Kaisar Dewa Kristal

Kaisar Dewa Kristal
Chapter 102 Menuju ke Wilayah Barat


__ADS_3

Ling San terus melesat tanpa henti menuju ke wilayah barat. Dia ingin sampai diwilayah Barat secepatnya sebelum para iblis kembali menyerang Alam Langit.


" Semoga saja para iblis tidak muncul di alam langit. Aku takut jika para jenderal tertinggi para iblis yang turun tangan sudah pasti kak Sui Chu akan kerepotan." Ucap Ling San sambil terus melesat kearah Barat dengan kecepatan penuh.


" Mungkin aku akan mampir dulu." Ucap Ling San


Di Alam Langit..


Semuanya tampak tenang tanpa ada serangan Iblis. Semua beraktivitas seperti biasanya.


Di suatu tempat, terlihat seorang pemuda yang merupakan reinkarnasi dari Dewa Iblis yang sedang berkultivasi di dasar lembah.


" Dengan berkultivasi dilembah ini kultivasiku meningkat dua kali lebih cepat dari manusia normal." Ucap Xue Yong.


" Minimal, kultivasiku harus mencapai kaisar Dewa Alam baru aku akan menyerang Alam Langit." Ucap Xue Yong.


" Tapi, akan lebih mudah meningkatkan kekuatanku jika aku berhasil menyempurnakan jiwaku." Ucap Xue Yong.


" Nikmatilah ketenangan ini sebelum aku memusnahkan kalian semua." Ucap Xue Yong lalu kembali berkultivasi.


Kembali ke Ling San..


" Hm, sekte Teratai Giok. Setelah sekte ini, aku masih harus melalui Kaln Lian, Klan Wang, Sekte Phoenix, dan Klan Wilang." Ucap Ling San.


" Perjalananku masih sangat panjang." Ucap Ling San lalu berjalan memasuki wilayah Sekte Teratai Giok.


" Selamat datang di Sekte Teratai Giok, tuan." Sambut penjaga gerbang sekte.


" Sambutan yang ramah." Gumam Ling San lalu membalas sambutan kedua penjaga gerbang itu dengan senyuman.


" Hah, benar-benar sekte yang megah." Ucap Ling San.


" Hm, udaranya juga terasa sangat sejuk." Ucap Ling San.


Disepanjang wilayah sekte, yang dilihat Ling San adalah para murid sekte yang sedang berlatih pedang, dan tombak. Ada juga yang sedang berlatih jurus tangan kosong.


" Apakah kau sudah menyiapkan diri untuk menghadapi gelombang serangan siluman?" Tanya salah satu murid.


" Iya. Aku dengar, para siluman-silumam itu memiliki kekuatan diranah Raja Dewa dan yang terkuat diantara mereka memiliki kekuatan Ranah Kaisar Dewa bintang 8." Ucap yang lainnya.

__ADS_1


" Dan yang lebih anehnya lagi, siluman-siluman itu hanya menyerang saat gerhana bulan merah terjadi." Ucap yang satunya lagi.


" Gelombang serangan siluman. Sepertinya ada yang aneh dengan kejadian ini." Ucap Ling San lalu berjalan mendekat kearah murid yang sedang berbincang-bincang.


" Maaf, mengganggu istirahat kalian." Ucap Ling San.


" Silahkan duduk." Ucap Wou Yang.


" Kalau boleh tahu, siapa nama saudara?" Tanya Wou Yang.


'' Nama saya Ling San." Jawab Ling San.


" Oh, nama saya Wou Yang." Ucap Wou Yang.


" Oh, iya. Tadi aku tidak sengaja mendengar saudara Yang tadi membicarakan tentang serangan siluman. Kalau boleh tahu, kapan pertama kali siluman-siluman itu menyerang." Ucap Ling San.


" Kalau tidak salah, siluman-siluman itu mulai menyerang sekte 2 tahun yang lalu. Dan setiap gelombang serangannya selalu terjadi saat gerhana bulan merah. Dan siluman-siluman itu selalu menyerang dari arah utara." Jelas Wou Yang.


" Apakah saudara Yang tidak merasa ada yang aneh dengan gelombang serangan siluman itu?" Tanya Ling San.


" Awalnya iya, karena sebelum-sebelumnya tidak pernah terjadi serangan siluman. Siluman-siluman itu mulai menyerang tepat saat patriak terdahulu diganti." Jawab Wou Yang.


" Itu saja yang ingin tahu. Terima kasih atas waktunya." Ucap Ling San.


" Sama-sama saudara." Ucap Wou Yang.


" Hm, ada yang aneh dengan serangan itu. Pasti ada yang menyebabkan siluman-siluman itu menyerang sekte Teratai Giok." Ucap Ling San.


" Rasanya tidak mungkin jika siluman-siluman itu menyerang jika tidak ada yang mengendalikannya." Gumam Ling San.


" Ah, mending aku berjaga-jaga saja malam ini. Karena aku merasa sesuatu akan terjadi malam ini." Ucap Ling San lalu melompat keatas pohon dan berkultivasi hingga malam tiba.


Ditempat yang tak jauh dari sekte..


" Ha..ha..ha..ha.. Hari ini, kalian semua akan hancur." Ucap seorang pria dan dibelakangnya sudah ada ratusan siluman yang siap menyerang.


" Mungkin mereka semua sedang beristirahat. Jadi, mereka tidak akan pernah menyangka jika siluman akan menyerang malam ini." Ucap pria yang merupakan jelmaan siluman.


" Tuan, apakah sekarang kita akan menyerang sekarang?" Tanya Jelmaan siluman serigala putih.

__ADS_1


" Tunggu setelah mereka semua terlelap dalam mimpi indah mereka." Jawab pria yang duduk diatas singgasana batu.


Sementara itu, Ling San membuka matanya saat dia merasakan aura siluman tak jauh dari tempatnya.


" Apakah mereka akan menyerang sekarang?" Tanya Ling San.


" Untuk memastikannya, Ling San kemudian mengaktifkan mata Dewanya. Ling San dapat melihat jika 3 km dari sekte Teratai giok, para siluman sudah berkumpul dengan kekuatan diranah kaisar Dewa. dan yang terkuat diantara mereka memiliki kultivasi ranah Dewa Alam bintang 7.


" Gawat. Jika mereka menyerang, maka sekte ini akan musnah." Ucap Ling San lalu melompat dari atas pohon. Kemunculannya yang tiba-tiba membuat Wou Yang yang kebetulan lewat terkejut.


" Ada apa saudara San, kenapa kau sangat khawatir?" Tanya Wou Yang.


" Beritahu patriak sekte sekarang, jika para siluman akan menyerang dan kultivasi mereka semua adalah ranah kaisar Dewa dan yang terkuat diantara mereka memiliki kultivasi Dewa Alam." Ucap Ling San.


" Apakah kau serius?" Tanya Wou Yang.


" Ya, aku tidak bohong. Terlambat sedikit saja, maka sekte ini akan rata dengan tanah." Jawab Ling San.


" Kalau begitu, kau ikut denganku untuk menjelaskannya kepada patriak." Ucap Wou Yang lalu berjalan menuju ke aula klan.


" Maaf, mengganggu patriak. ada kabar buruk." Ucap Wou Yang.


" Apa maksudmu?" Tanya Patriak sekte Teratai Giok.


" Para siluman akan menyerang dan kultivasi mereka semua adalah ranah Kaisar Dewa dan yang terkuat diantara mereka memiliki kultivasi ranah Dewa Alam." Jelas Wou Yang.


" kau jangan ngaco. Siluman itu akan menyerang dua bulan lagi. Jadi, kau tidak perlu khawatir." Ucap Patriak Guang Sili.


" Yang dikatakannya memang benar. 3 km dari sekte ini para siluman sudah berkumpul dan siap menyerang sekte ini." Ucap Ling San.


" Kalian berdua keluarlah. Jangan menggangguku. Aku ingin beristirahat." Ucap Guang Sili.


" Itu benar. Siluman-siluman itu hanya menyerang saat gerhana bulan darah. Jadi, pergilah istirahat." Ucap tetua pertama.


" Iya, kau tidak perlu khawatir. Lagian mana mungkin kekuatan mereka semua sudah mencapai ranah kaisar Dewa." Ucap tetua kedua.


" Ayo, kita istirahat. Jangan dengarkan dia." Ucap tetua agung.


" Baik, kalau begitu, jangan menyesali keputusan yang kau ambil." Ucap Ling San.

__ADS_1


" Ayo, kita pergi. Biarkan patriak ini mengatasi sendiri masalah yang akan terjadi." Ucap Ling San lalu mengajak Wou Yang pergi.


__ADS_2