
" Kejadian itu bermula saat dipilihnya tiga orang penguasa. Penguasa alam bawah jatuh kepada Dewa Bulan, penguasa alam manusia jatuh kepada Dewa Bintang yang notabennya terlahir sebagai seorang manusia. Sebenarnya kelima Dewa itu terlahir sebagai manusia, hanya Dewa Iblis saja yang terlahir sebagai makhluk primordial. sedangkan penguasa Alam Dewa diberikan kepada Dewa Matahari." Jelas Dewa Pengetahuan.
" Lalu apa yang terjadi selanjutnya?" Tanya Dewa Panah.
" Tentu saja Dewa kehampaan iri dan tidak terima. Dia ingin menjadi penguasa tiga alam dimana semua penguasa tunduk dibawah perintahnya, tapi sang pencipta menolaknya. Dia tetap bersikeras untuk menjadi seorang penguasa." Ucapnya.
Flashback On
" Aku tidak terima. Aku adalah makhluk yang sempurna yang memiliki kedudukan lebih tinggi daripada mereka berlima seharusnya posisi penguasa diberikan padaku." Ucap Dewa Kehampaan.
" Tidak bisa. Kau tidak cocok menjadi seorang penguasa. Kau memiliki sikap iri, sombong, dan hatimu itu dipenuhi dengan kegelapan. kau tidak memiliki potensi menjadi seorang penguasa." Ucap suara yang menggema dilangit.
" Tapi, jika tidak boleh menjadi penguasa tiga alam, setidaknya aku menjadi penguasa salah satu alam." Bantah Dewa Pengetahuan.
" Tidak ada yang bisa mengubah keputusanku." Ucap suara itu lagi.
" Jika kau tidak mengizinkannya, maka aku sendiri yang akan menggapai apa yang aku mau." Ucap Dewa pengetahuan.
" Kau sudah dibutakan oleh kekuatan dan ambisimu. Tidak seharusnya kau memiliki kekuatan itu." Ucap suara dari langit.
" Aku tidak peduli. Takdir pun akan aku lawan untuk menjadi seorang penguasa, dan akan aku hancurkan semua orang yang menghalangiku." Ucap Dewa Kehampaan.
Jdaarrrrrrr
Jdaarrrrrrr
Sesaat kemudian, petir semesta menyambar dilangit dengan ganasnya. Petur itu juga menyambar ditiga alam membuat semua makhluk yang ada disana ketakutan setengah mati.
" Aku adalah dewa terkuat diantara kelimanya. Akulah yang seharusnya menjadi seorang penguasa." Ucap Dewa Kehampaan.
" Jangan membantah lagi atau kau menyesalinya." Ucap suara ditengah-tengah petir semesta.
__ADS_1
" Aku tidak takut. Aku akan selalu mengejar apa yang aku inginkan. Tidak ada yang bisa menghalangiku, bahkan dirimu sendiri." Teriaknya.
" Dasar makhluk hina." Ucap suara itu dengan murka.
Jedarrrrrrr
" Akkkhhhhhh."
Petir semesta kemudian menyambar tubuh Dewa Kehampaan. Wajah Dewa Kehampaan yang awalnya rupawan berubah menjadi menyeramkan dengan gigi mencuat seperti seekor babi, tubuhnya yang awalnya kekar dan berkulit putih, berubah menjadi tubuh seperti besi dengan tulang-tulang yang timbul dan berwarna merah. Lalu, sebuah ekor muncul dari pantatnya, dan sepasang sayap kelelawar muncul di punggungnya tak lupa dua pasang tanduk muncul dikepalanya.
" Kau sudah dibutakan oleh kekuatan abadi milikmu, tapi kau harus ingat. Tidak ada yang abadi di dunia ini. Setiap kekuatan ada kelemahannya. Walaupun kelima saudaramu tidak dapat mengalahkanmu, percayalah jika akan ada orang dari ras yang kau anggap lemah itu yang akan mengalahkanmu. Satu lagi, aku tidak akan menghancurkan kekuatan milikmu, tapi kekuatan itu sendiri yang akan menghancurkanmu." Ucap suara itu lalu menghilang.
" Akkkkhhh, aku tidak peduli. Yang jelas aku akan membunuh kelima manusia lemah itu agar tidak ada yang menghalangiku. Jiwa mereka memang abadi, tapi tetap saja aku bisa menghancurkan jiwa mereka itu." Ucap Dewa kehampaan dengan sombongnya.
" Jiwa mereka bisa kau hancurkan, tapi percayalah kekuatan dan kebaikan mereka akan abadi." Ucap suara itu kembali.
" Ha...ha...ha..ha.. Mungkin sekarang Dewa Kehampaan tidak cocok lagi denganku.Jadi, sekarang akulah Dewa Iblis, Dewa Kehancuran bagi semua alam." Ucap Dewa Iblis yang disertai dengan munculnya petir hitam.
Sreeeekkkk
Tanpa basa-basi lagi, Dewa Iblis menusukkan sebuah pedang giok ke punggung Dewa Bulan.
" A..apa yang kau lakukan?" Tanya Dewa Bulan tak percaya.
" Tentu saja menghilangkan separuh kekuatanmu." Ucap Dewa Iblis.
Swuuuuusss
Cahaya Bulan milik Dewa Bulan kemudian tersedot kedalam pedang giok itu. Dewa Iblis sebenarnya ingin menyerap kekuatan cahaya Bulan, tapi kekuatan itu berubah menjadi bola trasparan lalu menghilang.
Sementara itu, Dewa Bulan semakin lemah karena kekuatan Cahaya miliknya sudah lenyap. Tubuh Dewa Bulan perlahan-lahan menghitam hingga kelehernya. Tiba-tiba saja, Dewa Matahari muncul entah darimana dan menyalurkan kekuatan mataharinya kepada Dewa Bulan sehingga Dewa Bulan tidak jadi musnah.
__ADS_1
" Terima kasih, kak." Ucap Dewa Bulan.
" Tidak masalah. Kita ini saudara, dan sebagai saudara sudah seharusnya kita saling membantu." Ucap Dewa Matahari sambil tersenyum.
" Ha..ha..ha..ha... Walaupun kau masih hidup, tapi tetap saja kau menjadi yang terlemah diantara mereka semua." Ucapnya.
" Kekuatan cahaya memang sudah menghilang, tapi semuanya akan kembali lagi. Tapi, bukan padaku, melainkan orang lain." Ucap Dewa Bulan.
Peristiwa menghilangnya cahaya bulan menjadi awal dari kekacauan besar. Setelah kejadian itu, Dewa Bulan dan Dewa matahari bertarung dengan Dewa kehampaan yang sudah menjadi dewa Iblis. Tapi, Dewa iblis membelah dirinya menjadi dua dan sebagian dirinya menyerang alam manusia.
Beratus-ratus tahun setelah kekacauan itu, sesosok manusia yang membawa sepasang tombak pusaka datang ke alam bawah dan bertarung dengan Dewa Iblis. Pertarungan mereka memakan waktu selama 10 tahun lamanya. Dan ditahun kesepuluh, sosok manusia itu mengorbankan jiwanya untuk menyegel Dewa Iblis. Sebelum disegel, tubuh Dewa Iblis dihancurkan terlebih dahulu agar jika dia bangkit kembali, dia tidak bisa mendapatkan kekuatan puncaknya kembali.
Flashback end...
" Itulah alasannya mengapa Dewa Bulan kehilangan kekuatan cahayanya." Jelas Dewa Pengetahuan mengakhiri ceritanya.
" Lalu, bagaimana dengan kekuatan cahaya bulan itu?" Tanya Dewa Panah.
" Kekuatan itu abadi. Jadi, kekuatan itu menyatu dengan salah satu jiwa, yang nantinya akan menjadi pasangan dari dewa Bulan." Jawab Dewa Pengetahuan.
" Oh, jadi itu sebabnya Dewa kehampaan yang super kuat yang tak bisa dikalahkan itu berubah menjadi sosok menyeramkan." Ucap Dewa Pengetahuan.
" Kenapa manusia itu tidak menghancurkan jiwa Dewa Iblis sekalian?" Tanya Dewa Panah.
" Tidak bisa. Jiwanya tidak bisa dihancurkan sebelum kekuatan primordial itu lepas dari dirinya. Dan kekuatan itu hanya melekat kepada tubuh fisik saja, dan jika tubuh fisik hancur maka kekuatan itu akan lepas dan mencari wadah baru. Kekuatan kehampaan sendiri dipecah dan disebarkan diudara oleh manusia itu sesaat sebelum dia mati." Jelas Dewa pengetahuan.
" Lalu kemana sepasang tombak yang dia bawa?" Tanya Dewa Panah
" Tidak ada yang tahu. Ada yang bilang tombak itu dibawa mati dan ada yang bilang tombak itu lenyap begitu saja." Jelas Dewa pengetahuan.
" Satu lagi, apa nama tombak itu?" Tanya Dewa Panah lagi.
__ADS_1
" Tombak Langit dan Tombak Bumi. Kedua tombak itu sebelumnya adalah tombak milik Dewa Bintang dan Dewa Matahari. Dan manusia itu dikenal dengan nama pendekar Tombak Penghancur atau pendekar Tombak kehancuran." Jelas Dewa Pengetahuan.