
" Pergilah dan jangan kembali lagi." Ucap tetua ketiga.
" Jika para siluman itu menyerang, kalian jangan menyesal, ya." Ucap Wou Yibo.
" Kami tidak akan pernah menyesal." Ucap Tetua kesembilan.
Wuuusss
Mereka berdua akhirnya melesat menuju ke sebuah bukit tak jauh dari sekte Teratai Giok.
" Lihatlah disana." Tunjuk Ling San kearah hutan.
Wou Yang kemudian mengarahkan pandangannya kearah yang ditunjuk oleh telunjuk Ling San, dan benat saja disana ribuan siluman sudah berkumpul.
" Jumlahnya empat kali lebih banyak dari murid sekte Teratai Giok." Ucap Wou Yang.
" Itu berarti, satu orang anggota sekte harus melawan empat siluman." Ucap Wou Yang.
'' Itu memang benar." Ucap Ling San menimpali.
Tepat saat tengah malam tiba, para siluman itu mulai bergerak menuju ke Sekte Teratai Giok. pasukan itu membuat seluruh tanah bergetar.
" Apakah kita akan membiarkan mereka menyerang?" Tanya Wou Yang.
" Ya. Biarkan saja mereka menyesali keputusan yang sudah mereka ambil " Jawab Ling San.
Wuussss
Boooommm
Booommm
Siluman yang berada di barisan paling depan melepaskan serangan bola api kearah sekte Teratai Giok.
Boooommmm
Booommmmm
Booommmmm
Lagi-lagi, mereka melepaskan serangan beruntun kearah sekte Teratai Giok sehingga beberapa bangunan hancur dan para anggota sekte pun kalang Kabut.
" Kita diserang." Teriak salah seorang anggota sekte. Dia kemudian naik ke atas menara dan memukul Gong yang ada disana. Gong itu dia pukul berkali-kali sehingga para petinggi sekte terbangun.
Wuuusss
Boooommm
Booommmm
Lagi lagi para siluman itu melepaskan serangan berupa bola api dan meteor sehingga hampir setengah dari bangunan sekte hancur dan ratusan murid sekte sudah mati.
" Sial, apa yang dikatakan oleh mereka berdua benar-benar sudah terjadi." Ucap Patriak sekte Teratai Giok.
" Sekarang bukan saatnya untuk berdebat." Ucap tetua Agung.
" Yang harus kita lakukan sekarang adalah menghadapi para siluman itu." Lanjut tetua Agung.
Wuuussss
__ADS_1
Wuuussss
Akkkkhhh
Ratusan bola api terus berjatuhan dari langit. Bola-bola api itu membumihanguskan lebih dari setengah wilayah sekte Teratai Giok. Hal itu membuat asap hitam mengepul ke langit.
" Apakah kalian ingin melihat saja dan menunggu Kehancuran sekte ini?" Tanya Patriak sekte.
" Ayo serang para siluman itu." Ucap tetua keenam.
Triiinngggg
Triiinnggg
Triiinnggg
Para tetua dan anggota sekte pun menyerang para siluman itu menggunakan senjata mereka masing-masing. Tapi, kulit siluman itu sangat keras bagaikan logam sehingga dentingan logam terdengar saat pedang dan tombak para murid dan tetua sekte membentur kulit para siluman itu.
" Sial, kulit mereka sekeras logam." Ucap tetua pertama.
Wuuusss
Booommm
Satu pukulan dari siluman itu membuat tetua pertama terlempar ratusan meter hingga membentur salah satu tembok bangunan dan menghancurkan bangunan itu.
" Ukkhhuuukk... Ukkhuuukkk..."
Tetua pertama batuk darah akibat dari pukulan keras dari siluman itu ditambah dia dihantam tembok bangunan.
" Aku akan membunuhmu siluman sialan." Ucap tetua pertama lalu melesat dan menyerang kearah siluman yang menyerangnya tadi.
Boooommm
" Ha..ha..ha..ha..ha.. Dasar manusia-manusia yang lemah." Ucap siluman itu saat dia melihat tetua pertama sudah tidak sadarkan diri.
" Pingsanlah selamanya manusia lemah." Ucap siluman itu lalu melesatkan satu jarum api raksasa kearah tetua pertama. Jarum api itu membuat tetua pertama mati dengan perut dada bocor dan terbakar.
Sementara itu, patriak Sekte Teratai Giok juga mengalami kesulitan. Dia tidak dapat menorehkan luka sedikitpun kepada siluman itu, bahkan menggoresnya saja tidak.
" Apakah kulit siluman ini terbuat dari logam?" Tanya patriak Sekte Teratai Giok.
" Ha..ha..ha..ha..ha.. Senjata lemah seperti itu tidak akan bisa menggores kulitku." Ucap siluman serigala yang dihadapi oleh patriak sekte.
Swuuuss
Booommm
Siluman serigala itu meluncurkan sebuah bola api kearah patriak sekte. Untungnya dia menghindar sehingga bola api itu hanya menghancurkan sebuah bangunan saja.
Swiiisss
Booommmm
Serangan susulan kemudian menghantam dada patriak sekte sehingga membuatnya terpental puluhan meter dan menghantam pagar sekte.
" Ha..ha..ha..ha.. manusia-manusia lemah seperti kalian seharusnya sudah kami hancurkan dari dulu. Kami sudah muak dengan sikap kalian yang selalu semena-mena kepada teman kami. Kalian sudah memburu para siluman lemah melebihi batasnya, bahkan para siluman muda hampir habis gara-gara kalian memburu mereka semua." Ucap siluman serigala itu. Dendam dan kebencian terlihat dengan jelas dimatanya.
" Serang dan musnahkan sekte kejam ini." Ucap pemimpin para siluman itu.
__ADS_1
Wuussss
Kini, siluman-siluman yang sebelumnya hanya diam dan menonton, kini mereka menyerbu sekte Teratai Giok.
" Patriak, bagaimana ini?" Tanya salah satu murid sekte.
" Lawan mereka jangan sampai mereka menghancurkan sekte." Teriak patriak sekte Teratai Giok.
" Tapi, patriak. lebih dari setengah murid sekte terluka dan tidak bisa bertarung." Ucap pemuda itu lagi.
" Tidak ada alasan. Hadapi saja siluman-siluman itu." Ucap patriak sekte Teratai Giok.
" Ini semua juga karena kalian yang memburu para siluman-siluman muda secara membabi-buta." Ucap patriak sekte Teratai Giok.
" Lah, kenapa jadi salah kami. Kami hanya mengerjakan apa yang anda perintahkan.'' Komplain salah satu murid sekte.
" Tidak ada komplain-komplain, hadapi mereka atau kita semua akan mati." Ucap tetua kesembilan.
" Boooommm"
Sebelum para siluman-siluman itu menyerbu sekte Teratai Giok, sebuah serangan berhasil menghantam tanah sehingga beberapa siluman terpental.
" Siapa lagi ini?" Tanya pemipin pasukan siluman itu.
" Stop dulu. Aku ingin mengatakan sesuatu." Ucap Ling San.
" Katakan cepat." Bantak pemimpin pasukan siluman.
" Aku hanya ingin mengajukan satu pertanyaan untuk kalian." Ucap Ling San.
" Cepat katakan, tidak usah bertele-tele." Bentaknya.
" Aku hanya ingin bilang, apakah ada alasan lain yang selain pemburuan liar yang membuat kalian ingin menyerang sekte Teratai Giok?" Tanya Ling San.
" Ya, mereka juga menghancurkan setengah dari hutan yang kami tinggali." Jawab pemimpin pasukan siluman.
"Baik, hancurkan saja orang yang tidak memiliki hati itu. Tapi, dengan syarat, jangan kalian serang penduduk yang bukan anggota sekte. Serang saja murid dan anggota sekte Teratai Giok.
" Ayo, Saudara Yang, mereka tidak pantas untuk dibantu." Ucap Ling San.
" Tapi, kita harus membantu para penduduk. Siapa tahu ada siluman yang menyerang penduduk" Ucap Wou Yang.
" Ide yang bagus." Ucap Ling San.
Wuuusss
Mereka berdua kemudian melesat meninggalkan para murid sekte yang sibuk melawan para siluman.
Booommm
BOOOMMMM
Setelah Ling San dan Wou Yang pergi, ledakan beruntun terdengar. Dalam sekejap saja, seluruh bangunan sekte rata dengan tanah.
" Bagaimana ini patriak?" Tanya tetua Agung.
" Aku juga tidak tahu tetua agung. Yang jelasnya, kita akan mati dengan sia-sia jika kita tidak melawan para siluman-siluman itu." Jawab patriak sekte Teratai Giok.
" Tapi, tetap saja kan. kita hanya akan mati jika kita melawannya. Jadi, lebih kita menyelamatkan para murid-murid sekte yang tersisa." Ucap tetua kedua.
__ADS_1
" Aku setuju. Jika kita menyelamatkan para murid yang tersisa, maka mereka bisa membangun sekte Teratai Giok kembali." Ucap tetua ketujuh.