Kaisar Dewa Kristal

Kaisar Dewa Kristal
Chapter 86


__ADS_3

" Dasar bocah sialan." umpatnya lalu berjalan dengan tertatih-tatih menuju ke sebuah tempat yang sangat gelap.


" Ada apa? Apakah kau juga gagal?" Tanya suara yang sangat menyeramkan.


" Ya, tuan. Aku juga gagal. Anak itu berhasil mengalahkanku, dan menghancurkan portal yang aku buat sehingga para pasukan ku tidak dapat dibantai olehnya." UcapMo Liao.


" Benar-benar tidak berguna." ucap suara itu lagi.


" Tugas kalian sekarang, cari kunci segel terakhir agar aku bisa terbebas dari segel ini." Pintahnya.


" Baik, tuan." Jawab para pasukan yang ada disana.


" Pulihkan kondisimu, sekarang." Pintah suara itu.


" Baik, tuan." Jawab Mo Liao.


" Benar-benar, tidak berguna." Ucap suara itu.


Kembali kepada Ling San....


" Hah, sekarang para iblis itu sudah dimusnahkan." Ucap Ling San lalu melesat kearah lain.


" Apakah para ibilis itu memiliki alat portal dimana-mana?" Tanya Ling San


Sesaat kemudian, Ling San melihat asap mengepul ke langit. Ling San kemudian melesat kearah asap itu dengan kecepatan penuh.


" Ternyata kalian lagi." Ucap Ling San


Boooommm


Tanpa basa-basi lagi, Ling San langsung menyerang para pasukan iblis yang sepertinya baru muncul itu.


" Siapa yang berani sekali menyerang pasukan ku?" Tanya komandan yang memimpin pasukan iblis itu.


" Kupikir kalian adalah iblis, tapi ternyata kalian adalah manusia yang berubah menjadi iblis." Ucap Ling San.


" Ha..ha..ha...ha.. Memangnya kau mau apa bocah jika kami adalah manusia?" Tanya komandan pasukan itu.


" Tentu saja memusnahkan kalian semua." Jawab Ling San lalu melepaskan ratusan tapak kearah para pasukan manusia iblis itu.


" Sialan. Berani-beraninya kau menyerang pasukanku." Ucapnya.


" Memangnya kau tahu apa yang akan terjadi padaku jika aku gagal?" Tanyanya dengan marah.


" Oh, apakah aku peduli?" Tanya Ling San sambil terus melepaskan serangan kearah pasukan iblis itu.


" Sialan, kau." Ucapnya lalu melesat dan menyerang Ling San.


Booommm


Booommm


Booommm


Sesaat kemudian, ledakan beruntun terdengar di langit. Kilatan-kikatan cahaya nampak menghiasi langit siang.


" Tapak Langit." Ucap Ling San lalu melepaskan serangan tapak kearah komandan pasukan manusia iblis.


" Ukkhuuukkk"


komandan itu memuntahkan seteguk darah dari mulutnya. Tapi untungnya, dia tidak terjun bebas kebawah.

__ADS_1


" Sialan. Kau benar-benar cari mati." Ucapnya Lalu mengrluarkan senjatanya yang berupa trisula.


" Sepertinya tombak melawan trisula sangat cocok." Ucap Ling San lalu melesat kearah komandan pasukan itu.


triiinngggg


Triiinnggg


Triiiinngg


Sesaat kemudian, terdengar suara benturan logam dengan suara yang sangat keras. Terkadang, muncul percikan api saat kedua senjata itu saling bergesekan.


Kraaakkkk


Kraaakkkk


Booommmm


Sesaat kemudian, triusla milik komandan pasukan manusia iblis itu retak hingga akhirnya hancur seketika.


Swuusssss


Slassshh


Slassshhhh


Sesaat kemudian, ratusan jarum kristal menghantam tubuh komandan pasukan itu sehingga menimbulkan banyak luka di tubuhnya.


Wussssd


Sreeeekkkk


" WUSSSSSSS"


Sesaaat kemudian, Ling San mengarahkan telapak tangannya keatas dan seketika ratusan bola kristal jatuh dari langit dan menghantam daratan.


" Arrrrrrgghhhh"


" Arrrrgghhh, bocah sialan, dewa Iblis akan bangkit dan menjadi penguasa di dunia ini." Ucap salah satu manusia iblis itu sebelum mati.


"HM, apakah di alam dewa pasukan iblis juga muncul?" Tanya Ling San .


Tanpa berlama-lama lagi, Ling San lalu kembali melesat melanjutkan perjalanannya. Kali ini, dia benar-benar penasaran dengan kondisi alam dewa. ya, walaupun kultivator yang ada di alam dewa itu rata-rata sangat kuat, tapi tetap saja, mereka akan kalah jika diserang secara tiba-tiba.


" HM, apakah ada portal yang bisa membawaku ke alam dewa?" Tanyanya.


" Hm, apa mungkin ada portal menuju kealam dewa di kekaisaran Moon?" Tanyanya.


" Tidak mungkin kan, Si Meng Diao datang ke Alam Langit tanpa menggunakan portal?" Tanyanya.


Tak lama kemudian, Ling San sampai di sebuah tempat yang tak lain adalah lembah kegelapan.


" Saat itu, Meng Diao menyerang kota Bulan Malam dari lembah ini." Ucapnya lalu memandang disekeliling lembah itu. Pandangan tertuju pada suatu tempat yang berada tak jauh dari lembah kegelapan.


" HM, tempat itu sangat aneh." Ucap Ling San lalu melesat ketempattersebut lalu mendarat disana.


Lalu dia kemudian menyerang keatas, dan serangannya itu dipantulkan oleh sesuatu.


" Formasi, ya?" Tanyanya.


" Tapi, kenapa tempat ini dilindungi oleh formasi?" Tanyanya.

__ADS_1


" Baiklah, aku akan mencoba untuk menghancurkan formasi cermin ini terlebih dahulu." Ucap Ling San lalu membuat segel tangan yang rumit dengan cepat.


Kraaakkk


Kraaaakk


Booomm


Perlahan-lahan langit mulai retak, hingga akhirnya hancur dan memperlihatkan formasi yang berlapis-lapis.


" Satu, dua, tiga, empat, lima, enam, tujuh." Ucap Ling San sambil menghitung formasi yang berlapis-lapis itu.


" Untuk apa tempat ini dipasangi formasi sampai tujuh lapis?" Tanya Ling San.


" Apa mungkin ada portal penghubung antara alam langit dengan alam Dewa?" Tanya Ling San.


" Ah, aku tidak akan tahu jika terus diam melongo sambil menatap formasi itu." Ucapnya.


" Tunggu, sebentar. formasi ini hanya tersusun dari atas kebawah. itu artinya, formasi ini hanya untuk mencegah para dewa turun ke Alam manusia. dan itu berarti aku bisa melewati formasi ini tanpa perlu menghancurkannya." Ucapnya.


Wussssss


sesaat kemudian, Ling San lalu melesat menembus formasi pertama dengan sangat mudah. jarak antar formasi yang satu dengan yang lainnya adalah 500 km." Ucap Ling San.


Sesaat kemudian, di punggung Ling San, sebuah sayap berwarna biru keemasan. Sayap itu sudah lama tidak dipakai olehnya.


" Aku baru ingat jika sayap ini aku dapatkan dari pohon Magis. pohon kehidupan Bangsa peri." Ucap Ling San.


" Tunggu dulu, bukankah peri adalah ras yang terlupakan?" Tanya Ling San.


" Apa mungkin sebelumnya mereka melemah karena pohon Magis mati?" Tanya Ling San.


" Berarti, jika benar Peri adalah ras yang terlupakan itu, maka mereka akan muncul bersamaan dengan munculnya kembali para Demon." Ucap Ling San sambil terus melesat menembus formasi demi formasi.


" Lama-lama aku dibuat bingung oleh ramalan itu." Ucapnya. Ya, karena ramalan yang dia dapat setengah tahun yang lalu, dia terus kepikiran tentang tiga hal, yaitu ras paling lemah, ras yang terlupakan, dan ras yang sudah lama punah.


" Sesaat kemudian, sayap Ling San bersinar. Semakin lama sinar dari sayapnya itu semakin terang hingga dia sendiri tidak dapat melihat.


Di Hutan Kabut...


" Cahaya apa ini?" Tanya Ratu Iriana.


" Tidak tahu, ratu. Tiba-tiba saja, cahaya ini muncul dan pohon Magis meresponnya." Jawab Jenderal Yuran.


" Ibu, lihat. Pohon Magis berubah menjadi serbuk cahaya." Ucap Ariana.


Serbuk cahaya dari pohon Magis kemudian terbang dan masuk kedalam tubuh semua bangsa peri yang ada di hutan kabut.


" Inilah saatnya Yuran." Ucap ratu Iriana.


". Maksud Ratu?" Tanya Jenderal Yuran.


" Inilah saatnya untuk menyatukan semua bangsa peri yang ada di dunia ini." Ucap Ratu Iriana.


" Saatnya muncul kembali ke dunia ini." Ucap ratu Iriana.


Ditempat yang sangat gelap, lebih gelap dari alam bawah, sebuah tempat terbengkalai yang merupakan daratan terpisah dari daratan utama di alam Bawah.


Wussssss


Cahaya hitam menyelimuti tempat itu. Lalu, sesaat kemudian seorang pria yang berwajah serem, lebih serem daripada iblis. kakinya adalah kaki serigala, tanduknya adalah tanduk kerbau, tubuhnya adalah tubuhnya manusia, dan dipunggungnya muncul sayap hitam legam. Ya, dia adalah demon. Ras yang merupakan perpaduan antara iblis, manusia, peri, dan hewan.

__ADS_1


__ADS_2