
" Bu sum bagaimana saya dapat uang buat makan saja susah ?"Ujar Bu Een memohon.
" Saya gak mau tahu Een kalau kamu gak bisa bayar, kamu mau dibawa ke meja hijau?" Ancam Bu sum. Yang masih berdiri di teras rumah Bu Een .
Warga sekitar yang rumahnya dekat dengan Bu Een ikut kepo menyaksikan pertengkaran kedua nya Bu Een janda beranak 3 anak nomor pertama dan kedua sudah bekerja diluar kota tapi jarang sekali pulang bisa tahun- tahunan ,nomor ketiga bekerja di kampung sebelah sebagai pembantu .Sedangkan Bu Een sendiri berjualan nasi pecel keliling komplek untuk mencukupi kebutuhan Bu Een dan anak ketiganya itu.
Dulu semasa suami Bu Een masih hidup ,suami Bu Een membeli tanah sama - sama dengan suami Bu sum Di orang yang sama . Suami Bu Een pekerja sebagai sopir yang setiap hari pergi pagi pulang malam suami Bu Een tidak ada waktu untuk mengurus pemecahan surat tanah nya yang masih gabung dengan tanah Bu sum,Karna suami Bu Een sangat percaya dengan keluarga Bu sum sampai- sampai mempercayakan semua pembayaran pajak ,Suami Bu Een hanya akan membayar pajak tanah lewat Bu sum selaku pembawa sertifikat tanah.
Tepatnya Setahun lalu suami Bu sum menghadap sang ilahi karna kecelakaan ,mobil yang ditumpanginya tidak sengaja menyenggol badan truk yang
melaju kencang akibat dari kecelakaan itu mobil suami Een oleh kekiri dan menabrak pembatas jalan,Suami Bu Een sempat dilarikan kerumah sakit untuk mendapatkan pertolongan ,namun sayangnya ditengah perjalanan suami Bu Een sudah meninggal dunia.
Hidup terus berlanjut begitu juga dengan pembayaran pajak . Sudah setahun ini Kadang Bu Een akan membayar pajak dengan mencicil sedikit demi sedikit untuk diberikan Bu sum tapi tidak tahu kenapa Bu sum selalu menolak dengan alasan akan dibayarkan sekalian itung- itung untuk membalas jasa suami Bu Een selama hidupnya yang sering sekali membantu keluarga Bu sum meski begitu Bu Een tetap memberikan uang pajaknya itu ke anak- anak Bu sum dengan berdalih jika tidak mau untuk dibayarkan ke pajak untuk jajan anak- anak Bu sum saja anak Bu sum juga selalu menerima pemberian Bu Een.
" Gimana Een ,bisa kan cari uangnya besok pagi harus ada sesuai dengan nilai nominal yang ku ceritakan tadi ingat ya ..besok pagi ?" ujar Bu Sum seraya meninggalkan teras Bu Een.
__ADS_1
Bu Een hanya bisa terdiam.
" Bu Een yang sabar ya ?Tega bener Bu sum nglakuin ini ?" Ucap Bu haya yang tidak sengaja lewat dan berhenti menyaksikan pertengkaran itu.
" Ya Bu Een yang sabar ya ? "ucap ibu- ibu yang ada disitu.
" Ya Bu,makasih " ucap Bu Een dengan lirih . Mengambil hp disaku nya hp jadul satu - satunya peninggalan suaminya hp yang bisa digunakan untuk menerima panggilan dan memanggil tanpa ada kamera ataupun YouTube .
Satu persatu tetangga yang menonton bubar sendiri- sendiri.kini hanya Bu Een yang masih duduk ditanah seraya memanggil seseorang lewat hp jadulnya.
Bu Een kembali menghubungi anak keduanya yang merantau diluar kota.untungnya anak- anak Bu Een bersedia melunasi pajak yang sudah jatuh tempo itu .
Malam tiba pukul 7 malam Bu Een mengetuk pintu Bu sum . Rumah Bu Een dan Bu sum memang berdampingan hanya terhalang tembok tinggi yang sengaja di pasang oleh keluarga Bu sum .
Tok ... tok ...
__ADS_1
" Iya ,eh Bu Een gimana sudah dapat uangnya ? pinjam dimana ? di bank swasta anak kamu pasti ya atau jual perabotan rumah? "
" Alhamdulillah Bu sum saya dapet dari anak- anak saya ini Bu sum uangnya sesuai dengan nominal yang Bu sum bilang tadi siang?" Ujar Bu Een seraya memberikan Amplop berisikan uang kepada Bu sum.
" Heeemm..saya hitung dulu ya Bu Een takut kurang karna saya gak mau nombok lho ?" Terima Bu sum ,menghitung uang satu persatu.
" Iya silahkan Bu sum?"
Bu Een masih berdiri menunggu bu sum yang menghitung uang.
" Oke pas Bu Een ,Saya terima ya Bu een,jujur ya Bu Een sebenarnya saya gak tega dengan Bu Een harus mencari uang segini banyaknya tapi bagaimana lagi saya juga gak bisa membayarkan terus pajak Bu Een Saya juga gak mau kalau kita sampai masuk ke meja hijau ,Bu Een ngerti kan maksud saya ? " Tutur Bu sum dengan lemah lembut.
" Iya gak papa ? Bu sum yang penting sudah selesai" ujar Bu Een.
Beginilah jika kita percaya dengan orang yang salah .Bukannya dimudahkan tapi malah di persulit kan .
__ADS_1