Kaisar Dewa Kristal

Kaisar Dewa Kristal
Chapter 113 Kematian Wou Yang


__ADS_3

" Jadi, pemuda itu adalah anak dari nona muda klan Yuna?" Tanya tetua kedua.


" Tentu saja. Kau pikir pedang itu boleh digunakan oleh anggota klan lain?" Tanya tetua agung.


Wuuuuuussss


Sreeeeeekkk


Tanpa mereka sadari, Wou Yang melepaskan satu tebasan kearah mereka. Tebasan itu melesat kearah ketiganya dengan sangat cepat. Alhasil, ketiganya terkena tebasan itu tapi tidak sampai mati.


" Bocah. Kenapa kau menyerang kami?" Tanya tetua agung.


" Kurasa aku tidak perlu memberitahukan alasanku menyerang kalian. Kurasa kalian semua sudah tahu alasannya" Jawab Wou Yang.


Booooooommm


Booooooommm


Dua tapak kristal milik Ling San menghantam dada tetua kedua dan tetua pertama sehingga mereka terpental beberapa meter.


" Orang seperti kalian tidak boleh diberi kesempatan kedua." Ucap Ling San lalu mengeluarkan tombaknya.


Roarrrrrrrrrrrrgggggggg


Dhuarrrrrrrrrrrrrrr


Tiba-tiba saja, seekor naga kristal menghantam tubuh tetua kedua dengan keras. Naga kristal itu menghantamkan tubuh tetua agung ketanah dengan keras hingga tubuh tetua kedua terbenam kedalam tanah.


Jleeeeeeppp


Tombak Naga Azure milik Ling San menembus jantung tetua kedua. Mata tombak Ling San dipenuhi oleh darah lalu sesaat kemudian darah itu menguap.


Wuuuuuussss


Wuuuusssssss


Tetua agung dan tetua pertama lalu melesat dan menyerang Ling San. Mereka hanya fokus kepada Ling San sehingga mereka melupakan Wou Yang yang masih diam sitempatnya.


" Aku harus membunuh tetua agung itu sekarang." Ucap Wou Yang lalu melepaskan tebasan ganda kearah tetua agung Sekte Iblis Malam.


Booooooommm


" Membunuhku tidak semudah itu bocah." Ucap tetu agung lalu melesat kearah Wou Yang.


Triiiiiiinnnngggg


Triiiiiiinnnngggg


Triiiiiiinnnngggg


Dentingan logam kembali terdengar saat pedang Phoenix kembar milik Wou Yang membentur pedang naga hitam milik tetua agung.


" Cincin api kembar." Ucap Wou Yang


" Nafas naga" Ucap tetua agung.


Wuuuuuussss


Boooooommmm


Kedua jurus yang sama-sama memiliki unsru api itu kemudian bertabrakan diudara yang menciptakan ledakan diudara.


" Penguasaanmu hebat juga bocah. Tapi, kau tetap tidak akan bisa mengalahkanku." Ucap tetua Agung.


" Aku tidak peduli apakah aku mati atau tidak. Yang jelasnya aku akan membunuhmu dan mempersembahkan darahmu kepada ibuku." Ucap Wou Yang lalu kedua pedang Phoenix itu memancarkan cahaya merah gelap yang melambangkan amarah dan kebencian Wou Yang.


" Hilangkan amarah dan dendam didalam hatimu. Kalau tidak, pedang itu akan membunuhmu." Teriak Ling San saat merasakan pedang Phoenix kembar itu menyerap energi kehidupan dari Wou Yang.


" Aku adalah keturunan terakhir dari klan Wang dan klan Yuna. Jika aku mati disini aku harap kau menyimpan pedang ini dan menghancurkan sekte Iblis Malam." Ucap Wou Yang.


" Kau jangan gila." Ucap Ling San.


" He..he..he..he.. Kesempatan yang bagus untuk membunuhnya." Ucap tetua kedua lalu mengayunkan tombaknya kearah Ling San, tapi tombaknya itu ditangkap oleh Ling San.

__ADS_1


" Kurasa aku harus membunuhmu dengan cepat." Ucap Ling San lalu menghantamkan telapak tangannya di dada tetua pertama. Hantaman telapak tangan Ling San membuat tetua pertama terpental puluhan meter.


" Iblis pelahap." Ucap tetua kedua.


Lalu, tombak miliknya itu memancarkan sinar berwarna merah kehitaman. Sinar itu kemudian terkondensasi dan membentuk sosok yang menyeramkan yang membawa tabib.


" Lagi-lagi kau menyalahgunakan senjata Ashura." Ucap Ling San lalu memainkan tombaknya lalu memainkan tombaknya seperti orang yang sedang menari.


" Amukan Naga Azure." Ucap Ling San.


Lalu, dihadapan Ling San, muncul seekor naga berwarna biru dengan mata merah menyala.


Roarrrrrrrrrrrrgggggggg


Booooooommm


Booooooommm


Booooooommm


Booooooommm


Naga Azure milik Ling San kemudian melesat kearah tetua kedua. dan disambut oleh iblis pelahap yang sejak tadi menunggu perintah.


Boooommm


Booooooommm


Boooommm


Boooommm


Ledakan-ledakan beruntun terdengar dilangit. Ledakan-ledakan itu terdengar hingga kepemukiman warga.


Wuuuuuussss


Boooooommmm


Ledakan besar kembali terjadi bersamaan dengan hilangnya kedua teknik tersebut.


" Kurasa itu adalah jurus penutupnya." Ucapnya lalu kesadarannya perlahan-lahan menghilang.


Jleeeeeeppp


Tepat saat dia sudah hampir pingsan, sesuatu menancap dipunggungnya hingga menembus ke dadanya.


" Ba..Ba..Bagaimana mu..mungkin?" Tanyanya lalu pingsan untuk selamanya.


" Dia sudah dikuasai oleh amarah dan dendam. Jika tidak dihentikan maka dia bisa mati." Ucap Ling San lalu melesat kearah Wou Yang yang sudah terpojok.


" Berhenti. Biarkan aku menyelesaikannya sendiri." Ucap Wou Yang.


" Tenangkan dirimu. Jika kau mati siapa yang akan memimpin sekte Teratai Giok?" Tanya Ling San.


" Kalau aku memang ditakdirkan untuk mendirikan sekte itu lagi maka aku akan hidup. Tapi jika tidak, maka aku akan mati disini." Ucap Wou Yang lalu kembali melesat kearah tetua agung. Tangan kirinya menggenggam pedang Phoenix sementara pedang yang satunya berkelabat kesana kemari membentuk sebuah pola.


" Tidak. Kau jangan mengaktifkan formasi bunuh diri itu." Teriak Ling San.


" Selamat tinggal kawan." Ucap Wou Yang lalu meraih pedang Phoenix yang berkelabat itu lalu menancapkan kedua pedang itu ditengah-tengah formasi.


" Formasi neraka, aktifkan." Ucapnya.


" Aku tidak akan membiarkanmu pergi begitu saja." Ucap Ling San lalu membuat sebuah kubah cahaya dan berusaha untuk melindungi Wou Yang. Tapi, apalah daya. Formasi itu tercipta dari energi kehidupan Wou Yang. Dengan kata lain, Wou Yang adalah pusat formasi. Menghancurkan formasi itu atau menarik paksa Wou Yang dari dalam formasi sama saja, Wou Yang akan mati.


Wuuuusssss


Wuuusssss


Wuuusssss


Tiba-tiba saja, tanah bergetar dengan hebat, dan formasi yang dibuat oleh Wou Yang sudah dipenuhi oleh api neraka.


" Akkkkhhh"

__ADS_1


Suara teriakan kesakitan terdengar dari dalam formasi. Suara itu adalah teriakan dari Wou Yang dan tetua Agung sekte Iblis Malam.


" Sialan. Aku tidak akan pernah membiarkanmu mengambil sahabatku. Kau sudah mengambil pamanku, kali ini kau tidak akan kubiarkan mengambil sahabatku." Ucap Wou Yang lalu mengalirkan energi semestanya kearah formasi itu untuk menundukkan api neraka.


" Cahaya jiwa peri" Ucap Ling San.


Wuuuussss


Wuuusssss


Wuuusssss


Energi keemasan yang disertai dengan energi semesta menembak kedalam formasi. Sekarang, formasi yang dipenuhi oleh api yang menyala-nyala diselimuti oleh energi semesta. Sementara Wou Yang sendiri sudah hampir mati karena formasi yang dibuatnya sendiri.


" Selamat tinggal, kawan." Ucapnya lalu kesadarannya mulai menghilang.


Saat api neraka hendak melahap jiwanya, tiba-tiba saja, cahaya putih keemasan menyelimuti jiwanya lalu, api itupun menghilang.


" Bertahanlah. Kau pasti akan selamat." Ucap Ling San lalu mengalirkan kekuatan jiwanya kepada Wou Yang untuk memulihkan luka jiwa Wou Yang akibat dipanggang oleh api neraka.


" Tuan muda ada yang bisa kami bantu?" Tanya seorang pria parubaya kemudian diikuti oleh para warga.


" Kumpulkan para mayat yang berserakan lalu bakar mayat-mayat itu. Saya akan menyembuhkan temanku dulu." Jawab Ling San sambil terus mengalirkan energi jiwanya untuk memulihkan luka jiwa Wou Yang.


" Kau tidak akan bisa menyelamatkan temanmu itu karena dia sudah mati." Ucap sebuah suara yang mengagetkan semua orang tak terkecuali Ling San.


" Apa maumu sebenarnya?" Tanya Ling San sambil menatap kelangit.


" Tapi, kau tenang saja. Sebagai hadiah atas ketulusanmu itu, sahabatmu akan bereinkarnasi dimasa depan nanti. Tapi bukan dua ratus atau tiga ratus tahun lagi, dia akan bereinkarnasi ke zaman yang baru." Ucap suara itu lagi.


" Itu hadiahku untukmu. Jadi, kau jangan bersedih, lanjutkan perjalananmu." Ucap suara itu.


Sementara kedua pedang kembar milik Wou Yang lalu menyatu dan berubah menjadi putih.


" Dia akan terlahir bersama dengan pedang ini dan inti cahaya itu akan menjadi miliknya dimasa depan." Ucap suara itu.


" Bagaimana aku bisa mengenali reinkarnasinya?" Tanya Ling San.


" Sangat mudah. Jika dia memiliki inti cahaya maka dialah orangnya." Ucap suara itu lagi.


Lalu, sinar berwarna putih biru menyelimuti kedua pedang kembar milik Wou Yang.


Pedang yang awalnya berwarna merah tua menjadi warnah putih dengan aura biru.


" Pedang ini bukan lagi pedang Phoenix kembar tapi Pedang Dewa Azure." Ucap suara itu lalu menghilang bersama dengan pedang itu.


" Terima kasih karena sudah menjadi sahabatku. Aku akan menghancurkan sekte Iblis Malam. Ini janjiku sebagai seorang sahabat." Ucap Ling San.


" Pedang miliki akan selalu bersamamu, kawan." Ucap Ling San sambil menunduk.


" Tuan muda, kami sarankan teman tuan muda dimakamkan disini saja." Ucap pria parubaya itu.


" Maaf, tapi aku akan memakamkannya di kawasan sekte Teratai Giok.


" Kami mohon tuan. Kami ingin memberinya penghargaan sebagai salah satu pahlawan dan panutan kami." mohon pria itu.


" Iya kami mohon." Ucap para warga.


" Baiklah." Jawab Ling San.


" Awalnya aku berpikir jika kita akan menghancurkan keangkaramurkaan bersama, tapi kau lebih dulu pergi." Ucap Ling San. Tanpa terasa, air mata Ling San menetes ke mayat Wou Yang.


" Aku tak akan membangun sekte Teratai Giok, kau sendirilah yang akan membangun sektemu kembali." Ucap Ling San lalu melepaskan cincin ruang milik Wou Yang.


" Aku sendiri yang akan memberikan ini padamu." Ucapnya lalu menyimpan cincin ruang milik Woi Yang lalu mengangkat mayatnya menuju ke tempat pemakaman.


" Yakinlah, wilayah sekte Teratai Giok akan aman sampai kau kembali lagi." Ucap Ling San.


" Sampai jumpa lagi, kawan." Ucap Ling San lalu mengucapkan kalimat perpisahan diatas makam Wou Yang.


" Tuan muda. Kami akan selalu menjaga keutuhan di wilayah ini." Ucap pria parubaya itu.


" Aku tidak menjamin hal itu, karena dalam kehidupan dimana ada putih disitu ada hitam. Yang harus kalian lakukan adalah mempertahankan hak kalian dan membela kebenaran." Ucap Ling San.

__ADS_1


" Aku pergi dulu." Ucap Ling San dengan lirih.


__ADS_2