
" Jadilah kaisar yang baik, dan jangan jadi seorang penguasa yang sombong dan angkuh seperti pamanmu itu." Ucap Sui Hu.
Perlahan-lahan Sui Hu danLi Yun berubah menjadi butiran cahaya biru, lalu beterbangan ke udara.
" Ayah, ibu. Aku pasti akan membalas semua perbuatan yang paman lakukan kepada kalian." Ucap Sui Chu.
" Ayo, kita buat kekacauan di istana ini." Ajak Ling San.
" Ayo. Aku juga ingin membalas perbuatan orang ba**ngan itu." Jawab Sui Chu.
Swuuusss
Swuusss
Mereka berdua kemudian melesat keluar dari kamar pangeran Sui Chu lalu melesat menuju ke aula istana.
Booommm
Boooommmm
Mereka berdua kemudian melesatkan tapak dan menghancurkan atap istana. Hal itu membuat semua orang kaget dan bersiap.
" Chu'er, apa yang kau lakukan? Apa kau ingin mempermalukan ayah di depan semua petinggi istana?" Tanya Sui Yang.
" Maaf, Anda bukanlah ayahku. Aku putra dari kaisar Sui Hu dan Ratu Li Yun." Ucap Su Chu.
Mendengar jawaban Sui Chu, semua petinggi istana terkejut bukan kepalang. Pasalnya, setahu mereka Semua anggota keluarga Sui Hu sudah di bantai semua.
" Tapi, bagaimana mungkin itu terjadi, jelas-jelas kau adalah putraku. Aku menggendongmu saat kau baru di lahirkan." Ucap Sui Chu.
" Dasar bodoh. Kau terlalu terobsesi dengan kekuasaan sehingga tidak memperhatikan mana putraku dan mana keponakanmu." Ucap Ling San.
" Kau pikir kelima klan itu menolak untuk tunduk padamu tanpa alasan?" Tanya Ling San.
Booommmmm
Sesaat kemudian, sebuah tapak menghantam tubuh Sui Yang, yang membuat dia terpental.
" Waktu berpikir sudah habis." Ucap Sui Chu.
"Akkhh Sialan. Ternyata selama ini aku membesarkan ular berbisa." Ucap Sui Yang.
" Bagaimana sekarang? Kita mau apakan kaisar bodoh ini?" Tanya Sui Chu
"Itu terserah kau saja." Jawab Ling San.
" Jangan mendekat?" Ucap Prajurit sambil menodongkan tombaknya kearah Ling San dan Sui Chu.
" Ayo kita beraksi." Ucap Ling San.
Swiiiiinnnggg
Sesaat kemudian, Ling San mengeluarkan tombak naga azure dan memutarnya.
Swuuusss
Boooommmm
__ADS_1
Lalu, sebuah naga biru bersisik kristal melesat dan menghantam ratusan prajurit yang membuat ratusan prajurit terpental dan mengalami luka parah.
" Ukkhuuuk"
Ratusan prajurit itu memuntahkan seteguk darah, yang menandakan jika mereka mengalami luka dalam.
" Ciih sialan. Kalau begitu, jangan salahkan aku jika kau pergi menemui kedua orang tuamu dan juga kakakmu itu." Ucap Sui Yang lalu mengaluarkan sebuah tombak hitam.
" Hm, tombak kegelapan, ya?" Tanya Ling San lalu mengalirkan elemen cahaya ke tombaknya. Lalu, seluruh gagang tombak dan ukiran tombak itu brubah menjadi putih.
" Aku tidak akan membiarkanmu melukainya. Ayahku menyuruhku untuk menjaganya." Ucap Ling San.
" Kau, berhati-hatilah." Ucap Ling San melesat menuju ke arah Sui Yang.
Trriiinngg
Triiinnggg
Suara dentingan logam terdengar saat kedua tombak berbeda warna itu beradu. Percikan cahaya dan kegelapan keluar dari benturan tombak itu.
" Ciih, sialan hanya tombak tingkat kuno saja membuat ku kewalahan." Ucap Sui Yang.
" Dasar pengecut. Pantas saja kau dapat mengalahkan kaisar Sui Hu, ternyata kau menggunakan tombak iblis." Ucap Ling San.
Pertarungan itu terus berlanjut, bahkan membuat seluruh bangunan aula istana roboh.
" Roarrrggggg"
Sesaat kemudian, seekor naga putih melesat menuju kearah Sui Yang.
Roarrrgghhh
Groaarrrgghh
Booooommmm
Sesaat kemudian, kedua naga itu mulai bertarung di atas langit. Ledakan besar terjadi saat kedua naga itu berbenturan. Hal itu menyebabkan asap mengepul di udara.
Swiiss
Booommm
Karena fokus kepada pertarungan naga itu, dia melupakan jika dia sedang bertarung. Alhasil, sebuah tapak menghantam dadanya.
" Ukkkhhuuuk"
Sui Yang memuntahkan beberapa teguk darah akibat tapak cahaya yang menghantam tubuhnya.
" Ah, sial. Darimana anak itu mendapatkan elemen cahaya?" Tanya Sui Yang.
Swuss
Sesaat kemudian, beberapa tombak cahaya melesat kearahnya dan mengunci tubuhnya. Selain itu, energi cahaya dari tombak itu mengalir ke dalam tubuh Sui Yang yang membuat dia berteriak kesakitan.
" Arrrrrgghhhh"
Sui Yang berteriak kesakitan saat energi cahaya mebgalir ke tubuhnya.
__ADS_1
" Prajurit itu kita apakan?" Tanya Sui Chu.
" Ya, tentu saja kita basmi semua pengkhianat di sini." Ucap Ling San.
" Baiklah, ayo kita basmi pengkhianat ini." Ucap Ling San.
Swuusss
Sreeekkk
Satu persatu semua prajurit Sui Yang di bantai. Rata-rata semua prajurit Sui Yang memiliki energi kegelapan di dalam tubuhnya, sehingga membuat mereka tahu siapa prajurit Sui Yang, mana yang bukan.
Sekitar dua jam kemudian, Seluruh prajurit Sui Yang sudah habis di bantai, dan hanya menyisakan prajurit-prajurit yang masih setia kepada kaisar Sui Hu.
" Ciih, sialan. Aku harus meminta bantuan kepada sekte Bulan malam." Ucap Sui Yang lalu memecahkan sebuah giok hitam bergambar bulan.
" Sialan. Dia memanggil bantuan. Dan sepertinya dia meminta bantuan kepada sekte bulan malam." Ucap Sui Chu.
" Bagaimana sekarang. Aku saja tidak tahu bagaimana cara memanggil ayah atau meminta bantuan ke sekte matahari?" Tanya Ling San.
Sesaat kemudian, dia mulai ingat dengan lencana milik klan Ling. Dia kemudian mengalirkan energi kristal ke tengah-tengah lencana itu.
Di sekte Matahari....
" Ada apa ini? Kenapa lencana ini bercahaya?" Tanya Ling Yuan.
" Patriak sepertinya ada yang meminta bantuan." Jawab tetua ke tiga.
" Tapi siapa?" Tanya Ling Yuan.
Sesaat kemudian, lencana itu bercahaya keemasan, lalu di tengah-tengah lencana itu, sebuah lambang elemen kristal muncul. Lalu, lambang itu memancar ke langit dan tertulis nama Ling San, dan kekaisaran matahari. Lalu, sesaat kemudian, nama sekte bulan malam.
Wusss
Wusss
Sesaat kemudian, Leluhur Ling Gui, Ling Mao, dan Ling Gu muncul di depan Ling Yuan.
" Sepertinya ada sesuatu yang terjadi sehingga San'er meminta bantuan." Ucap Ling Gui.
" Tentu saja leluhur. Menurut analisaku, dia meminta bantuan karena sekte bulan malam terlibat dengan urusan kekaisaran Sui." Jelas Ling Yuan.
" Kalau begitu, kita harus membantunya." Ucap Ling Gui.
" Tunggu. Sebaiknya ayah, kakek dan leluhur di sini saja. Biar aku yang kesana bersama tetua dan murid inti sekte." Ucap Ling Yuan.
" Kau benar juga." Ucap Ling Gu.
Swuuss
Ling Yuan kemudian berdiri dari kursinya, dan melesat menuju lapangan inti untuk mengumpulkan semua murid inti. Rata-rata, semua murid inti memiliki kultivasi ranah dewa bintang bintang 9 sementara Ling Yuan sendiri sudah menembus ranah Dewa giok bintang 5.
" Sekarang, ato kita bergerak menuju ke istana kekaisaran." Ucap Ling Yuan.
" Baik." Jawab semua murid.
...****************...
__ADS_1
" Bagaimana ini? Sekte Bulan malam terlalu kuat. Tidak mungkin kita melawan mereka hanya kita berdua saja" Ucap Sui Chu.
" Tenanglah. Sebentar lagi, bantuan akan segera datang." Ucap Ling San.