Kaisar Dewa Kristal

Kaisar Dewa Kristal
Chapter 11 Hutan Kabut II


__ADS_3

" Kalau tidak, maka aku akan membuatmu menyesal." Jawab Pemuda tersebut.


Wussss


Boooommmm


Booommmm


Ledakan kembali terdengar saat mereka kembali bertarung. pepohonan di sana tumbang satu persatu.


" Tapak Bumi"


Boooommmm


Ledakan kembali terdengar saat tapak bumi milik Ling San menghantam tubuh pemuda tersebut..


" Ukkhhuuuk"


" Sial, kekuatan serangannya sangat kuat." Ucap Pemuda tersebut..


Tak sampai di situ, Ling San juga kembali melesatkan sebuah tapak cahaya.


Booommm


Ledakan kembali terdengar saat Tapak cahaya itu mengenai tubuh pemuda tersebut.


Wussss


Ling San bergerak dengan cepat, dan tiba-tiba berada di belakang pemuda tersebut. Sebelum pria itu menyadarinya, Ling San menyuntikkan serbuk kristal kedalam tubuh pemuda tersebut, lalu menghantamkan sebuah tapak hingga pria itu terbang menghantam tanah.


" Ukhhuuukk. Sialan, bagaimana bisa aku tidak bisa menyadari keberadaannya?" Tanya pemuda tersebut.


" Baik, karena kau sudah menggangguku maka rasakanlah ini." Ucap Ling San.


" Akkkhhhh."


Tiba-tiba, pemuda itu berteriak kesakitan saat serbuk kristal di dalam tubuhnya mulai bereaksi. Hal itu membuat luka dalam yang di deritanya semakin parah.


" Kristal penyerap darah." Ucap Ling San.


" Arrrrrgggggghhhh"


Pemuda itu berteriak semakin keras saat kristal yang ada di tubuhnya mulai menyerap habis semua darahnya.


" Dasar dewa serakah." Ucap Ling San.


" Ba..bagaimana kau bisa tahu kalau aku adalah seorang dewa?" Tanyanya.


" Sangat mudah. Auramu itu seperti di tolak oleh alam. Karena energimu itu berlawanan dengan energi alam yang ada di sini. Bukan hanya itu, Darahmu itu adalah darah dewa." Ucap Ling San.


" Hancurkan." Ucap Ling San.


" Arrrrgggghhh"

__ADS_1


Prannkk


Sesaat kemudian, tubuh pemuda tersebut hancur seperti kaca yang jatuh dari ketinggian. Tubuhnya hancur menjadi serpihan-serpihan kristal kecil.


" Ukkhhuuuk."


Beberapa saat kemudian, Ling San batuk darah, yang menandakan jika dia juga terluka..


" Untung saja aku memiliki teknik tubuh kristal, kalau tidak, mungkin aku sudah menjadi mayat." Ucapnya.


Ling San kemudian menyembuhkan luka dalam yang dia derita menggunakan elemen cahaya. Proses ini membutuhkan waktu lama, tapi, hasilnya juga memuaskan.


Saat matahari sudah berada di barat, Ling San membuka matanya. Kini dia telah pulih 90%


Di Alam Dewa...


" Arrrrggghhh tidak berguna." Ucap seorang pria sambil marah-marah.


" Ada apa? kenapa yang mulia marah-marah?" Tanya Seorang wanita.


" Aku gagal mendapatkan inti cahaya. Padahal, inti cahaya sudah ada di depan mataku." Ucapnya.


" Memangnya apa yang terjadi dengan orang suruhan yang mulia?" Tanya wanita itu lagi.


" Dia sudah mati. Dia di bunuh oleh seorang bocah yang memiliki elemen cahaya." Jelas pria yang tak lain adalah kaisar langit Meng Diao.


" Bagaimana kalau yang mulia mencari keberadaan inti elemen kegelapan?" Tanya Wanita itu.


" Itu ide yang bagus." Jawab kaisar langit Meng Diao.


Alam kultivasi di bagi menjadi beberapa alam, yaitu alam bawah, alam manusia, dan alam dewa.


Kembali ke Ling San.


Saat ini, Ling San melesat menuju ke arah barat menembus rimbunnya pepohonan dan gelapnya hutan. Hutan kabut sendiri merupakan salah satu tempat paling angker yang ada di benua awan biru.


Lima hari kemudian, Ling San sudah berada di bagian inti hutan kabut. Di bagian inti hutan kabut sendiri, energi alam lebih tebal dari pada energi alam di bagian luar atau bagian dalam hutan. Di sana juga, para penguasa hutan berada.


" Hm, energi alam yang sangat tebal." Ucap Ling San.


" Aku ingin lihat, seberapa besar kekuatan penguasa hutan ini." Ucap Ling San.


" Ha..ha..ha..ha.. Anak muda. Kau memasuki wilayah kekuasaan klan peri langit." Ucap sebuah suara.


" Oh, maafkan aku. Aku hanya kebetulan lewat saja." Ucap Ling San.


" Sesuai hukum yang berlaku di sini, kau harus di hukum." Ucap pria tersebut.


" Terserah, yang jelasnya aku sudah mengatakan tujuanku." Ucap Ling San.


" Hm, mengapa aku merasakan energi kehidupan milik peri ini sangat lemah?" Tanya Ling San dalam hati.


" Kalau boleh tahu, mengapa energi kehidupan milikmu sangat melemah?" Tanya Ling San.

__ADS_1


" Hm, bagaimana dia bisa tahu? Apakah dia merasakannya?" Tanya prajurit peri langit yang membawa Ling San kehadapan ratu peri langit.


" Pohon apa itu? Kenapa pohon itu tampak sudah mati?" Tanya Ling San.


" Itu adalah pohon magis sumber kekuatan kami. Itu sebabnya kekuatan kami melemah dan energi kehidupan kami juga ikut melemah." Ucap Ratu Ariana.


" Kalau Ratu mengizinkannya, Aku bisa membantu ratu menghidupakan kembali pohon itu." Ucap Ling San.


" Silahkan saja." Jawab Ratu Ariana.


Ling San kemudian berjalan menuju ke pohon magis. Setelah berjarak satu meter dari pohon itu, Ling San merasakan energi kehidupan yang sangat kuat dari dalam pohon itu.


" Hm, sepertinya pohon ini bukan mati melainkan ingin berganti." Ucap Ling San.


Tanpa berlama-lama, Ling San mengalirkan elemen cahaya kedalam pohon magis. Dan sesuai dugaannya, Pohon itu merespon elemen cahaya milik Ling San.


Perlahan-lahan, pohon itu berubah menjadi hijau, dan daunnya mulai tumbuh.


" Sudah aku duga. Pohon ini ingin berganti." Ucap Ling San.


Perlahan-lahan, batang pohon yang lama mengelupas. begitu juga dengan daunnya.


" Ratu, apa yang pemuda itu lakukan?" Tanya jenderal Limo.


" Tenanglah. Dia tidak melakukan apa-,apa." Jawab Ratu Ariana.


Seluruh bagian pohon itu mulai berganti. Batangnya yang awalnya berwarna hijau, berubah menjadi biru. Daunnya juga berubah menjadi daun emas.


Blussssss


Sesaat kemudian, pohon itu memancarkan cahaya yang sangat terang. Bahkan saking terangnya, cahaya itu menyinari seluruh hutan.


Bukan hanya itu, sebuah sayap berwarna biru langit mengepak di punggung Ling San, dan kultivasi Ling San meningkat ke ranah emperor bintang 7.


" Terima kasih tuan muda karena tuan muda sudah membantu menghidupkan kembali pohon magis." Ucap Ratu Ariana.


" Tapi, bagaimana dengan sayap ini?" Tanya Ling San.


" Itu adalah hadiah dari pohon magis untuk tuan muda karena sudah memulihkannya." Jawab Ratu Ariana.


" Kalau begitu aku permisi, ratu." Ucap Ling San.


" Tunggu dulu. kalau boleh tahu, siapa nama tuan muda?" Tanya Ratu Ariana


" Namaku Ling San." Ucap Ling San lalu melesat meninggalkan wilayah klan peri langit .


" Ratu, aku tadi melihat pemuda itu memiliki elemen cahaya." Ucap jenderal Limo.


" Itu artinya, tidak lama lagi kekacauan besar akan terjadi." Ucap Ratu Ariana sambil menerawang.


" Kekacauan itu akan memusnahkan 90% populasi manusia, dewa, dan binatang ilahi. Dan besar kemungkinan kekacauan itu akan di mulai oleh bangsa iblis." Ucap Ratu Ariana.


" Berarti anak itu adalah anak yang di ramalkan itu. Pembawa dua kekuatan besar. Dan salah satu kekuatannya akan membentuk sebuah klan yang sangat kuat dan di takuti di alam semesta." Ucap Jenderal Limo.

__ADS_1


" Benar. kalau memang dia adalah anak dalam ramalan, maka sudah pasti dia memiliki elemen kristal." Ucap ratu Ariana.


__ADS_2