Kaisar Dewa Kristal

Kaisar Dewa Kristal
Chapter 16 Kota Kristal


__ADS_3

" Arrrggghhhhhh"


Tiba-tiba saja, pria parubaya itu berteriak dengan keras. seluruh tubuhnya terasa sakit, tulangnya seperti dipatahkan, dan yang paling parahnya lagi, jiwanya seperti di cabik-cabik.


" Kau ini sangat serakah. Bukannya meningkatkan apa yang sudah kau capai, kau malah menginginkan sesuatu yang bukanlah milikmu." Ucap Ling San..


" Arrrrrggghhh. Sialan kau bocah ke****t. Aku akan membunuhmu sekarang juga." Ucapnya lalu melesat dan berniat menyerang Ling San dengan tapaknya.


" Arrrrggghhhh"


Tapi, lagi-lagi, pria parubaya itu berteriak kesakitan saat dia hendak melepaskan serangan tapaknya.


" Arrrgghhh, tolong hilangkan rasa sakit ini." mohon pria tersebut.


" Aku akan menghilangkannya, asalkan kau mau menjadi melakukan kontrak darah denganku." Jawab Ling San..


" Arrgghgh, persetan dengan kontrak darah. Aku tidak akan pernah melakukan kontrak darah dengan seorang bocah 11 tahun." Ucapnya..


" Oh, satu lagi. Aku bisa membunuhmu kapan saja aku mau. Bahkan jika kau berada di alam dewa sekalipun aku bisa membunuhmu dengan satu gerakan saja. Dan kalau perlu, aku akan menghancurkan jiwamu sekalian." Ucap Ling San..


" Arrrggghh." Pria itu masih terus berteriak menahan rasa sakit yang diakibatkan oleh serbuk kristal milik Ling San.


" Oh, aku lupa satu hal. Serbuk kristal itu sudah menyatu dengan tubuh dan jiwamu. jadi, walaupun kau bereinkarnasi sekalipun, kau tetap berada di bawah kendaliku." Ucap Ling San.


" Akkhh, sialan. Teknik anak ini bahkan lebih berbahaya dengan kontrak darah." Batin Pria tersebut.


" Jika kau tidak ingin melakukan kontrak darah denganku pun, kau sudah menjadi bawahanku." Ucap Ling San.


" Arrggghh, Dasar bocah ke...."


" Arrrgggghhh"


Belum sempat menyelesaikan kalimatnya, pria itu berteriak dengan keras.


" Sudah cukup bicaranya. Aku sudah bosan mendengarmu bicara terus menerus." Ucap Ling San..


" Arrgghh, sangat memalukan. Bagaimana bisa aku dikalahkan oleh seorang anak kecil?" Tanya pria parubaya tersebut.


" Oh aku hampir lupa. kekuatan tidak akan menjamin kemenangan seseorang. Terkadang orang yang cerdik akan mengalahkan orang yang kuat." Ucap Ling San.


" Baik, waktumu sudah habis." Ucap Ling San..

__ADS_1


" Meledak" Ucap Ling San..


Tubuh pria parubaya tersebut berubah menjadi kristal. Lalu sesaat kemudian, pria itu meledak hingga hancur berkeping-keping, meninggalkan inti kristal yang melayang-layang.


" Tuan, inti kristal itu mungkin berguna." Ucap Long Qing melalui telepati.


" Benar sih. Tapi, inti elemen itu mau kuapakan?" Tanya Ling San..


" Menyempurnakannya. Aku yakin, jiwa orang itu, sudah hancur karena teknik tuan tadi." Ucap Long Qing..


" Aku tidak tahu, apakah inti elemen terdapat teknik kutukan atau tidak." Ucap Ling San.


" Kalau soal itu sangat mudah. Tuan teteskan darah tuan ke inti elemen itu." Ucap Long Qing.


Ling San kemudian mengikuti saran dari Long Qing. Dia melukai jarinya sendiri dan meneteskan darahnya ke inti elemen kristal tersebut.


Sesaat kemudian, inti kristal itu bersinar sangat terang. Lalu sesaat kemudian sinar itu menghilang dan memperlihatkan sebuah inti elemen yang menyatu dengan sempurna.


" Aku tidak menyangka menyempurnakan inti elemen kristal akan semudah itu." Ucap Ling San..


Umumnya, seorang kultivator dapat mengambil inti elemen kultivator lain. Baik menggunakan teknik khusus, mengambilnya secara paksa, maupun di berikan oleh kultivator pemilik elemen. Tapi, yang diambil biasanya adalah inti elemen tingkat dua, tingkat tiga atau tingkat empat. Hal ini di karenakan inti elemen yang merupakan hasil penyatuan dua elemen atau lebih memiliki kekuatan dua sampai empat kali lipat dari elemen dasar.


Ling San kemudian mengambil inti elemen kristal tersebut dan menyimpannya, lalu kembali melesat melanjutkan perjalanannya yang sempat tertunda.


" Tuan, yang dikatakan oleh pria tua yang tadi itu benar. batu yang tuan temukan tadi adalah batu ruang, yang dapat digunakan membuat sebuah cincin ruang, ataupun alat teleportasi. Sayangnya batu ini hanyalah batu tingkat rendah, jadi, hanya batu ini hanya bisa digunakan untuk membuat cincin ruang dengan luas 10m² sampai 30m² saja." Jelas Long Qing.


" Itu tidak masalah. Setelah bertemu dengan paman Qiong San, aku akan meminta paman mengajariku teknik formasi." Ucap Ling San.


" Itu ide yang bagus, karena jika mengandalkan Saudara Qiong saja, maka kita akan kesulitan." Ucap Long Qing.


" Paman sendiri ahli dalam bidang apa?" Tanya Ling San..


" Aku ahli dalam membuat senjata dan artefak, Hanzi Xuang ahli dalam alkimia, dan Liong Xiang sendiri ahli dalam hal pengobatan. " Jelas Long Qing.


" Kalau bibi Niu, ahli dalam bidang apa?" Tanya Ling San.


" Dia ahli dalam semua bidang. Belum lagi elemen apinya sangatlah kuat. Bahkan elemen api miliknya hampir sama kuatnya dengan elemen kristal milik tuan. Satu bola api miliknya dapat menerangi satu kekaisaran. Itulah mengapa dia dijuluki sebagai Burung Matahari sang pemilik cahaya" Jawab Long Qing.


" julukan Burung Matahari sang pemilik Cahaya memang cocok dengan bibi Niu." Ucap Ling San.


Saking asiknya mengonrol dengan Long Qing, Ling San sampai tidak menyadari jika dia sudah berada di gerbang kota.

__ADS_1


Ling San kemudian mendarat di tanah, dan mengantri seperti pengunjung yang lainnya.


" Maaf jika mengganggu perjalanan tuan muda." Ucap prajurit kota.


" Tidak masalah paman. Lakukanlah tugas saja paman dengan baik." Jawab Ling San.


" Kalau begitu tunjukkan lencana pengenalnya tuan muda." Pintah prajurit kota.


" Tanda pengenalku hilang paman." Jawab Ling San.


" Kalau begitu tuan muda harus membayar 3 koin perak untuk biaya masuk kedalam kota." Ucap penjaga.


" Baiklah, ini untuk paman." Ucap Ling San sambil menyodorkan satu koin emas kepada prajurit kota.


" Ini kebanyakan tuan muda." Ucap mereka.


" Tidak masalah. Sisanya buat paman saja." Ucap Ling San lalu berjalan masuk kedalam kota.


" Benar-benar pemuda yang dermawan." Ucap prajurit penjaga gerbang kota kristal.


" Hm, sepertinya aku harus menukarkan beberapa koin emas menjadi koin perak dan koin perunggu." Ucap Ling San.


" Keputusan tuan muda sangat tepat. Karena jika tuan muda menggunakan koin emas secara terus menerus dalam transaksi, maka hal itu akan mengundang para perampok." Ucap Long Qing.


" Paman, kalau boleh tahu, Apakah di kota ini ada tempat untuk menukarkan koin?" Tanya Ling San kepasa seorang pria.


" Tuan muda jalan lurus saja dari sini. Sekitar 500 meter dari sini, terdapat sebuah paviliun. Tuan muda dapat menukar koin di paviliun itu." Jawab pria tersebut.


" Terima kasih paman atas informasinya." Ucap Ling San.


" Sepertinya, tuan muda orang baru di sini." Ucap Pria tersebut.


" Benar paman. Aku baru saja sampai di kota ini." Jelas Ling San.


" Oh, pantas saja, tuan tidak tahu tempat menukar koin." Ucap pria tersebut.


" Kalau begitu, saya permisi paman." Ucap Ling San lalu berjalan sesuai dengan arah yang di tunjukkan oleh pria tersebut.


...****************...


Ok, Jangan lupa Like, Vote, subscribed, dan berikan saran dan kritiknya, readers yang budiman.

__ADS_1


__ADS_2