
" Sial, Bagaimana ini?" Tanya tetua Wang.
" Cepat katakan apa yang ingin di lakukan sekte cahaya roh kepada kakak Feng." Pintah Ling San dengan dingin.
" Diam, berarti ingin di siksa lagi." Ucap Ling San sambil menggerakkan dua jarinya.
" Akkkkhhhhhh. Ampun aku akan mengatakan semuanya, Asal kau berjanji untuk menghentikan siksaan ini." Ucap tetua Wang.
" Baik, katakan cepat." Ucap Ling San.
" Baik. Patriak meminta kami untuk mencari jenius di setiap klan, terutama klan Ling. Tujuannya untuk di jadikan tumbal untuk mempersembahkannya kepada Dewa iblis Quashi Mo." Jelas tetua Wang.
" Baik terima kasih. Sekarang pergilah." Ucap Ling San.
" Terima kasih tuan." Ucap tetua Wang lalu berlari keluar.
Sleeepppp
" Kau berbohong." Ucapnya.
" Aku merasa tidak pernah mengiyakan permintaanmu itu. Kau saja yang langsung mengatakan semuanya." Ucap Ling San.
Sreeeekkk
Darah tetua Wang menyembur saat Ling San mencabut pedangnya dari dada tetua Wang.
" Selamat tinggal." Ucap Ling San lalu menebas kepala tetua Wang hingga menggelinding di tanah.
Sementara itu, Wajah Ling Mo, Ling Tan dan Ling Han sudah pucat pasi.
" Nak, aku yakin sekte cahaya Roh akan menyerang klan Ling. Bagaimana cara kita untuk menyelamatkan klan Ling?" Tanya Ling Dan.
" Kita gunakan ruang rahasia sebagai tempat untuk melatih anggota klan Ling yang lain." Ucap Ling San.
" Apakah tempat itu bisa memuat semua anggota klan?" Tanya Ling Dan.
" Tentu saja, ruangan itu sangat luas. Bahkan tempat itu sangat cocok digunakan sebagai tempat persembunyian klan Ling untuk sementara waktu." Ucap Ling San.
" Ayah, paman, aku menunggu kalian di tugu batu." Ucap Ling San.
" Kak, apakah kalian sudah membereskan semua orang itu?" Tanya Ling San.
" Tentu saja." Jawab Ling Wu.
" Kalau begitu ayo kita ke tugu batu." Ucap Ling Guang.
Wussss
Mereka berempat melesat menuju ke tempat dimana tugu batu berada. setelah sampai di sana, Ling San mengacak-acak pola yang ada di sana.
" Hm, mengapa di buat semakin rumit?" Tanya Ling Fei.
" Tidak, itu hanya untuk membuat beberapa orang yang sok tahu bingung dengan pola ini." Jawab Ling San santai.
__ADS_1
Sesaat kemudian, patriak Ling Dan dan tetua agung Ling Hou datang bersama dengan para anggota klan.
" Hm, dimana tempat rahasia yang kau katakan?" Tanya tetua Ling Mao.
" Ada di balik tugu itu." Jawab Ling Wu.
Dengan sombongnya, Ling Han maju kedepan dan berniat untuk memecahkan pola yang ada di batu tersebut.
" Ciih, pola ini sangat mudah." Ucap Ling Han.
" Kau harus hati-hati, karena kesalah sedikit saja, maka kau akan terluka." Ucap Ling san memperingatkan.
" Halah, tenang saja. Ini hanya pola yang sangat mudah." Balas Ling Han dengan sombongnya.
Syuuuttttt
Tiba-tiba, sebuah sinar muncul dari tugu batu tersebut, dan menembak ke arah Ling Han.
" Akhhhh, sial. Bagaimana bisa pola yang mudah ini sangat sulit untuk di pecahkan." UcapLing Han.
" Makanya jadi orang jangan sombong." Ucap salah satu pemuda.
" Apakah kau tahu akibat yang akan di timbulkan oleh sinar yang tadi?" Tanya Ling Fei.
" Paling hanya luka biasa saja." Jawab Ling Han.
" Ternyata selain sombong dan sok tahu, kau juga bodoh ternyata. Sinar itu akan membuat kultivasimu turun perlahan-lahan, hingga akhirnya kau akan berubah menjadi seorang sampah yang tak berguna dan dantian milikmu akan hancur dan tak bisa di sembuhkan lagi." Jelas Ling Wu.
" Coba kau perhatikan kultivasimu, mungkin sekarang sudah turun satu atau dua bintang." Ucap Ling San.
" Apa? Ini tidak mungkin. kalian pasti melakukan sesuatu padaku." Bentak Ling Han.
" Tidak, itu semua berkat kebodohan dan kecerobohanmu itu." Ucap Ling Guang.
" Makanya jadi orang jadi sok tahu. Sini biar aku tunjukkan kepadamu bagaimana cara membuka pola yang ada di batu itu." Ucap Ling Mo.
" Hm, satu lagi yang akan mendapatkan masalah." Ucap Ling San.
Syuuutttt
Namun baru menggerakkan satu simbol, sebuah sinar menembaknya hingga dia terpental.
" Hm, satu lagi calon sampah." Ucap Ling Fei.
" Apakah masih ada yang ingin mencobanya?" Tanya Ling San.
Semua orang menggelengkan kepalanya. Mana ada yang mau melakukan hal bodoh seperti itu.
" Baik, kalau begitu aku yang akan membukanya." Ucap Ling San.
Ling San kemudian menggerakkan tangannya dengan cepat menyusun simbol itu menjadi beraturan. Lalu sesaat kemudian, sebuah cahaya menembak kelangit dan menyelimuti semua orang.
Wussss
__ADS_1
Tap
Tap
Tap
Sesaat kemudian, mereka sudah berada di dalam sebuah ruangan yang sangat luas dan di terangi oleh lampu kristal.
" Untuk sementara waktu, Kalian akan berlatih di sini." Ucap Ling San.
Wusssss
Ling San, Ling Fei, Ling Guang dan Ling Wu kemudian membagikan buah-buah abadi kepada anggota klan Ling.
" Darimana kalian mendapatkan buah-buah ini?" Tanya Ling Dan.
" Kami mendapatkannya sewaktu berlatih di sini." Jawab Ling San.
" Dan untuk kalian berdua, makanlah buah itu.Buah itu dapat membantu kalian memulihkan kekuatan kalian." Ucap Ling San.
Setelah membagikan buah-buah abadi dan kristal surgawi dan kristal langit kepada anggota klan Ling, mereka berempat menyingkir dari keramaian menuju ke salah satu ruangan.
" Kenapa kita ke sini?" Tanya Ling Fei.
" Apakah kalian tidak penasaran dengan dimensi yang ada di cincin kalian?" Tanya Ling San.
" Tentu saja. Lalu apa hubungannya dengan ruangan ini?'' Tanya Ling Wu.
" Jika kita tiba-tiba menghilang di keramaian otomatis mereka akan terkejut. Dan ada kemungkinan yang masuk ke dalam dimensi hanya jiwa kita saja." Ucap Ling San.
" Baik, kalau begitu aku akan masuk ke dalam dimensi." Ucap Ling San lalu duduk dengan posisi lotus dan mulai memfokuskan pikirannya ke dalam cincin. Dan kemudian diikuti oleh Ling Wu, Ling Guang dan Ling Fei.
Wussssss
Cincin keempatnya kemudian memancarkan cahaya. Cahaya itu kemudian menutupi seluruh tubuh mereka. Lalu perlahan-lahan, tubuh mereka berubah menjadi butiran cahaya dan masuk ke dalam cincin.
" Hm, ternyata berhasil." Ucap Ling San.
" Selamat datang tuan." Sambut Long Qing.
" Paman, apakah paman bisa membantuku menanam semua buah abadi di sini?" Tanya Ling San.
" Tentu saja." Jawab Long Qing.
" Oh iya paman, bagaimana caraku membuat bangunan di sini?" Tanya Ling San.
" Karena ini adalah Ruang dimensi, maka tuan bisa membangun apa saja yang tuan inginkan hanya dengan membayangkannya saja." Jawab Long Qing.
" Oh, begitu ya." Ucap Ling San.
Ling San kemudian mengambil beberapa buah abadi dan Buah Nirwana dan mulai menanam bijinya. Dia menanam kedua buah berbeda jenis itudi dua tempat berbeda.
" Tuan, Waktu tiga kali lebih cepat dari dunia luar. dimana satu bulan di sini sama dengan satu hari di sini." Jelas Long Qing.
__ADS_1