Kaisar Dewa Kristal

Kaisar Dewa Kristal
Chapter 42 Pertarungan Puncak


__ADS_3

Aura iblis bercampur dengan aura kegelapan menyebar di udara. Hal itu menimbulkan bau busuk yang menyengat hidung.


" Ciih, dasar manusia rendahan. Hanya demi kekuatan, kau rela menukar jiwamu dengan bangsa iblis." Ucap Ling San.


Wussds


Ling San kemudian melesat dengan tubuh yang di selimuti oleh cahaya putih. Hal itu membuat pria itu terkejut namun sesaat kemudian, dia menghilangkan keterkejutannya itu.


Booooommmm


Booommmm


Ling San melayangkan beberapa pukulan beruntun ketubuh manusia iblis itu. Selain melayangkan pukulan, dia mencoba merusak bagian dalam tubuhnya menggunakan serbuk kristal miliknya.


Swuusss


Booommm


Satu pukulan membuat Ling San terpental ratusan meter kebelakang. Untungnya dia sempat menggunakan teknik tubuh kristal untuk melindungi organ dalamnya. Sehingga dia hanya mengalami luka dalam.


" Hah, sial. serbuk kristalku tidak dapat menembus kulitnya." Gumam Ling San.


" Adik, kau tidak apa-apa?" Tanya Sui Chu.


" Tidak. Aku tifak apa-apa." Jawab Ling San.


" Tubuhnya terlalu keras. tombak tibgkat kuno sekalipun tidak dapat mrnembus kulitnya yang super keras itu." Ucap Ling San.


" Bagaimana kalau kita mencoba melawannya dengan kekuatan jiwa?" Tanya Sui Chu.


" Itu ide yang bagus." Jawab Ling San


Swuusss


Mereka kembali melesat dan kembali bertarung. debgan pria iblis tersebut. Kali ini, mereka menggunakan kekuatan jiwa untuk menyerang pria itu


Traarrrkk


Boooomm


Sambaran petir jiwa menghantam tubuh pria itu. Petir itu meninggalkan bekas luka, walaupun itu hanyalah luka kecil saja.


" Hm. pantas saja elemen cahaya tidak berpengaruh padanya, ternyata kulitnya berlapis-lapis." Ucal Ling San.


" kak, kau serang dia secara terus menerus menggunakan petir jiwa. Aku akan melawannya secara langsung." Ucap Ling San.


" Baiklah." Jawabnya lalu kembali mengarahkan petir jiwanya ketubuh pria iblis itu.


" Arrrgghhhh sialan. Bagaimana mereka bisa tahu, kalau kekuatan jiwa dapat melukai kulit luarku?" Tanyanya.


Swuuussss


Sebuah tombak cahaya kemudian melesat dan menancap tepat di bagian luka yang ada di tubuh pria itu.


" Ha..ha..ha...ha...ha... Kau pikir tombak cahaya ini bisa menembus kulitku?" Tanyanya.

__ADS_1


" Memang tidak. Tombak itu hanyalah perantara saja." Jawab Ling San.


Kali ini, dia menemukan cara untuk mengalahkan pria itu. Yaitu menggunakan tombak cahaya untuk menyalurkan serbuk cahaya kedalam tubuh pria itu.


" kulit luarnya sebagai armor, kulit dalamnya untuk menyerap sesuatu yang menembus kulit armornya, maka kulit kedua sebagai penyerap agar tidak ada sesuatu yang mencapai kulit dalamnya." Gumam Ling San.


Sementara itu, Sui Chu terus menlesatkan sambaran petir jiwa kearah pria itu, hingga beberapa bagian kulit armornya terkelupas.


" Sialan kau bocah."


Wussss


Roarrrbhh


Sesaat kemudian, sebuah kepala iblis meraung dengan keras, lalu melesat kearah Sui Chu.


" Oh, gawat." Ucap Ling San lalu melesat kearah Sui Chu, dan membentuk kubah cahaya.


Swuuussss


Kepala iblis itu kemudian berubah menjadi asap saat menabrak kubah putih itu. Hal itu di karenakan kepala iblis itu di bentuk menggunakan elemen kegelapan.


" Kau tidak apa-apa, kak?" Tanya Ling San.


" Ya. Dan sepertinya aku sudah kelelahan." Jawabnya.


" Baiklah, kalau begitu istirahatlah di dalam kubah ini. Aku akan mengurusnya." Ucap Ling San.


Swuussss


Setelah itu, Ling San kembali melesat dengan tombak Naga Azure di tangan kanannya.


" Tombak ini memang tidak dapat mengalahkan senjatamu, tapi, tombak ini dapat menghancurkan tubuhmu." Ucap Ling San. Lalu, perlahan-lahan, tombak Naga Azure berubah menjadi sebuah tombak berwarna putih.


Swiiissss


Triiiinnnggg


Triiiinnngggg


Pertarungan kembali terjadi, dan suara dentingan logam terdengar memekakkan telinga. di langit, hanya terlihat kilatan cahaya putih dan hitam yang berasal dari senjata mereka berdua.


" Ha...ha...ha...ha...ha... Hanya senjata tingkat kuno kau gunakan untuk melawan kapak dewa Ashura?" Tanyanya.


" Senjata itu bukanlah senjata berelemen kegelapan. Hanya karena para di pegang oleh bangsa iblis, maka kapak dewa Ashura yang awalnya adalah senjata murni, menjadi tercemar oleh kegelapan dan juga hawa iblis." Ucap Ling San. Sambil terus menghalau serangan pria itu.


" Ha..ha...ha...ha..ha... Kau cerdas juga, tapi, kecerdasanmu itu, tidak berguna di sini." Ucapnya.


" Di sini yang bicara hanyalah kekuatan saja." Lanjutnya.


" Dasar bodoh." Ucap Ling San.


Triiiinnnggg


Triiiinnnggg

__ADS_1


Triiiinnnngggg


Pertarungan terus terjadi. Bahkan Sui Chu hanya bisa melihat pertarungan itu sambil melongo.


" Aku harus menjadi kuat. Aku tidak boleh menjadi bebannya saja." Ucapnya lalu mengeluarkan mutiara petir putih dan mulai menyerapnya.


Diatas langit, kilatan cahaya putih dan hitam menghiasi langit. Bahkan sesekali, ledakan terdengar di langit.


Groarrrrghhhh


Sesaat kemudian, seekor Naga putih meraung dengan keras, dan melesat kearah pria iblis tersebut dan menghantam tubuhnya dengan keras. Hal itu membuatnya jatuh ke tanah dengan cepat.


Booommmmm


Sebuah ledakan terdengar saat tubuhnya menghantam daratan dengan keras. dan membentuk sebuah kawah kecil.


" Sialan. Jelas-jelas kultivasiku jauh diatas bocah itu, tapi kenapa dia dapat mengalahkanku dengan mudah tanpa mengalami luka dalam sedikitpun, hanya luka luar yang dia alami." Ucapnya.


" Kau itu sangat bodoh. Kekuatanmu saja yang besar. Tapi otakmu adalah otak udang." Ucap Ling San.


Ucapan Ling San barusan membuat pria itu marah. Dia kemudian bangkit dan kembali menyerang Ling San. Kini, pertarungan kembali terjadi, dan semua bangunan istana rata dengan tanah.


" Sekarang kulit armormu sudah hancur, sekarang kulit penyerap milikmu." Ucap Ling San.


Tombak Ling San yang awalnya putih, kini kembali berubah menjadi ungu pucat. Itu menandakan jika Ling San menggunakan kekuatan jiwa.


" Sial, tombak apa yang di gunakan oleh bocah itu? Aku belum pernah melihat tombak yang dapat berubah-ubah seperti itu?" Tanyanya.


Traarrrrkkk


Booommm


sambaran petir jiwa keluar dari tombaknya saat tombaknya membentur senjata lawannya. Hal itu membuat pria itu cukup kewalahan.


" Hm, kekuatan jiwa tidak berguna padanya, bagaimana kalau aku menggunakan petir surgawi?" Tanya Ling San.


Swuusss


Sesaat kemudian, tombak Ling San berubah lagi menjadi putih. Dari tombaknya itu, petir putih berderak-derik.


" Petir putih itu, bagaimana mungkin petir surgawi ada padanya?" Tanyanya.


" Ah, sialan. Bagaimana mungkin petir sombong itu memberikan kekuatan petirnya kepada bocah ini?" Tanyanya.


Trarrrrkkkk


Boooommmm


Karena dia hanya fokus kepada petir yang di gunakan oleh Ling San, dan tidak fokus pada pertarungannya, sebuah sambaran petir mengenainya.


"Akkkhhhhh. Satu sambaran petir itu merusak 20% kulit penyerapku." Ucapnya, lalu kembali melesat dan menyerang Ling San.


Triiinnggg


Triiiinnnggg

__ADS_1


Kembali, suara benturan logam terdengar saat kapak Ashura menghantam tombak naga Azure. Bahkan, aura kegelapan dari kapak itu Seakan takut kepada petir surgawi.


" Dasar bocah tengik." Umpat Pria itu yang kesal karena kapaknya saja takut kepada petir putih itu.


__ADS_2