Kaisar Dewa Kristal

Kaisar Dewa Kristal
Chapter 112 Serangan Sekte Iblis Malam


__ADS_3

Triiiinngg


Triiiinngg


Triiiinngg


Dentingan logam terdengar di tengah-tengah pasukan sekte Iblis Malam. Walaupun mereka kekuatan yang besar, tapi mereka tidak begitu ahli dalam penggunaan senjata.


" Naga Kristal." Ucap Ling San.


Roarrrrrrrrrrrrgggggggg


Booooooommmmmmm


Ledakan besar kembali terjadi saat Naga kristal milik Ling San meledak ditengah-tengah pasukan sekte Iblis malam. Ledakan yang diciptakan oleh Naga kristal membuat serbuk kristal beterbangan diudara dan puluhan murid sekte terluka para bahkan ada yang mati.


" Sial. Jurus apa itu?" Tanya salah satu murid.


" Mana aku tahu. Kalau kau penasaran, tanya saja kepada orangnya langsung." Ucap yang lain.


SWUUUUUSSS


Dhuarrrrrrrrrrrr


Sebuah kilatan cahaya berwarna hijau keemasan melesat kearah murid sekte yang sedang berdebat itu dan mengenai salah satu murid hingga mati. Tapi, sinar hijau keemasan itu tidak langsung hilang melainkan terus melesat dan menghantam setiap murid yang ditujunya hingga akhirnya menghantam pohon besar.


" Sialan. Tebasan kematian." Ucap seorang murid inti dengan penuh amarah.


Triiiinnggggggg


Melihat tebasan itu, Ling San lalu memutar tombaknya sehingga tebasan itu memantul dan kembali kepada sipengguna jurus.


Di tempat lain...


Triiiinngg


Triiiinnggggggg


Triiiinnggggggg


Dhuarrrrrr


Ledakan-ledakan beruntun serta dentingan logam terdengar saat pedang Wou Yang membentur pedang setiap murid yang dilawannya.


Sreeeeeekkk


Karena kalah jumlah, Wou Yang akhirnya terkena satu sabetan pedang dibahunya, hingga darah segar menetes dari bahunya.


Tapi, sesaat kemudian luka sabetan itu hilang tak berbekas. Wou Yang sendiri dibuat bingung dengan hilangnya luka sabetan itu.


Woy Yang lalu melompat keatas dan memasukkan pedangnya kecincin ruang miliknya dan membuat segel tangan.


" Ilusi teratai surga." Ucap Wou Yang.


Wuuusssss


Pola hologram berbentuk teratai muncul disekeliling murid sekte Iblis Malam. Hologram teratai itu kemudian memancarkan cahaya yang sangat terang selama beberapa saat. Lalu, setelah itu murid-murid sekte iblis malam yang terkena ilusi saling bertarung satu sama lainnya.


" Walau hanya bertahan selama beberapa menit, tapi itu sudah cukup untuk membuat kalian terluka." Ucap Wou Yang.


" Apa-apaan ini. Hampir setengah dari pasukan yang kita bawa habis dibantai oleh dua orang pemuda." Ucap tetua pertama sekte Iblis Malam.


" Lalu, apa yang kita tunggu disini. Ayo kita habisi mereka." Ucap tetua kedua sekte Iblis Malam.

__ADS_1


" Kau tenang dulu. Aku yakin mereka semua bisa mengalahkan dua semut itu." Ucap tetua Agung dengan percaya diri.


Booooooommm


Booooooommm


Booooooommm


Ledakan-ledakan beruntun kembali terdengar saat Wou Yang melepaskan serangan beruntun berupa teratai api kearah para murid sekte Iblis malam. Teratai-teratai itu akan meledak jika mengenai sesuatu. Ledakannya itu akan menciptakan semburan api.


" Ilusi teratai Surga" Ucap Wou Yang. Lalu teratai hologram kembali mengelilingi beberapa orang murid sekte. Sama seperti sebelumnya, mereka yang terkena ilusi teratai surga akan saling membunuh satu sama lainnya.


" Tebasan pedang teratai." Ucap Wou Yang.


Wuuuussss


Booooooommm


Booooooommm


Sreeeekkk


Sreeeekkkk


" Akkhhhh"


Teriakan-teriakan kesakitan pun terdengar saat tebasan Wou Yang mengenai beberapa murid sekte Iblis Malam.


" Hm, sepertinya dia punya dendam pribadi dengan sekte Iblis malam." Ucap Ling San sambil terus melawan murid sekte Iblis malam.


" Saatnya bermain-main dengan mereka." Ucap Ling San lalu menyimpan tombaknya.


" Apalagi yang ingin dia buat?" Tanya seorang murid sekte saat melihat Ling San membuat segel tangan dengan cepat.


Wuuusssss


Tujuh buah diagram muncul dihadapan Ling San. Lalu tujuh peri muncul dari diagram itu.


" Habisi mereka." Ucap Ling San.


Ketujuh peri itu kemudian mengangguk lalu menyerang murid-murid sekte Iblis malam.


Jurus yang digunakan oleh Ling San adalah salah satu jurus milik para peri yang tiba-tiba muncul di otaknya saat dia melawan Ratu Vania. Ketujuh peri itu bukanlah peri asli melainkan hanya jurus saja.


" Apa lagi itu?" Tanya seorang murid saat melihat kstiujuh peri itu membantai murid-murid sekte Iblis Malam.


" Oh, aku hampir lupa jika ada beberapa murid yang menghirup serbuk kristal milikku." Ucap Ling San lalu mengendalikan serbuk kristal yang ada didalam tubuh beberapa murid sekte Iblis Malam.


" Habisi mereka." Pintah Ling San.


" Baik." Jawab kesepuluh murid elit sekte Iblis malam.


" Sebaiknya aku membantu Wou Yang yang sudah kelelahan." Ucap Ling San lalu menghilang dan muncul disaping Wou Yang.


" Jangan memaksakan dirimu bertarung hanya karena kau punya dendam pada mereka dimasa lalu." Ucap Ling San.


" Ya, maaf." Ucap Wou Yang.


Ling San lalu memegang pundak Wou Yang dan seketika energi miliknya langsung pulih dan dia tidak kelelahan lagi.


" Terima kasih." Ucap Wou Yang.


" Sekarang ayo kita habisi murid-murid sekte Iblis Malam yang tersisa." Ucap Ling San.

__ADS_1


" Ayo. Aku juga ingin menuntaskan janjiku kepada ibuku." Ucap Ling San.


" Memangnya apa janjimu?" Tanya Ling San.


" Membunuh murid-murid sekte Iblis malam dengan tanganku." Jawab Woi Yang.


" Aku akan membantumu menyelesaikan janjimu itu." Ucap Ling San lalu melesat dan membunuh murid-murid sekte Iblis malam satu persatu. Begitu juga dengan Wou Yang. Dia membunuh murid-murid sekte Iblis Malam menggunakan sepasang pedang kembar peninggalan ibunya.


" Pedang itu. Sepertinya aku pernah melihat pedang itu." Ucap tetua Agung. Dialah yang menbunuh Ibu Wou Yang.


Wou Yang sendiri mengayunkan pedangnya keleher murid sekte Iblis malam dan sesekali melirik kearah tetua Agung sekte Iblis Malam.


" Kau membunuh ibuku dengan pedang ini. Dan pedang ini juga yang akan mengambil nyawamu." Gumam Wou Yang.


Sreeeeeekkk


Sreeeeeekkk


Mereka berdua terus membantai murid-murid sekte Iblis malam. Bahkan wajah dan pakaian mereka sudah penuh dengan noda darah.


" Tebasan Phoenix kembar." Ucap Wou Yang. Kwaaaaakkkk


Kwaaaaakkkk


Dua ekor Phoenix muncul di langit. Lalu, kedua Phoenix itu melesat dan membunuh para murid sekte Iblis malam dengan apinya.


Swiiiisssss


Tombak Ling San yang sebelumnya berwarna emas berubah menjadi warna ungu yang menandakan jika dia menggunakan kekuatan jiwa.


Traaarrrrrkkkk


Traaarrrrkkkk


Traaarrrrrkkkk


Dhuarrrrrr


Dhuarrrrrr


Dhuarrrrrr


Tanpa aba-aba, Ling San lalu melepaskan tiga sambaran petir jiwa kearah murid sekte Iblis Malam kemudian disusul dengan melepaskan bola-bola api yang terbuat dari api jiwa.


Siapa pun yang terkena serangan dari Ling San maka dia akan berubah menjadi dalam sekejap. Bukan hanya tubuh fisiknya melainkan jiwanya juga.


Pasukan murid sekte Iblis malam yang awalnya mencapai ribuan kini tinggal 20 orang saja. Mereka terlihat ketakutan setengah mati.


" Tolong ampuni kami." Ucapnya.


" Mengampuni kalian. Bahkan dalam mimpi pun itu tak akan terjadi." Ucap Ling San.


Wuuuuuussss


Sreeeekkkk


Lalu, tiba-tiba saja, kepala 20 orang itu sudah menggelinding ditanah dan tubuh mereka sudah ambruk. Kini yang tersisa hanyalah tiga orang tetua yang dari tadi hanya menonton.


" Sekarang aku ingat. Pedang itu adalah pedang Phoenix kembar milik perempuan itu." Ucap Tetua Agung.


" Phoenix kembar. Bukankah itu senjata pusaka milik klan Yuna?" Tanya tetua kedua.


" Intinya, anak itu adalah anak yang hampir kita bunuh 19 tahun yang lalu." Ucap tetua agung.

__ADS_1


(Note: Sekarang umur Ling San dan Wou Yang sudah 19 tahun.)


__ADS_2