
Wussss
Sesaat kemudian, sebuah simbol berbentuk naga muncul di sekeliling iblis tersebut. Lalu, diagram itu memancarkan cahaya yang sangat terang. Diagram itu bercahaya semakin terang, lalu menyegel iblis itu hingga tak dapat bergerak.
" Akkkhhh, sialan. Lepaskan simbol ini." Ucapnya.
" Ya, sayangnya aku tidak mau." Jawab Ling San lalu kembali membuat sebuah segel tangan.
Lalu, perlahan-lahan, cahaya itu menyelimuti seluruh tubuh iblis tersebut.
" Akkkhhh, Kau akan mendapatkan balasannya banyak******sat." Ucapnya lalu perlahan-lahan tubuhnya berubah menjadi abu.
Sesaat kemudian, aura iblis yang ada di dalam ruangan itu menghilang seiring dengan musnahnya iblis tersebut.
Dialam bawah....
" Akkkhhh. Siapa yang berani-beraninya membunuh prajuritku yang ada didalam langit?" Tanyanya dengan nada berteriak.
" Yang mulia, hampir 1000 orang prajurit dari klan iblis kulit logam mati. Selain itu, salah satu pemimpin iblis kulit logam juga kehilangan jejak, dan itu artinya, dia juga mati." Ucap seorang prajurit.
" Satu hal lagi yang mulia, salah satu portal yang ada di alam langit juga menghilang dan itu artinya, tersisa dua portal saja. Satu di wilayah utara, dan satu lagi di wilayah selatan." Lanjutnya.
" Akkhh... Sekarang juga, kirim satu juta prajurit untuk menginvasi alam bawah sekarang juga." Pintah kaisar iblis.
" Maaf yang mulia. Sepertinya hari ini bukanlah waktu yang tepat. Kita tunggu saat purnama bulan darah itu terjadi, baru kita menginvasi alam langit." Ucap perdana menteri.
" Itu ide yang bagus. Lagi pula saat purnama bulan darah terjadi, semua orang akan kehilangan kekuatan mereka." Ucap Raja iblis.
" Kecuali dua orang yang mulia. Dan mereka adalah pemegang dua senjata legendaris. Tombak langit dan tombak bumi." Ucap jenderal bayangan.
" Bukan hanya itu, walau kultivasi mereka masih berada di ranah dewa, tapi kekuatan mereka melebihi kekuatan ranah dewa agung." Lanjut Jenderal Bayangan.
" Sekarang juga, perintahkan jenderal Darah untuk menangkap kedua anak itu sekarang." Pintah Raja iblis.
" Baik yang mulia." Jawab jenderal Bayangan lalu menghilang.
Di alam dewa kuno...
" Sisanya kuberikan padamu, aku akan pergi sekarang." Ucap Ling San.
" Baik." Jawab Xing Ruang.
Wussss
Ling San kemudian muncul di luar gerbang sekte, sambil mengedarkan pandangannya.
" Beberapa saat yang lalu, aku merasakan aura yang sangat kuat disini." Ucap Ling San.
__ADS_1
" Aura itu juga tidak seperti aura kultivator pada umunya." Ucap Ling San.
" Tuan. Besok akan terjadi purnama darah." Sebuah tulisan muncul digiok Ling San.
" Bagaimana bisa, aku melupakan hal itu?" Tanya Ling San.
Swuuusss
Sesaat kemudian, Long Qing juga muncul di hadapan Ling San sambil berlutut.
" Tuan, ada baiknya anda kembali saat ini juga. Karena purnama bulan darah akan membuat semua kultivator kehilangan kekuatan mereka, kecuali orang yang memiliki kekuatan agung. Itu artinya, hanya ada lima orang yang tidak melemah saat purnama bulan darah. kelima orang itu adalah pewaris Dewi bulan, pewaris dewa laut, pewaris dewa bulan, Pewaris dewa bintang, dan pewaris dewa matahari." Jelas Long Qing.
" Itu artinya, hanya kami berlima yang dapat melawan para iblis jika mereka menyerang saat purnama bulan darah?" Tanya Ling San.
" Kemungkinan besarnya begitu tuan. Tapi, yang menjadi masalahnya adalah purnama bulan darah juga membuat para dewa melemah, termasuk dewa lindung alam langit. Hanya mereka yang merupakan keturunan hewan ilahi yang tak terpengaruh saat purnama bulan darah terjadi." Ucap Ling Qing.
" Satu lagi, tuan. Kemungkinan besar, Raja iblis akan mengutus jenderal darah ke alam langit." Ucap Long Qing.
" Terima kasih Paman, aku akan kembali ke alam langit sebentar lagi." Ucap Ling San.
" Kalau begitu, apa Paman bisa kembali ke alam langit untuk meminta kak Sui Chu bersiap-siap?" Tanya Ling San.
" Tentu saja tuan." Jawab Long Qing lalu menghilang.
" Sekarang, saatnya mencari sumber aura yang kurasakan tadi." Ucap Ling San lalu melesat dengan kecepatan penuh.
Ling San lalu melesat menembus rimbunnya hutan hujan yang lebat itu. Saking lebatnya, cahaya matahari tak dapat menembus ke dalam hutan sehingga di dalam hutan gelap gulita.
" Hm, aku merasakan aura itu lagi." Ucap Ling San sambil terus mengikuti aura tersebut.
" Apa itu?" Tanya Ling San saat melihat benda yang bersinar terang.
Wussss
Sesaat kemudian, benda yang mengeluarkan cahaya keemasan itu melesat dan masuk kedalam tubuh Ling San.
" Arrrrrgghhhhh"
Sesaat kemudian, Ling San berteriak karena tubuhnya seperti dibakar.
" Arrrghhh, sial. Sebenarnya benda apa ini?" Tanyanya sambil menahan rasa sakit.
" Arrrghhh"
Ling San terus menahan rasa sakit itu hingga akhirnya kesadarannya lalu perlahan-lahan menghilang.
" Sebenarnya apa itu tadi?" Tanya Ling San sambil menahan rasa sakit yang diakibatkan oleh benda bercahaya tersebut.
__ADS_1
Sesaat kemudian, ingatan-ingatan asing muncul dikepalanya. Hal itu membuat kepalanya terasa sakit.
" Ternyata itu energi matahari." Ucap Ling San.
" Jika batu yang tadi adalah inti energi matahari, lalu kemana perginya dewa matahari?" Tanya Ling San.
" Eh, sejak kapan kultivasiku menembus ranah dewa agung bintang 3?" Tanyanya semakin heran.
" Hah, sebaiknya aku kembali ke alam langit saja. aku tidak tahu perbandingan waktu dialam ini dengan alam langit." Ucap Ling San lalu menghilang.
Wussss
Ling San kemudian muncul di alam langit, dan ternyata hari sudah malam, dan bulan perlahan mulai muncul.
" Adik, akhirnya kau datang juga." Ucap Sui Chu.
" Ada apa ini?" Tanya Ling San.
" Cobah lihat kelangit sekarang." Jawab Sui Chu.
Ling San lalu mendongakkan kepala ke langit, dan terlihat bulan purnama telah utuh di langit, tapi berwarna merah.
" Oh, terlambat." Ucap Ling San saat melihat prajurit kekaisaran mulai berjatuhan.
" Kak, bersiaplah. sebentar lagi, mereka akan datang." Ucap Ling San.
" Dan aku yakin, sasaran mereka adalah kita berdua." Ucap Ling San.
" Lalu, apa yang harus kita lakukan?" Tanya Ling San.
" Begini saja. Kita biarkan saja mereka menangkap kita, karena dengan begitu, korban yang akan berjatuhan bisa di menimalisir. dan aku sangat yakin jika ketiga orang pemilik kekuatan agung lainnya sudah mereka tangkap terlebih dahulu." Ucap Ling San.
" Oh, iya Paman Long Qing bibi Niu, aku ingin kalian mencari keberadaan portal yang mereka gunakan untuk pergi ke alam langit." Ucap Ling San.
" Baik tuan." Jawab mereka berdua lalu menghilang.
Wussss
Sesaat kemudian, Ling San mengeluarkan sebuah giok berwarna Jingga, dan memberikannya kepada Sui Chu.
" Ini ambillah. Jika kakak sudah terdesak, maka pecahkan saja giok ini." Ucap Ling San.
" Baiklah." Jawabnya lalu mengambil giok tersebut dan menyimpannya.
" Ha..ha..ha..ha..ha.. Bersiaplah untuk menghadap kepada yang mulia." Ucap seorang pria dengan wajah menyeramkan dengan dua tanduk di kepala dan sepasang sayap di punggungnya serta tak lupa pula mata yang berwarna merah darah.
" HM, jenderal darah, ya?" Tanya Ling San.
__ADS_1