Kaisar Dewa Kristal

Kaisar Dewa Kristal
Chapter 49 Penyerangan di Batalkan


__ADS_3

" Ternyata benar. Dia ada di kekaisaran Lui." Ucap Ling San.


" Hm, pantas saja, aku tidak melihatnya waktu itu." Ucap Ling San..


" Sekarang, apa yang harus aku lakukan?" Tanya Ling San sambil berpikir.


Ling San kemudian mendarat tak jauh dari kamp pasukan kekaisaran Lui dan dan mulai berjalan, seolah-olah dia sedang tersesat.


" Berhenti." Cegat salah satu prajurit.


" Siapa kamu?" Tanya prajurit itu.


" Maaf, tuan. Aku adalah seorang penjelajah yang sedang tersesat ditempat aneh ini." Jawab Ling San.


" Hm, cincinnya bagus juga." Batinnya.


" Baiklah, kau serahkan cincin mu itu, dan aku akan mengantarmu keluar dari sini." Ucap prajurit itu.


" Ambil saja sendiri kalau kau bisa." Ucap Ling San sambil meletakkan cincin dimensi miliknya di tanah.


" Ciih, kau pikir aku tidak bisa mengambilnya?" Tanyanya dengan sombong.


" Kalau begitu coba saja." Jawab Ling san.


Prajurit itu lalu berjalan kearah cincin itu dengan sombongnya. Lalu menunduk dan berniat untuk mengambilnya.


" Bagaimana apakah kau bisa?" Tanya Ling San.


" Tentu saja. Ini hanya cincin kecil saja." Jawab prajurit itu.


" Ciih, kelamaan." Ucap Ling San lalu menjulurkan tangannya kearah cincin itu. Dan seketika, cincin itu terbang dan terpasang di jari Ling San.


" Aku tidak menyangka, jika seorang prajurit tidak dapat mengangkat sebuah cincin yang beratnya kurang dari ¼ kg." Ucap Ling San.


" Apakah kau tahu siapa aku?" Tanya prajurit itu.


" Ya, aku tahu. Kau hanyalah prajurit biasa, yang serakah." Jawab Ling San.


" Aku adalah komandan prajurit kekaisaran Lui, dan kupastikan kau akan mati di sini." Ucapnya.


" Oh, iya. Aku mana peduli." Jawab Ling San.


" Hai, komandan Rui, apa yang kau lakukan di sana?" Tanya jenderal Mong.


" Maaf jenderal aku sedang mengintrogasi seorang penyusup." Jawab komandan Rui.


" Penyusup? Tidak ada siapa pun di sana selain dirimu. Apakah kau mulai gila?" Tanya Jenderal Mong.


" Aku serius jenderal. Dia ada di si.." Ucapan komandan Rui terhenti saat dia membalikkan tubuhnya, dan di sana tidak ada siapa-siapa.


" Eh, kemana dia?" Tanyanya.


" Sekarang, kembalilah ke kamp, dan bersiaplah, kita akan bergerak menyerang kekaisaran Sui." Pintah Jenderal Mong.


" Siap jenderal." Jawab Komandan Rui.

__ADS_1


Sementara itu, Ling San sedang berjalan-jalan di kamp prajurit kekaisaran Lui. Saat ini, dia berada di tenda milik jenderal Mong.


" Tidak ada apa-apa disini." Ucap Ling San.


" Baiklah, aku akan menukar batu komunikasinya dengan milikku. Agar aku bisa mendengar apa yang dia katakan." Ucap Ling San lalu meletakkan batu komunikasi miliknya dan mengambil batu komunikasi milik jenderal Mong.


Ling San melakukan hal yang sama pada jenderal lainnya. Dia menukar giok komunikasi mereka, dan giok komunikasi itu sudah dia aktifkan dan terhubung dengan giok komunikasi miliknya.


" Hm, sepertinya dia datang. Aku akan berpura-pura lagi." Ucap Ling San lalu berjalan keluar.


" Hei siapa kau dan mengapa kau ada di sini?" Tanya Jenderal Mong.


" Oh, tadi aku haus, jadi, aku mencari air minum dan kebetulan aku menemukan air minum di tenda ini." Jawab Ling San.


" Oh, terima kasih atas airnya." Ucap Ling San lalu pergi.


" Ciih, tidak jelas." Ucap Jenderal Mong lalu berjalan masuk kedalam tendanya dan memasukkan semua barang-barangnya kedalam cincin ruangnya.


" Sekarang saatnya bermain-main dengan mereka." Ucap Ling San lalu melepaskan sebuah tapak ke tengah-tengah kamp prajurit kekaisaran Lui.


Booommmmm


Boooommmmm


Boooooommmm


Tiga buah tapak Ling San lepaskan ke tengah-tengah kamp prajurit kekaisaran Lui. Hal itu membuat para prajurit terkejut.


" Ada serangan." Teriak salah satu prajurit.


" Siapa yang berani menyerang di sini?" Tanya jenderal Lang.


Booommmm


Boooommmm


Belum sempat Jenderal Lang bersiap, dua buah tapak menghantam tendanya, dan hampir saja mengenainya.


" Dasar sialan." Umpat jenderal Lang.


Dengan kesal dan marah, jenderal Lang berjalan keluar, dan mencari orang yang memyerang kamp prajurit.


" Siapa pun kau, keluarlah. Jangan menyerang secara diam-diam." Teriak Jenderal Lang.


Tapi, pertanyaannya sama sekali tidak dijawab. Malah, sebuah tapak mengenainya.


" Aku hanya ingin memberitahu. Jika kau ingin hidup, maka tarik pasukanmu kembali ke kekaisaran. Jangan mengikuti kemauan wanita Ratu Jiu Lia, yang licik itu. Beritahu kepada kaisar kalian, jika dia menuruti apa yang wanita itu katakan, maka dengan sendirinya, kekaisaran Lui akan hancur." Ucap Ling San.


" Baiklah. Kami akan kembali sekarang." Ucapnya.


" Tarik pasukan kembali ke Kekaisaran. Penyerangan dibatalkan." Ucap jenderal Lang.


" Tapi, jenderal. Ini adalah perintah mutlak dari yang mulia." Ucap Komandan Rui.


" Ikuti saja perintahku. Tarik pasukan dan kembali ke kekaiasaran." Pintah jenderal Lang.

__ADS_1


" Ada apa jenderal Lang, mengapa kau membatalkan penyerangan?" Tanya Jenderal Mong.


" Tidak ada. Firasatku mengatakan jika perintah yang mulia kali ini, bukanlah murni keputusannya. Yang mulia tidak mungkin memerintahkan kita menyerang kekaisaran lain, tanpa informasi yang pasti." Jawab jenderal Lang.


" Yang kau katakan ada benarnya juga. Mungkin yang mulia hanya dihasut oleh wanita itu." Ucap Jenderal Mong.


" Kalau begitu, ayo bereskan tenda lalu dan kembali ke kekaisaran." Ucal Jenderal Lang.


Sekitar dua jam kemudian, semua prajurit kekaisaran Lui sudah selesai mengemas tenda dan melesat kembali kekaisaran Lui.


Wusss


Wusss


Wusss


Sesaat kemudian, Ling San muncul di samping jenderal Qin Hui. Kemunculannya yang tiba-tiba, membuat jenderal Qin Hui kaget.


" Ayo kita pulang." Ucap Ling San.


" Bagaimana dengan pasukan kekaisaran Lui?" Tanya Jenderal Qin Hui.


" Mereka membatalkan penyerangan. dan memilih kembali ke kekaisaran Lui." Jawab Ling San.


" Kalau begitu, bersiaplah. Kita akan kembali." Ucal Ling San lalu membuka portal teleportasi.


Wussss


wusss


Satu persatu semua prajurit melompat kedalam portal tersebut. Lalu, disusul oleh jenderal Qin Hui dan Ling San. Setelah Ling San masuk kedalam portal, portal itupun menghilang.


Wusss


wusss


Mereka semua kemudian muncul tak jauh dari istana kekaisaran yang baru dibangun.


" Bagaimana dengan kekaisaran Lui?" Tanya Ling Hou.


" Mereka sudah kembali." Jawab Ling San.


" Apa? Jadi, mereka tidak jadi menyerang?" Tanya Ling Dan.


" Mungkin seperti itu alasan mereka." Jawab Ling San


" Aku tahu. Itu pasti karena kau mengancam mereka, makanya mereka kembali." Ucap Sui Chu.


" Jujur saja kenapa? Aku tahu, kau tidak akan mengampuni seseorang tanpa melakukan sesuatu padanya." Lanjutnya.


" Aish, kakak ini. Ya, itu memang benar. Aku memang mrngancam mereka. Dan lagipula kekaisaran Lui akan hancur cepat atau lambat jika ratu Jiu Lia ada di sana." Ucap Ling San.


" Ternyata dia ada disana. Pantas saja, mereka bertiga tidak ada di sini." Ucap Sui Chu.


" Kalau kakak sih mudah untuk membujuknya, karena dia tahunya kakak adalah putranya." Ucap Ling San.

__ADS_1


" Sepertinya dia sudah tahu kalau aku bukanlah anaknya." Ucap Sui Chu.


__ADS_2