Kaisar Dewa Kristal

Kaisar Dewa Kristal
Chapter 68 Kembali ke Kekaisaran Yong


__ADS_3

Wusss


Wusss


Mereka bertiga kemudian muncul di rumah Ling San. Setelah itu, Ling San lalu mengendap-endap menuju ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Setelah itu, dia masuk ke kamarnya dan merebahkan tubuhnya di kasur.


Pagi Harinya, Ling San bangun dari tidurnya dan langsung menuju ke kamar mandi untuk mandi lalu sarapan pagi bersama ayah dan ibunya serta Ling Yue, dan Long Qiu. Sementara Long Qing dan Nih Qwang entah kemana.


" Ayah, ibu. Aku akan melanjutkan petualangan ku hari ini." Ucap Ling San.


" Secepat itu, San'er?" Tanya Ling Mei.


" Ya, ibu. Tapi ibu tenang saja. Aku akan kembali jika aku bosan." Ucap Ling San.


" Kakak. Apakah kakak tidak sayang lagi, denganku?" Tanya Ling Yue.


" Yue'er, jangan sedih. Lagi pula ada paman Long Qing dan bibi Niu yang akan menemani Yue'er." Ucap Ling San.


" Tapi, kakak harus kembali saat hari ulang tahunku." Ucap Ling Yue.


" Ya.. Kakak pasti akan kembali saat hari ulang tahunmu." Jawab Ling San.


" Qiu'er, juga jangan sedih. Anggap saja ini sebagai rumahmu sendiri." Ucap Ling San.


" Baik." Jawab Long Qiu.


" Ayah, ibu. Aku pamit dulu." Ucap Ling San lalu berjalan keluar dari rumahnya. Lalu menghilang.


Wusss


Ling San kembali muncul di kamar penginapan yang dia sewa dua hari yang lalu.


" Akkhh. Siapa kau?" Tanya seorang wanita.


" Lah, kau sendiri siapa? Aku sudah menyewa kamar ini dua hari yang lalu. Jadi, kamar ini masih milikku." Ucap Ling San.


" Pelayan bilang kamar ini kosong, jadi aku mengambilnya." Ucap wanita itu.


" Tapi, tetap saja kan, ini kamar sudah aku sewa" Ucap Ling San.


" Tidak kamar ini punyaku. Aku juga sudah membayarnya." Ucap Wanita itu.


" Dan jika kau tidak keluar, maka aku akan memanggil penjaga di penginapan ini untuk menangkapnya karena kau masuk di kamar wanita." Ucap Wanita.


" Terserah, kau saja. Kalau begitu aku pamit." Ucap Ling San lalu menghilang.


" Kayak, makhluk halus saja. Tapi, mana mungkin makhluk halus setampan dia?" Tanyanya.

__ADS_1


" Aijh, apa yang kau pikirkan Lu Lia. Sadarlah." Ucapnya.


" HM, baru kali ini aku melihat pemuda setampan dirinya, walaupun dia itu sangat dingin dan tidak tahu senyum." Ucapnya.


" Tch Dasar sialan. Entah kenapa aku tidak merasakan kehadiran wanita sialan itu. Andai saja dia bukan perempuan, maka aku tidak akan melarikan diri." Ucapnya sambil berjalan menjauhi Penginapan.


Ling San terus berjalan menuju ke gerbang kota. Dia berniat melanjutkan petualangannya di kota selanjutnya, yaitu ibu Kota kekaisaran. Karena memang, ibukota berada di pinggiran kekaisaran. Jadi, jika ingin kebertasan prajurit seseorang hanya melewati dua kota saja, yaitu Kota Langit, dan Kota Merak. Selain itu, jarak antara ibukota kekaisaran dengan Kota Merak hanya 100 km saja. Jadi, perjalanan menuju ke ibukota hanya memakan waktu satu hari saja jika menggunakan kuda, dan. setengah hari jika terbang.


Di tengah perjalanan, dia di hadang oleh kelompok bertopeng.


" Apa yang kalian inginkan?" Tanya Ling San.


" Oh, ternyata kau memiliki keberanian untuk bertanya lebih dulu." Ucap pemimpin kelompok itu.


" Katakan saja, apa keinginan kalian. Jangan membuang-buang waktuku." Ucap Ling San.


" Serahkan semua harta yang kau punya, dan kau boleh pergi " Ucap pemimpin kelompok itu.


" Minta saja sana kepada Dewa Neraka." Ucap Ling San lalu menyerang kelompok bertopeng itu.


Sreeekkk


Sreeekkl


Dua dari enam orang diantara mereka mati dengan kepala terputus. Tentu mereka sangat terkejut, karena mereka tidak dapat melihat serangan Ling San.


" Ya, tentu saja karena aku tidak akan pernah melepaskan orang yang berani menggangguku." Jawab Ling San Lalu melepaskan sebuah tapak kearah salah satu anggota kelompok bertopeng itu.


" Jika kalian masih berada di situ, maka kalian akan menyusul teman kalian ke neraka." Ucap Ling San.


" Baiklah, kau boleh lewat." Ucap pemimpin kelompok bertopeng itu.


" Pengganggu." Ucap Ling San lalu melesat meninggalkan kelompok bertopeng yang tersisa 3 orang saja.


Saat tengah hari, Ling San akhirnya sampai di ibukota kekaisaran Yong. Ibukota kekaisaran sangatlah ramai.


" 10 koin emas, dan kau boleh masuk ke dalam kota." Ucap penjaga gerbang kota


" Baiklah." Jawab Ling San.


" Kotanya saja yang makmur, tapi kualitas prajuritnya sangat rendah." Ucap Ling San saat dia melihat beberapa prajurit menyiksa beberapa orang penduduk.


" Bayar pajak, atau kau tinggalkan rumahmu dan seluruh harta yang kau punya kami sita." Ucap prajurit tersebut.


" Maaf, tuan. Uang satu perak saja kami tidak punya, bagaimana dengan membayar pajak yang setinggi langit itu?" Bantah beberapa penduduk.


" Dasar miskin. Bayar pajak hari ini, atau kau akan menjadi pelayan kami seumur hidupmu." Ucap prajurit itu.

__ADS_1


" Berhenti. Kenapa kalian menyiksa rakyat jelata seperti itu?" Tanya Ling San.


" Ini adalah perintah kaisar, dan kau tidak usah ikut campur." Jawab prajurit tersebut.


" Tapi, tetap saja. Kalian membuat mereka menderita." Ucap Ling San.


" Seingatku, yang ditagih pajak hanyalah seorang pengusaha saja, bukan rakyat biasa." Ucap Ling San.


" Pergilah atau kami..."


" Atau apa?" Tanya Ling San yang memotong ucapan prajurit itu.


" Atau kami akan menangkapmu dan membawamu kehadapan yang mulia kaisar." Ucap Prajurit itu.


" Oh, aku tidak takut." Ucap Ling San.


Swuuuss


Booommm


Sesaat kemudian, kedua prajurit itu melepaskan serangan kearah Ling San. Untungnya, serangan itu dapat di halau oleh Ling San.


" Cihh. Kau sama sekali tidak memiliki hak untuk melawan." Ucap salah satu prajurit itu.


" Oh, maaf saja. Aturan itu tidak berlaku untukku." Ucap Ling San lalu melemparkan dua buah jarum kearah kedua prajurit itu.


" Sekarang giliran kalian untuk menjadi manusia biasa." Ucap Ling San lalu membentuk segel tangan.


" Akkkhhhh"


Kedua prajurit itu pun berteriak keras saat jarum akupuntur delapan bintang menghancurkan kultivasi mereka.


Perlahan-lahan, kultivasi mereka berdua turun hingga akhirnya hilang, seiring dengan hancurnya dengan dantian mereka.


" Akkhhh." Kedua prajurit itupun berguling-guling di tanah saat dantian mereka di hancurkan.


" Ini, ambillah. Gunakan uang ini untuk membuat sebuah usaha agar hidup kalian tidak susah seperti ini." Ucap Ling San lalu memberikan satu kantong koin kepada warga yang disiksa sebelumnya.


" Terima kasih tuan." Ucap beberapa warga.


" Tidak masalah." Balas Ling San lalu pergi.


" Kota ini, bahkan lebih parah dari ibukota kekaisaran Sui." Ucap Ling San. Dimana pinggiran ibukota kekaisaran Yong di penuhi oleh pemukiman kumuh dan semuanya adalah manusia biasa.


" Dasar pemimpin yang tidak bertanggung jawab." Ucap Ling San.


" Hei anak muda. Apakah kau berminat bergabung dengan sekte Gunung Salju?" Tanya seorang pria parubaya.

__ADS_1


" Maaf, tuan. aku tidak tertarik." Jawab Ling San dengan halus.


__ADS_2