
" Kita akan memikirkan itu nanti. Yang jelasnya kita fokus pada istana kekaisaran dulu." Ucap Ling San " " Hm, sebaiknya istana utama berada di tengah saja. di timur barak militer dan tempat prajurit beristirahat,
dan barat kediaman para petinggi kekaiasaran, selatan taman istana, dan untuk kediamanku dibangun di utara saja." Ucap Sui Chu.
" Baik pangeran." Jawab para pekerja.
" Oh, iya. Kawah mau kita apakan?" Tanya Ling Dan.
" Aku juga tidak tahu." Jawab Sui Chu.
" Bagaimana kalau kita jadikan kawah ini sebagai kolam?" Tanya Ling San.
" Iya juga ya. Lagipula, mata air sudah memuncrat dari dalam tanah." Ucap Ling Hou.
" Mata airnya terlalu kecil. Bagaimana kalau kita perbesar?" Tanya Ling San.
" Itu ide yang bagus." Jawab Sui Chu.
Mereka berdua lalu melompat kedalam kawah tersebut lalu mulai memperbesar mata air itu dengan menggalinya atau membuat sebuah ledakan agar kawah itu semakin dalam.
Swuusss
Sesaat kemudian, air memuncrat dari dalam tanah setelah mereka menggali sedalam 200 meter. mata.
Semakin lama, air yang memuncrat semakin banyak, hingga akhirnya membentuk sebuah air mancur.
" Mungkin setelah dua sampai empat bulan, kawah ini akan penuh dengan air." Ucap Sui Chu.
" Sepertinya fondasinya sudah kokoh. Ayo lanjutkan dengan membuat dindingnya." Ucap arsitek memberi instruksi.
" Ingat. Lakukan sesuai dengan yang sudah di rencanakan." Lanjutnya.
" Baik." Jawab para pekerja.
" Sepertinya mereka butuh istirahat. Lagi pula, tidak semua dari mereka itu seorang kultivator." Ucap Sui Chu.
" Maafkan aku pangeran. Aku hampir melupakan hal itu." Ucap Arsitek.
" Tidak apa-apa. Tapi, ingat. Jangan mengulanginya lagi." Ucap Sui Chu.
" Semuanya. Waktunya istirahat." Panggil Arsitek tersebut.
Mendengar itu, semua pekerja menghentikan pekerjaan mereka dan beristirahat.
Para warga yang mengetahui ada pembangunan istana kekaisaran yang baru sangat antusias. Mereka lalu membantu menyiapkan makanan untuk dimakan oleh para pekerja.
Tiga bulan berlalu dengan cepat, dan pembangunan istana utama sudah hampir selesai. kini tinggal membangun bagian atap, pintu serta beberapa bagian lagi.
" Pangeran, singgasananya diletakkan dimana?" Tanya Arsitek.
" Latakkan saja di bagian selatan istana utama." Jawab Sui Chu.
__ADS_1
" Baik pangeran." Jawab arsitek itu lalu masuk kedalam istana dan mulai mengarahkan para pekerja.
" Ingat, jangan sampai letaknya salah." Ucap Arsitek itu.
" Baik, kami mengerti." Jawab para pekerja.
" Nah, sekarang letakkan kursi yang lebih kecil dengan posisi berjejeran di bagian kanan dan kiri." Ucap Arsitek tersebut.
" Baik." Jawab para pekerja lalu mulai menyusun kursi yang terbuat dari batu giok itu secara berjejer dibagian kiri dan kanan istana utama atau aula.
" Lanjutkan. Aku akan melihat pembangunan bagian atap istana." Ucap Arsitek itu lalu keluar.
Pembangunan terus di lakukan. Terkadang mereka diberi waktu istirahat selama 3 sampai 5 hari. Lalu pembangunan dilanjutkan kembali.
2 bulan kembali berlalu, dan kini bangunan istana utama sudah selesai. dibagian pintu istana, terdapat ukiran matahari yang bersinar.
" Wow, istana yang sangat indah." Ucap Sui Chu.
" Istana ini memang sangat indah."" Ucap Lui Long.
" Kawah itu juga hampir terisi penuh." Ucap Ling San.
" Sebaiknya, para pekerja diistirahatkan selama beberapa hari dulu. Lihatlah mereka terlihat sangat lelah. Terutama pekerja yang merupakan manusia biasa." Ucap Ling San.
" Ok. Kalian semua boleh beristirahat selama satu minggu. Lalu kembali lagi melanjutkan pekerjaan kalian." Ucap Sui Chu.
" Baik, terima kasih pangeran." Ucap mereka.
Wusss
Wusss
Wusss
Sesaat kemudian, dua orang pemuda dan seorang gadis centik mendarat tak jauh dari tempat Ling San berdiri. Kedatangan keempat orang itu membuat semua orang yang ada di sana menjadi waspada.
" Kakak." Panggil Ling San..
" Hei, adik lama tidak bertemu." Ucap Ling Wu.
" Apakah disini pernah terjadi pertempuran?" Tanya Ling Fei.
" Ya. Aku dan kak Sui Chu bertarung dengan para iblis beberapa bulan yang lalu." Jawab Ling San.
" Iblis. Tiga bulan yang lalu, kami bertiga juga bertarung dengan para iblis, di dekat lembah tengkorak." Ucap Ling Fei.
" Bukan hanya itu, sebelum di lembah tengkorak, aku sempat bertarung dengan beberapa orang iblis di hutan kabut ungu." Ucap Ling Guang.
" Itu berarti, para iblis sudah ada dimana-mana." Ucap Sui Chu.
" Iblis yang kami lawan mampu menghisap serangan kami dan mengembalikannya dua kali lipat dari serangan asli." Ucap Ling Wu.
__ADS_1
" Berarti, portal teleportasi mereka ada di seluruh benua awan biru." Ucap Ling San.
" Begini, saja. kalian carilah portal penghubung mereka dan segel portal itu. Jika kalian mampu untuk menghancurkan, kalian hancurkan saja portal itu." Ucap Ling Dan.
" Baik paman." Jawab mereka bertiga.
" Apakah kakak akan pergi lagi?" Tanya Ling San.
" Ya. lebih cepat lebih bagus." Jawab Ling Wu.
" Bagaimana denganmu?" Tanya Ling Fei.
" Aku akan pergi juga. Tapi, setelah urusan disini selesai." Jawab Ling San.
" Baiklah. Sampai ketemu lagi adik." ucap Ling Wu.
Wussss
Sesaat kemudian, mereka bertiga menghilang dan lenyap dari pandangan.
" Aku tidak menyangka, jika klan Ling melahirkan generasi emas." Ucap patriak Suyang Ceung.
" Itu benar." Ucap patriak klan Yue.
" Wow, kali ini klan Ling akan menjadi klan terkuat di kekaiasaran Sui." Ucap patriak klan Suchang.
" Kalian ada-ada saja. Pemuda dari klan Suyang, Suchang, dan Lui serta klan Yue tak kalah hebat." Ucap patriak Ling Dan.
" Ya, seperti biasanya, patriak klan Ling selalu merendah." Ucap patriak Lui Long.
" Kalian bisa saja." Ucap Ling Hou.
Saru minggu kemudian, para pekerja kembali melanjutkan pekerjaan mereka. Mereka semuat terlihat bersemangat untuk kembali bekerja.
" Baiklah. Ingat tugas masing-masing." Ucap Arsitek memberi arahan..
" Baik." Jawab para pekerja lalu mulai bekerja sesuai dengan tugas yang diberikan. Tak lama setelah mereka datang, semua bahan bangunan juga datang.
Mula-mula, mereka membangun fondasi dengan kokoh terlebih dahulu. lalu mulai membangun dinding.
" Bagus. Lakukan secara perlahan saja. Tapi dengan hasil yang maksimal, tidak usah bekerja dengan terburu-buru." Ucap Arsitek itu.
Semua pekerja kemudian mengangguk, dan kembali bekerja. Mereka bekerja sama mengerjakan pekerjaan mereka. Sesekali, mereka terlihat bercanda hingga tertawa, selain itu sambil bekerja,.mereka juga terkadang bercerita.
" Mungkin setelah barak militer selesai dibangun, kita harus membayar gaji mereka." Ucap Ling San.
" Itu juga yang aku pikirkan. Jika pembayaran gaji mereka ditunda, takutnya mereka tidak dapat membeli kebutuhan mereka." Ucap Sui Chu.
" Semangat semuanya. Setelah pembangunan barak militer selesai. Maka gaji kalian akan dibayar." Ucap Ling San.
Mendengar itu, para pekerja menjadi lebih semangat lagi untuk bekerja. Bahkan beberapa diantara mereka ingin membeli sumber daya untuk meningkatkan kultivasi mereka, tapi karena kekurangan dana, maka mereka tidak dapat membeli sumber daya yang mereka butuhkan.
__ADS_1