
Ling San kemudian memakan apel bintang yang ada ditangannya hingga habis tak tersisa. Lalu, apel bintang yang sudah dimakan oleh Ling San kemudian berubah menjadi energi yang sangat besar yang melewati semua meridiannya menuju kedantiannya.
Sesaat kemudian....
Booommm
Booommm
Booommm
Booommm
Booommm
Booommm
Booommmm
Dhuaarrrrrr
Terdengar suara ledakan teredam sebanyak tujuh kali, dan satu kali suara ledakan. Ledakan itu membuat tubuh Ling San tercabik-cabik menyisakan jiwanya yang berwarna ungu pucat.
Lalu, perlahan-lahan, tubuhnya kembali terbentuk. Mulai dari kaki, betis, hingga tubuhnya utuh. Hal itu merupakan hal yang lumrah terjadi ketika seorang kultivator menembus ranah dewa fana. Dimana tubuh manusia biasa miliknya akan dihancurkan dan tubuh baru akan dibentuk lagi.
Belum sampai di situ, energi dari apel bintang itu masih banyak. Energi itu kemudian bergejolak yang menandakan jika Ling San ingin menerobos lagi.
Booommm
Booommm
Booommm
Booommm
Booommm
Terdengar suara ledakan teredam sebanyak lima kali dari dalam tubuh Ling San. Kini kultivasinya meningkat keranah dewa Fana bintang 6. Sementara sisa energi dari buah itu dia gunakan untuk memperkuat fondasi kultivasinya, dan meningkatkan kekuatan jiwanya ketahap dewa puncak.
Sesaat kemudian, Ling San membuka matanya dengan senyum puas.
" Tuan, bersiaplah. Petir pertama akan segera datang." Ucap Long Qing
Jedarrrrr
Booommm
Benar saja. Sesaat setelah Long Qing menyuruh Ling San bersiap-siap, petir pertama langsung menyambar. Petir itupun bukan petir biasa melainkan petir putih.
Jedarrrrr
Boooommm
Petir kedua kembali menyambar Ling San sehingga membuat dia kesal.
" Dasar petir sialan. Aku akan menyerapmu dan menjadikanmu sebagai inti elemen." Ucap Ling San dengan kesal..
Merespon ucapan Ling San, petir itu kemudian membentuk sebuah wajah dan menertawakan Ling San..
" Dasar petir sialan." Umpat Ling San karena diejek.
Jedarrrr
Booommm
__ADS_1
Petir ketiga menyambar Ling San. Kali ini Ling San sudah siap, dan menyerap energi dari petir putih menjadikannya inti elemen.
Jedarrrr
Boooommm
petir keempat kembali menyambar Ling San. Ling San tidak menyia-nyiakan energi petir itu. Dia kembali menyerapnya untuk menjadikannya inti elemen petir.
" Aish, tuan ini ada-ada saja. Jika kaisar langit tahu tuan memiliki elemen petir tanpa menyatukan tiga elemen, entah apa yang akan dikatakannya." Ucap Long Qing sambil geleng-geleng kepala
Jedarrrr
Booommm
Petir kelima kembali menyambar Ling San. Dan kali ini, inti elemen petirnya sudah sempurna. Dan Langit kembali cerah..
" Huh, dasar petir sialan." Ucap Ling San..
Jedarrr
Booommm
Satu sambaran petir putih menyambar tubuh Ling San sehingga membuat dia semakin kesal
" Dasar petir b********t. Apakah kau bisa berhenti mempermainkanku.?" Tanya Ling San dengan kesal..
Jedarrrrrrrr
Booommmm
Satu sambaran lagi mengenai tubuh Ling San, hingga membuat dia yang tadinya kesal menjadi marah. Sementara itu, dilangit petir putih itu membentuk sebuah wajah lagi yang sedang tertawa mengejek Ling San.
Sementara itu, Long Qing dan Niu Qwang trtawa terbahak-bahak melihat Ling San dipermainkan oleh petir surgawi.
" Kau benar. Dan sepertinya, petir itu menyukai tuan." Ucap Niu Qwang.
" Itu benar juga. Selama ini, aku baru melihat petir surgawi mempermainkan seseorang, dan itu adalah tuan kita sendiri." Ucap Long Qing..
Jika Long Qing dan Niu Qwang tertawa bahagia, Lain halnya dengan para anggota klan Ling. Mereka dikejutkan dengan kemunculan petir putih yang legendaris. Jika biasanya petir kesengsaraan sesworang adalah petir ilahi yang berwarna merah, maka lain halnya dengan petir kesengsaraan Ling San yang berwarna putih.
" Siapa yang berhasil memanggil petir surgawi?" Tanya tetua pertama.
" Hm, siapa lagi, kalau bukan Ling San. Hanya dia yang memiliki potensi untuk menembus ranah dewa fana. Selain Ling San, keempat anak lainnya juga berpotensi memanggil petir itu." Jelas Ling Jin..
" Tapi, kenapa petir itu kelihatan sangat bahagia dan sepertinya dia sedang mengejek seseorang?" Tanya patriak Ling Dan..
" Aku juga tidak tahu." Jawab Ling Jin.
Kembali ke Ling San...
" Hah, tidak sia-sia petir itu menyambarku." Ucap Ling San.
" Ternyata ada untungnya petir itu menyambarku. Sekarang aku memiliki elemen petir." Ucap Ling San.
ZZZZZ
Petir surgawi kembali menyambar Ling San, hal itu membuat seluruh tubuhnya menjadi hangus.
" Hah, dasar petir sialan. Apakah kau tidak bisa membiarkanku senang?" Tanya Ling San.
" Hai, adik. Ada apa? Kenapa kau memarahi petir?" Tanya Ling Feng.
" Hah, ini kak. Petir putih sialan itu mempermainkanku dari tadi." Jawab Ling San.
__ADS_1
Dilangit, sebuah wajah terbentuk lagi, kini ekspresinya sedang mengejek Ling San.
" Nah, kakak lihat sendiri kan. Petir itu sedang mengejekku." Ucap Ling San.
" Sudahlah. Biarkan saja. Lebih baik kau ganti bajumu." Ucap Ling Feng.
" Baiklah kak." Jawab Ling San lalu berjalan menuju kekamar mandi untuk mengganti bajunya.
Sementara itu....
Swuuusssss
Jedarrrrrr
Booommmm
Petir berwarna ungu menyambar Ling Wu. Hal ini menandakan jika dia sudah menembus ranah dewa.
Jedarrrrr
Boommm
Jedarrrr
Booommmm
Jedarrrrr
Booommm
Tiga sambaran beruntun kembali menyambar Ling Wu dengan ganas. Jika petir kesengsaraan Ling San jahil dan suka mempermainkan Ling San, maka petir kesengsaraan Ling Wu terlihat sangat ganas dan tanpa ampun.
" Hah, akhirnya menerobos ranah dewa bintang 4" Ucap Ling Wu.
Bajunya nampak sobek, dan sekilas dia tampak seperti seorang pengemis, dengan wajah yang gosong dan rambut berdiri akibat disambar petir.
Di tempat lain...
Jedarrrr
Booooommm
Petir terakhir menyambar tubuh Ling Guang yang membuat dia tersungkur ditanah. Tapi sesaat kemudian, dia berdiri dan menepuk pakaiannya yang kotor.
Kini kultivasinya sudah menembus ranah dewa fana bintang 3.
" Hah, akhirnya selesai juga. Walau terasa sangat menyakitkan." Ucap Ling Guang.
Jedarrrr
Jedarrrr
Booooommm
Petir yang sama juga menyambar tubuh Ling Fei. Sambaran itu merupakan sambaran itu merupakan sambaran terakhir. Dan langit kembali menjadi cerah.
" Huh." Ling Fei menghembuskan nafas kasar sambil menahan sangit disekujur tubuhnya akibat sambaran petir ungu tersebut. Kultivasinya pun sudah menembus Ranah dewa Fana bintang 1.Lalu, Ling Fei kemudian menuju kekamarnya dan membersihkan tubuhnya dan memakai pakaian yang baru.
Sementara itu, Ling San sedang berlatih mengendalikan elemen petir yang baru saja dia dapatkan dari petir putih tersebut.
" Hm, tuan. Sepertinya petir surgawi sengaja memberikan kekuatan petir pada tuan." Ucap Niu Qwang.
" Maksud bibi?" Tanya Ling San.
__ADS_1
" Karena, petir surgawi sangat sulit untuk dikendalikan. Jika seseorang memaksa untuk mengendalikan petir itu, maka tubuhnya akan meledak. Dan tuan sendiri baik-baik saja. Malah, petir itu bermain-main dengan tuan. Dan itu artinya, petir itu memang sengaja memberikan kekuatan petir surgawi kepada tuan." Jelas Niu Qwang.