Kaisar Dewa Kristal

Kaisar Dewa Kristal
Chapter 109 Klan Lian


__ADS_3

" Itu memang benar." Jawab Ling San


" Berarti tempat yang akan menjadi sasaran pertama dari dewa iblis adalah alam Langit" Ucap Wou Yang.


" Kau benar. Mungkin saja Dewa Iblis itu sedang meningkatkan kekuatannya disuatu tempat di alam Langit." Ucap Ling San.


" Sebaiknya kita makan dulu." Ucap Ling San.


" Makan juga bagus. Tapi aku tidak punya kristal roh dan kristal surgawi untuk membayar makanan." Ucap Wou Yang.


" Kau tenang saja, aku yang akan membayarnya." Ucap Ling San.


Mereka berdua kemudian memasuki restoran klan Lian dan duduk di bangku paling pojok.


" Ingin pesan apa tuan muda?" Tanya pelayan restoran.


" Tunggu sebentar tuan muda." Ucap pelayan itu lalu berbalik dan meninggalkan Ling San dan Wou Yang.


" Aku dengar patriak Lian Cuan sudah menembus ranah Dewa Absolute." Ucap salah satu pelanggan restoran. Sebut saja Si A.


" Berarti sekarang Klan Lian sudah memiliki tiga orang petarung dengan kultivasi ranah Dewa Absolute." Ucap Si B.


" Peningkatannya sangatlah cepat. Padahal 4 bulan yang lalu kultivasinya masih di ranah Dewa Alam bintang 9." Ucap Si A.


" Sekarang, klan Lian kita tidak akan dianggap remeh lagi." Ucap Si B.


" Benar. Selama ini klan-klan besar yang ada di alam dewa selalu memandang remeh klan kita. Tapi, sekarang itu tidak akan terjadi lagi." Ucap si A.


" Hm, Peningkatannya tidaklah normal. Mana ada seorang petarung yang melompati satu ranah dalam waktu 3 bulan." Ucap Wou Yang.


" Memang tidak normal sih." Ucap Ling San.


" Apa yang akan kita lakukan sekarang?" Tanya Wou Yang.


" Tentu saja mencari tahu teknik apa yang di gunakan oleh Patriak Lian Cuan untuk meningkatkan kultivasi secepat itu." Jelas Ling San.


" Tuan muda, ini pesanan anda." Ucap Pelayan itu lalu meletakkan dua porsi makanan diatas meja.


" Terima kasih. Ini bayarannya." Ucap Ling San lalu memberikan satu kantong koin emas yang berisi lima ratus kristal surgawi.


" Hm, ini terlalu banyak tuan muda." Ucapnya.


" Sisanya kau ambil saja." Ucap Ling San.


" Terima kasih tuan muda." Ucap pelayan itu lalu pergi.


" Eits jangan kau makan dulu." Ucap Ling San mencegah Wou Yang untuk memakan makanan yang ada diatas meja.


" Lah, memangnya kenapa?" Tanya Wou Yang.


" karena makanan ini sudah dicampur dengan racun yang sangat mematikan." Jawab Ling San

__ADS_1


" Lalu, kenapa kau tadi membayarnya?" Tanya Wou Yang.


" Agar dia tidak curiga." Jawab Ling San.


" Lalu, apa rencanamu?" Tanya Wou Yang.


" Racun yang mereka campurkan kedalam makanan ini tidak berbau dan tidak menyebabkan tubuh membiru seperti racun pada umumnya. Diluar ada dua orang algojo yang akan menyerang kita. Jadi, kita akan pura-pura memakan makanan ini. Saat dia memukul kita, maka kita akan pura-pura mati." Jelas Ling San.


" Rencana yang brilian." Ucap Wou Yang.


Mereka berdua kemudian mulai berpura-pura memakan makanan yang sudah dipesan sebelumnya. Dan benar saja, dua orang algojo datang dan menyerang Ling San dan Wou Yang dengan satu serangan tunggal.


" Jangan ada yang bergerak. Jika kalian bergerak sedikit saja maka kalian akan mati." Ucap Algojo dengan goresan diwajahnya.


Mendengar ancaman dari algojo tersebut, semua orang menjadi ketakutan. Kecuali para pemuda klan Lian, karena sudah pasti mereka tahu kedua algojo itu suruhan dari patriak Lian Cuan.


Tanpa memastikan apakah keduanya sudah mati apa tidak, mereka berdua langsung membawa Ling San dan Wou Yang ketempat rahasia patriak Lian Cuan.


" Patriak, kami membawa dua orang lagi." Ucap algojo yang bertubuh pendek.


" Pergilah." Pintah patriak Lian Cuan.


" Baik, tuan." Jawab keduanya lalu meninggalkan ruangan itu.


" Hm, tempat ini penuh dengan tengkorak manusia." Ucap Wou Yang.


" Oh, jadi kau menggunakan kultivasi iblis untuk meningkatkan kekuatanmu?" Tanya Ling San.


" Tidak ada orang yang mau memakan makanan yang beracun patriak bodoh." Ucap Ling San.


" Jadi, kalian sudah tahu?" Tanyanya lagi.


" Ya, aku sengaja memberi bayaran yang banyak kepada pelayan restoran itu agar dia tidak mengawasi kami hingga selesai makan. Tujuannya adalah untuk mengelabui kedua suruhanmu yang ada di luar restoran." Jelas Ling San.


" Walaupun kalian masih hidup, tapi tetap saja kalian akan mati ditanganku." Ucap Lian Cuan


" Maaf, saja. Tapi, aku tidak mau mati disini." Ucap Ling San lalu menghilang dan muncul dibelakang Lian Cuan.


Boooooommmm


Sebuah tapak mendarat di punggung Lian Cuan. Tapak itu mendarat dipunggungnya sebelum dia membalikkan tubuhnya. Alhasil, dia terpental menabrak dinding.


Wuuuss


Syuuttt


Syuuuttt


Tak ingin ketinggalan, Wou Yang juga melepaskan puluhan jarum api kearah Lian Cuan sehingga pakaiannya terbakar.


" Sebaiknya kita selesaikan dengan cepat sebelum para petinggi klan Lian datang." Ucap Ling San.

__ADS_1


Swiiiisss


Sreeekkkk


Sreeeekkkk


Empat buah belati kembali mendarat di tubuh Lian Cuan. Dia sama sekali tidak bisa bergerak karena Ling San menahan pergerakannya menggunakan serbuk kristal.


" Akkhh, sial. Aku tidak bisa bergerak dan menggunakan kekuatanku." Ucapnya dengan kesal.


" Sekarang giliranku." Ucap Ling San lalu meniupkan serbuk kristal kearah Lian Cuan.


Serbuk kristal itu kemudian berubah menjadi jarum-jarum kristal kecil yang menancap di sekujur tubuh Lian Cuan.


" Selamat tinggal." Ucap Ling San.


Dhuarrrrrrr


Sesaat setelah Ling San menyelesaikan kalimatnya, tubuh Lian Cuan sudah meledak.


" Ayo kita pergi." Ucap Ling San.


" Tapi, bagaimana caranya?" Tanya Wou Yang.


Wuuuusss


Ling San dan Wou Yang kemudian muncul di atas atap salah satu bangunan yang ada di klan Lian.


" Oh iya aku lupa tentang hal ini." Ucap Wou Yang.


Sementara itu, tetua Agung klan Lian memasuki tempat Lian Cuan berkultivasi. Betapa terkejutnya dia saat dia menemukan Lian Cuan terbaring dilantai dan sudah tak bernyawa dengan tubuh yang penuh dengan luka-luka.


" Sialan. Siapa yang berani membunuh patriak klan Lian?" Teriaknya.


Teriakannya itu membuat semua orang yang ada di klan Lian menjadi kaget dan berlari menuju ke ruang kultivasi milik Lian Cuan.


" Katakan padaku, siapa yang membunuh patriak Lian Cuan?" Tanya tetua agung Lian Hui kepada kedua bawahan Lian Cuan.


" Maaf, kami tidak mengetahui siapa yang membunuh tuan." Jawab salah satu bawahan Lian Cuan.


Boooommm


Tetua agung kemudian melesatkan dua tapak kearah kedua bawahan Lian Cuan. Keduanya pun terpental hingga tubuh keduanya menghantam dinding.


" Dasar tidak berguna. Kalian itu ditugaskan untuk menjaga ruangan ini. Bagaimana bisa kalian tidak tahu siapa yang masuk kedalam ruangan ini." Ucap tetua agung.


" Maaf tetua agung. Kami benar-benar tidak tahu siapa yang masuk kedalam ruangan ini." Ucapnya.


Syuuuttt


Syuuuttt

__ADS_1


Dua buah jarum api melesat dan menembus dada kiri kedua bawahan Lian Cuan. Jarum itu menembus jantung keduanya sehingga kedua bawahan Lian Cuan mati.


__ADS_2