Kaisar Dewa Kristal

Kaisar Dewa Kristal
Chapter 41 Musuh yang Sesungguhnya


__ADS_3

Kedua naga itu terus terbang kelangit, lalu kedua naga itu bersatu membentu sebuah naga kristal yang di selimuti oleh api biru.


Groaaaarrrrgghhhh


Swuuusss


Naga itu kemudian menerjang kearah kumpulan pasukan sekte bulan malam. Karena mereka kurang waspada, akhirnya semuanya mati terbakar, dan menyisakan patriak Yo Qun seorang. Itupun dengan tubuh yang penuh dengan luka bakar.


" Ya, kita arahkan naga itu secara bersama-sama kearah utara." Ucap Ling San.


" Baik'' Jawab Sui Chu.


Swuuusssss


Secara bersamaan, mereka berdua menggunakan tombak mereka untuk mengendalikan naga itu kearah utara.


Booommmm


Sesaat kemudian, naga itu menabrak sesuatu, dan menghilang. Dari sana, kemudian muncul sebuah retakan-retakan kecil. Retakan itu semakin besar hingga akhirnya hancur berkeping-keping.


" Akhirnya kalian keluar juga." Ucap Ling San.


" Sialan. Akibat ulah kalian, beberapa dari pasukanku mati." Ucap pemimpin pasukan itu.


" Dasar manusia iblis jelek. Siapa suruh kalian terus bersembunyi. Dan tidak menghiraukan ucapanku, kalian pikir aku hanya bercanda" Jawab Ling San.


" Apakah sekarang ronde ketiga?" Tanya Sui Chu.


" Ya. Dan mungkin saja akan ada ronde keempat." Jawab Ling San.


" Kakek, apakah energi spiritual kalian sudah pulih?" Tanya Ling San..


" Ya, sudah." Jawab Ling Yuan.


" Ayo, kita serang saja dia. Aku bosan melihat manusia yang rela menjual jiwanya kepada iblis hanya demi kekuatan." Ucap Ling San.


" Ya, aku juga begitu." Ucap Sui Chu.


Swiiiinnnngggg


Mereka berdua kemudian melemparkan tombak mereka kearah prajurit manusia iblis itu secara bersamaan. Lalu, kedua tombak itu kemudian menyatu dan menghantam para manusia iblis tersebut.


Boooommmm


Ledakan besar terdengar saat tombak itu menghantam tanah. Hal itu membuat puluhan manusia iblis terluka. Lalu, sesaat kemudian, tonbak itu berpisa lalu kembali ke pemilik masing-masing.


Swuususs


Sesaat kemudian, Niu Qwang dan Long Qing keluar dari cincin dimensi dan memberi hormat kepada Ling San.


" Aish, kenapa tuan baru memanggil kami sekarang?" Tanya Long Qing.


" Maaf paman." Jawab Ling San.


" Oh iya aku ingin meminta paman dan bibi menyusuri seluruh kota. Aku merasa bahwa sebagian dari mereka ada di kota." Pintah Ling San.


" Baik tuan." Jawab Niu Qwang dan Long Qing bersamaan lalu menghilang..

__ADS_1


" Hm, San'er, maaf. Tapi, sepertinya kami harus kembali ke sekte sekarang. Karena sekte bulan malam juga menyerang sekte matahari." Ucap Ling Yuan.


" Ya, bailah kek. Dan terima kasih karena telah datang membantuku." Ucap Ling San sambil merobek ruang.


" Masuklah. portal itu akan membawa kalian langsung menuju ke sekte matahari." Ucap Ling San.


Swuusss


Swussss


Ling Yuan dan semua pasukan sekte matahari kemudian masuk kedalam robekan ruang itu, setelah semuanya masuk, robekan ruang itu menghilang.


" Ha..ha...ha...ha... Sekarang hanya tinggal kalian berdua saja." Ucap Pemimpin pasukan itu.


" Itu tidak masalah." Jawab Ling San debga. senyum sinis.


Wuusss


Sreeek


Sreelkk


Dhuarrrr


Mereka berdua lalu kembali melesat, dalam sekali gerak, mereka memenggal 10 orang prajurit. Dalam waktu beberapa menit saja, 300 orang sudah tewas tanpa kepala.


" Aish, kau terlalu cepat, sampai-sampai aku ketinggalan." Ucap Sui Chu.


" Itu artinya, kau masih harus berlatih lagi." Ucap Ling San.


" Hm, sepertinya panggilan kau tidak bagus." Ucap Sui Yang.


" Baik, mulai sekarang Kita adalah saudara selamanya, dan langit yang menjadi saksinya." Ucap Sui Chu.


" Jedarrrrr"


petir surgawi kemudian menyambar tepat di kepala Ling San yang membuat rambutnya berdiri.


" Hei petir sialan, apakah kau tidak bisa menyambar tempat lain selain kepalaku?" Tanya Ling San.


Swuusss


Tuiiinngg


Sebuah mutiara petir putih jatuh dari langit dan jatuh tepat diatas kepala Ling San lagi.


" Aish, dasar petir aneh." Ucap Ling San lalu mengambil mutiara itu.


" Woi, petir jelek, mutiara ini untuk siap" Tanya Ling San.


Lalu, di langit muncul tanda panah, dengan ujung panah mengarah ke Sui Chu, yang berarti mutiara itu untuk Sui Chu.


" Sepertinya ini di berikan kepadamu." Ucap Ling San " Serius?" Tanya Sui Chu.


" Ya." Jawab Ling San.


Sui Chu kemudian menyimpan mutiara petir itu di dalam cincin ruangnya, dan bersiap untuk kembali bertarung.

__ADS_1


Duarrrrr


Sesaat kemudian, dua buah tapak menghantam tempat mereka berdiri, untungnya mereka sudah berpindah tempat jadi, tapak itu tidak mengenai mereka.


Zzzzzzz


Dhuarrrrr


Lalu, diarah yang berlawanan, petir berwarna putih menyambar salah satu pasukan yang berada di barisan paling belakang.


Swiinngg


Dhuarrrrr


Di saat bersamaan, puluhan tonbak api biru menghantam para pasukan manusia iblis yang membuat mereka langsung meregang nyawa.


Swuuusss


Tak mau ketinggalan, Ling San juga membentuk teratai putih raksasa, lalu teratai itu di lemparkan kearah para pasukan manusia iblis.


Booooommmm


Ledakan besar terjadi, saat teratai besar itu menghantam tanah, di iringi dengan petir yang berderak-derik yang menyambar beberapa orang yang tidak terkena teratai.


" Ah, sialan, kalau begini terus, maka aku bisa kalah dan pasukanku habis di bantai." Gumam pemimpin manusia iblis.


" Tidak ada jalan lain. Daripada mereka mati dengan sia-sia, lebih baik aku menggunakan mereka sebagai nutrisi untukku." Ucap pemimpin pasukan iblis itu.


Sementara itu, Yo Qun berniat melarikan diri karena Ling San ataupun Sui Chu tidak memperhatikannya.


" Mumpung mereka sibuk dengannya, lebih baik aku melarikan diri." Ucap Yo Qun.


Syuuuutttt


Namun, baru ingin melangkah, sebuah tombak menembus dada kirinya, yang membuat Yo Qun memubtahkan seteguk darah.


" Lemparan yang jitu kak." Ucap Ling San.


" Ya, hanpir saja dia melarikan diri." Ucap Sui Chu.


" Swuusss''


Sesaat kemudian, tombak itu kembali ke tangan Sui Chu dengan ujung penuh dengan darah. Dan sesaat kemudian, Yo Qun juga roboh dan mati.


Sementara itu, pemimpin manusia iblis itu membuat segel tangan, dan sesaat kemudian, dari punggungnya keluar ribuan rantai darah.


" Arrrrrghhhh." Teriak semua manusia iblis itu.


" Tuan, a..a..apa sa..sa..salah ka..kami?" Tanya salah satu dari mereka.


" Tidak ada, hanya saja daripada kalian mati dengan sia-sia di tangan kedua bocah itu, lebih baik kalian mati untukku saja." Jawab pemimpin manusia iblis itu.


Sesaat kemudian, seluruh darah, energi kehidupan, dan jiwa semua orang yang terikat dengan rantai itu mengalir ke dalam tubuh pemimpin manusia iblis itu.


" Ha..ha...ha..ha..ha.."


Sesaat kemudian, dia tertawa terbahak-bahak, dan diringi dengan perubahan yang signifikan dengan tubuhnya. di kepalanya, tumbuh dua tanduk, kakinya berubah menjadi kaki kambing, dan di punggungnya muncul sepasang sayap kelelawar.

__ADS_1


Bukan hanya itu, kultivasinya juga meningkat hingga ke ranah dewa agung bintang sembilan. dan berlanjut hingga ke ranah dewa giok bintang 3.


" Ha...ha..ha..ha.. Sekarang bersiaplah untuk mati." Ucapnya.


__ADS_2