Kaisar Dewa Kristal

Kaisar Dewa Kristal
Chapter 125 Kekacauan II


__ADS_3

Swuuuuuusssss


Booooommmm


Peri Langit milik Ratu Ariana melesat lalu meledakkan diri tepat saat dia ada dihadapan Aglio.


Dhuarrrrrr


Ledakan besar terdengar di langit, saat jurus peri langit meledakkan diri 2cm dari Aglio. Butiran-butiran energi Magis terserap kedalam tubuh Aglio sehingga melemahkannya.


" Kalau aku mati, aku akan membawamu." Ucap Aglio lalu lalu membuat segel tangan dengan cepat.


" Jeratan jiwa Demon." Ucap Aglio.


Swuuuussss


Ukkkhhhh


Benang-benang hitam melesat kearah ratu Vania dengan cepat. Benang-benang itu sangat banyak, sehingga membuat ratu Ariana kesulitan untuk menghindari benang-benang itu. Lalu, beberapa benang berhasil menancap di tubuhnya. Benang-benang itu menghancurkan jiwa ratu Ariana hancur.


" Arumi, kaulah yang akan menjadi ratu peri di benua Awan biru." Ucapnya lalu melemparkan sebuah cincin yang berisi potongan jiwanya kearah Arumi.


" Jenderal Nexus, kau pimpin para Demon." Ucap Aglio lalu menghembuskan nafas terakhirnya.


" Arumi, jadilah pemimpin yang baik." Ucap Ratu Ariana lalu tubuhnya berubah menjadi butiran-butiran cahaya.


" Ibu, jangan pergi." Teriak Arumi saat melihat butiran-butiran cahaya itu terbang ke langit.


" Ibu." Panggilnya sambil menangis.


" Kesempatan bagus." Ucap Jenderal Polir lalu menebaskan pedangnya kearah Arumi.


Boooooommmm


Tapi, sebuah serangan mematahkan tebasan dari jenderal Polir. Serangan itu adalah serangan dari Sui Chu.


" Tuan putri. Anda jangan menjadi lemah hanya karena Ratu Ariana pergi. Aku yakin, Ibu anda menginginkan anda menjadi pemimpin para peri selanjutnya." Ucap Sui Chu lalu membantu Arumi berdiri.


" Terima kasih." Ucap Arumi.


Booooooommmm


Boooooommmm


Boooooommmm


Ledakan-ledakan akibat benturan serangan memenuhi Medan perang. Bahkan kawah-kawah yang sangat dalam terbentuk di tempat itu. Bukan hanya itu, meteor-meteor yang terus berjatuhan dari langit membuat ribuan pasukan dari kedua belah pihak mati.


" Sebaran bintang." Ucap Sui Chu.


Di langit, ribuan bintang bermunculan di langit. Bintang-bintang itu memancarkan cahaya dan menjadi penerang di Medan perang yang gelap gulita.


" Seribu meteor bintang." Ucap Sui Chu.


Wuuussss


Wuuussss


Wuuussss


Booooommm


Boooooommmm

__ADS_1


Ribuan bintang berjatuhan dari langit menghantam jenderal ke-6. Bintang-bintang itu membuat dia terpental beberapa meter kebelakang.


" Dasar bocah sialan." Ucap Jenderal ke-6 lalu melesat dan menyerang Sui Chu.


Di Alam Dewa....


Para prajurit Dewa sedang bertarung dengan para Cyclops yang dipimpin oleh 5 jenderal Iblis. Para prajurit dewa bertarung dengan gagah berani tanpa menghiraukan luka-luka yang mereka dapatkan.


" Empat kaisar Naga mengguncang alam." Ucap Long Qing. Lalu tak lama kemudian, empat ekor naga yang masing-masing memiliki elemen berbeda melesat dan menyerang para Cyclops dengan brutal.


" Dewa Naga. Tidak salah lagi, dia adalah Dewa naga yang agung." Ucap Dewa Giok.


" Fokuslah kepada musuhmu, jangan fokus padaku." Ucap Long Qing.


" Maaf." Ucap Dewa Giok lalu kembali bertarung dengan jenderal ke-3


Booooooommmm


Boooooommmm


Booooommmmm


Hujan meteor masih terjadi. Hujan meteor itu terkadang menghantam pasukan Dewa ataupun pasukan Cyclops sehingga banyak pasukan yang mati.


" Gravitasi Bulan." Ucap Yu Xiang.


Swuusssss


Tiba-tiba saja, orang-orang yang ada disana tidak dapat bergerak sama sekali. Hal itu membuat Long Qing sangat kesal.


" Hei, kau. Perhatikan siapa yang ingin kau tekan dengan gravitasimu." Ucap Long Qing.


" Maaf, paman." Ucap Yu Xiang lalu melesat dan menebas para Cyclops sebelum efek gravitasi itu menghilang.


Sreeeeekkkk


Sreeeeekkkk


Wuuussss


Syuuuttt


Syuuuutttt


Syuuuuutttt


Beberapa saat kemudian, ratusan jarum perak melesat dan menembus jantung para Cyclops. Jarum-jarum Itu membuat para Cyclops yang terkena mati.


" Hantaman perisai Bulan." Ucap Yu Xian.


Wuuuuuusssss


Boooooommmm


Sebuah perisai raksasa terbentuk di langit, lalu perisai itu menghantam tanah sehingga ledakan besar terdengar. Perisai bukan itu membuat ratusan Cyclops menjadi gepeng dan mati.


" Tanpa cahaya bulan, kekuatanmu hanya setingkat dengan dewa biasa." Ucap jenderal kedua lalu menghantamkan telapak tangannya didada Yu Xiang.


Wuuussssss


Boooooommmm


Booooooommm

__ADS_1


Boooommmmmm


Ratusan bola energi menghantam tanah dan menimbulkan ledakan-ledakan besar. Belum lagi hujan meteor yang membuat para penduduk banyak yang mati.


" Tebasan Bulan sabit." Ucap Yu Xiang.


Wuuussssss


Booooooommmm


Tebasan bulan sabit milik Yu Xiang berhasil meninggalkan bekas luka di dada Jenderal kedua.


" Sialan, kau bocah." Ucap Jenderal ke-2 lalu membuat Yu Xiang terlempar puluhan meter.


" Ukkhhuuukk." Yu Xiang batuk darah akibat pukulan keras dari jenderal kedua yang membuatnya terpental hingga menabrak pohon.


" Ha..ha..ha..ha..ha..ha.. Dasar lemah. Orang sepertimu pantasnya menjadi pelayan dari Dewa Iblis.


" Lebih baik aku mati daripada menjadi pelayan dari Dewa Iblis." Ucap Yu Xiang lalu bangkit.


" Baiklah, aku akan membunuhmu terlebih dahulu." Ucap jenderal kedua lalu melesat dan menusukkan pedangnya ke perut Yu Xiang.


" Ukkhuuukkk." Yu Xiang batuk darah, lalu pandangannya menjadi kabur hingga akhirnya kesadarannya hilang sepenuhnya.


" Tidak, bagaimana ini?" Tanya Shen Long yang mulai panik.


" Oh, tidak." Ucap Ling Qing lalu melesat kearah Yu Xiang.


" Ha..ha..ha..ha.. Satu sudah mati, itu artinya, rantai kekacauan belum putus, dan kali ini dewa Iblis akan menghancurkan kalian sekali lagi." Ucap Jenderal ke-2.


" Bangunlah. Kau jangan membuat mastermi menjadi kecewa. Dia berharap jika kau membangkitkan cahaya bulan." Ucap Long Qing sambil berusaha membangunkan Yu Xiang yang wajahnya sudah pucat pasi.


" Bangunlah. Aku tahu kau pasti anak yang kuat." Ucap Shen Long sambil mengalirkan energinya kedalam tubuh Yu Xiang.


" Itu akan sia-sia. Kau lawanlah dia dulu. Serahkan dia padaku." Ucap Long Qing.


" Baiklah. Jawab Shen Long lalu melesat dan bertarung dengan Dewa Iblis.


" Sadarlah. Jangan biarkan kegelapan berkuasa sekali lagi. Tanpa kekuatanmu, kita semua akan kalah." Ucap Long Qing.


" Sial, aku tidak dapat menyadarkan.


Di alam bawah sadar Yu Xiang.


" Dimana aku?" Tanya Yu Xiang.


" Apakah ini adalah alam roh?" Tanya Yu Xiang.


" Kembalilah. Orang-orang masih membutuhkanmu." Ucap sebuah suara.


" Tunggu ceritakan dulu aku ada dimana?" Tanya Yu Xiang.


" Kembalilah. Masih ada orang yang menunggumu." Ucap suara itu lagi lalu, wajah Ling Yue muncul di hadapan Yu Xiang.


" Kembalilah, dan jaga dia baik-baik." Ucap suara itu lagi, lalu tak lama kemudian, cahaya yang sangat terang dan menyilaukan muncul entah darimana. Cahaya itu membuat Yu Xiang menutup matanya.


" Ah, akhirnya kau sadar juga." Ucap Long Qing.


" Maaf, karena membuat paman khawatir." Ucap Yu Xiang lalu berdiri.


" Istirahatlah, lukamu belum pulih." Ucap Long Qing.


" Tidak. Aku akan istrihat setelah perang ini selesai." Yu Xiang lalu kembali membuat segel tangan dengan cepat.

__ADS_1


" Tebasan Bulan Cembung." Ucapnya, lalu menebaskannya kearah Jenderal ke-2.


__ADS_2