Kaisar Dewa Kristal

Kaisar Dewa Kristal
Chapter 52 Penobatan Kaisar Sui Chu


__ADS_3

" Baiklah, kalau begitu, ayo kita masuk, sekaligus menobatkan pangeran Sui Chu sebagai kaisar baru." Ucap Lui Long.


" Baiklah." Jawab semua orang yang ada di sana.


" Oh iya, paman., panggil juga para warga ke sini. Aku ingin membagikan beberapa koin emas kepada mereka." Pintah Sui Chu.


" Baik pangeran." Jawab Lui Long, lalu melesat menuju ke menara yang ada di tengah kota.


Tiiiinnnggg


Tiiiinnnggg


Tiiiinnnggg


Tiiiinnnggg


Lonceng yang ada di menara berbunyi bersahut-sahutan. Para warga langsung menuju ke lapangan kota untuk mencari tahu apa yang terjadi.


" Baiklah. Berhubung hari ini adalah hari penobatan pangeran Sui Chu sebagai kaisar baru kekaisaran Sui, maka kalian semua diundang oleh pangeran oleh pangeran Sui Chu." Ucap Lui Long


" Benarkah?" Tanya salah satu warga.


" Ya, itu benar." Jawab Lui Long.


" Kalau begitu, ayo kita pergi ke istana kekaisaran sekarang." Ucap Salah satu warga.


Mereka lalu berbondong-bondong menuju ke istana kekaisaran, dengan raut wajah gembira dan antusias.


Di istana sendiri, Sui Chu sudah memakai jubah kekaisaran.


Sementara, di luar istana sudah di penuhi oleh para warga yang begitu antusias untuk menyaksikan pengangkatan kaisar baru.


Karena, orang tua Sui Chu sudah mati, maka dia menunjuk Ling Dan untuk mewakili ayahnya.


" Aku Ling Dan, atas nama yang mulia kaisar Sui Hu dengan ini menobatkan pangeran Sui Chu sebagai kaisar ke 92, kekaisaran Sui." Ucap Ling Dan.


Ling Dan kemudian mengambil sebuah mahkota yang sudah di sediakan sebelumnya, lalu memasangkannya di kepala Sui Chu.


" Sekarang, Ucapkan sumpah kepada langit." Ucap Ling Dan.


" Aku Sui Chu, putra dari kaisar Sui Hu bersumpah akan memerintah kekaisaran Sui dengan sebaik-baiknya, menjaga kekaisaran dan Mensejahterakan rakyat kekaisaran, serta mempertahankan kekaisaran." Ucapnya.


Dhuarrrrr


Sesaat kemudian petir ilahi menyambar di langit yang berarti sumpah Sui Chu sudah di dengar oleh petir ilahi.


" Mulai, sekarang seluruh kekaisaran Sui berada dibawah tanggung jawabmu, dan klan Ling akan selalu setia kepada anda yang mulia." Ucap Ling Dan..

__ADS_1


" Klan Lui juga akan selalu setia kepada anda yang mulia." Ucap patriak Lui Long.


" Klan Yue akan selalu setia kepada anda yang mulia." Ucap patriak klan Ye.


" Klan Suyang akan selalu setia kepada anda yang mulia." Ucap patriak Suyang Cheung.


" Seluruh klan Suchang akan selalu setia kepada anda yang mulia." Ucap Patriak Suchang.


Mereka berlima berlutut di depan Sui Chu. Hal itu membuat Sui Chu tidak nyaman karena mereka berlima berlutut di depannya.


" Bangunlah paman, jangan pernah berlutut seperti itu lagi padaku." Ucap Sui Chu.


" Baik yang mulia." Ucap Mereka berlima lalu berdiri.


" Baiklah, jenderal Qin. Bagikan semua koin emas ini kepada seluruh warga, masing-masing satu kantong koin perorang." Ucap Sui Chu.


" Baik, yang mulia." Jawab jenderal Qin Hui, lalu dia kemudian mengambil cincin ruang yang di berikan oleh Sui Chu dan mulai membagikan satu kantong koin emas kepada seluruh warga.


Sekitar, dua jam kemudian, Koin emas itu sudah dibagikan oleh jenderal Qin Hui, dibantu oleh beberapa orang prajurit.


" Terima kasih yang mulia." Ucap mereka semua.


" Baiklah, mumpung hari sudah gelap, maka kalian boleh kembali ke rumah masing-masing." Ucap Sui Chu.


" Baik, yang mulia." Ucap para warga.


" Oh, iya adik. Setelah ini kau mau kemana?" Tanya Sui Chu.


" Mungkin melanjutkan petualanganku ke kekaisaran Lui." Jawab Ling San.


" Sebenarnya aku juga ingin berpetualang, tapi itu tidak mungkin." Ucap Sui Chu.


" Tidak mungkin juga, karena kau adalah seorang kaisar, dan seorang kaisar harus berada di kekaisaran menjalankan roda pemerintahan." Ucap Sui Chu.


" Oh, iya langkah apa yang akan kakak ambil ?" Tanya Ling San.


" Tidak tahu. Aku belum memikirkan soal itu." Jawab Sui Chu.


" Mungkin kakak harus membangun kekaisaran ini menjadi lebih baik dari sebelumnya." Ucap Ling San


" Benar juga. Mungkin aku akan memulai dari ibukota terlebih dahulu." Ucap Sui Chu.


" Kau mau mau kemana?" Tanya Sui Chu.


" Mungkin berkeliling istana dulu, Siapa tahu ada penyusup yang masuk ke sini." Jawab Ling San.


" Baiklah, aku akan mengurus beberapa dokumen." Ucap Sui Chu.

__ADS_1


Wusss


Sesaat kemudian, Ling San melesat keluar dari istana, menuju ke atap. Dia kemudian mengamati sekitar istana.


" HM, orang itu nampak mencurigakan." Gumam Ling San sambil menatap salah satu prajurit yang berjalan mengendap-endap.


" HM, kekaisaran Sui kaya juga. Tamannya penuh dengan tanaman herbal yang sangat langka. Aku harus memberi tahu hal ini kepada yang mulia Sun Pang.


" Siapa kau? Dan apa tujuan mu datang kesini?" Tanya Ling San yang muncul tiba-tiba, sambil mencekik leher prajurit tersebut.


" Apa yang tuan muda katakan? Aku adalah prajurit kekaisaran ini." Jawab prajurit itu.


" Ciih, jujur padaku atau aku yang membuatmu buka mulut." Ucap Ling San.


" Katakan, atau lehermu akan kucekik hingga patah." Ucap Ling San.


" Aku adalah mata-mata yang diutus oleh kaisar Sun Pang untuk memata-matai kekaisaran Sui." Jawabnya.


" Baiklah, kau boleh pergi sekarang." Ucap Ling San lalu melempar prajurit itu.


" Ukhuuukk...ukkhhuuuukk."


Prajurit itu batuk karena Ling San mencekiknya dengan keras. Setelah itu dia berniat untuk pergi, tapi sesaat kemudian, sebuah tombak cahaya menembus dada kirinya.


" Eh, maksudku kau boleh pergi ke neraka." Ucap Ling San.


" Si..si..sialan kau." Ucapnya lalu tumbang.


" Ciih, lagi-lagi mata-mata." Ucap Ling San lalu mengambil lencana abu-abu milik prajurit itu.


" HM, ternyata dia adalah seorang prajurit elit milik kekaisaran Sun." Ucap Ling San lalu membakar mayat prajurit itu. Lalu mulai berpatroli di sekitar istana.


...****************...


Pagi harinya, matahari menampakkan diri di ufuk timur, dan burung-burung mulai bernyanyi dengan merdu. Ling San kemudian bersiap-siap untuk melanjutkan perjalanannya menuju ke kekaisaran Sun.


" Aku ingin lihat seberapa besar kekuatan yang dimiliki oleh kekaisaran Sun." Ucap Ling San lalu melesat meninggalkan istana kekaisaran Sui.


" Mungkin, kekaisaran Sun memiliki kekuatan yang sangat kuat, sehingga dia ingin menginvasi kekaisaran lain." Ucap Ling San lalu melesat dengan kecepatan penuh kearah utara.


Saat matahari sudah meninggi, Ling San sudah sampai di danau jingga. Danau ini merupakan danau terbesar yang ada di benua awan biru.


Setelah danau jingga, masih ada Padang es, yang harus dilalui sebelum mencapai kekaisaran Sun.


" Aku penasaran apa yang ada di dalam danau ini." Ucap Ling San.


" Mungkin aku harus menyelam kedalam danau ini untuk memastikannya." Ucap Ling San lalu melompat kedalam danau.

__ADS_1


Danau Jingga memiliki luas 500.000 km, dan lebar 100.000 km, dan memiliki kedalaman hingga 50.000 meter. Danau jingga memiliki segudang misteri. Pasalnya tidak ada yang mau menyelam kedalam danau itu. Bahkan menurut legenda, di dalam danau itu, terdapat sebuah kerajaan, yang bernama kerajaan mutiara jingga.


__ADS_2