
" Terima kasih, tuan muda. seandainya tuan muda tidak ada, maka kota Bulan Malam akan dihancurkan oleh pasukan sekte kegelapan.
" Iya, itu tidak masalah. Saranku, lebih baik kalian perketat penjagaan di kota Bulan Malam, dan juga, tingkatkan kekuatan kalian." Ucap Ling San lalu memberikan sebuah cincin ruang kepada tetua kota Bulan Malam.
" Di dalam cincin ruang itu terdapat sumber daya yang dapat meningkatkan kekuatan kalian." Ucap Ling San
" Sekali lagi, terima kasih tuan muda." Ucap para warga kota.
" Sama-sama. Kalau begitu aku pamit dulu." Ucap Ling San lalu melesat meninggalkan kota Bulan Malam.
Di Lembah Kematian
Dhuarrrr
Dhuarrrr
Dhuarrr
Petir berwarna hitam terus menyambar ke seluruh Lembah Kematian. Hal itu membuat Liao Chia terkejut.
" Pertanda apa ini?" Tanyanya.
Dia sendiri tidak tahu jika dia sedang mengandung anak Meng Diao.
" Dan, sejak kapan aku hamil?" Tanyanya tak percaya.
Dhuarrrrrr
Sekali lagi petir menyambar dan mengenai tubuh Liao Chia. Hal itu membuatnya jatuh pingsan. Saat dia tak sadarkan diri, sebuah bola hitam melesat kedalam tubuhnya. Bola hitam itu lalu masuk kedalam janin yang sedang di kandung oleh Liao Chia.
Dan bisa dipastikan, jika anak itu kelak akan membalas kematian ayahnya, walaupun dia bukanlah anak pertama dari Meng Diao.
...****************...
" Hm, kemana perginya inti elemen kegelapan itu?" Tanya Ling San.
Ling San sendiri masih terus memikirkan tentang kejadian aneh beberapa waktu yang lalu, dimana delapan bola cahaya dan delapan bola kegelapan melayang diudara membentuk sebuah hexagram.
" Apa maksud dari kejadian itu?" Tanyanya.
Ling San terus melesat dengan kecepatan penuh. Sambil terbang, dia masih terus memikirkan kejadian delapan pasang bola elemen dan melupakan kemana perginya inti elemen kegelapan.
Tiga hari berlalu, dan akhirnya Ling San tiba di sebuah pedesaan yang ada di puncak gunung setinggi 9000 meter.
Ling San terus menatap gunung tersebut sambil menatap empat gunung lainnya yang memiliki ketinggian yang sama yang berbaris melingkar. dan ditengah-tengahnya terdapat sebuah bangunan besar, yang mirip sebuah candi kuno. Dan masing-masing puncak gunung itu terdapat sebuah desa.
" Wow, benar-benar sangat indah." Ucap Ling San sambil mendarat di salah satu puncak gunung.
" Sepertinya bangunan itu sudah ada sejak zaman kuno." Ucap Ling San.
Ling San lalu berjalan memasuki salah satu desa. tapi, tidak ada satupun penduduk yang dijumpainya.
" Kenapa tidak ada penduduknya sama sekali?" Tanya Ling San sambil terus menyusuri desa tersebut. Saat dia sampai dipusat kota, Ling San menemukan bangunan yang sama dengan bangunan yang ada di tengah-tengah gunung tersebut. Tapi, ukurannya hanya 50 cm saja.
" Replika bangunan." Gumam Ling San.
Lalu, karena penasaran, Ling San kemudian mencoba memutarnya 180⁰menghadap kebangunan besar.
__ADS_1
Wussss
Lalu, sesaat kemudian sinar keemasan menembak kebangunan besar yang ada di lembah.
" Apa mungkin, ada replika yang sama di setiap desa?" Tanyanya.
Wusss
Ling San kemudian melesat ke puncak lainnya dan mulai mencari replika yang sama dengan yang ada di desa sebelumnya.
" Ternyata benar. di desa ini juga ada replika yang sama." Ucapnya lalu memutar replika candi itu hingga pintu candi menghadap ke bangunan candi besar.
Setelah itu, sinar berwarna putih menembak kearah candi yang ada di lembah.
Tanpa berpikir lagi, Ling San kemudian berpindah kedesa lainnya lalu melakukan hal yang sama.
" Emas, putih, biru dan hijau." Ucapnya.
Wussss
Perlahan-lahan, candi yang sangat besar itu diselimuti oleh sinar empat warna Dari kempat sisinya.
Wussss
Lalu, keempat sinar itu menembak kelangit. Awan-awan hitam berkumpul di tempat sinar itu menembak.
Wussss
Lalu, cahaya itu menembak kearah Ling San.
" WUSSS"
Wussss
Wuussss
Wusssss
Ling San kemudian dibawa kesebuah tempat yang sangat asing baginya
" Delapan bola cahaya melayang diangkasa, menyatu dengan kegelapan. Mengangkat daratan luas, dan menyatu dengan wadah baru" Ucap sebuah suara.
Kemudian suara itu melanjutkan.
" Kegelapan akan muncul dan menguasai seluruh alam. Kegelapan akan bangkit dari tidur lamanya dan akan membuat seluruh diselimuti kegelapan."
" Batu-batu melayang dan saling bertabrakan satu sama lainnya membawa kehancuran, dan membuat air laut meluap dan menenggelamkan daratan."
" Debu-debu beterbangan menutupi seluruh alam, dan ras yang dilupakan akan kembali muncul . menjadi tanda dimulainya kehancuran besar. Perang besar yang menghancurkan peradaban. dan kekuatan baru akan muncul. Lima kekuatan besar akan mengakhiri peristiwa itu."
" Tenggelam dalam kekacauan, dan munculnya ras baru yang belum pernah ada sebelumnya pertanda berakhirnya sebuah zaman dan dimulainya zaman yang baru."
" Cahaya akan menerangi alam sekali lagi, dan kehidupan baru dimulai."
Lalu, suara itu pun menghilang.
" Apa maksud dari semua itu" Tanya Ling San sambil mencerna kata-kata yang di dengarnya tadi.
__ADS_1
" Kalimat pertamanya sudah terjadi. Pasti, kegelapan yang dimaksud oleh suara tadi adalah dewa iblis." Gumam Ling San.
" Ras yang terlupakan? Ras apa itu?" Tanyanya.
" Ras yang pernah ada, tapi dilupakan." Ucapnya
Wusssss
Kemudian, Ling San dibawa ketempat lain, tempat dimana semuanya berwarna putih.
" Ras terkuat yang pernah ada akan mendominasi. Ras yang sebelumnya dianggap lemah akan menjadi prajurit kegelapan yang tidak dapat di kalahkan."
" Amarah, dendam, dan ambisi membuat mereka menjadi kuat, dan bertekad untuk menaklukan seluruh alam."
" Bangkitnya ras yang sudah punah bersamaan dengan munculnya ras yang terlupakan akan menjadi puncak dari sebuah kehancuran. Menghancurkan apa saja yang dilalui." Ucap sebuah suara.
" Apakah itu adalah rangkaian dari peristiwa kekacauan semesta?" Tanya Ling San.
" Tunggu, ras yang terlupakan adalah bangsa peri. Ras yang dianggap lemah adalah Cyclops, ras yang sudah punah adalah ras demon." Ucap Ling San.
" Apakah mereka semua akan muncul kembali?" Tanya Ling San.
Wussss
Kemudian, cahaya empat warna menutupi tubuh Ling San dan membawa Ling San kedunia nyata.
" Eh, kenapa aku ada disini?" Tanya Ling San kebingungan. karena sebelumnya dia ada di puncak gunung, kenapa sekarang dia ada di markas Aegis.
" Kami menemukan tuan pingsan dipinggir Gunung. Jadi, kami membawa tuan kesini. dan satu lagi, tuan sudah pingsan selama setengah tahun."
" Apa? Bagaimana mungkin aku pingsan selama setengah tahun, sedangkan aku berada di dimensi itu hanya beberapa menit saja." Ucapnya.
" Oh, iya tuan. Anggota Semua anggota Aegis sudah menembus ranah Immortal God bintang 4 dan 7." Ucap Long Qing.
" Jumlah anggota Aegis secara keseluruhan adalah 700.000 orang." Lanjutnya.
" Bagus, terus latih mereka." Pintah Ling San.
" Baik, tuan." Jawab Long Qing.
Ling San kemudian mengeluarkan satu persik emas lalu memakannya. Dia berniat meningkatkan kekuatan jiwanya ke tingkat absolute.
Wussss
Satu jam....
Dua jam
Tiga jam
Satu hari
Dua hari
Empat hari
WUSSSS
__ADS_1
Ling San akhirnya membuka matanya setelah dia berhasil meningkatkan kekuatan jiwanya ke tingkat absolute tahap 4 setelah memakan lebih dari dua puluh buah surgawi.
Bukan hanya itu, kultivasinya juga meningkat ke ranah Dewa Giok bintang 9.