
Booooooommmm
Booooooommmm
Booooooommmm
Para prajurit dewa dan pasukan Aegis menghancurkan para Cyclops dengan gagah berani, walaupun sudah banyak anggota mereka yang mati akibat berperang selama berhari-hari.
" Hei, kau jenderal kelima. Apakah kau hanya ingin menonton saja?" Tanya Long Qing.
" Walaupun kau tahu, kau tetap akan menjadi mangsaku." Ucapnya lalu melesat kearah Long Qing.
" Biarkan aku melawannya." Pintah Yin Long.
" Baiklah." Jawab Long Qing.
" Hei apakah kau bercanda atau bermain-main denganku dewa naga?" Tanya Jenderal ke-5.
" Memangnya apa masalahmu?" Tanya Long Qing.
" Aku ingin melawanmu, bukan melawan naga lemah sepertinya." Jawabnya.
Boooooommmm
Tak lama kemudian, sebuah cakar naga es menghantam tubuh jenderal ke-5. Cakar naga es itu membuat jenderal ke-5 terdorong beberapa meter.
" Kau boleh juga. Aku akan menjadikanmu sebagai mainanku." Ucap Jenderal ke-5.
" Siapa yang mau menjadi mainanku sialan?" Tanya Yin Long lalu mendaratkan tinjunya ke dada Jenderal ke-5.
" Seribu tapak es" Ucap Yin Long.
Swuuuusss
Booooooommmm
Boooooommmm
Booooooommmm
Boooooommmm
Boooooommmm
Ledakan-ledakan besar pun terdengar saat seribu tapak menghantam tubuh Jenderal ke-5 terus menerus.
" Nafas naga es." Ucapnya lalu tiba-tiba saja, Yin Long meniupkan badai es dari mulutnya sehingga membuat jenderal ke-5 membeku.
" Tapak beku." Ucap Yin Long.
Swuuuuusss
Booooooommmm
" Ukkhuuukkk, bocah ini tidak memberiku kesempatan untu.."
Booooooommmm
Belum sempat dia menyelesaikan kalimatnya, sebuah tapak kembali menghantam tubuhnya sehingga jenderal ke-5 tersungkur ke tanah.
" Sialan, biarkan ak..."
" Hantaman gunung es." Ucap Yin Long yang tidak mengindahkan ucapan Jenderal ke-5.
Booooooommmm
Ledakan besar kembali terdengar saat gunung es menghantam tubuhnya. Hal itu membuatnya memuntahkan seteguk darah dari mulutnya.
" Ciihh, dasar naga si*lan.
Wuuuussssss
Syuuuuutttt
Syuuuuutttt
Syuuuuutttt
Sebelum Jenderal ke-5 bangkit, Yin Long kembali melepaskan ratusan jarum es kearah jenderal ke-5. Jarum-jarum itu menancap didada, kaki, perut, dan kedua tangan serta kakinya.
" Apakah ada pertanyaan?" Tanya Yin Long.
" Sial, bagaimana bisa kau menyerang tanpa berhenti?" Tanya Jenderal ke-5.
" Tanyakan itu kepada Dewa kematian." Jawab Yin Long lalu membentuk elemen esnya menjadi pedang lalu menebas kepala Jenderal ke-5.
__ADS_1
" Selesai." Ucap Yin Long.
" Cepat sekali" Ucap salah satu komandan dewa.
" Sangat cepat, bahkan dia tidak membiarkan Jenderal membalas serangannya." Ucap salah satu komandan Cyclops, Kykop.
" Sreeeeeekkk"
karena Kykop lebih fokus kepada Yin Long, sebuah tebasan mengenai kepalanya, sehingga kepalanya menggelinding ditanah.
Di Alam Langit...
Triiiiiiinnnngggg
Triiiiiiinnnngggg
Triiiiiiinnnngggg
Ling San dan Xue Yong masih terus bertarung diudara. Mereka sudah bertarung selama berhari-hari, tapi tidak ada yang mau kalah.
" Heh, menyerahlah, dan tunuduklah padaku." Ucap Xue Yong dengan sombongnya.
" Enak saja. memangnya kau siapa?" Tanya Ling San.
Swuuuuusss
Booooooommmm
Ling San lalu melesatkan sebuah serangan kearah Xue Yong. Serangan yang tiba-tiba itu membuat Xue Yong hampir jatuh ditanah.
" 8 jenderalku sudah mati." Gumam Xue Yong.
" Kan bagus. Dengan begini kekuatanmu akan berkurang drastis." Ucap Ling San dibelakang Xue Yong.
" Tapak kristal." Ucap Ling San.
" Tapak api hitam." Ucap Xue Yong.
Swuuuusss
Boooooommm
Kedua jurus itu kemudian bertabrakan diudara sehingga ledakan besar kembali terdengar dilangit. Jika, dilihat dari bawah, mereka berdua tampak seperti dua sinar yang saling bertabrakan satu sama lainnya.
" Kali ini, aku akan serius melawanmu." Ucap Xue Yong. Tubuh Xue Yong lalu diselimuti oleh asap merah kehitaman. Lalu, tak lama kemudian, dua buah tanduk muncul diatas kepala Xue Yong, sepasang sayap kelelawar muncul di punggung Xue Yong, serta matanya yang awalnya hitam, menjadi merah.
" hm, Mode dewa matahari." Ucapnya Xue Yong.
Swuuuuusss
Booooooommmm
Booooooommmm.
Booooooommmm
Booooooommmm
Mereka berdua kemudian melesat dan bertarung dilangit dengan kecepatan penuh. Jika ledakan-ledakan sebelumnya tidak terlalu besar, kini ledakan-ledakan yang tercipta menimbulkan ledakan besar.
" Cahaya pelangi tujuh warna." Ucap Ling San.
" Iblis pelahap." Ucap Xue Yong.
Swuuuuusss
Booooooommmm
Ledakan besar kembali terfengar saat kedua jurus itu bertabrakan di langit. Hanya dalam lima menit, mereka sudah bertukar puluhan serangan.
Swuuuusssss
Lalu, tak lama kemudian, mereka berdua menghilang dari langit dan pindah tempat ke dimensi lain.
" Nah, Bertarung di sini lebih baik." Ucap Xue Yong.
" Terserah kau saja." Ucap Ling San lalu melesat dan kembali bertukar serangan dengan Xue Yong.
" Kristal matahari." Ucap Ling San.
" Api pelahap samudra." Ucap Xue Yong.
Swiiiissss
Booooooommmm
__ADS_1
Ledakan besar kembali terjadi saat kedua jurus itu berbenturan. Dalam sekejap saja, dimensi itu sudah luluh lantak dan hancur akibat pertarungan mereka. Tapi, mereka tidak mempedulikan dimensi itu. Mereka terus bertarung tanpa melihat kehancuran yang disebabkan oleh pertarungan mereka.
" Lama-lama aku bosan bertarung denganmu. Lebih baik aku bertarung dengan Dewa matahari yang dulu dari pada bertarung denganmu yang tidak pernah kelelahan." Gerutu Xue Yong.
" Kau pikir masa lalu akan sama dengan zaman ini?" Tanya Ling San.
" Aku tahu itu." Ucap Xue Yong sambil terus bertarung.
Wuuusssss
Wuuusssss
Xue Yong kemudian memecah dirinya menjadi lima. Dia berniat mengeroyok Ling San menggunakan bayangannya.
" Aku juga bisa." Ucap Ling San lalu mengeluarkan lima bayangannya juga.
Swuuuuuusssss
Booooooommmm
Booooooommmm
Booooooommmm
Booooooommmm
Ledakan-ledakan keras kembali terdengar disegala sisi dimensi itu. Dimensi yang tadinya hancur menjadi semakin hancur.
Swuuuuusss
Xue Yong lalu berpindah kembali kedimensi lainnya, dan kembali bertarung disana.
Triiiiiiinnnngggg
Triiiiiiinnnngggg
Triiiiiiinnnngggg
Kini, mereka berdua kembali bertarung menggunakan senjata berupa tombak, sehingga ledakan-ledakan besar berganti dengan dentingan logam yang sangat berisik.
" Naga kristal."
" Gagak darah."
Roarrrrgghhh
Kwaaaaakkk
Dhuarrrrrr
Ledakan kembali terdengar saat kedua jurus mereka saling berbenturan. Ledakan itu membuat dimensi itu hancur dalam sekejap.
" Ciiih, aku membuat dimensi ini selama bertahun-tahun, tapi kau malah menghancurkannya dalam sekajap." Ucapnya.
" Lah, kau sendiri yang menghancurkannya, karena kau membawaku kesini dan Bertung di sini." Ucap Ling San.
Triiiinnggggggg
Dhuarrrrrr
Dentingan logam dan ledakan besar terdengar secara bersamaan. Kini, tombak Ling San yang tadinya berwarna emas, berubah menjadi putih.
" Sial, kau jangan menggunakan petir putih itu disini." Ucap Xue Yong.
" Bodoh amat." Ucap Ling San lalu memutar tombaknya.
Traaarrrrrkkkk
Traaarrrrrkkkk
Traaarrrrrkkkk
Dhuarrrrrr
Dhuarrrrrr
Dhuarrrrrr
Petir putih menyambar di dalam dimensi itu. Petir itu menghancurkan dimensi itu dengan cepat.
Swuuuuusss
Booooooommmm
Tak lama kemudian, ledakan besar kembali terdengar dan dimensi itupun hancur berkeping-keping akibat petir putih itu.
__ADS_1
" Kau petir putih, aku petir hitam." Ucapnya lalu menggunakan elemen petir hitam.