Kaisar Dewa Kristal

Kaisar Dewa Kristal
Chapter 78 Ling San VS Meng Diao


__ADS_3

Wussss


Ling San kemudian melesat ke langit kota Bulan Malam, dan mulai memasang formasi pelindung di kota Bulan Malam. Bersamaan dengan itu, di kota Bulan Utara, kota Bulan Selatan, kota Bulan Jingga dan Kota Bulan Hijau terjadi ketegangan yang diakibatkan oleh aura kematian yang sangat mencekam membuat para penduduk kota menjadi sesak nafas.


" Ha..ha..ha..ha..ha.. Mulai hari ini, kota super kekaisaran akan kami kuasai" Ucap para pemimpin pasukan sekte kegelapan.


" Ukhuuk..ukkhuk."


Para warga batuk-batuk karena sesak nafas. Bukan sebenarnya, mereka bisa saja melawan. Tapi karena aura kematian yang berasal dari para pasukan sekte kegelapan membuat mereka tidak dapat bergerak sama sekali.


" Aku kira para kultivator di kota ini kuat-kuat, ternyata hanya semut." Ucap salah satu pasukan sekte kegelapan dengan sombongnya.


" Habisi para yang tak mau tunduk pada sekte kegelapan." Perintah seorang pria parubaya.


" Baik." Jawab para pasukan sekte kegelapan.


Wusss


Para pasukan itu kemudian menyebar dan membunuh para penduduk kota satu persatu. Bagi yang ingin menyerah kepada sekte kegelapan, mereka akan dibiarkan hidup.


Hanya dalam hitungan menit saja, kota Bulan Jingga sudah hancur lebih dari setengahnya. Kini mereka bergerak ke pusat kota Bulan Jingga.


" Ha..ha..ha..ha..ha.. Sekarang, kekaisaran berada di tangan kami." Ucap tetua ketiga sekte kegelapan. Tetua kedua dan para pasukannya kemudian melesat memasuki pusat kota. Tepat saat mereka menginjakkan kakinya di pusat kota, aura kematian yang mereka pancarkan tiba-tiba hilang.


" Kunci formasinya." Pintah Seorang pria parubaya


" Baik, master." Jawab salah satu pemuda.


Pemuda itu kemudian membuat segel tangan dengan cepat, lalu formasi itupun menutup.


" Kesalahan kalian adalah tidak ada master formasi di sekte kegelapan." Ucap pria parubaya itu.


" Yang kalian bunuh dan menyerah itu adalah orang yang aku minta untuk menjadi sukarelawan." Ucap pria itu.


" Tekanan gravitasi." Ucap pria itu.


Swuuusss.


Tiba-tiba, semua murid sekte kegelapan beserta para tetua sekte tidak dapat bergerak. Bahkan, menggerakkan tangan mereka saja terasa sulit.


" Inilah akibatnya jika tinggal didalam lembah selama ribuan tahun." Ucap pria itu.


" Semuanya, bunuh mereka, jangan sisakan satupun." Pintah pria itu.


Kembali ke Kota Bulan Malam...


" Oh, ternyata kekhawatiranku benar." Gumam Ling San .


" Para penduduk kota dengarkan aku. Satu kilometer dari kota ada pasukan yang ingin menyerang kota. bersiaplah untuk menghadang mereka." Ucap Ling San berteriak. Suaranya menggema ke seluruh kota karena dia mengalirkan energi spiritual kedalam mulutnya jadi, suaranya terdengar di seluruh kota.


" Tuan muda, dari arah mana mereka menyerang?" Tanya seorang pria parubaya.


" Dari arah Timur Laut." Jawab Ling San.


" Gawat. Mereka adalah para pasukan sekte kegelapan." Ucap pria itu lalu berlari menuju ke pusat kota.


" HM, sepertinya salah satu pemimpin pasukan itu terlihat familiar. " Ucap Ling San.

__ADS_1


" Oh, ternyata itu dia." Ucap Ling San Lalu turun tepat di depan para pasukan sekte kegelapan.


" Kita ketemu lagi." Ucap Ling San.


" Sepertinya terjadi sesuatu denganmu sehingga kau kehilangan separuh dari kekuatanmu." Ucap Ling San.


" Apa maksudmu, bocah sialan?" Tanya Mengapa Diao.


" Terakhir kali kita bertemu, aku tidak dapat membaca kultivasimu, sekarang kultivasi hanya di ranah Suci bintang 9." Ucap Ling San.


Karena kesal, Meng Diao kemudian kemudian melepaskan serangan kepada Ling San. Dan dengan sigap, Ling San menahan serangan itu dengan elemen cahaya.


" Oh, ternyata kau pemilik inti kegelapan." Ucap Ling San.


" Ciih, jangan banyak bicara bocah. Kalau kau kuat, lawan aku sekarang." Ucap Meng Diao.


" Baiklah. kalau itu maumu." Ucap Ling San Lalu mengeluarkan tombaknya. lalu mengalirkan elemen cahaya ketombaknya dan seketika, tombaknya berubah menjadi putih.


Wuss


Tak mau kalah, Meng Diao juga mengeluarkan senjatanya yang berupah trisula hitam dan mulai menyerang Ling San.


Triiinnggg


Triiinnggg


Triiinnggg


Dentingan Logam terdengar saat kedua senjata itu beradu. Percikan api muncul saat kedua senjata itu beradu di langit.


" Apa yang kalian lihat di sana, cepat serang kota Bulan Malam." Ucap Ling San.


Swuuusss


Dhuarrrrrr


Melihat fokus Mengurus Diao teralihkan, Ling San melepaskan serangan kearah Meng Diao yang menciptakan ledakan di udara.


" HM, sepertinya dia kehilangan setengah ingatannya." Batin Ling San.


Swuuusss


Dhuarrrrrr


Sekali lagi, Ling San melepaskan serangan kejut kearah Meng Diao yang membuat trisula Milik Menggunakan Diao retak.


" Akkhhh, sialan. Sebenarnya ditingkatan apa senjata itu?" Tanya Meng Diao yang melihat trisula miliknya retak, padahal trisula miliknya adalah satu tingkat lagi mencapai tingkatan semesta.


" Badai kegelapan" Ucap Meng Diao


" Naga Cahaya." Ucap Ling San.


Roarrrrgghhh


Wusss


Naga Cahaya Dan badai kegelapan itu bertabrakan sehingga membuat angin bertiup kencang merobohkan pepohonan di hutan.

__ADS_1


Wusss


Dhuarrrrrr


Sesaat kemudian, Ledakan besar terjadi. Ledakan itu membuat hutan disana rata dengan tanah. Selain itu, beberapa kawah juga tercipta akibat dari ledakan itu.


" Ukkhhuuukk"


Ling San dan Meng Diao sama-sama terseret kebelakang dan memuntahkan seteguk darah.


" Sialan. Hanya dalam waktu beberapa tahun saja, anak ini sudah menembus ranah dewa suci." Ucap Meng Diao.


" Kalau begini terus, aku bisa mati." Ucapnya mencoba kabur.


" Ingin kabur?" Tanya Ling San.


" Tak akan aku biarkan kau kabur." Ucap Ling San Lalu membuat formasi.


Wussss


Sesaat kemudian Meng Diao menghilang. Tapi, bukannya menghilang ketempat lain, dia malah muncul kembali di tempat yang sama.


" Kali ini, aku tidak akan membiarkan kau kabur lagi" Ucap Ling San.


" Baik, kalau itu maumu." Ucap Meng Diao.


Swuuusss


Triiinnggg


Triiinnggg


Triiinnggg


Dentingan logam kembali terdengar. Kali ini, Mereka bertarung dengan berpindah-pindah tempat dengan kecepatan tinggi. Kilatan Cahaya menghiasi langit. Kilatan cahaya itu disertai dengan ledakan-ledakan kecil yang menyebabkan debu.


Swuuusss


Dhuarrrr


Meng Diao kemudian memukulkan trisulanya kearah Ling San. Pukulan itu membuat Ling San terjun kebawah, lalu menghilang dan muncul di belakang Meng Diao. Dia melakukan hal yang sama, yaitu memukulkan tombaknya kepunggung Meng Diao sehingga Meng Diao terjun bebas menghantam tanah.


" Akkhhh. Sialan. Aku ingin kabur, Tapi formasi sialan ini menghalangiku." Ucap Meng Diao kesal.


Di Gerbang kota Bulan Malam...


Dhuarrrrrr


Dhuarrrrrr


Dhuarrrrrr


Ledakan beruntun terdengar berkali-kali saat semua pasukan sekte kegelapan menyerang kota. Tapi, serangan mereka memantul saat mencapai kota.


" Patriak, sepertinya kota ini dilindungi oleh sebuah formasi." Ucap salah satu pasukan yang mulai kelelahan.


" Bagaimana mungkin. Seingatku hanya ada satu master formasi di kekaisaran Moon, itupun menghilang entah kemana." Ucap Patriak Liao Xu.

__ADS_1


" Tapi, patriak. Jika seperti ini terus, pasukan kita akan kehabisan tenaga " Ucap tetua pertama.


" Itu benar patriak. Bahkan ada beberapa murid yang sudah terluka akibat terkana serangan mereka sendiri." Ucap tetua keenam.


__ADS_2