Kaisar Dewa Kristal

Kaisar Dewa Kristal
Chapter 110 Kekacauan di klan Lian


__ADS_3

" Cari pembunuh itu sampai dapat." Pintah tetua Agung klan Lian.


" Baik tetua agung." Jawab para tetua lalu melesat.


" Sekarang apa yang akan kita lakukan?" Tanya Wou Yang..


" Tentu saja mempermainkan mereka. Tapi, sebelum itu kita akan membunuh target selanjutnya, yaitu petinggi klan Lian yang memiliki kultivasi ranah Dewa Absolute. " Jawab Ling San.


Wou Yang hanya menganggukkan kepala tanda jika dia paham dengan rencana Ling San.


" Sepertinya ini akan seru." Ucap Wou Yang.


Sementara itu, para tetua klan Lian mengumpulkan para warga untuk diintrogasi. Para tetua klan Lian menanyakan tentang pembunuh patriak klan Lian kepada para warga, tapi tidak ada yang mengetahuinya.


Wuuusss


Wuuusss


Mereka berdua kemudian melesat menuju kediaman salah satu petinggi klan Lian yang memiliki ranah dewa absolute. Target mereka adalah tetua pertama klan Lian yang sedang berkultivasi sementara satu lagi adalah tetua agung.


" Tepat sekali. Dia sedang melakukan kultivasi tertutup. Jadi, sangat mudah untuk mengeksekusinya." Ucap Ling San.


Booooooommm


Ling San menciptakan ledakan besar disekitar tetua pertama klan Lian.


" Ukkhhuuukk"


Tetua pertama klan Lian yang sedang berkultivasi terkejut memuntahkan seteguk darah segar dari mulutnya yang menandakan jika dia terluka parah dan terobosannya gagal.


" Kurang ajar. Dasar B******t. Siapa kalian berani-beraninya mengganggu kultivasiku?" Tanyanya sambil mengumpat.


" Apakah kita akan membunuhnya dengan cepat atau kita membunuhnya dengan perlahan?" Tanya Wou Yang.


" Membunuhnya dengan cepat lebih baik daripada membunuhnya dengan perlahan." Jawab Ling San.


" Apa maksud kalian?" Tanya tetua pertama.


" Kami ingin mengirimmu ke neraka." Jawab Ling San.


Wuuuusss


Sreeeekkkk


Wou Yang kemudian menebaskan pedangnya kearah tetua pertama klan Lian sehingga kepalanya menggelinding di lantai.


Swiiiisss


Lalu, mereka berdua bersembunyi di kehampaan. Tak lama kemudian, tetua agung masuk kedalam ruangan kultivasi milik tetua pertama. Tetua agung sangat terkejut saat dia menendang sesuatu seperti bola yang tak lain adalah kepala milik tetua pertama.


" Siapa pun kau lebih baik tunjukkan dirimu. Jangan hanya tahu menyerang dan bersembunyi saja." Teriak tetua agung.


Syuuuttt


Syuuuttt


Empat buah jarum kristal menancap di tubuh tetua agung.


" Sialan. Tunjukkan dirimu sialan." Teriaknya


Wuuusss


Wuusss

__ADS_1


Sleeppp


Sleeppp


Tanpa merespon jawaban dari tetua agung, Ling San melemparkan dua jarum kearah tetua agung.


" Hm, bagaimana rasanya?" Tanya Ling San.


" Kenapa kau menyerang klan Lian?" Tanyanya..


" Iblis seperti kalian ini memang harus dihancurkan." Ucap Ling Sang lalu melemparkan satu jarum akupuntur ke leher tetua agung lalu, dia juga melempar jarum akupuntur ke jabtung tetua agung.


" Eksekusi selesai." Ucap Ling San lalu dia kembali menghilang bersama Wou Yang.


" Dari sini kita berpencar agar lebih cepat. Kau bunuh semua murid yang berkeliaran di pinggiran kota sementara aku akan membunuh para tetuanya." Ucap Zilong.


" Baiklah." Jawab Wou Yang lalu melesat meninggalkan Ling San.


" Aku menemukan sasaran empuk." Ucap Ling San lalu muncul di hadapan salah satu tetua klan Lian.


" Siapa ka..."


Sebelum dia menyelesaikan pertanyaannya, Ling San sudah menuuskkan tombaknya tepat di jantung tetua tersebut, sehingga tetua itu ambruk ke tanah. Setelah itu dia kembali menghilang.


" Cepat panggil tetua ketiga." Pintah salah satu anggota klan.


" Baik." Jawab yang lainnya.


Beberapa menit kemudian, pemuda itu kembali ketempat tersebut bersama dengan tetua ketiga.


" Apa ini? kenapa tetua kelima bisa terbunuh?" Tanya tetua ketiga.


" Aku tidak tahu tetua. Saat kami kesini, tetua kelima sudah tergelatak tak bernyawa." Jawab pemuda tersebut.


Sleeeeppp


Sebuah jarum yang entah darimana asalnya menembus jantung tetua ketiga sehingga dia juga ambruk ketanah dan sudah tak bernyawa.


" Si.. siapa yang melakukan ini?" Tanya salah satu pemuda klan Lian.


" Kalau kau bertanya padaku, lalu bagaimana aku bisa menjawabnya?" Tanya puda lainnya.


Sleeeeppp


Sleeeeppp


Sleeeeppp


Ling San kembali melemparkan lima jarum akupuntur kearah Lima orang tetua klan Lian yang sedang mengintrogasi para warga. kematian kelima tetua klan Lian tersebut membuat para warga ketakutan setengah mati.


" Entah siapa yang sudah disinggung oleh klan Lian" Ucap salah satu warga.


" Kurasa klan Lian hanya akan tinggal nama" Ucap yang lain.


Wuuuusss


Wuuusss


Sreeekkkk


Sreeekkkk


disisi lain, Wou Yang membantai para pemuda klan Lian yang ditemuinya. para warga yang melihat itu ketakutan melihat Wou Yang membantai begitu banyak pemuda klan Lian.

__ADS_1


" Tebasan tujuh teratai." Ucap Wou Yang.


Boooooommmm


Booooooommm


Booooooommm


Pedang Wou Yang kemudian bersinar lalu Wou Yang mengayunkan pedangnya sehingga tujuh buah teratai melesat kearah tujuh anggota klan Lian.


Wuuuussss


Sreeeekkkk


Tak cukup sampai di situ, Wou Yang lalu melepaskan tebasan ganda sehingga tujuh murid yang sudah terluka langsung mati dengan kepala menggelinding ditanah.


" Mending aku membakarnya daripada menjadi sumber penyakit." Ucap Wou Yang lalu melemparkan bola api kearah ketujuh pemuda klan Lian yang baru saja di bunuhnya. Setelah itu, Wou Yang lalu melesat kearah lain.


" Siapapun yang bersekutu dengan iblis tidak akan kubiarkan dia hidup dengan tenang." Ucap Ling San.


" Apa maksudmu?" Tanya seorang tetua. Dia adalah tetua alkemis klan Lian dan dia adalah satu-satunya tentu Klan Lian yang masih tersisa.


" Berbohong pun tidak akan berguna karena aku dapat merasakan ada kekuatan iblis didalam tubuhmu." Ucap Ling San lalu membentuk elemen kristal miliknya menjadi pedang.


Sreeeeekkkk


Sekali tebasan dari Ling San membuat kepala tetua alkemis klan Lian menggelinding di tanah. Kejadian itu disaksikan oleh anggota klan Lian yang juga menggunakan kultivasi iblis untuk meningkatkan kekuatan mereka.


Wuuusss


Wuuusss


Wuuusss


Ling San kemudian melemparkan bola api kearah mereka. Mereka tidak menghadang bola api menggunakan elemen api yang mereka miliki karena mengira itu adalah api biasa. Alhasil, mereka semua terbakar menjadi abu.


Wuuusssss


Wuuuussss


Wuuuussss


Ling San lalu melemparkan bola api jiwa kearah mayat milik para anggota klan Lian yang dibunuhnya.


Saat hari menjelang malam, semua anggota klan Lian habis mereka bantai.


" Apakah semuanya sudah habis?" Tanya Wou Yang.


" Tidak. masih ada satu orang lagi yang tersisa." Jawab Ling San.


" Siapa itu?" Tanya Wou Yang.


" Sebentar lagi dia juga datang." Jawab Ling San.


Dan benar saja. Beberapa menit kemudian, seorang pria yang memakai zirah berwarna perak mendarat tepat dihadapan Ling San.


" Lagi-lagi menggunakan kultivasi iblis." Ucap Ling San yang langsung membuat jenderal Lian Rong terkejut.


" Apa yang kau inginkan sehingga kau menghancurkan klan Lian?" Tanya Jenderal Lian Rong.


" Aku hanya ingin menghancurkan pengkhianat seperti kalian." Jawab Ling San yang sudah ada dibelakang Lian Rong.


" Apa maksudmu? Kami tidak pernah menggunakan teknik kultivasi iblis" Bantah Jenderal Lian Rong.

__ADS_1


" Kalau kau ingin berbohong berbohonglah kepada orang lain jangan padaku." Ucap Ling San lalu melepaskan sebuah tapak kearah Jenderal Lian Rong.


__ADS_2