Kaisar Dewa Kristal

Kaisar Dewa Kristal
Chapter 62 Kekaisaran Yong II


__ADS_3

" Oh iya, kalau begitu aku pamit dulu, ya." Ucap Ling San lalu melesat meninggalkan pemuda tersebut.


" HM, udara disini sangat segar." Ucap Ling San.


" Aku penasaran dengan kekuatan yang ada di bagian tengah benua awan biru ini." Ucap Ling San sambil terus melesat.


Sesaat kemudian, Ling San tiba di gerbang kota Merak, salah satu kota terbesar di kekaisaran Yong.


" Tanda pengenalnya tuan muda." Pintah penjaga gerbang kota Merak.


" Tanda pengenalku sepertinya terjatuh saat sedang dalam perjalanan menuju ke kota ini." Jawab Ling San.


" Kalau begitu, tuan muda harus membayar 3 koin perak." Ucap penjaga itu.


" Baiklah." Jawab Ling San lalu mengeluarkan 5 koin perak dan memberikannya kepada penjaga gerbang kota.


" Ini kelebihannya dua koin." Ucap penjaga itu.


" Tidak apa. itu kelebihannya untuk paman saja." Ucap Ling San lalu berjalan memasuki kota.


" Benar-benar, anak muda yang baik hati." Ucap penjaga tersebut.


" HM, Apa yang akan aku lakukan di kota ini?" Tanya Ling San. .


" Mungkin mencari tahu kekuatan dari sekte-sekte yang ada di wilayah ini." Ucap Ling San lalu berjalan menuju ke paviliun informasi.


" Permisi, saya ingin menanyakan beberapa hal seputar kekaisaran ini." Ucap Ling San.


" 10 koin perak, tuan muda." Ucap kasir tersebut.


" Baik, ini koinnya." Ucap Ling San lalu meletakkan 10 koin perak ke meja kasir.


" Baik. Informasi apa yang ingin tuan muda ketahui seputar kekaisaran Yong?" Tanya kasir paviliun.


" Saya ingin tahu tentang kekuatan-kekuatan yang ada di kekaisaran Yong, dan sejarah terbentuknya kekaisaran Yong." Jawab Ling San.


" Tuan, ikutlah denganku." Ucap kasir itu sambil menengok kekanan dan kekiri.


Kasir itu lalu berjalan menuju ke sebuah ruangan yang memiliki ukuran 15x20 meter.

__ADS_1


" Baik, informasi yang ingin anda ketahui adalah sesuatu yang tabu di kekaisaran Yong." Ucap kasir tersebut lalu mengeluarkan sebuah gulungan tentang sejarah kekaisaran Yong.


" Mengapa sejarah kekaisaran Yong merupakan hal yang tabu untuk di cari tahu?" Tanya Ling San.


" Aku juga tidak tahu. Tapi, yang jelasnya itu merupakan hal terlarang di kekaisaran Yong." Ucap kasir itu lagi.


" Di kekaisaran ini, terdapat 5 sekte besar aliran putih, yaitu sekte Lonceng langit, sekte Langit, sekte Teratai, Sekte Langit, dan sekte merak. Serta dua sekte aliran hitam terbesar, yaitu sekte Awan kegelapan, dan Sekte Langit malam. Dan Terakhir adalah Sekte Cahaya senja, yang merupakan sekte terkuat yang ada di kekaisaran ini." Ucap Kasir tersebut.


" Baik, terima kasih atas informasinya." Ucap Ling San lalu memberikan 4 koin emas kepada kasir tersebut.


" Terima kasih tuan." Ucapnya lalu pergi.


Setelah kasir itu pergi, Ling San kemudian membuka gulungan kusam tersebut, dan mulai membacanya.


Setelah beberapa menit, Ling San menyimpan kembali gulungan itu ditempat kasir itu mengambilnya.


" Sejarah kekaisaran Yong, hanya biasa-biasanya, tapi mengapa itu sangat di larang?" Tanya Ling San.


" Pasti ada peristiwa atau sesuatu yang disembunyikan dibalik sejarah kekaisaran Yong." Ucap Ling San lalu keluar paviliun.


" Hanya ada satu cara untuk mengetahuinya." Ucapnya lalu berjalan menuju ke sebuah restoran yang berada tak jauh dari paviliun tersebut.


Seperti biasanya, Ling San berjalan memasuki restoran dan memilih meja yang berada di paling pojok.


" Saya ingin menulis terbaik yang ada di sini." Jawab Ling San.


" Baik tunggu sebentar, tuan muda." Ucap pelayan tersebut lalu segera pergi ke dapur untuk menyiapkan pesanan Ling San.


" HM, aku baru ingat, jika salah satu bagian sejarah kekaisaran Yong yang aku baca tadi, menyebutkan, jika sebelumya, terjadi kekacauan dimana-mana, lalu di tengah kekacauan itu, tampil seorang pria yang sangat kuat yang entah berasal darimana, berhasil menghentikan kekacauan di wilayah tengah dan menyatukan semua klan dan sekte yang berseteru. Pasti yang tabu disini bukanlah sejarah kekaisaran Yong, melainkan silsilah keluarga kekaisaran." Batin Ling San.


" Tuan muda, pesanan anda." Ucap pelayan tersebut membuyarkan lamunan Ling San.


" Terima kasih pelayan." Ucap Ling San.


" Baik, totalnya 10 koin emas." Ucap pelayan itu


" Baik, ini bayarannya." Ucap Ling San lalu memakan makanan yang sudah di pesannya.


" HM, rahasia apa yang ada di balik keluarga Yong." Ucap Ling San sambil terus memakan makanannya hingga habis.

__ADS_1


Setelah itu, dia lalu berjalan-jalan keliling kota. Tapi, setelah berjarak 400 meter dari restoran, dia dicegat oleh 10 orang pemuda.


" Berhenti." Ucap pemuda yang berdiri paling depan.


" Ada apa, ya? Dan apa masalahmu sehingga kau menghalangi jalanku?" Tanya Ling San.


" Ha..ha..ha..ha..ha.. Baru kali ini ada orang yang berani bertanya kepada tuan muda sekte merak." Ucap salah satu pemuda yang berdiri dibelakang pemuda yang berada di depan.


" Memangnya kenapa, jika kau adalah tuan muda sekte merak. Katakan saja apa yang kau inginkan." Ucap Ling San.


" Ha..ha..ha..ha.. Jika kau masih ingin hidup, serahkan semua harta yang kau punya. Dan satu lagi, berlututlah padaku maka aku akan mengampunimu." Ucap Pemuda yang berada di barisan paling depan.


Buuugghhh


Sesaat kemudian, sebuah pukulan mendarat telak di dada tuan muda sekte merak, yang membuatnya terhempas hingga menabrak batang pohon.


" Lagi-lagi, ada sampah yang hanya mengandalkan statusnya untuk menindas orang lain." Ucap Ling San.


" Sialan. Tunggu apa lagi, tangkap dia. Dan bawa padaku hidup-hidup. Aku ingin menyiksanya terlebih dahulu sebelum membuangnya ke lembah kematian." Ucap tuan muda sekte Merak.


" Baik, tuan muda." Jawab Pemuda yang berada di belakang tuan muda sekte merak.


Wussss


9 pemuda itu, mengepung dan menyerang Ling San secara bersamaan dengan tapak. Tapi, sesaat kemudian, mereka semua terhempas kesemua arah.


" Ciiih. Aku tidak ingin berlama-lama disini. Jika kalian masih menggangguku, maka aku tidak akan segan-segan untuk membalas perbuatan kalian dua kali lipat." Ucap Ling San lalu pergi meninggalkan para pemuda yang terkapar itu.


" Arrrghhh. Berani-beraninya, sisampah itu memukulku. Aku pastikan hidupnya akan menderita." Ucap tuan muda sekte merak lalu pergi meninggalkan anak buahnya.


" Dasar bodoh." Gumam Ling San lalu melompat keatas pohon sambil duduk santai dengan memakan apel bintang.


" Mereka sangat lama." Ucap Ling San.


WUSSS


Sesaat kemudian, pemuda itu kembali bersama dengan seorang pria yang berumur 23 tahun, yang tak lain adalah kakaknya.


" Keluar kau sialan. Berani-beraninya kau memukul adikku hingga terluka." Teriaknya.

__ADS_1


" Dasar lemah. Hanya pukulan tanpa dilapisi energi sudah terluka. Bagaimana jika aku memukulnya menggunakan elemen." Ucap Ling San.


" Oh, apa jangan-jangan Karena kau adalah tuan muda sekte, hingga ayahmu memanjakanmu dan tidak membiarkanmu melatih kekuatan fisik?" tanya Ling San dengan nada mengejek.


__ADS_2