Kaisar Dewa Kristal

Kaisar Dewa Kristal
Chapter 18 Kota Kristal III


__ADS_3

Sementara itu, Di dalam kamar Ling San hanya tersenyum sinis mendengar percakapan mereka.


" Ternyata mereka adalah anak buah dari dewa iblis." Ucap Ling San


Ling San kemudian keluar dari kamar, dan berjalan menuju ke tempat dimana pelayan itu mengoborl dengan tuannya.


Sesaaf kemudian, Ling San tiba di sebuah ruangan yang di penuhi oleh energi kematian yang sangat pekat.


Ling San kemudian membuka pintu ruangan tersebut. Ruangan itu terdapat sebuah patung yang terbuat dari giok hitam sehingga menambah kesan menyeramkan pada patung itu.


" Dasar manusia bodoh. Entah apa yang akan terjadi jika aku menghancurkan patung ini." Ucap Ling San..


" Tuan, tuan hancurkan saja patung itu menggunakan elemen cahaya yang tuan punya." Ucap Long Qing.


" Baiklah." Ucap Ling san..


Swussss


Ling San kemudian mengeluarkan elemen cahaya dalam jumlah besar dan menembakkannya kearah patung dewa iblis tersebut.


Sesaat kemudian, patung itu bergetar dengan hebat. Bersamaan dengan itu, perlahan-lahan patung mulai retak.


Kraaakkk


kraaaakkk


Booooommm


Setelah beberapa menit, patung itu kemudian hancur berkeping-keping. Bersamaan dengan itu, energi kematian yang menyelimuti ruangan itu perlahan-lahan mulai hilang.


" Sebelum orang-orang itu datang, lebih baik aku kabur." Ucap Ling San lalu keluar dari ruangan itu, dan melesat kembali menuju ke kamarnya.


Karena bosan di kamarnya, Ling San kemhdian keluar dari penginapan dan berjalan-,jalan di kota sambil mencari tahu pemuja dewa iblis di kota itu.


" Hm, apakah ini tanda-tanda jika kekacauan akan terjadi tak lama lagi?" Tanya Ling San yang merasakan energi kegelapan di kota kristal semakin pekat.


" Kenapa energi iblis ini semakin pekat." Ucap Ling San.


Ling San terus berjalan, hingga dia sampai di sebuah kuil yang tak lain adalah kuil yang di peruntukkan bagi dewa iblis.


" Aku akan mengawasi kuil ini. Jika aku tidak salah, nanti malam akan terjadi gerhana bulan darah. Dan aku yakin, para pemuja dewa iblis akan melakukan pengorbanan malam ini." Ucap Ling San..


Waktu terus berlalu, dan kini hari semakin gelap. perlahan-lahan, bulan purnama mulai menampakkan dirinya. perlahan-lahan, bulan itu berubah menjadi warna merah, dan memancarkan cahaya berwarna merah pula.


Sesuai dugaan Ling San. Para pemuja dewa iblis mulai berdatangan. Dan tak lupa, mereka juga membawa pemuda yang akan di tumbalkan.


" Ciih, dasar manusia biadab." Ucap Ling San geram.


" Hm, aku ingin lihat reaksi mereka saat aku mengacaukan ritual sesat mereka." Ucap Ling San.

__ADS_1


Ling San kemudian mengarahkan telapak tangannya kearah patung dewa iblis. Lalu dari telapak tangannya, ratusan bola cahaya menembak kearah patung dewa iblis. Tapi, mereka belum menyadari jika Ling San menembakkan ratusan bola cahaya kearah patung dewa iblis


Kraaakkk


kraaakk


Dhuaarrrr


Patung itu kemudian retak secara perlahan-lahan, hingga akhirnya hancur berkeping-keping.


" Arrrgghhh, sialan. Siapa yang berani melakukan ini kepada tuan kami?" Tanya seorang Pria parubaya dengan nada keras.


" Ciih, dasar manusia tak punya harga diri. Apakah kalian tahu apa akibatnya jika kalian menjual jiwa kalian kepada dewa iblis itu?" Tanya Ling San secara tiba-tiba.


" Kami tidak peduli apa akibatnya. yang jelasnya kami akan membangkitkan dewa iblis kedunia ini lagi." Jawab pria parubaya yang memimpin ritual pengorbanan..


" Membangkitkan dewa iblis, berarti mempercepat bencana terjadi." Ucap Ling San..


" Serang, dan tumbalkan bocah itu kepada dewa iblis." perintah pria parubaya tersebut.


Hyaatt


Triiinnggg


Triiiinnngg.


Sreeekkkk


Ling San kemudian membentuk elemen cahaya miliknya menjadi pedang, dan menggunakannya untuk membunuh para pengikut dewa iblis.


Booommm


Sreeekkk


Satu persatu, orang yang menyerang Ling San semuanya tumbang dengan tubuh mengeluarkan asap hitam.


" Melawan kalian satu persatu itu sangat lama. Jadi, aku akan mempercepatnya." Ucap Ling San.


Ling San kemudian membuat segel tangan yang sama saat dia ingin menggunakan serbuk kristal. Namun bedanya, kali ini, dia menggunakan elemen cahaya.


Swwuuuss


Serbuk cahaya beterbangan di udara, dan terserap masuk kedalam tubuh semua pengikut dewa iblis yang ada di ruangan itu.


Wussss


" Arrrrggggg"


Arrrgggghhh

__ADS_1


Sesaat kemudian, semua orang di sana berteriak karena kesakitan. Bukan hanya itu, tubuh mereka seperti terbakar.


" Arrrggghhhh"


Satu persatu, para pengikut dewa iblis tumbang dengan tubuh yang berubah menjadi abu. Menyisakan seorang pria parubaya.


" Heh, apakah kau akan terus duduk di sana iblis jelek?" Tanya Ling San.


" He..he..he..he.. Aku tidak menyangka jika seorang bocah ingusan mengetahui penyamaranku." Ucap pria itu.


" Ha...ha...ha....ha....ha..."


Pria itu kemudian tertawa dengan lantang, lalu perlahan-lahan, tubuhnya mulai berubah. di tangannya muncul cakar yang panjang, di dua buah tanduk muncul di kepalanya, dan di punggungnya muncul sebuah sayap kelelawar sehingga menambah kesan menyeramkan pada pria itu..


" Ha..ha...ha..ha..ha.. Tidak lama dewa iblis akan bangkit dan menguasai dunia ini." Ucapnya.


" Hei iblis jelek, berhentilah bermimpi. Bangsa iblis tidak akan pernah menjadi penguasa dunia, dan itu sudah menjadi ketentuan alam." Ucap Ling San..


" Persetan dengan hukum alam. " Ucapnya lalu menyerang Ling San menggunakan cakarnya


" Hopz, kau ini sangat lambat iblis jelek." Ucap Ling San sambil terus menghindar kesana kemari.


" Arrrrrgghj, matilah kau makhluk sialan." Ucapnya lalu melayangkan dua buah cakar kearah Ling San


" Bintang cahaya." Ucap Ling San sambil menghindari cakar itu.


Boooommmm


Alhasil cakar itu menabrak kuil dewa iblis yang membuat kuil itu hancur berkeping-keping.


" Arrrgghhhh, bocah sialan. kau akan membayarnya." Ucapnya lalu hendak melesat kearah Ling San, tapi sesuatu menyerangnya.


" Bintang cahaya." Ucap Ling San.


Wusssss


Dari bawah iblis itu, sebuah diagram bintang berwarna emas muncul. Bintang itu perlahan-lahan, sampai di pinggang iblis tersebut.


Ling San lalu kembali membuat segel tangan, lalu bintang itu berpecah menjadi tiga bagian. dua bagian lainnya mengikat kaki dan satu lagi mengikat leher iblis itu.


Jurus yang di gunakan oleh Ling San saat ini adalah teknik tapak bintang yang dia ubah, jika tapak bintang mengikat musuh dari empat arah, maka bintang cahaya mengikat musuh dari bawah keatas sehingga membuat musuh tidak dapat bergerak sama sekali.


Arrrgghhhhh


Iblis itu berteriak menahan rasa sakit karena elemen cahaya memasuki tubuhnya dan menghancurkan. seluruh organnya.


" Selamat tinggal iblis jelek." Ucap Ling San lalu kembali membuat segel tangan, sehingga membuat bintang cahaya miliknya berputar layaknya mata bor dan mencabik-cabik tubuh iblis itu.


Sementara itu, pemuda yang di tangkap untuk di jadikan tumbal hanya melongo. Pasalnya yang mengalahkan iblis itu adalah seorang anak kecil yang berumur 11 tahun.

__ADS_1


" Sungguh jenius." Ucao salah satu dari mereka.


Ling San kemudian membakar mayat pria iblis itu, agar tidak menjadi sumber penyakit. Begitu juga dengan para pengikut dewa iblis yang dia bunuh sebelumnya, semuanya dibakar habis tanpa sisa.


__ADS_2