
" Hah, akhirnya selesai juga." Ucap Ling San.
" Dengan begini tuan tidak perlu khawatir akan kehabisan buah-buah abadi." Ucap Long Qing.
" Oh iya paman. Aku baru menyadari jika bibi Niu Qwang hanyalah jiwa saja. Apakah ada cara untuk mengembalikan tubuh fisiknya?" Tanya Ling San.
" Sebenarnya, Buah Nirwana dapat memabntu untuk mengembalikan tubuh fisiknya seperti dulu." Jelas Long Qing.
" Baik, kalau begitu, aku akan memanggilnya." Ucap Ling San.
Swuuuussss
Tiba-tiba, pedang milik Ling San melayang di udara, dan berputar-putar, lalu sesaat kemudian, Niu Qwang muncul di langit.
" Bibi, apakah bibi ingin tubuh fisik bibi kembali?" Tanya Ling San.
" Tentu saja. Tapi, Bagaimana caranya?" Tanya Niu Qwang balik.
" Ini makanlah buah ini bibi." Jawab Ling San sambil memberikan buah apel bintang.
" Tanpa pikir panjang, Niu Qwang berubah menjadi manusia dan mulai memakan apel bintang.
" Baiklah paman, kalau begitu aku akan keluar dari dimensi ini." Ucap Ling San.
" Tapi, Bagaimana caraku keluar?" Tanya Ling San.
" Kau cukup fokuskan pikiranmu ke dunia luar." Jawab Long Qing.
" Baik, kalau begitu aku permisi paman." Ucap Ling San lalu mulai memfokuskan pikirannya ke ruangan sebelumnya.
Swuussss
Ling San kemudian berubah menjadi butiran cahaya dan menghilang dari hadapan Long Qing. Lalu dia muncul kembali di ruangan sebelumnya.
" Baik, aku akan menunggu mereka." Ucap Ling San.
Wusss
Sesaat kemudian, Ling Wu, Ling Guang, dan Ling Fei muncul di samping Ling San.
" Setelah ini, aku akan pergi berpetualang di dunia luar." Ucap Ling San.
" Apakah kau serius?" Tanya Ling Wu.
" Iya kak. Aku serius. Aku ingin menambah pengetahuanku dengan berpetualang." Jelas Ling San..
" Kalau begitu terserah kau saja." Ucap Ling Wu..
" Apakah kalian juga ingin berpetualang?" Tanya Ling San.
" Ya, tentu saja. Kita akan berpetualang berpencar, aku akan ke barat, Kak Ling Wu utara, dan Ling Fei ke selatan, sementara kau ke timur." JawabLing Guang.
" Ide yang bagus." Ucap Ling San.
" Ya, aku juga setuju, karena klan Yu ada di selatan." Ucap Ling Fei.
" Kalau begitu ayo kita pergi berpetualang ." Ucap Ling San dengan penuh semangat..
Wusss
wuss
Mereka berdua muncul di tempat dimana anggota klan Ling berlatih. Melihat itu mereka kemudian mengurungkan niat mereka untuk meminta izin.
" Bagaimana ini?" Tanya Ling San.
" Ha, kita kirim pesan kepada paman saja. Dia pernah memberiku sebuah giok komunikasi." Ucap Ling Fei sambil mengeluarkan sebuah giok berwarna biru, lalu dia mengirim sebuah pesan kepada Ling Dan.
" Baik ayo kita pergi." Ucap Ling San.
__ADS_1
" Tunggu, apakah kalian sudah memberi tahu cara keluar dari dimensi itu?" Tanya Ling Wu.
" Sudah. Aku sudah memberi tahunya melalui pesan yang kukirim." Jawab Ling Fei.
Wusssss
Mereka kemudian keluar dari klan, menuju ke gerbang kota.
" Hm, ternyata mereka masih ada di luar kota, ya." Gumam Ling San.
" Lalu, apakah kita akan meminta paman membuat formasi?" Tanya Ling Fei.
" mungkin ya." Jawab Ling San.
Wussss
Sesaat kemudian Qiong San kemudian keluar dari cincin dimensi.
" Apa yang bisa saya bantu?" Tanya Qiong San.
" Paman, buat pelindung di kota ini." Jawab Ling Fei.
" Baik." Jawab Qiong San. Dia kemudian membentuk segel tangan yang sangat rumit, lalu sebuah sinar ungu menembak ke langit dan membentuk sebuah kubah pelindung.
" Terima kasih paman." Ucap Ling Fei.
" Tidak masalah." Balas Qiong San lalu kembali ke dalam cincin Dimensi.
" Baik, kita akan berpisah di sini." Ucap Ling San.
Wusssss
Mereka kemudian terbang menuju keempat arah berbeda dengan kecepatan penuh.
Arah yang di tuju oleh Ling San adalah kota embun pagi. Dimana kota itu adalah salah satu kota besar di kekaisaran Sui. Dimana kota itu di pimpin oleh Klan Qin, salah satu klan Jendral besar Qin Hui. Kota itu juga adalah kota dagang terbesar di kekaisaran Sui.
Saat matahari sudah sedikit condong ke barat, Ling San sudah tiba di hutan perbatasan kota lampion dengan kota Embun.
" Hutan kabut, ya?" Tanya Ling San.
Swuuussss
Tanpa ragu, Ling San melesat menembus gelapnya hutan kabut. Hal ini di karenakan kabut tebal yang menutupi hampir seluruh bagian hutan. Siapa pun yang masuk ke dalam hutan ini, dia pasti tidak akan pernah kembali lagi. Kalaupun berhasil kembali pasti dengan kondisi yang sudah sekarat. Karena itu, untuk berjaga-jaga, Ling San mengaktifkan tubuh kristal.
" Roarrrrggggg"
Boooommmm
Tiba-tiba, sebuah jarum api raksasa menyerang Ling San dari belakang. Untungnya, Ling San dapat menghindarinya.
" Tapak Bumi" Ucap Ling San.
Boooommm
Ledakan terdengar saat tapak Ling San menghantam sesuatu.
" Grrrrrrrrr"
Harimau api itu nampak marah karena dia terkena serangan tapk Ling San.
Roarrrrggggg
Harimau api itu meraung dengan keras hingga seisi hutan bergetar, lalu ratusan bola api menembak kearah Ling San.
Wussssss
Ling San melesat menuju ke arah harimau api itu. Saat jaraknya sudah dekat, Ling San menyuntikkan serbuk kristal kedalam tubuh harimau api itu.
" Kristalisasi'' Ucap Ling San.
__ADS_1
" Roarrrrrggggg''
Sesaat kemudian, Harimau itu meraung keras karena tubuhnya seakan-akan terkunci. Darah yang ada di tubuhnya pun sudah berubah menjadi kristal.
" Meledak." Ucapnya lagi.
Dhuarrrrrr
Tubuh harimau itu pun meledak menyisakan potongan-potongan daging dan juga kristal berwarna keemasan.
" Hah, untung kristal jiwanya tidak berubah menjadi kristal." Gumam Ling San.
Setelah mengambil kristal jiwa milik harimau api, Ling San melanjutkan perjalanannya menuju ke bagian dalam hutan kabut.
Auuuuuuuuuuuuuuuuu
Beberapa km dari tempat dia bertarung sebelumnya, segerombolan serigala menghadang Ling San.
" Bibi Niu apakah kau sudah selesai?" Tanya Ling San melalui telepati.
" Ya, dan terima kasih karena sudah membantuku untuk membentuk kembali tubuh fisikku." Jawab Niu Qwang.
" Baik, tebasan seribu pedang." Ucap Ling San.
Wussssss
Suuuutt
Suuuuttt
Suuutttt
Tiba-tiba, ribuan pedang jatuh dari langit. yang membuat sebagian besar serigala tersebut mati.
" Auuuuuuuuuu"
Pemimpin serigala itu melolong panjang, lalu serigala yang tersisa menyerang Ling San.
Sreeeekkk
Sreeeekkkk
Satu persatu, serigala yang menyerang Ling San mati dengan tubuh terpotong-potong.
Hal itu membuat pemimpin serigala semakin marah.
" Grrrrrrrrrr, Auuuuuuuuuuu"
Blusssssss
Boooommm
Serigala itu melolong panjang, lalu Sebuah sinar di tembakkan dari mulutnya hingga membuat beberapa pohon tumbang.
" Ais, kau ini sangat mudah marah." Ucap Ling San.
" Tapak langit." Ucap Ling San.
Boooommmm
Tapak langit Ling San menghantam tubuh pemimpin serigala itu hingga membuatnya terseret beberapa meter kebelakang.
" Baik, selamat tinggal." Ucap Ling San.
Wussssss
Booooommmm
Sebuah jarum kristal raksasa di lemaparkan oleh Ling San kearah serigala perak itu hingga dia mati dengan perut bocor mirip donat.
__ADS_1