Kaisar Dewa Kristal

Kaisar Dewa Kristal
Chapter 83 Kehancuran Klan San


__ADS_3

" Dasar bocah sialan." Umpatnya.


" Bodoh amat. Siapa suruh menyandera paman dan bibiku." Ucapnya.


" Sekarang, sudah cukup basa-basinya, Guang." Teriak Ling Wu.


" Baik, kak." Jawab Ling Guang lalu menggerakkan tangannya kesana kemari. Hingga sesaat kemudian, sebuah akar besar terbentuk.


" Selamat tinggal." Ucap Ling Guang lalu mengarahkan akar itu kearah perut


Sreeeekkk


Sesaat kemudian, darah terciprat kemana-mana. Bahkan wajah Ling Guang sudah di penuhi oleh darah San Gue.


Sementara itu...


Triiinnggg


Triiiinngg


Booommm


Ling Wu juga menebaskan pedangnya kedepan, sehingga tetua pertama mati dengan kepala putus.


Swiiiinnggg


Dhuarrrrssss


Ledakan besar kembali terdengar tatkala Ling San memukul angin menggunakan tombaknya. Dari pukulan itu, sebuah terbentuk sinar yang menghantam dada leluhur klan San..


" Ukkhhuuukk"


Leluhur klan San memuntahkan seteguk darah akibat terkena serangan dari Ling San.


" Sialan, kau bocah." Umpatnya..


" Salahkan sendiri anggota klanmu yang berani-beraninya menangkap ayah dan ibuku. Hari ini juga akan kubalas perbuatan anggota klanmu itu dengan meratakan klanmu ini." Ucap Ling San.


Swuuusss


Sesaat kemudian, tombak Ling San berubah warna menjadi warna hijau keemasan. Kali ini, dia mengaktifkan elemen kristal yang ada di tombaknya


" Naga Kristal" Ucap Ling San.


Roarrrrgghhh


Sesaat kemudian, seekor naga dengan sisik berwarna hijau keemasan muncul di langit. Sementara itu, disisi seberang, Leluhur klan San juga mengeluarkan jurusnya.


" Phoenix pembelah surgawi" Ucapnya.


Kwaaakkkk


Naga dan Phoenix kemudian saling bertarung di udara. Terkadang, naga dan Phoenix itu bertarung di tempat yang rendah hingga meratakan beberapa bangunan.


Wussss


Booooom


Sesaat, kemudian ledakan besar tercipta dan kedua jurus itu menghilang menyisakan debu dan asap hitam.


sriiiinnnggg


Sriiiinnnggg

__ADS_1


Hanya dalam satu tarikan nafas, Ling San sudah berdiri tepat dihadapan leluhur klan San, San Suyu.


" Apa yang ingin kau lakukan?" Tanya San Suyu.


" Tentu saja menghancurkan klanmu." Jawab Ling San.


Swiiiinnggg


Sreeeekkkk


Sesaat kemudian, mata tombak Ling San menembus dada San Suyu. Tombaknya dia aliri dengan api jiwa sehingga membuat tubuh San Suyu berubah menjadi abu.


Wussss


Ling San lalu menghilang dari tempat pertarungannya dan menjelajahi seluruh klan San untuk mencari dimana ayah dan ibunya di sekap.


Booommm


Dengan penuh amarah, Ling San melepaskan serangan kejut yang membuat seluruh prajurit yang menjaga penjara terkejut.


" Siapa kau?" Tanya penjaga penjara.


" aku orang yang akan mengantar kalian kepada dewa kematian." Jawab Ling San.


Swuuusss


Sreeekkk


Satu persatu, kepala penjaga itu terputus dari tubuhnya. Hal itu membuat penjaga yang tersisa ketakutan.


" Apa yang kau inginkan?" Tanya penjaga penjara dengan ekspresi ketakutan.


" Membalas penyiksaan yang kalian lakukan pada ayah dan ibuku." Jelas Ling San yang langsung saja menusukkan tombaknya kejantung penjaga itu.


" Ayah, ibu. Kalian baik-baik saja?" Tanya Ling San..


" Ayah, ibu. Ayo kita pergi dari sini." Ajak Ling San.


Ling Hao dan Ling Mei hanya mengangguk kecil. Lalu, ketiganya kemudian melesat keluar dari penjara itu.


" Semua petinggi klan San sudah di bunuh. Sekarang apa yang akan kita lakukan, sekarang?" Tanya Ling Wu.


" Tentu saja, meratakan seluruh klan San untuk membalas anggota klan yang mereka bunuh." Jawab Ling San.


" Kak, ayo kita serang klan ini dari keempat sisi." Ucap Ling San.


Ling Fei, Ling Wu, dan Ling Guang hanya mengangguk, lalu terbang di keempat sisi klan San.


Sesaat kemudian, mereka berempat kemudian melepaskan serangan ke klan San secara bersamaan.


Boooommm


Boooommm


Boooommm


Boooommm


Ledakan beruntun kemudian terdengar diseluruh klan San. Hanya dalam sekejap, seluruh klan rata dengan tanah menyisakan puing-puing bangunan dan reruntuhan.


" Sekarang, tinggal dirimu sendiri patua." Ucap Ling San yang tiba-tiba muncul di hadapan San Dian.


" Kak, kita apakan patua ini?" Tanya Ling San.

__ADS_1


" Biar aku saja yang menyiksanya." Ucap Ling Fei.


" Baiklah. Lakukan apa yang kau lakukan." Ucap Ling Wu.


Ling Fei kemudian berjalan ke hadapan San Dian lalu sesaat kemudian, Ling Fei meniupkan kristal-kristal es kearah San Dian.


Tak lama kemudian, tubuh San Dian menggigil karena kedinginan. Selain membuat San Dian kedinginan, tubuh San Dian juga membeku secara perlahan-lahan.


" Tolong, hentikan. Aku sangat kedinginan." Ucap San Dian.


" Ciih. Seenakmu saja minta tolong. Kau saja sudah memerintahkan seluruh anggota klanmu untuk menyerang klan Ling, dan menyuruh mereka membunuh siapa pun yang berani melawan. Dan 1000 orang anggota klan Ling mati karena ulahmu." Ucap Ling Fei.


" Aku mohon, hilangkan es ini." Mohonnya.


" Lama-lama, aku bosan mendengar kau merengek seperti anak kecil." Ucap Ling Fei lalu mempercepat pembekuan tubuh San Dian.


Kraakkk


Kraaakkk


Dhuarrrrr


Lalu, Ling Fei memukul es itu hingga hancur berkeping-keping.


" Sekarang, ayo kita pergi dari sini." Ucap Ling San.


Wusssssss


Wussssss


Wusssss


Ling San, Ling Guang, Ling Fei, Ling Wu, Ling Hou, dan Ling Mei kemudian melesat keatas lembah. Hanya dalam waktu dua jam saja, mereka berenam sudah keluar dari dalam lembah.


" Sekarang, kita kemana?" Tanya Ling Wu.


" Kita kembali ke klan saja. Karena paman memberitahuku, jika seluruh anggota klan yang disekap di Klan Wei." Jawab Ling San.


" Wussss"


Ling San kemudian membuka sebuah portal di ruang hampa. portal itu menghubungkan antara tempat mereka berdiri dengan klan Ling.


Tanpa bertanya lagi, Ling Wu dan yang lainnya memasuki portal itu. Setelah semuanya masuk, Ling San lalu menutup portal dan menghilang.


Wusssss


Ling San kemudian muncul di depan gerbang klan Ling. Lalu, Ling Wu dan yang lainnya juga keluar dari portal. Di klan Ling sendiri, semua anggota klan sudah membersihkan semua puing-puing bangunan yang berserakan di seluruh klan.


" Selamat, datang kembali paman." Sambut Ling Fan.


" Hm, oh iya kak. Paman kemana? kenapa aku tidak melihatnya?" Tanya Ling San.


" Hm, ayah sudah mati dibunuh oleh patriak klan Wei." Jawab Ling Fan dengan sedih.


" Kakak jangan bercanda." Ucap Ling Guang.


" Kakak, tidak bercanda. ayah memang sudah meninggal." Ucap Ling Fan.


Mendengar itu, Ling Guang hanya tertunduk dan tak terasa, air matanya menetes di pipinya. Selama ini, Ling Dan-lah yang merawatnya dari kecil karena ayah dan ibunya menghilang entah kemana. Bagi, Ling Guang, Ling Dan sudah seperti ayah bagi Ling Guang.


" Tapi, patriak klan Wei tidak ada disana." Ucap Ling Fan.


" Aku sendiri yang akan mengambil nyawa tua Bangka untuk kupersembahkan kepada paman." Ucap Ling Guang, lalu hendak pergi. Tapi, dihentikan oleh Ling San.

__ADS_1


" Kak, tunggu dulu. Jangan pergi dalam keadaan marah. Karena itu hanya akan membawa masalah untukmu." Ucap Ling San.


" Lebih baik kau tenangkan dirimu terlebih dahulu." Ucap Ling San.


__ADS_2