Kaisar Dewa Kristal

Kaisar Dewa Kristal
Chapter 99 Pengkhianat


__ADS_3

" Aku tidak boleh panik. Dia pasti hanya pura-pura saja." Ucap sosok berjubah hitam tersebut mencoba menenangkan diri.


" Baiklah, kalau kau tidak mau keluar." Ucap Ling San lalu melemparkan tombaknya kearah pria berjubah itu.


Boooommmmm


Ledakan pun tercipta saat Tombak Naga Azure milik Ling San menghantam pohon. Bahkan, ledakan itu berhasil melulai pria berjubah itu.


" Ha..ha...ha..ha.. Aku tak menyangka jika bocah ingusan sepertimu menyadari keberadaanku." Ucap pria itu.


" Sepertinya aku harus membunuhmu terlebih dahulu." Ucapnya lalu melesat dan menyerang kearah Ling San.


" Hm, dari auranya, dia adalah salah satu Dewa tertinggi." Gumam Ling San sambil terus menghindari setiap serangan dari pria itu.


" Dasar bodoh. Bisa-bisanya kau mengkhianati kekaisaran langit." Ucap Ling San yang sontak membuat sosok berjubah hitam itu terkejut.


Wuuussss


Ling San kemudian melemparkan bola api jiwa kearah pria berjubah itu. Api jiwa itu membakar habis jubah milik pria itu sehingga wajah aslinya pun terlihat.


Wuussss


Booooommmmm


Boooommm


Booooommmm


Karena kesal, pria itu kemudian melesat dan menyerang Ling San secara brutal.


" Hah, untungnya dia tidak mengenalku." Batin pria itu.


Wuusss


Boooommm


Saat sedang bertarung, sebuah anak panah melesat kearah Ling San. Untung saja Ling San menghindari anak panah itu.


" Kenapa anda menyerangku tanpa sebab?" Tanya Ling San kepada Dewa Panah.


" Maafkan aku. Aku kira kau adalah iblis yang bertarung dengan Dewa Tombak." Ucap Dewa Panah.


" Oh, jadi, Pengkhianat ini adalah Dewa Tombak?'" Tanya Ling San.


" Pengkhianat. Apa maksudmu?" Tanya Dewa Panah.

__ADS_1


" Dia memang pengkhianat. Buktinya, dia terus mengawasiku saat bertarung dengan para iblis. Dan aku kurasa salah satu Dewa tertinggi di kekaisaran langit sudah tahu itu." Jawab Ling San.


Semengara itu, Dewa Tombak terdiam. Di dahinya keringat dingin mulai bercucuran dengan deras.


" Aku, bukan pengkhianat. Jangan percaya pada anak yang tidak jelas ini" Ucapnya.


" Kau diam dulu disana." Ucap Ling San.


Dan tiba-tiba saja, Dewa Tombak sudah tidak dapat bergerak lagi, seperti ada sesuatu yang mengikatnya.


" Lepaskan aku." Teriaknya.


" Berisik." Ucap Ling San lalu memperkuat rantai transparan yang mengikat Dewa Tombak.


" Awalnya aku bingung, bagaimana bisa para iblis muncul tiba-tiba muncul di alam dewa. Setahuku, mereka tidak memiliki akses menuju ke Alam Dewa. Rupanya disini ada seorang pengkhianat." Ucap Ling San.


" Tidak ada bukti bahwa aku adalah pengkhianat." Ucap Dewa Tombak.


" Biasanya, yang memiliki akses kesemua alam itu adalah seorang panglima perang, dan kaisar langit sendiri. Dan setahuku, kau adalah Jenderal Perang kekaisaran, jadi bukan tidak mungkin bagimu untuk membantu para iblis naik ke alam Dewa." Jawab Ling San.


" Bodoh. Bagaimana bisa aku ke Alam bawah atau ke alam Langit sementara tidak ada portal yang bisa membawaku kesana." Bantahnya.


" Dengan menggunakan kepingan jiwa. Dan aku tidak yakin seorang Jenderal Dewa memiliki kekuatan jiwa di tingkat abadi tahap 1. Biasanya kekuatan jiwa seorang Dewa yang paling rendah adalah Saint tahap 1 Dan yang paling tinggi adalah Immortal tahap 6 milik Dewa Immortal." Jelas Ling San.


" Aku salut dengan pengetahuanmu. Pengetahuanmu itu sama luasnya dengan Dewa Pengetahuan." Ucap Dewa Tombak.


" Pujiannya nanti saja. Yang terpenting, sekarang kita bawa pengkhianat ini ke kekaisaran Dewa." Ucap Ling San.


" Aku hampir melupakan dia." Ucap Dewa Panah


" Kalau kau mau, kau bisa ikut kesana." Tawar Dewa Panah.


" Dengan senang hati. Aku masih ingin mengurus beberapa orang sombong yang ingin kuberi pelajaran." Jawab Ling San.


" Oh, putranya Meng Diao?" Tanya Dewa Panah.


" Ya." Jawab Ling San.


Wuuussss


Wuuusss


Ling San beserta dengan Dewa Panah dan seluruh prajurit Dewa menghilang dari sana dan muncul di aula istana.


" Hormat kami, Dewa Agung." Ucap Dewa Panah.

__ADS_1


" Apakah para iblis sudah dibereskan?" Tanya Dewa Pengetahuan


" Aku tidak tahu. Sebaiknya Dewa Agung menantakan itu kepada pemuda ini." Jawab Dewa Panah.


Dewa Pengetahuan kemudian menatap Ling San lekat-lekat selama beberapa saat, lalu menggelengkan kepalanya.


" Apakah kau yang mengalahkan semua iblis itu?" Tanya Dewa Pengetahuan.


" Ya." Jawab Ling San.


" Benar-benar hebat. Aku tidak menyangka kau memiliki kekuatan yang kuat melebihi kultivasimu." Ucap Dewa Pengetahuan.


" Maaf, kalau boleh tahu, apakah Dewa Agung tahu jika ada pengkhianat di kekaisaran langit?" Tanya Ling San.


Pertanyaan Ling San hanya dibalas dengan anggukan oleh Dewa pengetahuan yang menandakan jika dia mengetahuinya.


" Memangnya kenapa kau menanyakan itu." Tanya Dewa Pengetahuan.


" Karena ini" Jawab Ling San lalu menyeret Dewa Tombak ke depan.


" Dia adalah pengkhianatnya. Dan aku rasa kepingan jiwanya ada di alam bawah dan dia membantu para iblis untuk berteleportasi ke Alam Dewa. Mungkin rencananya, mereka akan menyerang klan Jua terlebih dahulu." Ucap Ling San.


" Aku tidak menyangka jika kau bisa bertindak sejauh itu. Awalnya, aku membiarkanmu karena aku pikir kau berhak mendapatkan kesempatan kedua. Dan sepertinya kau bertemu dengan orang yang tidak memberi kesempatan kesempatan kedua kepada pengkhianat." Ucap Dewa Pengetahuan.


" Apa sebenarnya yang kau inginkan?" Tanya Dewa Pengetahuan.


" Aku ingin membalas atas perlakuan kalian kepada saudaraku. Dulu, saudaraku sudah berbuat banyak terhadap kekaisaran, tapi kalian justru menghukumnya dengan hukuman mati." Jawabnya.


" Dia memang pantas mendapatkannya." Ucap Dewa Pengetahuan.


" Maaf menyela. Kalau boleh tahu, siapa yang dimaksud oleh Dewa Tombak dan mengapa dia diasingkan?" Tanya Ling San.


" Dia adalah Dewa Tombak kembar. Dulu, dia termasuk salah satu dari jajaran Dewa-dewi yang disegani di alam Dewa. Bahkan kaisar Langit sendiri memberinya kebebasan untuk pergi ke alam mana saja tanpa hambatan. Tapi, kebebasan itu dia salah gunakan. Dia menggunakan kebebasan itu untuk membuat kekacauan di alam Langit, bahkan ribuan manusia mati karena ulahnya. Itulah alasannya kenapa dia harus dijatuhi hukuman mati." Jelas Ling San.


" Bukan. Bukan dia yang melakukannya." Ucapnya.


" Kalaupun bukan dia, lalu siapa yang melakukannya?" Tanya Dewa Pengetahuan.


" Dia dikendalikan oleh para iblis sehingga apa yang dia lakukan itu bukan kehendaknya." Bantah Dewa Tombak.


" Sudahlah. Lagi pula itu sudah berlalu 10.000 tahun. Dan dia juga berpesan agar kau tidak mengkhianati Kekaisaran Dewa. Dan apa yang kau lakukan, kau malah mengkhinati alam dewa. Bahkan, kau melanggar janjimu kepada saudaramu." Ucap Dewa Giok.


" Biarkan saja. Lagi pula, hidupku hampa tanpa kehadiran saudaraku. Kalian tidak tahu apa yang kurasakan. Jadi, biarkan aku menyusul saudaraku." Ucap Dewa Tombak.


" Aku siap dihukum. Apa pun hukuman yang diberikan padaku, aku akan menerima." Ucap Dewa Tombak.

__ADS_1


__ADS_2