
" Aish, ternyata aku tidak bisa bertemu dengan kakak Zan, ya?" Tanya Ling Mao kecewa.
" Klan Ying, tunggu pembalasan dariku." Ucap Ling Mao dalam hati.
" Oh, iya San'er, apakah kau hanya sendiri saja?" Tanya Ling Gu.
" Tidak. aku berpetualang bersama kakak Ling Wu, kakak Ling Guang, dan kakak Ling Fei. Kami berpetualang terpisah." Jawab Ling San.
" Dan rencananya, kami ingin membebaskan kakak Ling Feng yang di sekap di sekte cahaya roh, dan membawanya kembali ke klan Ling, tepat saat hari ulang tahun paman, Yang ke 55. Dan itu bulan depan." Ucap Ling San.
" Sekte cahaya roh itu sangat kuat. Mereka mempunyai master formasi tingkat tinggi, selain rata-rata anggota mereka sudah menembus ranah dewa. Patriak mereka sudah menembus ranah dewa Awan bintang 5, dan para tetuanya sudah menembus ranah dewa langit." Jelas tetua agung
" Tenang saja paman. Aku memiliki cara untuk menyelamatkan kakak." Ucap Ling San.
Beberapa saat kemudian, gelang giok yang di kenakan oleh Ling San bergetar.
" Oh, tidak." Ucap Ling San.
" Ada apa, nak?" Tanya Ling Yuan.
" Ketiga kakaku sudah sampai di sekte cahaya roh, dan saat ini mereka dalam bahaya. Jadi, aku pamit dulu." Ucap Ling San.
Ling San kemudian menutup matanya dan mulai mendeteksi keberadaan Ling Fei, Ling Wu, dan Ling Guang melalui gelang giok yang mereka gunakan.
" Maaf paman aku harus pergi sekarang." Ucap Ling San lalu menghilang dari hadapan semua orang.
" Itu, apakah aku tidak salah lihat?" Tanya tetua agung.
" Kau tidak salah lihat. Dia memang menggunakan teknik perpindahan ruang. Dan sudah pasti dia juga menguasai teknik manipulasi waktu." Jelas Ling Gui.
" Teknik itu termasuk teknik yang sangat langka. Darimana bocah itu menemukannya?" Tanya Ling Gu.
" Kalau pertanyaan itu, hanya dia yang dapat menjawabnya." Jawab Ling Gui.
Di halaman depan sekte Cahaya roh....
" Ha..ha..ha...ha.... Dasar bodoh, tidak ada gunanya melawan. Kalian juga akan mati hari ini juga." Ucap tetua pertama sekte cahaya roh sambil terus menyerang Ling Wu, Ling Guang, dan Ling Fei.
Sementara mereka bertiga hanya bertahan. Hal ini di karenakan kultivasi mereka dikunci, sehingga mereka hanya bisa bertarung dengan kekuatan fisik saja.
" Sial, aku bahkan tidak dapat bergerak dengan leluasa." Ucap Ling Wu.
" Andai saja aku dapat menggunakan elemen kayu, aku mungkin bisa melawan mereka." Ucap Ling Guang.
" Bahkan memanggil paman saja tidak bisa." Ucap Ling Fei.
Swuuusss
__ADS_1
Boooommmm
Tiba-tiba, sebuah tombak melesat kebawah dan menghantam tanah dengan keras. Hal itu membuat tetua pertama terpental puluhan meter.
" Dasar paktua licik. Menggunakan formasi penyegel agar bisa mengalahkan saudaraku." Ucap Ling San lalu mendarat di tanah dengan jubah berkibar.
" Seharusnya bocah sepertimu tidur dan berlatih saja di rumah, bukannya bersikap sok jago di sini" Ucap Tetua pertama.
Swuusss
Booommmm
Tiba-tiba saja, tetua pertama sudah terpental sejauh seratus meter. Lebih dari itu, kultuvasinya juga sudah di hancurkan.
" Bagaimana rasanya pak tua?" Tanya Ling San.
" Arrrgghhhh, sialan kau bocah" Ucap tetua pertama dengan marah karena kultivasinya sudah dihancurkan.
" Seharusnya, kau berpikir dulu baru menilai seseorang." Ucap Ling San lalu tombak mata gandanya sudah berada di tangan.
" Adik, apakah kau menghentikan waktu?" Tanya Ling Wu.
Ling San hanya menganggukan kepalanya untuk memberikan isyarat kepada Ling Wu dan yang lainnya.
" Di cincin kalian terdapat ribuan teknik. Kalian bisa mencari teknik yang kalian iginkan di sana." Ucap Ling San.
Sementara itu, Ling San melayang di udara, lalu menatap formasi empat lapis yang melindungi sekte cahaya roh. Lalu, dia kemudian membuat segel tangan yang rumit dengan cepat.
Boooomm...
Boommm
Booommm
Sesaat kemudian, terdengar ledakan besar sebanyak tiga kali yang menandakan jika formasi yang menutupi sekte cahaya roh hancur. Ledakan itu membuat seluruh sekte bergetar dengan hebat seperti sedang terjadi gempa besar.
" Hh, sepertinya aku harus membuat teknik yang dapat menghancurkan formasi tanpa menimbulkan getaran atau ledakan." Ucap Ling San.
" Kak Bersiaplah. Setelah ini semua orang yang berada di dalam sekte cahaya roh akan berdatangan kemari." Ucap Ling San.
Dan benar saja, sesaat setelah menyelesaikan kaliamatnya, beberapa orang tetua sekte cahaya roh beserta patriak Yong Lie datang.
" Sialan. Siapa yang berani menghancurkan formasi pelindung sekteku?" Tanya patriak Yong Lie dengan marah.
" Tetua sektemu yang memulainya. Jadi, jangan salahkan orang lain jika formasi pelindung tiga lapis milik sektemu itu hancur." Ucap Ling San.
" Satu lagi. Bebaskan kakakku Ling Feng dari penjara bawah tanah sektemu itu." Ucap Ling San.
__ADS_1
" Ciih, jangan asal bicara kau bocah. Kami tidak memenjarakan siapa pun di sekte kami." Bantah patriak Yong Lie
" Kalau begitu, tunggu aku di sini, aku akan membuktikannya padamu." Ucap Ling San lalu menghilang.
Wussss
Ling San kemudian menghilang dari tempatnya, dan sesaat kemudian, dia muncul di dalam penjara tempat Ling Feng di tahan.
" Kakak." Ucap Ling San sambil memeluk Ling Feng dengan erat.
" Tunggu, kau ini siapa?" Tanya Ling Feng.
" Apakah kau tidak menegenali adik sekaligus muridmu kakak?" Tanya Ling San balik.
" San'er, kau kah itu?" Tanya Ling Feng.
" Benar ini aku kak." Jawab Ling San.
" Kakak, ayo kita keluar dari sini. Aku akan menjawab semua pertanyaan yang ada di dalam kepala kakak setelah keluar dari sini." Ucap Ling San lalu memegang tangan Ling Feng lalu menghilang.
Wussss
Ling San bersama dengan Ling Feng muncul kembali di halaman sekte cahaya roh. Dan hal itu membuat patriak Yong Lie tercengang sekaligus terkejut.
" Kau bilang tadi, tidak ada siapapun yang kau penjarakan, lalu kenapa kakak Feng ada di dalam penjara sektemu." Tanya Ling San.
" I..itu, aku juga tidak tahu." Jawab Yong Lie dengan terbata-bata.
" Kakak. Telanlah pil ini untuk memulihkan tenaga kakak." Ucap Ling San sambil memberikan Pil penyembuh, pil regenarasi dan beberapa pil yang lain.
" Sekarang, tujuanku kesini sudah selesai. Tapi karena kau sudah memenjarakan kakakku selama 7 tahun, kau tidak akan pernah kumaafkan." Ucap Ling San lalu menghilang dari tempatnya.
Buuukk
Booommmm
Sesaat kemudian, dia muncul di depan patriak Yong Lie dan melayangkan sebuah pukulan kepadanya. Pukulan itu membuat Yong Lie terpental sejauh 10 meter.
" Dasar bocah meresahkan." Ucap Yong Lie denhan geram.
" Serang, dan tangkap mereka semua." pintah Yong Lie.
Booommmm
Booooommm
Booommm
__ADS_1
Ledakan beruntun terdengar di halaman sekte cahaya roh akibat pertempuran para tetua dengan 4 empat orang anak yang berumur belasan tahun dan seorang pemuda yang berumur 22 tahun.
Sementara itu, Ling San hanya bergerak kekiri dan kekanan dan menempelkan telapak tangannya kepunggung beberapa orang tetua lalu pergi lagi