
Sesaat kemudian, mereka berdua bangun. Ternyata dari mereka berdua tertidur dibangunan tua itu.
" Sungguh mimpi yang aneh." Ucap Ling San.
" Kau juga bermimpi dik?" Tanya Sui Chu.
" Ya, aku bermimpi bertemu dengan leluhur dan dia memberikan tombak langit kepadaku dan tombak bumi kepadamu." Jawab Ling San.
" Tapi, kenapa mimpi kita sama?" Tanya Sui Chu.
" Mungkin hanya kebetulan." Ucap Ling San.
" Eh, kenapa tombakku tergeletak ditanah?" Tanya Ling San.
" Ya, tombakku juga." Ucap Sui Chu.
" Hm, kekuatan tombakku semakin kuat." Ucap Ling San.
" Apa jangan-jangan mimpi itu nyata?" Tanya Sui Chu.
" Bisa jadi sih. Karena terdapat ukiran matahari digagang tombakku." Jawab Ling San sambil memperhatikan tombaknya.
" Ditombakku ada ukuran bintang." Ucap Sui Chu.
" Daripada memikirkan tentang kejadian itu, lebih baik kita kita cari portal itu." Ucap Ling San.
" Benar, juga. Aku hampir melupakan tujuan kita kesini." Ucap Sui Chu.
Mereka berdua kembali malanjutkan pencarian portal penghubung alam bawah dan alam manusia. dan menganggap kejadian yang baru saja mereka alami hanya mimpi saja.
Setelah memeriksa beberapa ruangan, akhirnya mereka menemukan portal yang mereka cari. yang mana portal itu terlihat lusuh dan juga rusak.
Tanpa basa-basi lagi, Ling San menyegel portal itu agar para iblis tidak dapat menggunakannya. Setelah itu dia menutup segelnya dengan segel cermin, yang membuat portal itu menghilang.
" Masalah portal selesai. Ayo, kita kembali." Ajak Ling San.
" Ya, aku juga ingin beristirahat." Jawab Sui Chu.
Wussss
Wusss
Mereka berdua kemudian melesat menuju ke reruntuhan istana. saat keluar, ternyata hari sudah malam. Hal itu membuat mereka kaget.
" Eh, bukankah kita masuk kedalam bangunan itu masih pagi, kenapa sudah malam saja?" Tanya Sui Chu.
" Aku kira kita hanya berada di dalam selama dua jam." Ucap Ling San.
" Hah, akhirnya kalian datang juga. Aku kira kalian kemana, karena kalian sudah pergi selama dua hari." Ucap Ling Dan.
__ADS_1
" Paman, tidak bercanda kan?" Tanya Ling San.
" Ya, pamanmu benar. Sudah dua hari kau dan pangeran pergi, dan tidak kembali." Ucap Ling Hou.
" Aku kira, kami hanya dua jam lebih didalam bangunan tua itu, tapi kenapa bisa jadi dua hari." Ucap Ling San.
" Ada apa, kak?" Tanya Ling San.
" Aku masih tidak percaya jika kita berada di bangunan itu selama dua hari." Jawab Sui Chu.
" Aku juga begitu." Ucap Ling San.
" Kalian istirahatlah dulu. Biar kami para yang mengerjakan pembangunan istana." Ucap ssorang Arsitek saat melihat Ling San ingin membantu.
" Tapi, apa kalian sudah makan malam?" Tanya Ling San.
" Ya. Tuan Ling Dan tadi memberi kami makan malam." Jawab tukang bangunan itu.
" Pangeran, tuan muda." Panggil seorang pria yang tak lain adalah Qin Hui.
" Ada apa paman?'' Tanya Ling San.
" Ada sekitar 1000 orang pemuda klan Qin yang ingin menjadi prajurit kekaisaran yang baru." Jawab Qin Hui.
" Selain itu, ada sekitar 2000 orang yang berasal dari sekte matahari senja, dan 1000 orang yang berasal dari sekte giok ingin mendaftar sebagai prajurit kekaisaran." Lanjutnya.
" Oh iya paman. Ada berapa prajurit kekaisaran lama yang tersisa?" Tanya Sui Chu.
" Semuanya tinggal dua juta orang saja pangeran." Jawab jenderal Qin Hui.
" dan itu akan menjadi masalah jika kekaisaran Lui mengetahui jika kekaisaran Sui di serang." Ucap Jenderal Qin Hui
" Memangnya kenapa paman?" Tanya Ling San.
" Karena sudah lama kekaisaran Liu ingin menguasai kekaisaran Sui. Tapi, tidak ada waktu yang tepat." Jawab Qin Hu.
" Ok, begini saja paman. bawa beberapa prajurit untuk ikut bersamaku keperbatasan." Ucap Sui Chu.
" Tuan muda, izinkan aku ikut membantu anda." Ucap patriak Ling Yuan.
" Kakek, di sini saja. Aku ingin paman membantu jika kekaisaran Liu benar-benar menyerang." Ucap Ling San.
" Oh iya kakek. Bagaimana keadaan sekte matahari?" Tanya Ling San.
" Sudah lebih baik. semua pengkhianat sudah dibasmi. dan aku juga merencanakan untuk memunculkan sekte matahari kembali." Jawab Ling Yuan.
" Oh, iya kek. Jangan panggil aku dengan sebutan tuan muda. panggil saja aku dengan namaku atau San'er saja." pintah Ling San.
" Baiklah, San'er." Jawab Ling Yuan.
__ADS_1
" Tuan muda, pasukan sudah siap." Ucap Qin Hui.
" Apakah paman, bisa memberitahuku gambaran tentang perbatasan kekaisaran Sui dan kekaisaran Lui?" Tanya Ling San.
" Ya." Jawab Qin Hui lalu menceritakan tentang perbatasan kekaisaran secara singkat.
" Baik, ayo kita pergi." Ucap Ling San, lalu membuat sebuah portal.
" Oh, iya. Ambil ini kak. Giok itu untuk berkomunikasi." Ucap Ling San lalu melemparkan sebuah giok kepada Sui Chu.
Wussss
Wusss
Ling San dan beberapa orang prajurit serta Qin Hui Melompat kedalam portal itu. Setelah semua prajurit sudah masuk, portal itu pun menghilang.
Di perbatasan....
Sebuah portal muncul di langit, dan dari portal itu, sekitar 1000 orang prajurit keluar dari sana, dan disusul oleh Ling San dan Qin Hui.
" Sepertinya memang benar. Mereka ingin menyerang." Ucap Ling San sambil menatap prajurit kekaisaran Lui dari kejauahan.
" Hm, aku penasaran kenapa klan Lui terpecah menjadi dua kubu." Ucap Ling San.
Wusss
Ling San kemudian mendarat di tanah secara perlahan-lahan dengan jubah berkibar tertiup angin.
" Hm, ternyata benar. Kekaisaran Lui ingin menyerang. Tapi, yang membuatku bingung kenapa klan Lui ada dua?" Tanya Ling San.
" Itu juga yang membuat aku bingung dari dulu. Tapi yang kutahu, klan Lui memang berasal dari benua kekaisaran Sui." Ucap Qin Hui.
" Paman tunggu saja di sini. aku ingin memeriksa pasukan mereka terlebih dahulu." Ucap Ling San.
" Satu lagi tuan muda, permaisuri Jiu Lia beserta putri Sui Ying dan Sui Hia tidak ada di kekaisaran Sui. Mungkin dia melarikan diri ke klan Jiu, dan meminta ayahnya di kekaisaran Lui dan menghasut ayahnya untuk menyerang kekaisaran." Jelas Qin Hui.
" Kau benar paman. Aku juga baru ingat jika kedua putri Kaisar Sui Yang itu tidak ada." Ucap Ling San.
" Entah mengapa aku melupakan tiga orang itu." Ucap Ling San.
" Baiklah, paman dan para prajurit sembunyi di sini saja dulu. Aku akan kesana untuk memata-matai pasukan kekaisaran Lui." Ucap Ling San lalu melesat menuju kearah kamp pasukan kekaisaran Lui dengan kecepatan penuh.
" Pantas saja. Ternyata semua pasukan ini kultivasinya sudah menembus ranah dewa langit dan dewa awan, serta jenderalnya sudah memiliki kultivasi ranah dewa bintang bintang 5." Ucap Ling San.
" Saatnya menguping apa yang mereka bicarakan." Ucap Ling San lalu terbang sedikit rendah.
" Hm, apakah kau yakin berita tentang kematian Sui Yang itu benar ?" Tanya Jenderal Lang.
" Ya. Lagipula yang mengatakan hal itu adalah Jiu Lia, permaisuri kaisar Sui Yang sendiri." Jelas Jenderal Mong.
__ADS_1