
Mendengar ejekan Ling San, Amarah Tuan muda sekte Merak semakin memuncak.
" Akkhhh, sialan kau. Cepat berlutut dan meminta maaf padaku. Mungkin dengan begitu aku bisa mengampuni nyawamu." Ucap Tuan muda sekte Merak, Cang Hu.
" Bahkan dalam mimpimu sekalipun aku tidak akan pernah melakukannya." Ucap Ling San lalu melepaskan sebuah tapak kedada Cang Hu.
Wussss
Booommm
Cang Hu pun dibuat terbang sejauh 100 meter hingga membuat sebuah pohon besar hancur berkeping-keping.
" Ukhuuk..ukhuuk."
Cang Hu pun bangun kembali sambil batuk darah yang menandakan jika dia sedang terluka.
" Adik, kau tidak apa-apa?" Tanya Cang Xin.
Sebelum menjawab pertanyaan Cang Xin, Cang Hu kehilangan kesadarannya, hingga membuat Cang Xin marah.
" Akkhhh. Aku pastikan kau akan membayar semuanya." Ucap Cang Xin lalu menyerang Ling San dengan tinju elemen api.
Swuuusss
Cang Xin kemudian mundur beberapa langkah lalu menyemburkan api dari mulutnya kearah Ling San.
" Hah, sekarang kau pasti sudah menjadi daging panggang." Ucap Cang Xin
" Oh iya, apakah kau yakin?" Tanya Ling San yang sontak mengagetkan Cang Xin.
" Sekarang giliran ku." Ucap Ling San lalu menghilang dari tempatnya, lalu muncul di hadapan Cang Xin lalu melayangkan sebuah pukulan tepat di perutnya.
Ling San kemudian menciptakan puluhan jarum kristal, lalu dia melemparkannya kearah Cang Xin.
Wusss
Wusss
Cang Xin menghindari jarum itu satu persatu, tapi tetap saja, sebuah jarum kristal menancap di tubuhnya.
" Ukkhuuk. Sialan. Bahkan elemen uap milikku tidak dapat menghancurkan kristal sialan ini." Ucap Cang Xin.
" Swiiinngg"
Kristal itu kemudian bergetar, lalu perlahan-lahan menghilang entah kemana.
" Kau ini, mau saja diperbudak oleh adikmu itu." Ucap Ling San lalu menembakkan serbuk kristal kearah Cang Hu tanpa disadari oleh Cang Xin.
Wusss
__ADS_1
Ling San kemudian melesat meninggalkan Cang Xin yang masih marah.
" Hai, sialan. Apakah kau takut, sampai kau melarikan diri?" Tanyanya dengan nada berteriak.
Sesaat kemudian, dia baru menyadari jika kultivasinya yang awalnya berada di ranah Dewa bumi bintang 7 turun keranah Immortal God bintang 3. Dan itu setara dengan murid dalam sekte merak. Hal itu membuatnya semakin marah.
" Akkkhhh, dasar bocah ba******n. Aku akan membalas perbuatanmu ini." teriaknya.
" Ciih, sialan. Entah apa yang akan dikatakan ayah, nanti." Ucapnya.
Cang Xin lalu meraih tubuh Cang Hu yang sudah pingsan dari tadi dan menggendongnya kembali ke sekte Merak.
Sementara itu, Ling San saat ini muncul di pinggiran kota. Dia berniat mencari sebuah penginapan, dia berniat mengistirahatkan tubuhnya selama beberapa hari.
" Hah, lumayan walau sangat sederhana, tapi yang penting aku bisa beristirahat." Ucap Ling San sambil berjalan memasuki sebuah penginapan yang bisa dibilang adalah penginapan yang sederhana
" Permisi, saya ingin menginap disini selama beberapa hari. Berapa harga kamar permalamnya?" Tanya Ling San.
" 10 koin perak permalamnya tuan." Jawab kasir penginapan.
" Baiklah. Aku ingin menginap selama tiga hari disini." Ucap Ling San sambil mengeluarkan satu kantong koin emas.
" Tuan, ini terlalu banyak." Ucap kasir penginapan.
" Lebihnya untuk merenovasi penginapan ini." Ucap Ling San.
" Baiklah, ini kunci kamar tuan." Ucap kasir istana sambil memberikan sebuah kunci kepada Ling San.
Sesampainya di kamar, Ling San langsung mengunci kamarnya dan membersihkan diri, setelah itu dia langsung merebahkan tubuhnya di kasur.
" Hah, aku kangen sama ibu. Entah bagaimana kabarnya sekarang. aku belum pernah bertemu dengannya selama dua tahun." Ucap Ling San.
Hari ini adalah hari ulang tahunnya yang ke-17 tahun. Jadi, dia memutuskan untuk pulang menemui ibunya saat pagi hari.
" Ibu, maaf karena tidak pernah menemui ibu." Ucap Ling San lalu menutup matanya.
Pagi harinya, Ling San membuka matanya lalu dia langsung menuju ke kamar mandi. setelah itu, dia mengganti pakaiannya.
" Saatnya pulang menemui ibu." Ucapnya lalu menghilang.
Wusss
Ling San kemudian muncul di depan rumah Ling Huo. Tampak, rumah itu sangat terawat seperti biasanya.
" Ibu, aku pulang." Ucap Ling San.
" Yeayyy, kakak pulang. Ibu..ibu kakak pulang." Ucap suara anak kecil yang berumur satu tahun.
Karena penasaran dengan suara anak kecil itu, Ling San kemudian berjalan memasuki rumah.
__ADS_1
" San'er, kau sudah pulang, nak?" Tanya Ling Mei.
" iya Bu. Dan maafkan aku karena baru pulang sekarang." Ucap Ling San.
" Oh, iya Bu. Siapa anak kecil itu?" Tanya Ling San.
" Oh, dia Ling Yue, adikmu. Dia sekarang berumur satu setengah tahun." Jawab Ling Mei.
" Jadi, dia adalah adik kecilku?" Tanya Ling San lalu menggendong Ling Yue.
" Oh, iya, San'er, ayo kita makan. kebetulan ibu baru saja selesai masak." Ucap Ling Mei.
" Iya Bu." Jawab Ling San lalu berjalan menuju ke meja makan.
" Kakak, kakak, aku mau itu." Ucap Ling Yue sambil menunjuk ke arah potongan daging.
" Baiklah." Ucap Ling San lalu memberikan daging yang diinginkan oleh Ling Yue.
" Nyam..nyam.nyam.. Enak." Ucap Ling Yue sambil memakan daging dengan lahap.
" HM, dagingnya enak kak" Ucap Ling Yue sambil mengacungkan jempolnya.
" Iya..iya, apakah kau masih mau daging?" Tanya Ling San.
" Tidak. Ling Yue sudah kenyang." Jawabnya.
" Apakah Ling Yue ingin jalan-jalan?" Tanya Ling San.
" Ya, Yue'er mau." Jawabnya.
" Baiklah. Tapi, tunggu kakak selesai makan." Ucap Ling San.
" Dia jenius juga. Walau pun dia belum pernah melihatku, tapi dia sudah mengenaliku." Ucap Ling San.
" Mungkin itu adalah kemampuan bawaannya. Selain itu, dia juga tahu mana orang jahat dan mana orang baik. Jika dia marah, tubuhnya akan mengeluarkan api berwarna emas." Jelas Ling Mei.
" Tidak mungkin, kan. Adikku adalah seorang ratu Phoenix?" Tanya Ling San.
" Ratu phoenix? Maksudmu dia adalah penguasa seluruh ras Phoenix?" Tanya Ling Mei.
" Ya, ibu. Karena satu-satunya pemilik api emas hanyalah penguasa Phoenix saja. tapi aku tidak menyangka jika api itu dimiliki oleh adikku. Aku akan meminta bibi Nou untuk menjaganya, karena dia pasti akan dalam bahaya jika orang lain tahu kekuatannya." Ucap Ling San.
" Oh iya Bu.Aku ingin mengajak Yue'er, jalan-jalan di kota." Izin Ling San.
" Pergilah. Sudah beberapa hari ini dia ingin jalan-jalan, tapi karena ayahmu sangat sibuk, jadi dia tidak sempat mengajak Yue'er jalan-jalan." Jawab Ling Mei.
" Yue'er, ayo kita jalan-jalan." Panggil Ling San.
" Yeayyy, jalan-jalan." Ucap Ling Yue kegirangan.
__ADS_1
Ling San lalu menggendong Ling Yue lalu berjalan keluar rumah.
Ling Yue, dan Ling San memiliki kesamaan fisik, yaitu sama-sama memiliki rambut biru dan mata hijau. Selain itu, wajah mereka sama persis.