
Ling San terus menyelam ke dasar danau jingga. Satu jam berlalu, namun dasar danau jingga belum tampak. Yang nampak hanyalah bebatuan yang memancarkan cahaya jingga yang membuat danau itu menjadi terang.
" Wow, danau ini sangat indah." Ucapnya sambil terus melihat pemandangan yang ada di dalam danau jingga.
Danau jingga, bukanlah danau air tawar, melainkan danau yang berisi air laut. Entah bagaimana danau itu bisa berisi air laut. Padahal jarak antara laut dan danau itu adalah 200 km.
" Mungkin, danau ini adalah sebuah laut di zaman dahulu." Ucap Ling San.
" Mungkin, itu sebabnya ada mitos tentang kerajaan mutiara Jingga di danau ini." Ucap Ling San.
Setelah satu hari menyelam, Ling San akhirnya sampai di dasar danau. Dari dalam danau, cahaya jingga yang berasal dari air danau, nampak seperti langit jingga.
" Sangat indah." Ucap Ling San
" Danau ini masih sangat indah dan alami." Ucap Ling San.
" Disini tidak ada apa-apa. Hanya ada beberapa makhluk laut saja." Ucap Ling San sambil terus berenang menjelajahi danau itu.
" Mungkin, ada sesuatu di dalam gua itu." Ucap Ling San lalu berenang memasuki gua tersebut.
" Eh, bukankah ini adalah air tawar. Tapi, kenapa ada air tawar di dalam air laut?" Tanya Ling San.
" Air ini juga berwarna putih, bukan bening seperti air tawar lainnya." Ucap Ling San.
" HM, tuan. Itu adalah air stalagmit dan Stalagtit. Air itu dapat meningkatkan kultivasi tuan dan memperkuat fisik tuan." Ucap Ling Qing.
" HM, aku belum pernah mendengar tentang air itu" Ucap Ling San.
" Itu karena air Stalagmit dan Stalagtit hanya terbentuk di gua-gua bawah tanah saja. dan jarang ada yang menemukan air itu." Jelas Nih Qwang
" Kalau begitu aku akan menggunakan air itu sekarang." Ucap Ling San lalu membuka pakaiannya lalu berjalan menuju ke tengah-tengah kolam air itu dan mulai berkultivasi
Energi dari air Stalagmit itu perlahan-lahan berkumpul di sekitar Ling San, lalu perlahan-lahan energi dari air itu terserap kedalam tubuh Ling San.
Dua bulan kemudian...
Booommmm
Booommmm
Booommmm
Booommmm
Booommmm
Booommmm
Booommmm
Booommmm
Booommmm
Booommmm
Terdengar ledakan teredam dari dalam tubuh Ling San sebanyak 10 kali, yang menandakan jika kultivasi Ling San menerobos keranah dewa bumi bintang 9.
__ADS_1
Booommmm
Sesaat kemudian, terdengar lagi ledakan teredam sebanyak satu kali dari dalam tubuh Ling San yang menandakan jika kultivasinya menerobos ke ranah dewa langit bintang 1.
Sesaat kemudian, Ling San membuka matanya dan air di dalam kolam itu berubah menjadi bening.
" Air ini sudah tidak berguna lagi untukku." Ucap Ling San lalu keluar dari dalam kolam dan memakai bajunya kembali.
" Hah, ternyata aku mendapatkan keuntungan menyelam kedalam danau ini." Ucap Ling San
Kini, fisik Ling San sudah diperkuat dua kali lipat dari sebelumnya.
" Hah, sekarang aku akan kemana?" Tanya Ling San
Mungkin aku akan menjelajahi danau ini dulu." Ucap Ling San lalu berenang menjelajahi seluruh danau itu.
Saat Ling San menikmati pemandangan di dasar danau, tanpa sengaja dia melihat sebuah istana yang sangat indah dan megah.
" Mitos itu ternyata benar." Gumam Ling San.
" Wow, istananya terbuat dari emas dengan Kilauan Mutiara." Batin Ling San.
" Sungguh megah, sama seperti di dalam mitosnya." Ucap Ling San.
Ling San kemudian berjalan menuju ke gerbang kerajaan Mutiara jingga.
" Berhenti. Apa yang ingin kau lakukan di sini?" Tanya prajurit mutiara jingga.
" Tidak ada. Aku hanya penasaran ada apa di dalam danau ini, makanya aku menyelam dan tak sengaja sampai di sini." Jawab Ling San.
" Dasar pembohong. Tangkap dia dan bawa kehadapan Raja Arkus." Pintah prajurit penjaga.
Prajurit yang satunya lagi menangkap Ling San dan membawanya ke hadapan penguasa kerajaan mutiara Jingga, yaitu Raja Arkus.
" Ada apa ini? Dan siapa pemuda ini?" Tanya Raja Arkus.
" Dia adalah manusia daratan yang tiba-tiba sampai di sini" Jawab prajurit tersebut.
" Apa tujuanmu kesini?" Tanya Raja Arkus dengan tatapan tajam.
" Tidak ada. Aku hanya berenang sambil menikmati pemandangan alam di dasar danau ini." Jawab Ling Dan dengan dingin.
" Ciih, dasar pembohong. Tangkap dan penjarakan dia." Pintah raja Arkus.
" Lakukan saja jika kalian mampu." Ucap Ling San lalu di telapak tangannya, petir putih brderak-derik.
" HM, sepertinya di sini sangat pas untuk menggunakan petir." Ucap Ling San.
Trarrrkkk
Dhuarrrr
Sesaat kemudian, petir putih itu menyambar ke arah dinding yang membuat dinding itu hancur seketika.
" Aku sampai di sini secara tidak sengaja. Dan aku kira penduduk kerajaan ini ramah seperti yang ada di dalam mitos, tapi ternyata, sebaliknya.
" Oh, jadi kau berani melawan perintahku. Prajurit tangkap dia." Perintah raja Arkus.
__ADS_1
" Baik." Jawab para prajurit kerajaan mutiara Jingga,
Wusssss
Trarrrkkk
Booommmm
Satu Sambaran petir menyambar satu prajurit, lalu petir itu menyebar ke prajurit lainnya seperti listrik.
" Akhhhh"
Prajurit itu berteriak kesakitan, dan seluruh tubuh mereka terasa sakit.
" Ciih, sialan. Matilah." Ucap Raja Arkus lalu menyerang Ling San menggunakan sebuah rantai emas.
Rantai itu melilit Ling San dan mengikatnya sehingga dia tidak dapat bergerak.
" Rantai itu adalah rantai langit. Rantai itu membuat kultivasimu terkunci.
" Oh iya. Apakah kau yakin?" Tanya Ling San sambil tersenyum.
" Tentu saja. Rantai itu tidak dapat di hancurkan." Jawabnya dengan sombong.
" Bagaimana dengan ini?" Tanya Ling San.
Wusssss
Sesaat kemudian, api jiwa membakar rantai itu hingga berubah menjadi abu. Hal itu membuat Raja Arkus dan petinggi kerajaan menjadi kaget.
" Apa? Bagaimana mungkin?" Tanya Raja Arkus.
" Senjata dewa saja dibuat meleleh oleh api jiwa, apalagi hanya senjata tingkat bintang saja." Ucap Ling San.
" Ciih, sialan." Umpat Raja Arkus.
" Ciih, sialan. Kali ini aku salah memilih lawan ." Ucapnya.
" Bagaimana? Apakah kau ingin kerajaan berlapis emasmu ini aku leburkan?" Tanya Ling San sambil memperbesar api jiwanya.
" Jangan. Aku mohon jangan lakukan itu. Aku bersedia melakukan apapun yang anda inginkan." Ucap Raja Arkus.
" Aku tidak ingin meminta apapun. Aku hanya ingin kau dan seluruh prajurit ku membantuku saat aku membutuhkan bantuan. Itu saja yang aku inginkan." Ucap Ling San.
" Kalau begitu aku pergi dulu karena tujuanku sudah aku capai." Ucap Ling San.
" Oh iya. Ini untuk tuan muda." Ucap Raja Arkus sambil memberikan satu cincin ruang yang berisi berlian, emas, mutiara jingga dan juga kristal jingga.
" Bukankah ini kebanyakan?" Tanya Ling San.
" Tidak. itu bahkan masih kurang." Ucap Raja Arkus.
" Kalau begitu, aku permisi dulu." Ucap Ling San lalu menghilang.
" Wusssss"
Ling San kemudian muncul di pinggir danau jingga. Lalu, dia kembali melesat membelah danau jingga yang sangat luas itu.
__ADS_1
" Aku yakin, dibagian lain danau ini ada sesuatu yang lain." Ucap Ling San.