
Sekitar 10 menit kemudian, pesanan Ling San sudah siap. Tanpa berlama-lama lagi, Ling San lalu melahap makanannya tersebut.
Ling San membutuhkan waktu 20 menit untuk menghabiskan makanannya itu. Setelah makan, Ling San lalu meninggalkan restoran.
" Mungkin ada baiknya aku berkeliling diwilayah klan Jua saja." Ucap Ling San lalu berjalan-jalan di sekitaran klan Jua.
" Arsitekturnya sangat bagus. Tinggal memperkuat formasinya saja." Ucap Ling San.
" Sepertinya aku akan mampir dulu di tokoh artefak dulu." Ucap Ling San lalu memasuki sebuah tokoh.
" Selamat datang, tuan muda." Ucap kasir tokoh.
" Ada yang bisa aku bantu?" Tanya pelayan tokoh.
" Hm, boleh aku melihat-lihat dulu?" Tanya Ling San.
" Silahkan, tuan muda" Jawab pelayan tokoh.
" Terima kasih." Ucap Ling San lalu berkeliling tokoh untuk melihat-lihat artefak apa saja yang ada di tokoh itu.
"Hm, tidak ada yang menarik disini." Ucap Ling San lalu keluar.
Tanpa sengaja, Ling San melihat sebuah batu permata berbentuk oval berwarna Perak.
Ling San kemudian mendekat kearah batu permata itu untuk melihatnya lebih dekat.
" Batu ini memancarkan energi yang mirip dengan elemen cahaya tapi ini bukan elemen cahaya." Ucap Ling San.
" Pelayan." Panggil Ling San.
" Ada apa tuan muda?" Tanya Pelayan tersebut.
" Ini batu apa, ya?" Tanya Ling San.
" Ini adalah batu yang ditemukan oleh seorang pengembara. Tidak ada yang tahu darimana batu ini berasal, yang pasti batu ini bukan batu yang berasal dari tiga alam." Ucap pelayan.
" Memang benar, Batu ini bukanlah batu yang berasal dari alam Langit, alam bawah maupun alam Dewa. Lalu, darimana batu ini berasal." Gumam Ling San.
" Aku ingin membeli batu ini." Ucap Ling San.
" Baiklah." Ucap pelayan itu lalu memberikan batu itu kepada Ling San.
" Berapa harganya?" Tanya Ling San.
" Tuan cukup membayar 50 kristal Surgawi saja." Jawab pelayan itu.
" Hm, baiklah." Ucap Ling San lalu mengeluarkan 50 kristal Surgawi dari cincin semestanya dan memberikannya kepada pelayan.
" Nanti aku akan mencari tahu darimana batu ini berasal." Ucap Ling San sambil terus menatap batu itu lekat-lekat.
" Cahaya ini sangat akrab denganku." Ucap Ling San.
Karena penasaran, Ling San akhirnya mengalirkan energi matahari miliknya ke batu ini. Dan seketika, batu itu mengeluarkan sinar keperakan.
" Cahaya Bulan." Ucap Ling San.
" Tapi, ini hanya pecahan kecilnya saja. Sebagian besar cahaya bulan itu ada pada adikku. Tapi, ini sudah cukup untuk meningkatkan kekuatan Yu Xiang." Ucap Ling San lalu menyimpan batu itu kedalam cincinnya. Setelah itu, dia berjalan ketempat-tempat lain yang ada di klan Jua.
Wuuuussss
Tak jauh dari tempat Ling San, sebuah asap merah kehitaman muncul dari dalam tanah. Tentu saja asap itu berasal dari para Iblis.
" Asap itu.."
__ADS_1
" Tidak salah lagi, itu pasti para iblis sialan itu." Ucap Ling San lalu melesat.
Sesekali Ling San menutup kedua matanya untuk memeriksa sesuatu.
" Untungnya aku punya telinga di alam bawah." Ucap Ling San.
" Ternyata Dewa Iblis sudah bangkit dengan cara paksa." Ucap Ling San.
Tak lama kemudian, Ling San sudah sampai ditempat dimana asap merah kehitaman itu muncul. Dugaan Ling San benar. Setelah asap itu menghilang, ribuan iblis muncul di alam Dewa.
Di Istana kekaisaran..
" Gawat, para iblis sudah muncul." Ucap seorang prajurit bayangan.
" Dimana iblis itu muncul?" Tanya Dewa Giok.
" Sekitar 4 km dari Klan Jua, tuan." Jawab prajurit itu.
" Secepat itu kah?" Tanya Dewa Giok.
" Aku yakin, di Alam Dewa ini ada yang bersekutu dengan para iblis." Ucap Dewa Giok.
" Itu belum tentu." Ucap Dewa Pengetahuan.
" Bisa jadi, kan?" Tanyanya.
" Sudah. Siapkan pasukan dan bergerak kesana. Aku yakin setelah ini mereka akan terus bermunculan di setiap tempat." Pintah Dewa pengetahuan.
Sementara itu, di balik bayangan terlihat seorang pria sedang tersenyum.
" Dasar bodoh. Mereka tidak tahu saja kalau aku yang membantu mereka datang ke alam dewa." Ucap pria berjubah dibalik bayangan
" Setelah ini aku akan membawa para Demon ke Alam Dewa ini." Ucap pria itu lagi.
" Lakukan apapun yang kau mau. Tapi tak lama lagi pengkhianat yang sebenarnya akan terbongkar." Gumam Dewa pengetahuan.
" Tidak ada. Aku hanya menertawakan orang bodoh yang membelot." Ucap Dewa Pengetahuan.
" Siapa pengkhianat itu?" Tanya Dewa Tombak.
" Tidak lama lagi akan terungkap siapa orangnya." Ucap Dewa pengetahuan.
" Rasanya aku bosan melihat kalian. Dimana-mana aku pergi, disana kalian muncul." Ucap Ling San.
" Kau. Kenapa kau ada disini?" Tanya komandan pasukan.
" Tidak ada. Hanya ingin menghancurkan kalian." Jawab Ling San lalu melesat dan menyerang para iblis itu.
Wuuussss
Boooommm
Booommmmmm
Booommmm
Tak beberapa lama kemudian, ledakan-ledakan beruntun pun terdengar. Ledakan-ledakan itu disertai dengan darah hitam yang terciprat kemana-mana.
" Akkhhh, sialan. Kenapa dia bisa berada di tempat ini?" Tanya komandan tersebut.
Dia sendiri adalah salah satu komandan yang pernah bertarung dengan Ling San di alam bawah.
" Oh, ternyata kau salah seorang komandan milik Raja Iblis. Ku kira kau adalah komandan dari Dewa Iblis." Ucap Ling San lalu membelah dirinya menjadi empat.
__ADS_1
Triiiinngg
Triiinnggg
Triiinnggg
Triiinnggg
Ling San kemudian bertarung dengan komandan Iblis tersebut di langit. Benturan senjata mereka menimbulkan suara benturan logam.
" Aku ingin lihat, sampai kapan kau akan bersembunyi disana." Ucap Ling San sambil melirik kearah hutan.
" Apakah dia tahu keberadaanku?" Tanya sosok misterius itu.
" Tidak.Tidak mungkin dia dapat mengetahui keberadaanku." Ucap sosok tersebut.
Sosok misterius itu sendiri adalah salah satu Dewa tertinggi kekaisaran Dewa. Dia memiliki kedudukan yang sama dengan Dewa pengetahuan. Dia adalah...
Triiinngggg
Dhuarrrrss
Ling San kemudian melepaskan serangan kejut dari tombaknya sehingga membuat komandan iblis mundur beberapa langkah.
" Terakhir kali bertarung, dia tidak sekuat ini." Ucapnya.
Booooommmmm
Sebuah serangan melesat kearahnya. Hampir saja untungnya dia menghindar, jadi serangan itu hanya mengenai tanah saja.
Komandan iblis lalu melesat kearah Ling San dan beradu senjata.
" Setengah pasukan yang kau bawa sudah mati." Ucap Ling San.
" Aku tidak akan membiarkanmu kembali ke Alam bawah." Ucap Ling San.
" Naga Kristal." Ucapnya.
" Ular Darah" Ucap Komandan iblis.
Swuuuussss
Roarrrrgghhh
Zzzzssssss
Raungan naga dan desiaian ular terdengar di langit. Lalu, ular dan naga itu kemudian saling bertarung satu sama lainnya.
Roarrrrgghhh
Boooommmm
Naga Kristal kemudian menggigit leher ular Darah milik Komandan Iblis, dan melemparkannya ke tanah.
wuuuusss
Boooommm
Tak sampai disitu, Naga itu kemudian melemparkan kristal berapi kearah Ular Darah itu sehingga ular itu langsung lenyap.
Wuuussss
Sreeeekkkk
__ADS_1
Karena sibuk memperhatikan naga dan ular bertarung, komandan iblis tidak menyadari jika Ling San melesat dengan cepat kearahnya. Alhasil, Tombak Ling San menancap di jantungnya. Lalu, api jiwa tiba-tiba menyala dan membakar mayat dan jiwa komandan iblis tanpa sisa.
" Apakah kau mau bersembunyi disana selamanya?" Teriak Ling San.