Kaisar Dewa Kristal

Kaisar Dewa Kristal
Chapter 17 Kota Kristal II


__ADS_3

Beberapa menit kemudian, Ling San sampai di depan sebuah paviliun yang bertuliskan.


'paviliun Teratai


Tanpa menunggu lagi, Ling San memasuki paviliun teratai.


" Permisi, saya ingin menukar beberapa koin." Ucap Ling San.


" Selamat datang tuan muda. Anda ingin menukar koin emas atau koin platinum?" Tanya kasir paviliun.


Saya ingin menukar 100 koin paltinum menjadi koin perak, dan 1000 koin emas menjadi koin perunggu." Ucap Ling San sambil memberikan satu kantong koin platinum dan satu kantong koin emas.


" Seratus koin platinum sama dengan 1.000.000 koin perak, dan 100 koin emas sama dengan 1.000.000 koin perunggu." Ucap Kasir paviliun sambil memberikan dua kantong koin yang berisi koin perak dan koin perunggu.


" Baik terima kasih." Ucap Ling San lalu memasukkan dua kantong koin tersebut kedalam cincin ruangnya.


Setelah itu, Ling San kemudian meninggalkan paviliun teratai dan mencari sebuah penginapan.


" Hm, sebaiknya aku menginap selama beberapa beberapa hari di kota ini." Ucap Ling San.


Ling San kemudian berkeliling kota sambil mencari sebuah penginapan. Tak beberapa lama kemudian, Ling San merasakan ada beberapa orang yang mengikutinya di belakang.


" Aish mengganggu saja." Ucap Ling San.


Ling San kemudian berjalan menuju ke pinggiran kota kristal. Tujuannya adalah untuk menghindari kerusakan yang akan di timbulkan oleh pertarungannya.


" Keluarlah, berhentilah bersembunyi seperti seorang mata-mata." Teriak Ling San.


" Ha..ha...ha..ha... Indramu tajam juga bocah. Aku tadi berpikir kalau kau hanyalah seorang bocah yang baru belajar berjalan." Ucap pria yang berdiri paling depan.


" Tidak usah basa-basi. Katakan apa tujuan kalian mengikutiku." Pintah Ling San.


" Jawabannya hanya satu. Serahkan cincin ruang yang kau miliki dan kau boleh pergi." Jawab pria yang berdiri paling depan..


" Jika Ternyata hanya segerombolan sampah yang ingin merampok seorang anak kecil. Dasar tidak berguna." Ucap Ling San yang sudah berada di hadapan pria tersebut.


Buuukkkk


Booommm


Ling San kemudian melayangkan sebuah pukulan kearah pria tersebut, dan membuat pria itu terlempar kebelakang.


Ling San kemudian mengarahkan telapak tangannya kedepan dan ratusan jarum kristal terbentuk. Jarum itu kemudian melesat dengan cepat kearah para perampok tersebut.


Booommmm


Booommmm


Booommmm


Ledakan beruntun terdengar saat jarum kristal itu menghantam tanah dan tubuh perampok tersebut.

__ADS_1


" Arrrkkhh, sialan. Serangannya sangat kuat." Ucap salah satu perampok.


Belum hilang keterkejutan mereka, ratusan tombak kristal kembali melesat kearah mereka.


Booommm


Booommmmm


Boooommmm


Ledakan kembali terdengar saat ratusan tombak itu menghantam tubuh para perampok. Alhasil mereka semua mati dengan mata yang melotot.


" Ciih, dasar pengganggu." Ucap Ling San sambil memungut semua cincin ruang milik para perampok itu.


Karena merasa ada beberapa orang menuju ketempat tersebut, Ling San kemudian menghilang dari sana sesaat sebelum beberapa oranh pria datang ketempat itu.


" Hm, siapa yang membunuh mereka semua?" Tanya salah seorang pria.


" Hm. Sepertinya aku mengenal pakaian mereka." Ucap yang lain.


" Gawat, mereka adalah anggota Asasin bayangan." Ucap seroang pria yang berdiri di belakang.


" Tapi, apa yang mereka lakukan di sini?" Tanya pria parubaya dengan jenggot putih.


" Jika bukan untuk membunuh, sudah pasti merampok seseorang." Jawab yang lain..


" Sebaiknya kita bakar mayat mereka untuk menghilangkan jejaknya." Ucap yang lain lagi


" Ada yang bisa saya bantu?" Tanya kasir penginapan.


" Saya ingin menginap di sini selama tiga hari." Jawab Ling San..


" Hanya ada satu kamar yang tersisa di sini tuan. Dan itu adalah kamar VVIP. Harganya 4000 koin emas permalam." Ucap kasir penginapan.


" Baiklah, aku ingin menginap di kamar itu selama tiga hari. Ini bayarannya." Ucapnya


" Baik, ini kunci kamar tuan. Kamar tuan, adalah kamar VVIP nomor 7 di lantai tiga." Ucap kasir penginapan sambil memberikan kunci kamar kepada Ling San.


" Baik, terima kasih." Ucap Ling San.


Ling San kemudian berjalan menaiki anak tangga menuju ke lantai tiga. Setelah menemukan kamar yang di maksud, Ling San kemudian masuk kekamar itu dan menguncinya dari dalam.


" Hm, Sebaiknya aku membersihkan tubuhku lalu beristirahat " Ucap Ling San.


Ling San lalu masuk kekamar mandi dan membersihkan tubuhnya yang oenuh dengan keringat. Setelah beberapa menit, Ling San keluar dari kamar mandi dan memakai pakaian yang baru, dan merebahkan tubuhnya di kasur yang empuk.


" Hah, sangat nyaman." Ucapnya. Lalu tertidur.


Sementara itu, dimarkas Asasin bayangan...


" Arrgghhhh, sialan. Dalam satu bulan aku sudah kehilangan 500 anggota elitku." Ucap pemimpin Asasin Bayangan.

__ADS_1


" Maaf pemimpin, Apa yang akan kita lakukan sekarang?" Tanya ketua Yong.


" Aku juga tidak tahu. Tapi, kalau seperti ini, kita tidak akan bisa menyerang kekaisaran." jawab pemimpin Asasin bayangan, Lue Giu.


" Bagaimana kalau kita tarik anggota kita yang sudah di sebar?" Tanya ketua Yong.


" Kita harus menarik pasukan elit yang berada di kota matahari dan kota Anggrek emas, dab mencari tahu siapa yang sudah membunuh anggota kita." Ucap ketua Yong.


" Hm, tetua Zi, perintahkan pasukan yang ada di kota matahari dan di kota Anggrek emas untuk kembali kemarkas." Ucap pemimpin Lue Gui.


" Baik, pemimpin." Jawab tetua Zi


...****************...


" Huaaaamm. Ternyata sudah pagi, ya." Ucap Ling San.


Tok..tok ...tokk..


Sesaat kemudian, terdengar suara seseorang yang mengetuk pintu kamar Ling San.


" Siapa?" Tanya Ling San.


" Aku adalah pelayan penginapan. Aku membawa sarapan pagi untuk tuan muda." Ucap pelayan


Ling San kemudian membuka pintu kanar, dan benar saja, diluar berdiri seorang pelayan wanita yang membawa nampan di tangannya.


" Terima kasih." Ucap Ling San lalu mengambil makanan tersebut masuk.


Ling San kemudian meletakkan makanan itu dimeja lalu pergi kekamar mandi untuk mencuci tangannya. Setelah kembali, dia mendapati makanan itu sudah menghitam. Itu artinya, makanana itu megandung racun yang mematikan.


" Hampir saja aku memakannya." Ucap Ling San..


" Apa maksud semua ini?" Tanya Ling San.


" Sepertinya ada yang tidak beres di tempat ini." Ucap Ling San.


" Hm, lantai penginapan ini mengandung kristal, jadi aku bisa mencaritahu apa yang mereka lakukan." Ucap Ling San lalu meletakkan tangannya di lantai dan menutup matanya.


" Apakah kau sudah memberikan makanan itu padanya?" Tanya seorang pria setengah baya.


" Ya, tuan. Aku sudah memberikan makanan itu padanya " Jawab pelayan yang membawa makanan kepada Ling San.


" Kalau boleh tahu, ada apa dengan makanan itu, sehingga harus dimakan dengan cepat.?" Tanya pelayan itu.


" Di dalam makanan itu terdapat serbuk iblis. Serbuk itu akan membuat jiwa orang yang memakannya akan di serap oleh dewa iblis." Jawab penjaga itu.


" Sekarang kau pergi kekamar itu, dan bawa mayat pemuda ke suatu tempat dan bakar mayatnya untuk menghilangkan jejaknya." pintah pria tersebut.


" Baik tuan." Jawab Dua orang pria.


...****************...

__ADS_1


Jangan Lupa tinggalkan jejak, berupa Like dan votenya. Serta saran dan kritiknya untuk novel Kaisar Dewa kristal.


__ADS_2