Kaisar Dewa Kristal

Kaisar Dewa Kristal
Chapter 105 Pengkhianat Sesungguhnya


__ADS_3

" Sebaiknya kita bereskan sisa-sisa pertempuran." Ucap Ling San.


Sesampainya disana, sudah ada beberapa penduduk yang membereskan kekacauan itu. mulai dari mnumpuk-numpuk mayat, hingga membersihkan Puing-puing bangunan yang berserakan.


Wuusss


Wussss


Ling San kemudian melemparkan bola api kearah tumpukan mayat itu. Api jiwa milik Ling San langsung membuat tumpukan mayat itu berubah menjadi abu.


" Tuan muda, ini cincin ruang milik mereka semua." Ucap salah satu penduduk.


" Terima kasih. Oh iya, bagikan juga kepada orang-orang miskin." Ucap Wou Yang lalu mengambil cincin ruang itu dan memasukkan isinya kedalam dua cincin ruang lalu memberikan satu cincin ruang kepada pria yang memberikan cincin ruang tadi.


" Terima kasih, tuan muda." Ucap penduduk kota.


Para penduduk mulai berdatangan untuk membantu membereskan Puing-puing bangunan yang berserakan di tempat berdirinya sekte Teratai Giok. Saat matahari sudah terbit, Puing-puing bangunan itu sudah dibereskan.


" Sekarang mau kita apakan tempat ini?" Tanya salah satu penduduk kota.


" Mungkin membangun kembali sekte Teratai Giok." jawab yang lainnya.


" Mudah-mudahan saja sekte yang baru lebih baik dari sebelumnya." Ucap seorang pria parubaya


" Bagaimana menurutmu, saudara Yang?" Tanya Ling San.


" Aku juga ingin membangun kembali sekte Teratai Giok. Tapi, tidak sekarang. Aku akan berpetualang dulu jika aku sudah kuat, maka aku akan kembali untuk membangun sekte Teratai Giok." Jawab Wou Yang.


" Kalau begitu ikutlah denganku ke wilayah barat." Ajak Ling San.


" Kau bercanda. Wilayah barat itu wilayah terlarang." Ucap Wou Yang.


" Biasanya, wilayah terlarang itu memiliki sumber daya yang melimpah. dan juga aku sangat yakin wilayah barat memiliki energi dewa yang lebih pekat dari pada wilayah lain karena wilayah barat masih asri dan terlindungi belum lagi jutaan herbal pasti tumbuh disana." Jelas Ling San.


" Tapi, setahuku disana itu sangat berbahaya." Ucap Wou Yang.


" Kita tidak akan. bisa berkembang jika takut dengan tempat-tempat yang berbahaya." Ucap Ling San.


" Baiklah, aku ikut denganmu. Tapi, sebelum itu aku akan memastikan jika tidak ada yang menduduki wilayah sekte Teratai Giok. Aku yakin berita tentang kehancuran sekte Teratai Giok akan menyebar dengan sangat cepat." Ucap Wou Yang.


" Aku akan memasang formasi pelindung dan menyegel wilayah ini dari dunia luar. Dengan begitu, wilayah ini akan aman, setidaknya sampai kita kembali." Ucap Ling San.

__ADS_1


Ling San kemudian terbang ke langit-langit wilayah sekte Teratai Giok lalu membuat segel tangan yang rumit dan berulang-ulang.


Swuuuuusss


Lalu, formasi yang berlapis-lapis dan juga diagram segel mengelilingi wilayah tersebut.


" Tuan Rai, beritahu penduduk agar tidak ada yang keluar ataupun membawa masuk orang asing ke wilayah ini." Pintah Wou Yang.


" Baik, tuan muda." Jawab tuan Rai.


" Kalau begitu, ayo kita berangkat." Ucap Ling San.


Wuuuss


Wuusss


Mereka berdua kemudian melesat meninggalkan wilayah sekte Teratai Giok menuju ke wilayah selanjutnya, yaitu klan Lian. Klan Lian adalah klan prajurit dan rata-rata prajurit dewa merupakan anggota dari klan Lian. Mereka akan keberatan jika prajurit dewa dipilih dari klan lain tanpa dilakukan pemilihan prajurit diklan Lian terlebih dahulu.


" Ya, padahal jika dilihat dari segi kekuatan, klan Lian adalah yang terlemah semenjak ratusan anggota elit mereka gugur di pertempuran." Ucap Wou Yang.


" Tapi, entah kenapa mereka tetap ingin menjadi prajurit dewa. Tapi, mereka tidak pernah meningkatkan kekuatan mereka." Lanjut Wou Yang.


" Seharusnya prajurit dewa di rekrut dari klan mana saja." Ucap Ling San.


" Apakah para dewa takut pada mereka?" Tanya Ling San.


" Nggak tahu juga. Tapi yang pasti, mereka akan memberontak jika prajurit dewa di pilih dari klan lain." Jawab Wou Yang.


" Menurutku ada sesuatu yang disembunyikan oleh mereka." Ucap Ling San.


" Maksudmu?" Tanya Wou Yang.


" Ya, tidak mungkin juga mereka bersikeras ingin menjadi prajurit dewa jika mereka tidak meningkatkan kekuatan mereka." Ucap Ling San.


" Oh, iya satu lagi. Beberapa hari yang lalu, aku melihat salah satu anggota klan Lian di hutan gunung salju. Aku tidak tahu apa yang dia lakukan disana. Lalu, tak lama kemudian sekelabat bayangan muncul dari gunung itu menuju ke klan Jua." Ucap Wou Yang.


" Itu artinya merekalah pengkhianat sesungguhnya dan Dewa Tombak hanyalah pion mereka saja." Batin Ling San.


" Saat aku menangkap dewa tombak, dia seperti tidak ingat apa-apa tapi dia mengakui semuanya. Apakah itu berarti Dewa tombak kembar juga di jebak" Batin Ling San.


" Itu berarti, pengkhianat sesungguhnya adalah klan Lian." Gumam Ling San.

__ADS_1


" Nah, lihat. Asap itu muncul lagi." tunjuk Wou Yang.


Wuuussss


Wuuussss


Ling San lalu menarik tangan Wou Yang lalu muncul disebuah pohon tak jauh tempat munculnya asap hitam itu.


" Kali ini, kalian jebak Dewa Giok. Aku ingin dia dihukum." Ucap seorang pria parubaya.


" Wah, gawat. aku harus memberi tahu dewa Agung sekarang juga." Ucap Ling San.


" Saudara Yang, sebaiknya kita pergi ke istana dewa sekarang juga." Ucap Ling San.


Tanpa menunggu jawaban dari Wou Yang, Ling San lalu menghilang dan muncul di pintu istana bersama dengan Wou Yang.


" Kenapa kita ada disini?" Tanya Wou Yang


" Pertanyaannya nanti saja, ayo kita masuk." Ucap Ling San lalu berjalan memasuki istana.


" Hormatku Dewa agung." Ucap Ling San.


" Ada apa? kenapa kau tiba-tiba muncul?" Tanya Dewa Pengetahuan.


" Aku kesini ingin memberitahu bahwa pengkhianat di alam dewa bukanlah dewa Tombak ataupun saudaranya, melainkan orang lain. Saat aku dan Wou Yang ingin ke klan Lian, kami melihat seorang pria parubaya di gunung Salju sedang melakukan sesuatu dan sepertinya dia membuka portal untuk membawa para iblis kemari. Dan yang lebih buruknya lagi, kali ini mereka berniat mengkambing hitamkan Dewa Giok." Jelas Ling San.


" Kau serius, kan?" Tanya Dewa Giok.


" Iya aku serius. Dia berniat menjebak anda. Jadi, seakan-akan andalah yang berkhianat dan akhirnya dihukum" Ucap Ling San.


" Jadi, dewa Tombak dan Dewa Tombak kembar itu juga dijebak?" Tanya Dewa Giok


" Bisa jadi. Karena misalkan anda juga sudah dihukum, sudah pasti mereka akan menguasai alam dewa dengan sangat mudah." Jawab Ling San.


" Dan satu lagi, beberapa hari yang lalu, aku melihat salah satu prajurit dewa yang berasal dari klan Lian pergi ke gunung salju. Lalu tak lama kemudian, asap hitam muncul di gunung salju dan terbang menuju ke klan Jua." Ucap Wou Yang.


" Jika prediksiku tidak salah, target mereka setelah dewa giok adalah Dewa pedang dan dewa panah." Ucap Ling San


" Bagaimana ciri-ciri pria yang kau lihat di gunung salju?" Tanya Dewa pengetahuan.


" Kalau tidak salah dia umurnya sama dengan Dewa agung, lalu benda semacam cakram melayang di belakangnya, dan dia memakai jubah putih keemasan." Jawab Ling San.

__ADS_1


" Sepertinya aku tahu siapa dia." Ucap Dewa Pengetahuan.


...****************...


__ADS_2