Kaisar Dewa Kristal

Kaisar Dewa Kristal
Chapter 100


__ADS_3

" Tidak, kau tidak akan di hukum" Ucap Dewa Pengetahuan.


" Kenapa? Kenapa Dewa Agung tidak mau menghukumku?" Tanya Dewa Tombak.


" Aku tidak mau melakukan kesalahan yang sama untuk yang kedua kalinya. Kematian Luo Zang menimbulkan dendam, dan jika aku memberimu hukuman yang sama seperti Luo Zang, anak-anakmu akan membalas dendam sama sepertimu." Jawab Dewa Pengetahuan.


" Itu tidak akan terjadi. Cukup rantai balas dendam dikeluargaku berakhir di diriku saja." Ucap Luo Ziang lalu memecahkan giok jiwanya. Setelah itu, dia mulai membentuk segel tangan yang rumit.


" Jika kau menggunakannya, kau akan bereinkarnasi tanpa ingatanmu." Ucap Dewa Pengetahuan.


" Memang itulah yang aku mau. Mungkin saudaraku tidak bereinkarnasi sampai sekarang karena menungguku." Ucap Luo Ziang.


" Aku ingin dikehidupan selanjutnya, aku menjadi orang yang lebih berguna lagi." Ucapnya lalu mengatupkan kedua telapak tangannya.


Swiiiinnggg


Dalam hitungan detik saja, Dewa Tombak sudah menghilang dari pandangan semua orang di istana kekaisaran Langit.


" Teknik apa yang dia gunakan?" Tanya Ling Zan.


" Teknik Reinkarnasi. Itu adalah teknik yang melawan takdir dan juga siapa pun yang menggunakan teknik itu, ingatannya akan menghilang selamanya, kecuali teknik kultivasi dan jurus-jurus yang selalu digunakan, selebihnya akan menghilang selamanya dan tak akan pernah kembali. Itu adalah teknik terlaranh milik klan Luo." Ucap Dewa Pengetahuan.


" Aku ingin kau meletakkan tanganmu diatas batu ini." Pintah Dewa pengetahuan lalu mengeluarkan sebuah batu.


" Baiklah." Jawab Ling San.


Ling San lalu meletakkan tangannya diatas batu tersebut dan seketika, batu itu memancarkan cahaya berwarna emas.


" Hm, Dewa Matahari." Ucap Dewa pengetahuan.


" Sekarang ikutlah denganku." Pintah Dewa Pengetahuan.


" Baiklah." Jawab Ling San.


Wuuussss


Mereka berdua menghilang dari aula istana dan muncul disebuah tempat dimana ditempat itu terdapat sebuah kubus yang melayang dan tersegel.


" Kubus apa itu?" Tanya Ling San.


" Itu adalah kubus peninggalan dari Dewa Matahari. kau bisa membukanya dengan kekuatanmu." Jawab Dewa Pengetahuan.

__ADS_1


Ling San tidak langsung membuka segel itu. Dia menatap kubus itu terlebih dahulu selama beberapa menit.


" Keserakahan bisa muncul dimana saja. Dan kebencian akan muncul dihati siapa pun. Kebencian akan muncul melalui sebuah pengkhianatan hingga akhirnya menjadi sebuah dendam."


" Kegelapan akan menguasai orang yang memiliki hati yang gelap, jadi selama kau memiliki hati yang bersih, maka kegelapan tidak akan mampu mendekati apalagi memengaruhi mu."


" Hm, kata-kata lagi, ya." Gumam Ling San.


" Ada apa?" Tanya Dewa Pengetahuan.


" Tidak apa-apa." Jawab Ling San.


" Kira-kira apa isi dari kubus itu?" Tanya Ling San lalu mendekati kubus tersebut. Kubus itu memancarkan energi matahari. Lalu, dia menemplkan tangannya dikubus.


" Ini palsu." Gumam Ling San lalu melirik kesamping dan mengarahkan energi matahari miliknya kesegel transparan itu.


Seketeika, segel yang berbentuk kaca itu hancur dan kubus asli pun terlihat. Kubus itu memancarkan cahaya lima kali lebih terang daripada kubus yang palsu. Tanpa basa-basi lagi, Ling San lalu menempelkan tangannya ke kubus tersebut. Seketika cahaya yang tadinya sudah sangat terang semakin terang. Saking terangnya, Dewa Pengetahuan sampai menutup kedua matanya.


" Gunakan kekuatanmu untuk membela kebenaran. Jangan menjadi angkuh hanya karena memiliki kekuatan yang kuat." Tiba-tiba saja, suara seorang pria membisikkan kata-kata terdengar di telinga Ling San.


" Ternyata ini adalah mata Dewa." Ucap Ling San.


Mata Dewa sendiri berbentuk matahari yang bersinar dengan warna emas. Mata Dewa mampu melihat apa yang tidak dapat dilihat oleh mata biasa.


" Pergunakan kekuatan itu sebaik-baiknya. Ingat, kesombongan akan merenggut segalanya darimu, dan juga kesombongan akan membawamu menuju ke gerbang kehancuran." Ucap Dewa Matahari.


" Berarti ramalan yang diberikan padaku waktu itu, guru juga yang memberikannya?" Tanya Ling San.


" Ya." Jawab Dewa Matahari.


" Sekarang tugasku sudah selesai. Jadi, selamat tinggal. Aku percayakan semuanya padamu." Ucap Dewa Matahari lalu berubah menjadi serbuk-serbuk berwarna emas.


" Aku tidak akan mengecewakanmu, guru." Ucap Ling San lalu mendarat tepat disamping Dewa pengetahuan.


" Ada apa? Kenapa anda terlihat khawatir?" Tanya Ling San.


" Tidak ada. Aku hanya merasakan bencana besar yang akan segera terjadi." Ucap Dewa Pengetahuan.


" Anda bisa melihat masa depan?" Tanya Ling San.


" Hanya gambarannya saja. Itupun hanya berupa teka-teki saja." Jawab Dewa pengetahuan.

__ADS_1


" Ayo, kita keluar dari sini." Ucap Dewa pengetahuan.


Ling San hanya mengangguk lalu menghilang kemudian disusul oleh Dewa Pengetahuan.


" Ternyata selain cerdas, kau bisa berpindah tempat lebih cepat." Ucap Dewa matahari.


" Sebenarnya ada satu hal yang membuatku penasaran selama ini." Ucap Ling San.


" Apa itu?" Tanya Dewa Pengetahuan.


" Batu ini. Batu ini bukan dari alam bawah, alam langit, ataupun alam Dewa." Ucap Ling San.


" Batu ini memang memancarkan cahaya bulan, tapi batu ini bukan batu dari tiga alam.


" Itu memang benar. Batu yang serupa hanya ditemukan ditempat yang sama. Dan sepertinya, batu itu berasal dari alam lain." Ucap Dewa Pengetahuan.


" Maksud anda, ada alam lain selain alam dewa, alam langit, dan alam bawah?" Tanya Ling San.


" Itu memang benar. Selain ketiga alam, masih ada Alam Magis, dan Alam Rembulan. Alam Magis adalah alam dimana para peri berasal. Tapi, setelah kekacauan semesta, alam Magis tersegel sehingga para peri yang membantu melawan Dewa iblis terjebak di alam manusia. Yang kedua adalah alam Rembulan atau dunia para hewan. disanalah para naga, Phoenix, Qilin, dan hewan surgawi lainnya berasal." Jelas Dewa pengetahuan.


" Ternyata pengetahuanku masih dangkal." Ucap Ling San.


" Aku sendiri tidak tahu sampai kapan alam itu tersegel." Jelas Dewa pengetahuan.


" Kalau begitu, aku permisi dulu. Aku ingin berkeliling disini." Ucap Ling San.


" Pergilah." Ucap Dewa Pengetahuan.


" Benar-benar anak yang gila pengetahuan. Biasanya orang gila kekuatan, anak itu malah gila pengetahuan." Ucap Dewa pengetahuan.


" Hm, aku penasaran. Apa yang dilakukan oleh anak-anak Meng Diao. Dari tadi, satupun tidak muncul." Ucap Ling San.


" Oh, kenapa tidak aku gunakan mata Dewa ini untuk memindai seluruh tempat ini?" Gumam Ling San.


Ling San kemudian mengaktifkan mata Dewa miliknya, dan seluruh yang ada di istana langit dapat dilihat olehnya. Termasuk ruangan rahasia yang ada di istana.


" Hm, apa yang sedang dilakukan oleh putra Meng Diao?" Tanya Ling San.


Ling San lalu memperhatikan apa yang dilakukan oleh putra Meng Diao tersebut. Dan yang membuat Ling San terkejut adalah putra Meng Diao bertransformasi menjadi iblis.


" Dasar iblis." Ucap Ling San lalu Menghilang dan muncul dihadapan Meng Qun, putra sulung Meng Diao.

__ADS_1


" Hebat. Kau berhasil mengelabui para Dewa disini. Iblis tetaplah iblis. Dan iblis harus dimusnahkan" Ucap Ling San.


__ADS_2