
Pemuda itu segera pergi dari tempat itu, sementara pemuda yang berpakaian bangsawan menatap Ling San dengan tatapan benci.
" Berani-beraninya manusia biasa sepertimu melawanku." Ucap pemuda itu.
" Aku Xing Ruan, akan menghukummu." Ucap Xing Ruan lalu melesat dan menyerang Ling San.
" Marga Xing, ya. Tidak aku sangka, keturunan seorang penguasa dunia manusia bisa-bisanya memiliki sifat seorang iblis." Ucap Ling San Sambil terus menahan serangan Xing Ruan.
" Aku tidak peduli apakah leluhurku manusia atau dewa, yang jelasnya aku akan membunuh manusia rendahan sepertimu." Ucapnya sambil meningkatkan daya serangnya.
" Tentu saja dewa bintang adalah seorang manusia biasa. hanya saja dia mencapai tingkat kultivasi yang setara dengan para dewa, makanya dia berubah menjadi seorang dewa, dan di tunjuk sebagai penguasa alam manusia." Ucap Ling San.
" Jadi, secara tidak langsung kau juga merupakan seorang manusia." Ucap Ling San.
Booommmm
Ling San lalu melayangkan satu pukulan kedada Xing Ruan. Hal itu membuat Xing Ruang terpental menabrak dinding.
" Ukkhuuuk, sialan kau. Aku pastikan kau akan dihukum oleh sekte awan emas." Ucapnya lalu mengeluarkan sebuah giok berbentuk awan.
" Tidak secepat itu pecundang." Ucap Ling San lalu mengambil giok yang ada di tangan Xing Ruang.
" Aku tidak akan membiarkanmu meminta bantuan." Ucap Ling San. Lalu, giok itupun menghilang entah kemana.
" Sekarang, saatnya kau yang menjadi sampah." Ucap Ling San dan ditelapak tangannya muncul jarum akupuntur.
" Apa yang akan kau lakukan dengan jarum itu?" Tanya Xing Ruang.
" Oh, kau mau tahu?" Tanya Ling San lalu melemparkan jarum akupuntur itu kearah Xing Ruang.
Wussss
Booommmm
Sesaat kemudian, Terdengar ledakan teredam dari dalam tubuh Xing Ruang, bersamaan dengan itu kultivasinya perlahan-lahan menurun hingga keranah pemula bintang 1.Yang mana itu adalah kultivasi terendah di alam manusia, bahkan elemen miliknya pun menghilang.
" Bagaimana? Apakah kau sudah tahu apa yang ingin aku lakukan?" Tanya Ling San lalu mengarahkan telapak tangannya kedepan lalu jarum itu kembali kepadanya.
" Itu namanya menghancurkan kultivasi tanpa rasa sakit." Ucap Ling San.
" Dan satu lagi, tanpa kultivasimu itu, kau bukan lagi tuan muda sekte awan emas." Ucap Ling San lalu melesat meninggalkan Xing Ruang.
"Jika keturunan dewa Bintang ada disini, bukan tidak mungkin dia juga ada di sini." Ucapnya lalu melesat ke sisi lain kota.
" Lebih baik aku pergi ke sekte awan emas." Ucap Ling San lalu terbang tinggi, Lalu melesat menuju ke sebuah bangunan yang sangat megah.
" Sebenarnya aku ingin mencaritahu keberadaan dewa matahari, tapi karena terlanjur ada disini, lebih baik aku mencaritahu tentang dewa bintang terlebih dahulu.
" Hmz aku baru sadar jika di cincinku terdapat simbol matahari." Ucapnya sambil menatap cincinnya selama beberapa detik.
__ADS_1
" Akkhh, dasar tidak berguna. Bagaimana bisa kau kehilangan kultivasimu. Dasar sampah. Pergilah dari hadapanku." Ucap Patriak Xing Qing.
" Tapi, ayah. Aku adalah anak ayah. Kenapa ayah bersikap seperti ini padaku?" Tanya Xing Ruang.
" Cuih. Aku bahkan tidak memiliki seorang anak sampah dan kehilangan kultivasi." Ucap Xing Qing.
" Tapi, ayah..."
" Bawa dan lempar dia keluar dari sekte. Tidak ada tempat bagi seorang sampah seperti dia di sekte awan emas." Pintah Patriak Xing Qing.
" Baik Patriak." Jawab tetua kelima lalu menyeret Xing Ruang dan melemparkannya keluar dari sekte.
" Bagaimana rasanya tidak diakui oleh ayah sendiri?" Tanya Ling San.
" Ini semua karena dirimu." Ucapnya.
" Tapi, kau ada benarnya. Selama ini, aku dibutakan oleh kekuatan sehingga aku semena-menah kepada orang lemah." Ucapnya.
" Lain kali, gunakan kekuatanmu untuk memberantas kejahatan, bukannya menggunakannya untuk menindas rakyat lemah." Ucap Ling San lalu mengibaskan tangannya dan seketika kultivasi Xing Ruang kembali
" Terima kasih. Mulai sekarang aku akan menggunakan kekuatanku untuk membasmi kejahatan dimuka bumi ini." Ucap Xing Ruang dengan senang.
Wussss
Ling San kemudian melesat menuju ke sekte awan emas. dia berniat memanas-manasi Patriak Xing Qing.
" Tidak aku sangka kau bersikap seperti itu kepada anakmu." Ucap Ling San.
" Bukan siapa-siapa. Aku hanya ingin melihat reaksimu melihat putramu sekarang." Ucap Ling San.
Sesaat kemudian, Xing Ruang masuk ke aula dengan wajah dingin. Kedatangannya membuat para tetua dan Patriak Xing Ruang kaget, pasalnya baru sesaat yang lalu, kultivasi Xing Ruang turun keranah pemula bintang 1 sekarang sudah kembali, bahkan menembus ranah dewa bintang bintang 7.
" Ruang'er, maafkan sikap ayah barusan." Ucap Xing Qing.
" Maaf. Ayahku sudah tiada. dan aku sama sekali tidak mengenali anda." Ucap Xing Ruang yang sontak membuat seluruh tetua terkejut.
" Dasar tidak tahu diri. Aku sudah membesarkanmu selama 16 tahun tapi, kau berani berkata seperti itu padaku?" Tanyanya.
Wussss
Triiiiinnnggg
Sesaat kemudian, Xing Qing melayang sebuah tinju yang di lapisi oleh energi bintang, tapi tinjunya malah menghantam sebuah logam.
" Kau mau apa pak tuam?" Tanya Ling San lalu, sesaat kemudian dia memukulkan tombaknya kearah Patriak Xing Qing hingga membuat dia terpental
" Siapa kau? dan apa urusanmu sehingga kau ikut campur urusanku dengan putraku?" Tanya Xing Qing.
" Uups, maaf. Tombakku bergerak sendiri." Ucap Ling San.
__ADS_1
Merasa dipermainkan oleh Ling San, Xing Qing lalu mengeluarkan tombaknya dan menyerang Ling San
Triiiiinnnggg
Triiiiinnnggg
Triiiiinnnggg
Triiiiinnnggg
Mereka pun beradu tombak di langit. Dan dari bawah, yang terlihat hanyalah dua kilatan cahaya berwarna hijau keemasan, dan warna Cyan.
Triiiiinnnggg
Triiiiinnnggg
Triiiiinnnggg
Kraaakkkk
Booommm
Tombak milik Xing Ruang kemudian retak dan hancur karena tak kuat menahan serangan Ling San.
Swuuussssss
Dhuarrrrr
Sesaat kemudian, sebuah energi berwarna putih menghantam tubuh Xing Ruang hingga membuatnya terpental.
" Ukkhuuuk"
Xing Ruang kemudian memuntahkan lima teguk darah segar dari mulutnya yang menandakan jika dia menderita luka yang cukup serius.
" Bocah tengik, apa masalahmu sehingga kau berani mencari masalah disini?" Tanya Xing Qing.
" Hanya ingin menghancurkan sifat sombong yang ada padamu dan menunjukkan siapa dirimu yang sebenarnya kepada orang-orang yang ada di dalam istana ini." Jawab Ling San.
" Ternyata kau menyadarinya." Ucap Xing Qing.
Wussss
Lalu, energi berwarna merah darah menyelimuti tubuh Xing Qing dan sesaat kemudian, sebuah makhluk aneh nan menyeramkan berdiri dihadapan Ling San.
" Hm, iblis darah, Apakah aku benar?" Tanya Ling San dengan santai sementara semua orang di ruangan itu tidak bisa bernafas.
" Kalau aku tidak salah iblis darah adalah ras iblis terlemah diantara semua ras iblis." Ucap Ling San.
" Sialan, matilah kau bocah ampas." Ucap iblis darah itu sambil melemparkan kapak darahnya.
__ADS_1
" Ciih, aku tidak ingin berlama-lama disini. Jadi, aku akan menghabisimu sekarang juga." Ucap Ling San lalu membuat sebuah segel tangan.
" Formasi diagram naga cahaya." Ucapnya.