
Hari ini Astri dan Amir mendapat kabar dari dokter spesialis kandungan yang menangani bayi tabung yang dilakukan Astri dan Amir.
Pukul 08:00 Amir dan Astri siap- siap melajukan motornya menuju rumah sakit. hari ini Amir sengaja menutup tokonya agar lebih leluasa ke dokter tanpa memikirkan jualan.
" Assalamualaikum dok"
" Waalaikumsallam, mari pak buk silahkan duduk?"
" Makasih dok,eemm bagaimana dok dengan hasil proses bayi tabung kami kemarin ? " ujar Amir.
" Ya dok sayapun sudah gak sabar dengan hasilnya? Apapun akan kami terima" ujar Astri.
" Jadi begini pak,buk setelah proses dari pengambilan ****** dan pembuahan yang dilakukan kemaren,Alhamdulillah ternyata pembuahan itu berkembang dengan baik, dan tepat hari ini dari hasil pembuahan itu sudah menjadi embrio.Yang siap untuk ditransfer ke dalam rahim ibu Astri."
" Alhamdulillah,ini beneran dok ya Allah mas" ujar Astri girang.
" Sungguh ini dok?" tanya Amir lagi.
" Iya benar pak Amir Bu Astri ,Allah telah memberi jalan kepada ibu dan bapak"
" Alhamdulillah kalau begitu apa bisa langsung sekarang dok ditranfernya dirahim saya?" tanya Astri.
" Ya ,bisa bu mari ikut saya ,saya akan priksa tekanan darah dan mengecek beberapa hal terlebih dahulu demi keamanan dalam proses transfer"
" Heum,ya dok tapi tidak sakit kan dok ?"
" Sedikit Bu Astri tahan ya?"
Astri mulai berbaring diranjang pasien .sedangkan Amir menunggu dikursi yang telah tersedia didalam ruangan tersebut.
Dengan menggunakan ultrasonografi untuk akurasi, dokter kemudian akan memasukkan kateter melalui serviks dan masuk ke rahim. Dari sana, embrio dilewatkan melalui tabung dan masuk ke rahim.Agar berkembang menjadi janin seperti kehamilan biasa.
" Nah,Alhamdulillah sudah selesai " ucap dokter yang beranjak dari hadapan Astri kemudian duduk di kursinya lagi diikuti Astri yang berjalan agak pelan .
" Gimana Astri ,pasti sakit sekali ya? sini duduk dulu awas hati- hati" ujar Amir yang langsung sigap memapah Astri kemudian membantunya duduk.
" Makasih mas, lumayan " jawab Astri seraya duduk.
" Itu tidak apa- apa pak Amir Bu Astri hanya butuh istirahat saja dan saya harap setelah pulang dari sini ibu Astri langsung istirahat yang cukup , selanjutnya Setelah tindakan transfer embrio ini atau biasa dikenal pula dengan ET atau embryo transfer, Pak Amir dan Bu Astri harus melakukan Two Weeks Waiting (TWW) atau periode tunggu selama 2 minggu. Pada saat periode tunggu tersebut, ada hal-hal yang perlu dilakukan khususnya untuk ibu Astri yaitu pilih asupan makanan yang bergizi, konsumsi asam folat, hindari aktivitas seksual dan olahraga.Jika ibu Astri ingin olahraga boleh tapi disarankan olahraga yang ringan seperti yoga, jalan kaki dan berenang"
" Baik ,dok sekali lagi terima kasih dok" ucap Amir .
" Ya pak Amir sama- sama , nanti kembali lagi 2 atau 3 Minggu kedepan ya pak ,buk karna akan ada pemeriksaan darah dan tes kehamilan"
__ADS_1
" Ya dok "
***
" Dari mana Mir ,Astri?" tanya Bu sum. yang berada dibawah pohon mangga bersama ibu- ibu yang lain.
" Dari dokter kandungan Bu sum?" ucap Amir yang masih berada diatas motor.
" Ow ,kedokter melulu tapi hasil kosong haha... ya gak ibu- ibu !" ucap Bu sum kepada orang- orang yang ada didepannya.
" Hehe...mari Bu - ibu" balas Astri kemudian Amir melajukan kembali motornya menuju rumah.
Sedangkan ibu- ibu hanya mengangguk saja.
" Assalamualaikum"
" Waalaikumsallam"
mereka berdua memasuki rumah, Astripun langsung menghempaskan tubuhnya dikursi sofa yang ada diruang tamu disusul Amir yang duduk disamping Astri.
" Aku bahagia sekali , aku sudah gak sabar ingin menunggu dua Minggu .Nak yang baik ya didalam perut ibu ,sehat- sehat terus " ucap Amir seraya mengusap perut Astri yang masih rata.
" Iya pak, adek akan selalu sehat dan baik- baik saja" balas Astri terkekeh.
" Hahahaha" tawa mereka berdua.
" Astri bagaimana kalau kita besok cerita ke ibuku soal bayi tabung ini? pasti ibu bahagia sekali ?" ujar Amir dengan penuh ceria.
" Jangan mas karna kita belum tahu kedepannya ini kan baru awal pentransferan ,aku gak mau mas nanti kamu akan kecewa kesekian kalinya ?"
" Astri kenapa kamu bicara begitu apa kamu gak yakin dengan bayi tabung ini?"
" Yakin mas ,tapi aku gak ingin kita bicara ke siapapun dulu termasuk ibu mu mengenai hal ini?"
" Ya Astri mas ngerti?Ya udah kalau begitu kita tidur dulu ,kan kata dokter kamu harus istirahat yang cukup.Mulai besok kamu gak usah menyapu mengepel dan masak oke?"
" Lho kenapa mas?"
" Aku gak mau kamu kecapekan, nanti berpengaruh dengan keadaan janin yang ada diperutmu?"
" Lalu siapa yang mau ngerjain pekerjaan rumah mas ?"
" Ya aku lah calon bapak yang baik ,siap melaksanakan tugas apapun ,jadi kamu tenang semua akan mas handle dari menyapu, mengepel nyuci dan masak"
__ADS_1
" Apa gak terlalu berlebihan mas ?"
" Ya tidak lah Astri ku cayang , kan memang sudah kwajiban suami membahagiakan istri dan membantunya ?"
" Heeeumm, sip deh mas "
***
Pagi ini masih seperti pagi biasanya ,dimana keluarga Amir dan Astri melaksanakan sholat subuh bersama dirumah .Hanya saja yang membuat beda pagi ini yaitu Amir mengerjakan pekerjaan rumah sedang kan Astri disuruh duduk manis menikmati udara pagi diteras.
" Mas ,biar aku aja yang nyapu nanti mas capek kan ini udah tugas Astri tiap pagi ?" ujar Astri yang terus mengikuti Amir kesana kemari dengan sapunya.
" Gak usah mending kamu istirahat atau makan- makan sana kan mas tadi sudah siapkan nasi goreng dimeja makan."
" Iya nanti Astri main nunggu mas sekarang biar Astri aja yang nyapu?"
" Udah gak papa kamu duduk aja ya ?"
Astri mengalah duduk diam memperhatikan suaminya yang tengah bersih- bersih rumah.
Matahari semakin menampakkan cahayanya Amir bersiap- siap untuk berangkat kerja.
" Mas berangkat dulu ya tri, kamu baik- baik dirumah istirahat yang cukup dan jangan lupa makan"
" Ya mas juga hati - hati ya emmz Astri izin main didepan bawah mangga sama ibu- ibu didepan boleh ?"
" ya boleh kok , ya udah mas berangkat dulu assalamuaikum"
" Waalaikumsallam salam ”
***
" Eh ... Astri baru nongol lagi ,kemaren kemana aja ? katanya kemaren ke dokter gimana hasilnya pasti nihil lagi ya kan hehe?" tanya Bu sum .
" Heh,Bu sum kok begitu sih ngomongnya ? " ujar Bu Nani .
Astri hanya tersenyum .
" Lha kenapa ? kan saya tanya ? memang salah pertanyaan ku ?"
" Gak salah kok Bu sum ,doain aja ?" jawab Astri.
" Tuh, kan Astri aja biasa aja ya kan Tri..,eh Astri Mending kamu coba aja ke dukun siapa tahu berhasil ? anak saya saja sudah punya anak masak kamu gak dapet - dapet payah?"
__ADS_1
" Tapi Bu sum juga gak boleh begitu , saya yakin Astri sudah berusaha mungkin memang belum diberi " ucap bu Nani .
" Heemmm"Bu sum memalingkan wajah kesal