
" Ha..ha..ha..ha..ha... di sini bukan tempat bermain bocah." Ucap salah satu tetua.
" Aku tidak bermain. Aku hanya memasukkan sesuatu kedalam tubuh kalian." Ucap Ling San sambil menggerakkan tangannya membentuk segel tangan.
" Segel kristal suci." Ucap Ling San.
" Arrrgghhhhh"
Sesaat kemudian, sekitar 5 orang tetua berteriak kesakitan akibat segel yang di buat oleh Ling San menjadi segel.
Tak sampai di situ, Ling San lalu membentuk segel tangan lagi, dan sasaat kemudian, seluruh tubuh tetua tersebut berubah menjadi kristal, tapi, kristal itu menggunakan unsur tanah agar tetua sekte cahaya roh tidak menyadarinya.
Lalu, tubuh kelima tetua itu kemudian hancur menjadi serpihan-serpihan kristal. Lalu, kristal itu menghilang dan menyatu dengan tanah
Sementara itu, Ling Wu, Ling Guang dab Ling Fei juga sudah membunuh 5 orang tetua sehingga yang tersisa hanya patriak sekte dan tetua agung saja.
" Patriak. Apa yang harus kita lakukan sekarang?" Tanya tetua agung.
" Hm, sebaiknya kita ulur waktu hingga pasukan kekaisaran datang kesini. Agar mereka berlima di tangkap oleh prajurit kekaisaran." Jawab Patriak Yong Lie
" Kalian semua melakukan kesalahan yang besar karena telah datang kesini." Ucap tetua agung.
" Aku mana peduli. Lagi pula tujuanku kesini sudah tercapai, dan sekarang tinggal menghancurkan sekte busuk kalian ini." Ucap Ling San.
" Kak. Ayo kita pergi." Ucap Ling San.
" Baik." Jawab mereka berempat.
Mereka berlima kemudian melayang di udara tepat diatas sekte cahaya roh.
Ling San kemudian memasang formasi ilusi yang menutupi sekte. Selain itu dia juga memasang formasi pedang di seluruh wilayah sekte pedang.
" Formasi apa yang kau pasang?" Tanya Ling Fei.
" Formasi ilusi dan formasi pedang." Jawab Ling San.
" Hm, bagaimana kalau kita kembali ke klan untuk memberi kejutan kepada paman Ling Dan?" Tanya Ling San.
__ADS_1
" Hm, ide yang bagus. Lagi pula aku juga sudah merindukan ayah dan ibuku." Jawab Ling Feng.
Ling San kemudian membuat sebuah segel tangan, lalu sebuah portal terbentuk diatas kepala mereka berempat. portal itu kemudian menarik mereka dan membawa mereka ke klan Ling. Sementara Ling San sendiri merobek ruang menuju ke klan Ling.
Wusss
Wusss
Mereka berlima kemudian mendarat di klan Ling satu persatu. Dimulai dari Ling Feng, Ling Wu, Ling Guang, Ling Fei dan terakhir Ling San. Kemunculan mereka berlima membuat para tetua klan terkejut dan hampir menyerang mereka. Pasalnya, mereka semua muncul di aula klan saat patriak dan para tetua sedang mengadalan rapat.
" Aish, kau ini. kenapa kau menteleportasikan kami di aula klan?" Tanya Ling Wu.
" Maaf kak. Pasalnya, yang aku bayangkan hanya aula klan." Jawab Ling San sambil menggaruk-garuk kepalanya. .
" Paman. Apakah paman mengenalinya?" Tanya Ling San sambil menunjuk kearah Ling Feng.
" Fe..Feng'er. Kau Feng'er putraku." Ucap Ling Dan lalu berlari dan memeluk putranya dengan erat.
" Ayah. Aku merindukanmu." Ucap Ling Feng lalu membalas pelukan Ling Dan.
" Ibumu pasti senang saat dia tahu kalau kau sudah kembali." Ucap Ling Dan.
Setelah berpelukan selama beberapa saat, mereka berdua kemudian melepaskan pelukan mereka.
" Paman, masih ada yang ingin aku katakan kepada paman." Ucap Ling San.
" Apa itu, San'er?" Tanya Ling Dan.
" Saat aku di kota matahari, Seorang pelayan membawaku ke sekte matahari." Ucap Ling San.
" Tunggu, bukankah sekte itu sudah menghilang puluhan tahun yang lalu?" Tanya Ling Hou.
" Dengar dulu ayah. aku belum selesai bicara." Ucap Ling San
" Sekte matahari di dirikan oleh Leluhur Ling Gui. Dan sekte itu di lindungi oleh semacam formasi yang membuat tempat sekte itu berdiri hanya hutan belantara." Jelas Ling Gui.
" Sekarang sekte itu di pimpin oleh kakek Ling Yuan, keturunan keempat dari leluhur Ling Gui." Jelas Ling San.
__ADS_1
Semua orang terkejut mendengar nama Ling Gui. Leluhur yang pergi dari klan 400 tahun yang lalu, dan tak pernah kembali lagi, sehingga semua anggota klan dimasa itu menganggapnya telah mati. Tapi, siapa sangka dia masih hidup dan bahkan mendirikan sebuah sekte.
" Sekte matahari memiliki sekitar 5 juta murid. Tapi, aku tidak tahu di tingkatan apa saja murid sekte matahari. Yang jelasnya jumlah mereka melebihi jumlah prajurit kekaisaran." Jelas Ling San.
" Kau tidak berbohong kan?" Tanya Ling Dan.
" Iya San'er. Leluhur Ling Jin dan Ling Ruan saja tidak dapat menemukan jejak leluhur Ling Gui." Ucap Ling Dan.
" Kalau paman dan ayah tidak percaya, aku akan membawa ayah dan paman bertemu dengan leluhur Ling Gui.," Jawab Ling San.
" Baiklah, kami percaya padamu." Ucap Ling Dan.
" Seandainya leluhur Ling Jin masih ada, mungkin dia akan bangga padamu karena telah menemukan leluhur Ling Gui." Ucap Ling Dan.
" Ya, leluhur Ling Gui juga ingin bertemu mereka, tapi, tidak ada yang tahu keberadaan mereka. Entah mereka sudah mati atau mereka berada di alam dewa." Ucap Ling San.
" Semoga saja mereka kembali ke klan." Ucap Ling Hou.
Sementara itu, di tempat yang sangat jauh dari klan Ling terdapat dua orang pria parubaya yang sedang berkultivasi. Dilihat dari umurnya, salah satu pria berumur 250 tahun, dan yang satunya lagi berumur 170 tahun. Mereka membuka mata mereka karena merasakan sebuah aura yang sangat mereka kenal.
" Ada apa ayah?" Tanya pria berjubah biru.
" Aku tidak tahu. Tapi, giok jiwa yang diberikan kakekmu tiba-tiba menyala." Jawab pria yang satunya lagi.
" Maksud ayah, leluhur sudah kembali?" Tanya pria berjubah biru.
" Aku tidak tahu. Tapi, yang jelasnya dua masih hidup." Jawab pria berjubah ungu.
" Apa, sebaiknya kita kembali saja ke klan. Aku merasa akan ada sesuatu yang terjadi kepada klan." Ucap pria yang satunya lagi.
" Kau benar. Aku juga berniat melatih generasi penerus klan, yang pastinya dia adalah cucu dari Ling Sin." Ucap pria yang tak lain adalah Ling Jin sementara yang satunya adalah Ling Ruan.
Mereka saat ini berada di sebuah daratan yang terpisah dari daratan awan biru. Daratan atau benua itu sendiri di temukan oleh Ling Jin saat dia pergi mencari leluhur Ling Gui, kemudian disusul oleh Ling Ruan. Daratan itu mereka beri nama benua Surgawi . Dan energi alam di sana sangatlah padat empat kali lebih padat dari energi alam di benua awan biru. Sekitar 100 tahun saat Ling Jin sampai di benua langit, orang-orang mulai berdatangan. dan membentuk sebuah kekaisaran tunggal yang di beri nama kekaisaran Surgawi. Dan Ling Jin sendiri adalah kaisar surgawi yang pertama.
" Jika kita kembali, siapa yang akan menjaga kekaisaran ayah?" Tanya Ling Ruan.
" Kau tidak perlu khawatir. Tidak akan ada yang berani menjadi kaisar tanpa persetujuan ayah." Ucap Ling Jin.
__ADS_1
" Kalau begitu ayo kita pergi." Ajak Ling Ruan.