
Ling San mulai melatih teknik kedua, yaitu manipulasi waktu. Dia mulai mempelajari cara mempercepat waktu. Awalnya, Ling San kesulitan. Tapi, lama kelamaan, Ling San sudah mampu memahami teknik mempercepat waktu.
3 bulan berlalu dengan cepat...
Kini Ling San dapat mempercepat waktu walau hanya satu jam.
" Ini masih belum cukup." Ucap Ling San lalu kembali berlatih.
Tiga bulan kembali berlalu, dan kini Ling San sudah bisa mempercepat waktu selama satu jam banding satu tahun.
" Berarti teknik memperlambat waktu adalah kebalikan dari teknik mempercepat waktu." Gumam Ling San.
Ling San lalu mencoba memperlambat waktu dengan cara membalikkan teknik mempercepat waktu. Dan ternyata cara itu berhasil.
" Hm, ternyata dugaanku benar." Ucap Ling San senang.
Walau begitu, dia tetap melatih teknik itu hingga penguasaannya sudah sempurna.
" Hah, tinggal satu teknik lagi." Ucap Ling San lalu mulai mempelajari teknik menghentikan waktu.
" Teknik ini sedikit lebih rumit dari kedua teknik sebelumnya" Gumam Ling San sambil terus berlatih teknik menghentikan waktu.
Tanpa terasa, enam bulan kembali berlalu, dan kini Ling San sudah menguasai teknik menghentikan waktu dengan sempurna. Kali ini dia berniat mengakhiri latihannya dan melanjutkan petualangannya yang sempat tertunda.
Wussss
Ling San kemudian menghilang dari dimensi cincin tersebut dan muncul di dunia luar.
" Hah, aku tidak tahu sudah berapa lama aku berlatih." Ucap Ling San.
" Jika di hitung, aku sudah berlatih di dalam di demensi sekitar tiga tahun Jadi, mungkin di dunia luar sudah berlalu 108 hari." Ucap Ling San.
" Tapi, bisa jadi aku berlatih didalam dimensi lebih dari tiga tahun." Ucap Ling San.
__ADS_1
Tak mau pusing, Ling San kemudian melesat meninggalkan kota kristal dan melesat menuju ke kota matahari. Yang mana kota matahari adalah kota tempat dimana sekte matahari berada. Sekte matahari sendiri merupakan sekte aliran netral terbesar di kekaisaran Sui. Dimana jumlah murid mereka mencapai 5 uta murid. Jumlah itu bahkan mengalahkan jumlah prajurit kekaisaran Sui yang hanya berjumlah 3,5 juta orang saja.
Tapi, tidak ada yang mengetahui dimana letak pasti sekte matahari. Walaupun nama kota dan nama sekte itu sama, tetap saja, tidak ada yang pernah menemukan sekte itu di kota matahari. Sekte itu sudah menghilang puluhan tahun yang lalu, tapi orang-orang kota matahari sangat yakin jika sekte matahari masih ada dan hanya bersembunyi di balik formasi. Mereka sangat yakin karena selama beberapa tahun, ada beberapa orang tetua misterius yang merekrut murid di kota matahari. Tetua itu menggunakan jubah berwarna jingga dan jubah itu merupakan jubah resmi sekte matahari. Kekaisaran sendiri sudah menganggap bahwa sekte itu sudah hancur sejak pemerintahan kaisar Sui Long, buyut dari kaisar Sui Yang.
Setelah satu bulan terbang menggunakan sayapnya, Akhirnya Ling San melihat sebuah kota.
" Hm, itu pasti kota matahari." Ucap Ling San sambil mendarat saat dia berjarak 500 meter dari kota matahari. Lalu dia berjalan kaki masuk kekota matahari
" Lencana pengenalnya tuan." Pintah prajurit dengan zirah perak.
" Maaf, paman. Aku tidak memiliki lencana pengenal." Jawab Ling San.
" Karena tuan muda tidak memiliki lencana pengenal, maka tuan akan dikenakan biaya masuk ke kota." Ucap prajurit yang memakai zirah ungu.
" Itu tidak masalah senior. Berapa banyak yang harus kubayar?" Tanya Ling San.
" Lima koin perak saja tuan." Jawab prajurit berzira perak.
" Baiklah." Ucap Ling San lalu mengeluarkan 10 koin perak dan memberikannya kepada kedua prajurit itu.
" Tidak apa. Sisanya buat senior saja." Ucap Ling San.
" Terima kasih tuan muda, silahkan masuk tuan muda." Ucap kedua prajurit itu mempersilahkan Ling San masuk kedalam kota.
Ling San lalu berjalan memasuki kota matahari. Ling San sangat tercengang melihat kota itu jika dilihat dari luar. Diluar sendiri, pagar kota matahari hanya terbuat batu bata, dan kelihatan lusuh sehingga menambah kesan bahwa kota matahari adalah kota miskin, tapi di dalam, kota itu sangatlah makmur. bangunan berdiri dengan megah, dan berjejer rapi. saking makmurnya, kota matahari mirip dengan sebuah kerajaan.
" Waw. Kota yang sangat megah." Gumam Ling San.
" Hm, sekarang aku akan mencari informasi mengenai kota matahari." Ucap Ling San lalu berjalan sambil mencari sebuah restoran. Karena, biasanya di restoran adalah tempat dimana orang-orang bercerita tentang sesuatu.
" Restoran Bunga matahari. Sangat pas dengan nama kota." Ucap Ling San lalu berjalan memasuki restotan tersebut.
Seperti biasanya, Ling San memilih meja yang berada di paling pojok. Agar tidak terlalu di perhatikan.
__ADS_1
" Hm, aku baru sadar jika bajuku sudah sangat lusuh. Setelah dari sini, aku akan pergi ke tokoh pakaian untuk membeli pakaian yang baru." Ucap Ling San.
" Tuan muda, ingin memesan apa?" Tanya pelayan.
" Berikan saja aku makanan terbaik yang ada di restoran ini dan juga air putih." Jawab Ling San.
" Pesanan tuan muda, akan segera kami siapkan." Ucap pelayan tersebut lalu meninggalkan Ling San.
" Hm, Apakah kau pernah mendengar rumor bahwa sekte matahari masih ada?" Tanya Si A.
" Ya, bahkan rumor itu bukan hal baru lagi." Jawab Si B.
" Memangnya ada apa dengan sekte matahari?" Tanya Si B
" Aku mendengar rumor, jika tak lama lagi, sekte matahari akan menampakkan diri. Dan yang aku dengar, patriak sekte matahari sekarang bermarga Ling." Ucap Si A.
" Bukankah klan Ling adalah salah satu klan yang berada di kota lampion?" Tanya Si B.
" Itu benar. Tapi, rumor itu belum tentu benar." Jawab Si A.
" Orang bilang, lambang sekte itu adalah bintang bersudut empat, dan dimasing-masing sudut, terdapat satu elemen. Dan di tengah bintang itu kosong dan tidak memiliki lambang." Jelas Si A.
" Hm, aku pernah membaca silsilah keluarga klan Ling, dan ada leluhur klan Ling yang menghilang 400 tahun yang lalu. Apa mungkin, dia yang membangun sekte matahari." Gumam Ling San.
" Bintang bersudut empat, melambangkan empat elemen, dan bagian tengah sengaja di kosongkan sebagai tempat untuk elemen yang sudah di satukan." Ucap Ling San sambil mengeluarkan lencana klan Ling, dan di tengahnya juga kosong.
" Apakah ini kebetulan. Jika begitu seharusnya nama sekte itu sekte empat bintang." Ucap Ling San mengingat empat bintang adalah julukan untuk klan Ling karena anggota klan Ling memiliki elemen yang berbeda-beda." Ucap Ling San.
" Tuan. Ini pesanan anda." Ucap Seorang pelayan sambil meletakkan nampan yang berisi sebuah daging yang diatasnya di berikan madu.
" Oh, apakah anda tahu, kapan sekte matahari di bentuk?" Tanya Ling San.
" Kalau tidak salah sekitar 400 tahun yang lalu. Dan mulai terkenal sekitar 350 tahun yang lalu." Jawab pelayan tersebut lalu meninggalkan meja Ling San.
__ADS_1
" Tepat sekali. Hilangnya leluhur Ling Gui dan berdirinya sekte matahari sangat cocok." Gumam Ling San lalu memasukkan kembali lencana klan Ling yang sempat dia keluarkan.
" Hm, kenapa anak itu mempunyai lencana sekte, apakah dia memiliki hubungan dengan patriak Ling Yuan?" Tanya Pelayan tersebut.