini kedalam tubuhku." Ucapnya mulai panik.


" Ayo kita hancurkan benda melayang itu." Ucap Sui Chu.


" Aku ingin lihat, apa yang akan terjadi saat kristal itu hancur." Ucap Ling San.


Wusss


Mereka berdua kemudian melesat kearah pemimpin iblis kulit logam itu. Mereka kemudian memutar tombak mereka, lalu melemparnya kearah kristal yang melayang dihadapan iblis kulit logam itu.


Pemimpin iblis kulit logam itu dengan sigap membuat sebuah perisai agar kedua tombak itu tidak mengenai kristalnya.


Wussss


Benturan energi pun terjadi saat kedua tombak itu menabrak perisai milik pemimpin pasukan iblis logam tersebut. Perlahan-lahan, perisai yang dia buat mulai retak, hingga akhirnya perisa itu hancur.


Wussss


Krakkk


Kedua tombak itu menghantam kristal perak itu dengan keras. Benturan energi pun kembali terjadi saat tombak itu menghantam kristal perak itu.


swuuusss


Kraaakkkk


Kraakkkk


Dhuarrrrrrr


Sesaat kemudian, retakan mulai terlihat di pinggiran kristal perak itu. Retakan itu semakin membesar, dan membesar hingga akhirnya kristal itu hancur berkeping-keping. Bersamaan dengan itu, kulit logam milik pemimpin pasukan iblis logam itu juga mulai retak.


Krakkkk


Boooommmm


Lalu, kulit armornya pun hancur dan langsung berubah menjadi abu.


" Arrrrrgghhhhh, sialan kalian. Aku akan membunuh kalian bocah brengsek." Ucapnya lalu melesat kearah Ling San dan Sui Chu.


Booommmm


Booommmm


Booommm


Pertarungan kembali terjadi. Tapi, karena pemimpin iblis itu di kuasai oleh amarahnya sendiri maka serangannya tidak terorganisir dan dia menyerang secara membabi buta.


" Tapak cahaya." Ucap Ling San.


" Tapak api biru." Ucap Sui Chu.


Booooommmmm


Boooommmmm


Ledakan kembali terjadi tatakala kedua tapak itu menghantam tubuh pemimpin iblis itu. Lalu, bersamaan dengan itu, kulit lapisan keduanya juga hancur.


" Arrrrgghhhhh, sial. Aku terlalu bergantung pada kulit armorku sehingga aku lupa jika kulit keduaku sangat lunak. Dan sekali serang saja, maka kulitku akan hancur." Gumam Pemimpin pasukan iblis kulit logam.


Wusssssss

__ADS_1


Sesaat kemudian, puluhan bola cahaya melayang dihadapan Ling San. Lalu, dari bola cahaya itu, ratusan tombak cahaya ditembakkan kearah pemimpin iblis kulit logam itu.


Booommmmm


Booommmmm


Boooommmmm


Booommmmm


" Akkkhhhhh."


Pemimpin iblis itu menjerit kesakitan saat tombak cahaya Ling San menancap di legannya. Elemen cahaya dari tombak itu mengalir kedalam tubuhnya dan menyerang semua organ dalamnya.


" Sekarang giliranku." Ucap Sui Chu.


Lalu, dia juga membentuk seekor naga biru dari api biru miliknya.


Groarrrrrgghhhh


Naga itu kemudian meraung dengan keras, dan melesat kearah Pemimpin iblis kulit logam itu.


" Arrrrgghhhh".


Pemimpin iblis itu kemudian berteriak kesakitan saat api biru mulai membakar tubuhnya.


" Dewa iblis akan kembali dan menghancurkan kalian semua." Ucapnya lalu tubuhnya terbakar menjadi abu.


" Akhirnya selesai juga." Ucap Ling San.


Bersamaan dengan itu, matahari pun terbit dari timur menyinari seluruh daratan awan biru. Kini di tempat pertarungan itu hanya tersisa puing-puing bangunan saja.


" Tuan. Anda tidak apa-apa?" Tanya Long Qing.


" Ya. Aku hanya ingin istirahat saja." Jawab Ling San.


" Aku tidak pernah berpikir jika kelemahan iblis logam terletak pada kristal mereka." Ucap Niu Qwang.


" San'er, kau tidak apa-apa?" Tanya Ling Hou yang tiba-tiba muncul.


" Ya, aku tidak apa-apa ayah. Aku hanya butuh istirahat saja." Jawab Ling San.


" Astaga, tempat ini sekarang sudah menjadi reruntuhan." Ucap patriak Suyang Ceung.


" Bukan hanya itu, tempat ini juga dipenuhi oleh darah." Ucap patriam Suchang Sung.


" Ya, kalau begitu, kita akan bergotong royong membangun kembali istana ini." Ucap patriak Yue Xi.


" Tapi, sebelum itu kita harus membersihkan mayat yang berserakan di sini dulu." Ucap patriak Lui Long.


" Sungguh pertarungan yang dahsyat. Tempat yang dulunya bukit setinggi 500 meter, berubah menjadi kawah sedalam 500 meter dan lebar 1000 meter." Ucap patriak Ling Dan.


" Kalau begitu, kita harus mencari tempat yang baru untuk membangun istana." Ucap Ling Hou.


" Itu benar. Karena di lebih cocok jadi telaga." Ucap Suyang Ceung.


" Paman, ayah, kalau begitu aku permisi dulu, masih ada yang ingin aku lakukan." Ucap Ling San.


" Baiklah." Jawab Ling Hou.


" Eh, adik. Tunggu aku." Ucap Sui Chu lalu melesat menyusul Ling San.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2